Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Tag: pendidikan

Diklat Game Edukasi Wordwall: Ubah Evaluasi Pembelajaran Jadi Menyenangkan

Jombang – Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran melalui media yang kreatif dan inovatif, mahasiswa Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha)  menggelar workshop bertajuk “Diklat Pembuatan Media Evaluasi Pembelajaran Berbasis Game Edukasi”, di SDN Asem Gede, Kecamatan Ngusikan, Senin (26/8/2024). Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja unggulan Mahasiswa KKN-PPM DESTANA 2024 Kelompok 1 Desa Asem Gede. Diklat ini bermitra dengan bapak dan ibu guru dari beberapa lembaga pendidikan di Desa Asem Gede, di antaranya SDN Asemgede, TK Ar-Rohmah, dan KB Permata Luir. Ketua KKN Kelompok 1, Muhammad Hufaif mengungkapkan, tujuan program ini yaitu untuk mengenalkan media evaluasi pembelajaran yang menarik melalui platform Wordwall kepada para guru. “Serta meningkatkan kreativitas mereka dalam mendesain media evaluasi yang lebih interaktif dan menyenangkan bagi siswa,” katanya. Program yang diinisiasi oleh Bidang Pendidikan KKN kelompok 1 berhasil menghasilkan buku panduan penggunaan website Wordwall sebagai output program. “Para guru berhasil membuat media evaluasi pembelajaran yang inovatif menggunakan tiga jenis minigames dari Wordwall. Seperti Open the Box, Speaking Cards, dan Find the Match,“. imbuhnya. Program ini disambut baik oleh para peserta Diklat, hal ini tampak ketika para peserta mengikuti kegiatan dengan antusias. Seperti yang diungkapkan oleh Kepala Sekolah SDN Asemgede, Bapak Narto, S.Pd., di mana beliau memberikan respons positif kepada para mahasiswa KKN Kelompok 1 Desa Asem Gede. “Diklat ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan kreativitas para guru di Desa Asem Gede,” respon beliau. Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN 01 Asem Gede, Bapak Tholib Hariono, M. Kom., berharap agar program ini dapat memberikan dampak positif dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Beliau juga mengapresiasi mahasasiswa KKN Kelompok 1 Asem Gede yang telah berperan aktif dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan. “Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi guru dalam teknologi, tetapi juga menciptakan pembelajaran yang lebih adaptif dan inovatif. Dukungan terhadap kegiatan ini penting karena berdampak langsung pada kualitas pengajaran serta perkembangan anak didik,” ungkap beliau. Red: Faza Mufidatul Fikroh (KKN 01 Asem Gede) Editor: Ibrahim

Apa yang Salah Dari Generasi Strawberry?

Jombang – Generasi muda merupakan generasi yang memiliki segudang perspektif baru, ide-ide inovatif, kreatif, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan saat ini. Sehingga generasi ini diharapkan menjadi agen perubahan demi kemajuan dan masa depan bangsa. Namun pada kenyataannya, generasi muda saat ini sangat rentan dengan berbagai tekanan, memiliki mentalitas rapuh, dan mudah menyerah . Sehingga tidak sedikit yang mengatakan bahwa generasi yang lahir di antara tahun 1990 an – 2010 an (bervariasi berdasarkan sumber) merupakan generasi yang lembek. Maka timbullah sebutan “Generasi Strawberry”. Layaknya buah strawberry yang memiliki tampilan indah dan menyegarkan, namun buah ini mudah rusak dan lembek. Begitu juga stereotip terhadap generasi muda saat ini, memiliki segudang inovasi dan tingkat kreativitas tinggi, namun rentan terhadap tekanan. Menyikapi kondisi ini, salah satu dosen Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha Jombang) memberikan pandangannya. Rina Dian Rahmawati, M.Pd.I., yang merupakan dosen Pendidikan Bahasa Arab (PBA) sedikit menyinggung apa yang salah dari generasi strawberry tersebut, dan bagaimana pandangan berdasarkan kacamata pendidikan. Rina, sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa generasi strawberry ini merupakan generasi yang harus diperhatikan. Pasalnya, banyak dari kasus-kasus kekerasan dan bunuh diri di dominasi oleh kalangan remaja. Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, selama 1 dekade terakhir tercatat ada 2.112 kasus bunuh diri di Indonesia, dan sebanyak 985 kasus (46 persen) dilakukan oleh anak muda (sumber, Kompas.com). Indonesia berada di posisi keempat dengan tingkat kasus bunuh diri tertinggi di Asia Tenggara dengan jumlah 6.2 (per 100.000 populasi), (Sumber, Kemenkes RI Dirjen Pelayanan Kesehatan). “Generasi sekarang ini memang berani-berani (dalam melakukan hal negatif seperti bunuh diri) atau istilahnya bondo nekat. Banyak dari keberanian untuk bertindak sedemikian memang disebabkan oleh depresi,” kata Rina. Kaprodi PBA ini juga menjelaskan, sebagaimana yang dimaksudkan untuk generasi strawberry, anak muda sekarang cenderung memiliki karakteristik yang dapat mempengaruhi kesehatan mental. “Mereka memang rentan terhadap gangguan mental. Banyak kondisi yang bisa menjadi penyebab, seperti lingkungan sosialnya, pendidikan, bahkan mungkin keluarga,” imbuhnya. Pendidikan Karakter  Kaprodi PBA ini juga mengatakan, pokok permasalahan dan penyebab terjadinya fenomena di atas adalah kurangnya pendidikan karakter. “Secara mentalitas dan kepribadian, generasi muda saat ini sudah terbentuk berani bertindak. Tapi semua itu tidak didasari oleh moral yang kuat,” jelas Rina. Ia juga memberikan beberapa kasus percontohan yang disaksikannya sendiri mengenai kemerosotan nilai moral yang terjadi pada generasi strawberry ini. Salah satunya yaitu disebabkan oleh gaya hidup masyarakat yang lebih nyaman dengan penggunaan teknologi. “Di era perkembangan teknologi yang modern ini, kita sebagai orang tua bahkan sebagai pendidik sedikit kecolongan dan tidak bisa mengkontrol. Informasi saat ini dapat menyebar dengan cepat, apa-apa dapat diperoleh dengan instan. Sehingga dampak negatifnya kepada tingkat emosional dan moral yang kurang,” katanya. Berdasarkan landskap pendidikan, degradasi moral ini dapat ditekan dengan pendidikan karakter. Menurut Rina, pendidikan ini sangat penting untuk membentuk moral anak muda di masa depan. “Pendidikan moral atau karakter itu harus disisipi di setiap proses pembelajaran. Tidak hanya di lingkungan kampus saja, melainkan sejak pendidikan dasar, anak-anak kita ini mendapatkannya,” ujar Kaprodi PBA ini. Terlebih pendidikan karakter yang diberikan oleh orang tua. Menurutnya, orang tua memiliki peranan yang sangat penting dalam membentuk moral anak. Dengan demikian, jika moralitas anak muda sudah bagus maka tidak ada lagi sebutan “Generasi Strawberry”. “Sebagai orang tua, kita menjadi pendengar yang baik dan mampu berdialog dengan baik. Sehingga anak-anak kita ini memiliki rasa saling menghormati, menerima perbedaan dan memikirkan dampak yang ditimbulkan akibat perbuatan masing-masing,” pungkasnya. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.

Kuliah Perdana Pascasarjana: Pendidik Harus Mampu Melakukan Transformasi Digital

Jombang – Kemajuan teknologi saat ini tak ubahnya berkembang begitu pesat. Di era yang terus bertransformasi, tentu berdampak pada pandangan kita dalam memainkan peran di berbagai aspek kehidupan, mengolah informasi, berinteraksi, hingga pada proses pendidikan. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Keuangan & Kerumahtanggaan, Prof. Dr. H. Abdul Kholid, M. Ag., saat mengisi perkuliahan Program Pascasarjana Pendidikan Agama Islam (PAI), di Ruang Perkuliahan Pasca, Selasa (24/3/2024). Beliau menyampaikan, dunia pendidikan harus siap dalam menghadapi kemajuan teknologi saat ini. Dengan kemajuan ini, akses informasi dapat dengan mudah didapatkan, begitu juga informasi yang digunakan untuk proses pendidikan. “Mustinya kita sebagai pendidik harus menerima dengan antusias perubahan itu. Kita harus memiliki kesadaran untuk terus meng-upgrade wawasan keilmuan yang kita miliki saat ini,” ujar Prof. Abdul Kholid. Tingkat aksesibilitas yang tinggi ini, menjadi peluang bagi para pendidik di masa yang akan datang. Hal ini terbukti ketika pada tahun-tahun sebelumnya, saat dunia dilanda krisis pandemi, sehingga ranah pendidikan pun ikut terdampak. “Saat pandemi, proses belajar-mengajar ikut terdampak. Pembelajaran dialihkan dari metode luring menjadi daring. Buktinya kita bisa menghadapi transisi itu,” imbuhnya. Manfaatkan Media dalam Transformasi Digital Pendidikan Gus Kholid sapaan akrabnya membeberkan, proses belajar-mengajar dengan menggunakan media teknologi tersebut merupakan salah satu transformasi digital dalam dunia pendidikan. “Saat ini, dengan kemajuan teknologi, kita tidak perlu lagi memberikan materi kepada siswa maupun mahasiswa dengan metode yang begitu-begitu saja. Tapi harus dibumbui dengan inovasi, teknologi informasi, agar apa? agar anak didik itu memiliki semangat belajar dan lain sebagainya,” kata Gus Kholid. Selain mudahnya akses, dengan digitalisasi ini maka proses belajar mengajar dapat dilakukan di mana pun dan kapan pun. Menurut Gus Kholid, ini merupakan suatu hal yang dapat diterapkan di segala jenjang pendidikan. “Kita juga tekankan kepada bapak-ibu mahasiswa Pasca ini untuk memanfaatkan media yang ada. Seperti kanal YouTube, dan berbagai platform media sosial lainnya. Sehingga kita dapat memberikan bahan ajar ke anak didik kita lebih flesibel,” terangnya. Di akhir perkulihan, Gus Kholid berharap agar para mahasiswa Pasca Unwaha Jombang ini dapat menjadi pendidik yang melek teknologi. Tidak hanya itu, beliau juga memberikan arahan agar para mahasiswa bisa produktif dengan berbagai macam karya ilmiahnya. “Pendidikan saat ini dan dulu tentu jauh berbeda, maka dari itu jika bapak-ibu sudah lulus S2 nanti, maka metodenya juga harus berbeda. Baik itu pengetahuannya, sumber-sumber yang dijadikan bahan ajar, metodenya, kemudian sikapnya, bagaimana cara mengajak anak didik kita berpikir,” pesan Wakil Rektor Bidang Keuangan & Kerumahtanggan tersebut. Sebagai pembuka di perkuliahan Program Pascasarjana PAI Unwaha Jombang, Gus Kholid sebagai dosen Pengampu mata kuliah Al-Quran dan Hadist melakukan brainstorming untuk proses perkuliahan-perkuliahan selanjutnya. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.  

RESMI..!! UNWAHA Jombang membuka Program Pascasarjana Program Studi Pendidikan Agama Islam

Universitas KH. A. Wahab Hasbulllah Tambakberas UNWAHA Jombang membuka program pascasarjana Pendidikan Agama Islam sebagai langkah maju dalam memberikan pendidikan tinggi di bidang keislaman. Hal tersebut dipastikan setelah turunnya Surat Keputusan (SK) dari Menteri RI nomor: 1107 tahun 2023 tentang izin penyelenggaraan program studi Pendidikan Agama Islam untuk program megister pada Universitas KH. A. Wahab Hasbullah Tambakberas Jombang. Keberadaan program ini menandai komitmen Unwaha Jombang untuk terus berkontribusi dalam pengembangan keilmuan dan pendidikan di Jombang dan sekitarnya. Rektor Unwaha Jombang, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng., mengatakan dengan dibukanya program pascasarjana Pendidikan Agama Islam, Unwaha Jombang ingin memberikan kesempatan bagi para sarjana yang ingin mengembangkan pemahaman dan keterampilan di bidang pendidikan Islam. “Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan akan tenaga pendidik dan pemikir yang mumpuni dalam mengelola pembelajaran agama Islam, baik di tingkat sekolah maupun lembaga pendidikan tinggi,” kata Prof. Gatot Ciptadi, Sabtu (20/1/2024). Menurutnya, dalam program ini, mahasiswa akan diajak untuk mendalami berbagai aspek pendidikan agama Islam, termasuk metode pengajaran yang efektif, pengembangan kurikulum, serta pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai keislaman yang relevan. “Dengan memadukan teori dan praktik, Unwaha Jombang berupaya menciptakan lingkungan akademis yang mendukung mahasiswa pascasarjana dalam mengembangkan potensi dan kontribusi mereka di bidang pendidikan,” paparnya. Pihaknya berharap ketersediaan program pascasarjana Pendidikan Agama Islam di Unwaha Jombang diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas pendidikan agama Islam. “Dengan dukungan dosen dan fasilitas yang memadai, Unwaha Jombang bertekad mencetak lulusan pascasarjana yang tidak hanya memiliki keahlian akademis, tetapi juga memiliki komitmen untuk berkontribusi dalam kemajuan pendidikan agama Islam di Indonesia,” harapnya.

Ramadhan Di UNWAHA Jombang, Kuliah Jalan Pahala Aman

Ramadhan merupakan bulan istimewa yang ditunggu umat islam dimana pintu surga dibuka, pintu neraka dikunci, dan dilipatkannya pahala. Dalam hadits yang diriwayatkan  Imam Baihaqi, نَوْمُ الصَّائِمِ عِبَادَةٌ وَصُمْتُهُ تَسْبِيْحٌ وَعَمَلُهُ مُضَاعَفٌ وَدُعَاؤُهُ مُسْتَجَابٌ وَذَنْبُهُ مَغْفُوْرٌ Rasulullah SAW bersabda bahwa tidurnya orang puasa adalah ibadah, diamnya adalah tasbih, amal ibadahnya dilipatgandakan, doanya dikabulkan, dan dosanya diampuni. Hadits tersebut hendaknya dimaknai secara komprehensif, yang berarti jika tidur saja ibadah apalagi bekerja dan menuntut ilmu yang merupakan bagian dari ibadah, bukan dipolitisasi untuk membenarkan sikap bermalas-malasan saat menjalankan ibadah puasa. Bagi civitas akademik UNWAHA, bulan Ramadhan yang tiba saat kalender akademik masih berjalan seperti tahun ini merupakan moment yang tepat untuk meningkatkan pahala dan produktivitas sebagaimana hadits yang diriwayatkan Imam Baihaqi tersebut. Selain itu, kegiatan perkuliahan yang tetap berjalan ditengah-tengah ibadah puasa merupakan usaha dalam mencegah learning loss atau hilangnya pengetahuan dan keterampilan yang disebabkan faktor tertentu. Meskipun begitu, seperti perguruan tinggi lainnya jam perkuliahan selama bulan Ramadhan di UNWAHA juga berubah. Berikut perubahan jam kuliah di UNWAHA selama bulan Ramadhan 1444 H.

PENGUMUMAN HARI LIBUR DALAM RANGKA BULAN RAMADHAN DAN HARI RAYA IDUL FITRI 1444 H

[pdfjs-viewer url=”https://unwaha.ac.id/wp-content/uploads/2023/03/Surat-Edaran-Libur-Ramadan-.pdf” attachment_id=”3081″ viewer_width=100% viewer_height=800px fullscreen=false download=true print=true]

Fakultas Agama Islam UNWAHA Gelar Seminar Nasional Bertajuk Mencetak Generasi Enterpreuner Muslim yang Kreatif dan Inovatif di Era 5.0

Fakultas Agama Islam (FAI) UNWAHA menggelar acara seminar nasional bertajuk ‘Mencetak Generasi Enterpreuner Muslim yang Kreatif dan Inovatif di Era 5.0’ pada Sabtu (18/3/2023). Acara yang berlangsung selama beberapa jam ini menyita perhatian mahasiswa sehingga panitia perlu menambah ruang ekstra untuk peserta seminar. Dalam sambutannya, Drs. Waslah, M. Pd.I. selaku Dekan FAI berharap agar acara ini dapat memotivasi mahasiswa sebagai agent of change menjadi pengusaha muslim yang kreatif dan inovatif dalam menghadapi era industry 5.0. Acara yang dihadiri WR bidang Akademik ini menghadirkan dua narasumber yaitu Khairul Hasyim (Direktur Perumda Tirta Kencana Jombang) dan Dr. H. M. Wafiyul Ahdi, M.Pd.I. (WR bidang Kemahasiswaan). Melalui paparan materinya, Hasyim menyampaikan bahwa untuk menjadi pengusaha sukses, ada empat tahap yang harus dilalui yaitu the dreamer, the architek, the builder, dan the cultivator. Artinya calon pengusaha harus berani bermimpi dan menjadikan mimpi itu sebagai kenyataan. Setelah mimpi itu terwujud, dia harus mampu mengembangkannya melalui berbagai tingkat pertumbuhan untuk mencapai tangga kesuksesan. Hasyim juga menyampaikan ada tiga aspek penting dalam berwirauasaha yaitu aspek ekonomi dapat menciptakan lapangan kerja, aspek social dapat meningkatkan standar hidup, dan aspek psikologis membantu meningkatkan kreativitas. Narasumber kedua Dr. H. M. Wafiyul Ahdi, M.Pd. I. menyampaikan bahwa untuk menumbuhkan jiwa enterpreuner di era digital ini perlu dimiliki beberapa kecakapan yaitu kreatif, berpikir kritis dan analitis, problem solving, kolaboratif, komunikatif, akuntabel, dan memiliki etika yang baik. Melalui paparannya beliau juga memberikan contoh bahwa Nabi dan Rosul juga memiliki jiwa enterpreuner. Misalnya Nabi Muhammad SAW, Nabi Musa as, dan Nabi Idris as. Kutipan menarik yang disampaikan oleh Dr. H. M. Wafiyul Ahdi, M.Pd. I. dalam materinya adalah “orang sholeh harus berani kaya”. Sebab ketika orang sholeh kaya maka ia akan mendistribusikan hartanya dengan baik (untuk kemaslahatan umat), sebaliknya ketika orang fasik yang kaya maka ia akan mendistribusikan hartanya untuk kemaksiatan.

Ekonomi Syariah Unwaha mengadakan Colloquium untuk meningkatkan kualitas penelitian

14 maret sampai 19 maret  2023, prodi ekonomi  syariah melaksanakan “eksyar colloquium”  yang digelar secara online. Colloquium ini merupakan suatu pertemuan para ahli untuk membahas tentang urgensi penelitian di bidang manajemen keuangan dan perbankan syariah yang dilakukan di Universitas KH Abd Wahab Hasbullah, yang mana dikemas dengan review penelitian-penelitian guna meningkatkan kemampuan literasi mahasiswa. Selain itu, Colloquium juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menulis. Tujuan tersebut ditunjukkan dengan adanya 10  mahasiswa yang melakukan presentasi rancangan kolaborasi risetnya dengan dosen, dan diberikan arahan, kritik dan saran untuk keberlanjutan penelitiannya. 10 mahasiswa ini terdiri dari mahasiswa dari prodi ekonomi syariah sendiri dan beberapa mahasiswa dari prodi manajemen. Pelaksanaan colloquium ini dilaksanakan selama enam hari, pelaksanaan dimulai pada tanggal 14 maret sampai dengan 19 maret sehingga kegiatan ini sangat efektif untuk meningkatkan potensi mahasiswa dalam pelaksanaan risetnya. Kegiatan ini juga merupakan kegiatan pertama dan akan berkelanjutan yang mana saran dari salah seorang dosen prodi ekonomi syariah. Ahli tersebut sesuai di bidangnya yaitu: 1. Fitri Zaelina M.E.K dosen perbankan syariah UIN sunan Kalijaga Yogyakarta. 2. Nurul Izzati Septiana MEI dosen universitas Raden Rahmad (UNIRA) Malang Sekaligus PhD student di INCEIF MALAYSIA. 3. Arivatu Ni’mati Rahmatika dosen universitas KH A Wahab Hasbullah (UNWAHA) sekaligus mahasiswa doktoral UNAIR. Dengan Hasilnya adalah penelitian kontemporer tentang manajemen keuangan, literasi keuangan, keuangan pesantren. Selanjutnya, tindak lanjut dari kegiatan Colloquium ini adalah joint research antar kampus dan team research dosen dengan mahasiswa. Jelas ibu nurul pada colloquium tanggal 14 maret 2022 “mungkin dalam hal penulisan penelitian mahasiswa tingkat strata satu masih proses belajar dalam hal penulisannya belum benar-benar ke penelitian menginjak ke tingkat yang lebih tinggi benar-benar melakukan penelitian yang sebenarnya” penjelasan tersebut sesuai dengan pengalaman beliau yang dirasakan selama penulisan penelitian. Maka dari itu colloquium ini sangat penting diadakan guna memperbaiki tatacara penulisan pada mahasiswa tingkat strata satu yang masih proses belajar dalam penulisan penelitian. Dalam pelaksanaan colloqium kemarin ada satu quotes yang sangat menarik dari Ibu Arivatu Ni’mati Rahmatika MEI “Penelitian itu seperti perang. Kalau ga selesai adalah kalah, dan kalau kalah adalah konyol” quotes ini sangat berpengaruh untuk semangat mahasiswa dalam proses penulisan penelitian agar selesai dengan tepat. Tidak lupa juga ibu Fitri Zaelina M.E.K memberikan semangat untuk para mahasiswa yang sedang mengerjakan penelitian tugas akhir. Pada colloquium ini bukan hanya sekedar diskusi tentang tatacara penulisan saja tetapi banyak masukan saran untuk mahasiswa. Sehingga, saran yang membangun dapat memotivasi mahasiswa guna menyelesaikan tugas akhir dengan baik. Dengan dilaksanakannya eksyar colloquium ini mahasiswa mendapatkan banyak hal baik ilmu maupun pengalaman yang telah disampaikan dengan baik oleh para ahli. Walaupun pelaksanaan dilaksanakan secara online tidak mengurangi semangat mahasiswa karena penyampain saran benar-benar dapat diterima dengan baik oleh mahasiswa. Harapannya dengan adanya pelaksanaan colloquium ini dapat memotivasi prodi lain untuk ikut serta melaksanakannya karena colloquium ini sangat penting untuk penulisan tugas akhir kedepannya.

Kajian Enterpreneur dalam rangka Harlah Ke-6 IPNU dan IPPNU Unwaha Jombang

Jombang, 12 Maret 2023 Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Universitas KH. Abdul Wahab Hasbullah mengadakan Acara Harlah Ke-6 dan Kajian Enterpreneur dengan tema akselerasi pelajar untuk peradaban dunia pada (12/3/2023). Dalam sambutannya, Aank Fikri Al Bustomi selaku ketua PKPT IPNU menyampaikan bahwa Kader-kader IPNU-IPPNU diharapkan dapat berkontribusi, bermanfaat dan ikut andil mengambil peran di tengah-tengah Masyarakat. Sementara itu, Pembina PKPT UNWAHA, Muhammad Subhan S. Hum. menyampaikan bahwa IPNU-IPPNU harus mampu menghadapi tantangan zaman dengan tetap memertahankan identitasnya. IPNU-IPPNU juga harus mampu memanfaatkan dan menggunakan fasilitas modern sebagai media Pembina akhlakul karimah dan media dakwah. Hadir juga dalam memberikan Promotor Sunardi Yasin (Ketua Komisi B DPRD Kab. Jombang), yang menghimbau pemuda atau milenial Nahdliyin untuk terlibat dalam proses mengembangkan minat, skill, dan bakatnya di bidang bisnis. Semantara Agus Anwar Firdaus selaku pengurus HIPMI Jombang menyampaikan bahwal kunci kesuksesan dibidang bisnis adalah kemauan belajar yang dibarengi dengan tindakan nyata.

Asesmen Lapangan (AL) Program Studi Pendidikan Biologi UNWAHA Jombang

Dalam rangka Reakreditasi Program Studi (Prodi) Pendidikan Biologi Tahun 2023, Lembaga Akreditasi Mandiri (LAMDIK) telah melaksanakan Asesmen Lapangan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting pada Rabu – Kamis (22-23/2/2023). Asesmen Lapangan merupakan penilaian yang dilakukan oleh Tim Asesor LAMDIK untuk mengonfirmasi Lembar Evaluasi Diri (LED) dan Data Kuantitatif yang ada dalam borang yang telah di unggah oleh prodi melalui laman LAMDIK dengan data yang ada di lapangan meliputi visi misi tujuan strategi (VMTS), tata pamong, tata kelola, kerja sama, kemahasiswaan, sumberdaya manusia, pendidikan, penelitian, penelitian, pengabdian, keuangan, sarana dan prasarana, luaran dan capaian tri dharma PT secara face to face maupun secara daring (online) sesuai dengan peraturan BAN-PT Nomor 5 Tahun 2020. Kegiatan Asesmen Lapangan Prodi Pendidikan Biologi dilakukan oleh 2 asesor dari LAMDIK yaitu Dr. Trianik Widyaningrum, S.Si., M.Si. dari Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta dan Dr. Ambarwati, S.Pd., M.Si. dari Universitas Muhammadiyah Surakarta. Guna memaksimalkan kegiatan ini, seluruh Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas KH. A. Wahab Hasbullah dan tim akreditasi Prodi Pendidikan Biologi telah menyiapkan data-data yang dibutuhkan dalam kegiatan akreditasi termasuk mendatangkan dosen, tenaga pendidik, mahasiswa, serta mitra kerjasama yang bersangkutan. Sebagaimana lazimnya asesmen lapangan juga dilakukan wawancara dengan pimpinanz Unit Penyelenggara Program Studi (UPPS), Tim Pusat Jaminan Mutu, dosen, tenaga kependidikan, alumni Unwaha, dan mahasiswa. Tim asesor juga meninjau fasilitas pembelajaran seperti laboratorium, perpustakaan, dan prasarana pendukung kegiatan pembelajaran lainnya di Universitas KH. A. Wahab Habullah. Acara asesmen lapangan selanjutnya ditutup dengan penandatangan berita acara. Dalam kesempatan ini, Rektorat tidak lupa memberikan apresiasi kepada tim akreditasi baik kepada UPPS, PJM, LPPM, maupun unit kerja lainnya khususnya tim penyusun instrument boring akreditasi serta berbagai pihak yang telah bersedia membantu dan mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan sampai terlaksananya asesmen lapangan daring. Kegiatan asesmen lapangan yang berlangsung hari Selasa sampai Rabuerjalan dengan lancer dan semoga mendapat hasil sesuai dengan harapan seluruh stakeholder.