Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Tag: UNWAHA

UNWAHA RAIH ANUGERAH KREATIVITAS & INOVASI MASYARAKAT 2019

Jombang – Proses memang tidak pernah menghianati hasil. Kerja keras dan kerja sama yang solid antar mahasiswa Unversitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) mampu mengantar mereka ke panggung juara. Pada tanggal 11 September 2019 sesuai Keputusan Kepala Bappeda Nomor: 188/498/145.42/2019 telah ditetapkan Pemenang Anugerah Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) Kabupaten Jombang Tahun 2019. Hasil penetapan tersebut sesuai dengan penilaian Tim Juri setelah peninjauan lapangan (Fact Finding) pada 6 Setember 2019. Skor 100 yang mereka raih, ternyata mampu mengalahkan skor 18 peserta lainnya hingga masuk ke tiga besar. baca juga: Fact Finding Tim Penilai KRENOVA 2019 Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, bahwa Pemerintah Daerah diamanahkan untuk memberikan penghargaan/atau insentif kepada individu yang melakukan inovasi. Kepala Bappeda secara simbolis memberikan penghargaan berupa uang tunai Rp. 4.500.000 dan piagam penghargaan. Mahasiswa penerima penghargaan tersebut adalah: (1) Evita Agustina; (2) Julpika; (3) Yasin Hidayat; dan (4) Rosyidah Uzlifatul Jannah. Mereka adalah salah satu kelompok mahasiswa yang berhasil menorehakan prestasi di bidang Inovasi pengolahan limbah. Hadiah dan penghargaan bukan merupakan tujuan UNWAHA dalam mengembangkan kualitas pendidikannya, lebih dari itu adalah bagaimana hasil kreativitas, inovasi, hasil belajar, dan karakter mahasiswa berdampak positif di lingkungan masyarakat. Salah satu mahasiswa Pend. Biologi yang sedang menempuh semester VII mengucapkan terima kasih kepada bapak ibu dosen UNWAHA atas diraihnya penganugerahan ini. “kami ucapkan terima kasih banyak kepada bapak ibu dosen UNWAHA terutama kepada Bapak Rohmat Hidayat, M.Pd., selaku dosen pembimbing kami selama pelaksanaan KKN sehingga kami dapat menghasilkan produk inovasi ini.” Jelasnya. Melalui penghargaan ini, dharapkan mahasiswa dan dosen saling bersinergi dalam bidang penelitian sesuai bidang keilmuannya sehingga menghasilkan karya inovasi yang bermanfaat bagi mahasiswa/dosen pada khususnya, serta bagi masyarakat pada umumnya.

Fact Finding Tim Penilai KRENOVA 2019

Jombang – Sebagai mahasiswa sudah semestinya turut berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat. Tingkat partisipasi mahasiswa Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) di Masyarakat dapat dikatakan cukup tinggi. Hal ini dapat dilihat dari beberapa kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa UNWAHA salah satunya yaitu Anugerah Kreativitas dan Inovasi (Krenova) Masyarakat Jombang 2019. Kegiatan bertajuk lomba yang diselenggarakan oleh Bappeda Pemkab Jombang dengan tema “Mewujudkan Jombang Berkarakter dan Berdaya Saing melalui Kreativitas dan Inovasi Masyarakat di Bidang Agribisnis” telah menyisakan 18 proposal yang dinyatakan lolos mengikuti tahapan seleksi berikutnya, yaitu kunjungan lapangan (fact finding) untuk presentasi dan penilaian salah satunya adalah mahasiswa UNWAHA. Ide tersebut muncul ketika mahasiswa tengah menjalani masa KKN di Desa Kebondalem Kecamatan Bareng selama 2 bulan. Atas bimbingan Bapak Rohmat Hidayat, M.Pd., Karya dengan judul “Tali Arum: Inovasi Pemanfaatan Minyak Goreng Bekas Pakai (Jelantah sebagai pengharum ruangan)”. Apa itu Tali Arum?, Tali Arum ialah inovasi pengharum ruangan yang bisa digunakan dengan varian aroma, mulai dari aroma produk yang ekonomis yakni dari extrak tumbuhan, parfum, atau extrak aroma lain bisa di pakai, selain itu juga bisa ditambahkan dengan wangi wangian aroma terapi seperti sereh, jahe, yang menenangkan dan baik untuk kesehatan. Inovasi dengan bahan utama Limbah minyak goreng (jelantah) dengan tambahan Jelly Powder, Lilin, Pengawet (garam), Pewarna makanan, dan Ampas tebu ternyata berhasil memukai tim penilai Krenova 2019. Salah satu mahasiswa yang sedang duduk di semester VI saat ditanya tim penilai (6/9) menyimpulkan bahwa Tali Arum dapat mengatasi permasalahan limbah minyak goreng yang dialami oleh para pengusaha kerupuk kulit dan warga sekitar. Manfaat lain adalah memberdayakan para ibu PKK dalam kegiatan yang bermanfaat yaitu pengolahan minyak goreng bekas pakai (minyak jelantah). “Selain itu, Tali Arum dari minyak jelantah ini sangat bermanfaat sekali, minyak jelantah bekas UMKM penjual gorengan atau pengusaha lain bisa dikumpulkan dalam jumlah besar. Produk ini bisa diproduksi dengan skala besar sehingga dapat memperoleh pendapatan tambahan” tegasnya.

Penerimaan Mahasiswa UNWAHA di IC-UTK Thailand.

Setelah pelepasan mahasiswa sit-in gelombang I oleh Bupati di PemKab Jombang kemarin, tepat pukul 19:00 waktu setempat, 27 mahasiswa UNWAHA telah tiba dan dijemput oleh pihak International Collage-University of Technology Krungthep (IC-UTK) ke Phranakonthai Dormitory. Pembukaan penerimaan mahasiswa sit-in dilaksanakan pada hari Selasa (3/9) pukul 09:30 dimulai dengan pengenalan profil kampus IC-UTK. Sambutan selamat datang disampaikan langsung oleh Director of IC-UTK, Mrs. Prattana Srisuk, Ph.D kepada mahasiswa sit-in dan dlanjutkan dengan culture learning oleh staf akademik IC-UTK dalam rangka memberikan edukasi budaya di Thailand yang bertujuan sebagai wahana saling mengenal, adaptasi, dan toleransi budaya. Hal ini merupakan pengalaman pertama bagi mereka yang memiliki kesempatan kuliah di luar negeri. Mahasiswa fakultas ilmu pendidikan yang sedang duduk di semester 3 tersebut merasa bangga selama 1 tahun kuliah di UNWAHA dapat menimba ilmu dan berinteraksi langsung dengan dosen dari luar negeri. “Alhamdulillah ini pengalaman baru bagi kami, terima kasih bapak ibu dosen UNWAHA, karena bekal dari bapak ibu sangat bermanfaat di sini” ungkapnya sambil mengusap air mata bangga. Melalui serangkaian acara penerimaan ini, maka detik ini juga mereka sudah resmi menjadi bagian dari mahasiswa IC-UTK hingga 30 September 2019. Seluruh mahasiswa sit-in diharapkan dapat aktif mengikuti perkuliahan dan bersungguh-sungguh dalam belajar mengingat kesempatan ini belum tentu datang untuk yang kedua kali.

1700 Mahasiswa UNWAHA Hadiri Pembekalan PPL 2019/2020

Sebanyak 1700 mahasiswa Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) prodi Kependidikan mengikuti pembekalan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), Senin (26/8) di Aula Perpustakaan UNWAHA Jombang. Mereka terdiri dari Prodi Pend. Agama Islam, Pend. Bahasa Arab, dan seluruh mahasiswa Fakultas Iilmu Pendidikan serta dihadiri seluruh Dosen pembimbing lapangan (DPL). Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin tiap tahun yang diselenggarakan dalam rangka memberikan edukasi kepada para mahasiswa yang akan mengikuti PPL tentang bagaimana menjadi guru di lingkungan sekolah serta sebagai bahan evaluasi dari pelaksanaan PPL sebelumnya. Sehingga PPL di UNWAHA semakin berkualitas dan mahasiswanya semakin berinovasi dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Tak hanya itu, peserta pembekalan PPL tahun akademik 2019/2020 juga memperoleh bekal kurikulum 2013 Revisi terbaru. Wakil Rektor bidang akademik, Dr. KH. Abd. Kholid, M.Ag. saat membuka acara tersebut menyampaikan, pembekalan ini untuk persiapan melaksanakan PPL di sekolah/instansi mitra. Pencapaian yang diharapkan setelah mahasiswa melaksanakan PPL yaitu mampu menjadi sosok seorang pendidik yang mencerminkan kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial serta menghasilkan proposal penelitian tindakan kelas. “Melalui pembekalan ini, kami selaku sivitas akademika UNWAHA khususnya DPL menghimbau kepada mahasiswa untuk bersikap menjadi guru di sekolah, secara penampilan maupun norma agama sebagaimana motto kita, berwawasan global berkarakter islami”, pungkas Pengasuh Ponpes. As-Salma Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan media bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan dasar profesi. Kegiatan pembekalan PPL ini diharapkan dapat memberikan bekal yang cukup bagi mahasiswa praktikan PPL terkait hal teknis, norma yang harus dianut, dan inspirasi untuk selalu berprestasi di masa yag akan datang. Pembekalan dilanjutkan dengan penyampaian materi kurikulum oleh narasumber DPL dari Fakultas Ilmu Pendidikan dan ditutup dengan doa bersama.

Lokakarya III: Implementasi Tata Kelola Prodi

Jombang – Kelanjutan dari program magang pengembangan dokumen Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), Lokakarya Implementasi sistem tata kelola program studi berbasis IAPS 4.0. oleh STIE Perbanas Surabaya dilaksanakan di UNWAHA Jombang. Kegiatan tersebut berlangsung selama 3 hari pada tanggal 20 s/d 22 Agustus 2019. Lokakarya dihadiri oleh 24 peserta yang terdiri dari pimpinan rektorat, dekan, kaprodi, Biro akademik, dan PJM dalam rangka rangkaian kegiatan program asuh menuju prodi unggul ristekdikti 2019. Kegiatan meliputi penyusunan dokumen pendukung akreditasi, presentasi lembar evaluasi diri, hingga praktik pengolahan database terintegrasi feeder PD Dikti. Serangkaian kegiatan mulai dari Sosialisasi program asuh, Lokakarya I (Pengembangan SPMI), Lokakarya II (Tata kelola prodi), Magang SPMI, hingga terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan memperoleh hasil terbaik pada Lokakarya IV (Audit mutu internal) sehingga dapat meningkatkan akreditasi dan kualitas administrasi akademik menuju prodi unggul dengan luaran sertifikat akreditasi A.

Klinik Proposal Hibah Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UNWAHA 2019

Jombang – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah melalui koordinasi LPPM menyelenggarakan Klinik Penyusunan Proposal Hibah Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Ristekdikti Tahun Anggaran 2019/2020. Kegiatan yang dihadiri oleh beberapa delegasi perguruan tinggi Nadhatul Ulama (PTNU) se-Jawa Timur berlangsung selama lebih kurang 5 jam di Aula Perpustakaan UNWAHA (5/08). Acara ini menjadi agenda rutin UNWAHA dalam rangka peningkatan mutu riset dan pengabdian masyarakat oleh dosen sesuai Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para peneliti, yaitu dapat meningkatkan motivasi dan kemampuan dalam menyusun proposal penelitian yang berkualitas sehingga dapat menambah angka kredit, meningkatkan penggunaan dan akses hasil publikasi oleh masyarakat dan meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan dosen. Bagi instansti perguruan tinggi yang bersangkutan pun kegiatan ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan akreditasi lembaga dan kerjasama yang luas dengan lembaga pengguna, baik dalam skala nasional maupun internasional. “Setelah bapak/ibu mengikuti klinik ini, tentu saja jumlah dosen yang diterima proposalnya harus meningkat dari tahun lalu”, terang Rektor UNWAHA disela sambutannya.     Setelah penjelasan dan gambaran umum terkait kiat-kiat penyusunan proposal, peserta klinik diberikan kesempatan untuk berdiskusi langsung mulai dari penulisan judul hingga penentuan anggaran biaya proposal. Secara bergantian, peserta klinik menjelaskan isi proposal dan langsung diberikan kritik dan masukan oleh narasumber. “Kami perwakilan dari dosen salah satu perguruan tinggi di Jombang merasa sangat terbantu adanya klinik ini, selain belajar menyusun proposal, kami juga berkesempatan berdiskusi langsung dengan narasumber Prof. Dr. Anton Muhibuddin, M.P., selaku President Core to Core Program-Japan.” Klinik ditutup dengan sharing penyampaian pengalaman dari 2 dosen di salah satu perguruan tinggi Jombang, sehigga kegiatan tersebut menjadi lengkap karena peserta klinik dapat belajar melalui teoritis oleh ahli, serta belajar melalui empiris berdasarkan pengalaman para dosen.

Pemkab Pasuruan Jajaki Kerjasama dengan UNWAHA

Jombang – Dalam rangka peningkatan dan pengembangan potensi yang ada, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan menjajaki kerjasama dengan Universitas KH. A. Wahab Hasbullah, Jombang. Kerjasama ini diharapakan mampu menciptakan hal-hal baru demi kemajuan serta kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pasuruan. Hal tersebut mengemuka saat perwakilan pemkab Pasuruan berkunjung ke Kantor UNWAHA Jombang yang dihadiri Dekan, LPPM, dan Bagian Akademik, Senin (5/8). Rektor UNWAHA menyambut baik rencana kerjasama ini dan berharap akan segera ditindak lanjuti oleh pihak terkait. Ia juga menambahkan, kerjasama ini perlu dilakukan. Sebab majunya sebuah daerah tentu tidak bisa lepas dari dukungan perguruan tinggi, sehingga peningkatan kinerja pemerintah dapat berjalan dengan maksimal. “Melalui kerjasama ini, kita dukung kebutuhan daerah misalnya dibidang IT, bidang pertanian, atau lingkungan hidup,” ujar President JSPS Core to Core Program, Japan. Beliau mengordinasikan agar Dekan selingkung UNWAHA siap membantu Pemkab Pasuruan dalam pengembangan sumber daya diberbagai bidang melalui Tri dharma perguruan tinggi maupun melalui pengembangan teknologi di UNWAHA. Untuk mengoptimalkan potensi sumber daya kedua belah pihak dalam membangun program dan kegiatan sesuai dengan tugas pokok, fungsi, dan wewenang masing-masing. Nantinya diharapkan dapat mencapai kemajuan bersama dan segera dilakukan penandatanganan MOU sebagai bentuk kerjasama kedua pihak.

UNWAHA, support The 13th KOREA-ASEAN Joint Symposium

Surabaya-Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) sebagai salah satu supported The 13th KOREA-ASEAN Joint Symposium yang diselenggarakan di Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga. Program konferensi akan membahas topik-topik dari biomassa hingga bioliquid dan biofuel untuk panas dan listrik, transportasi dan produk-produk biobased. Ini akan mencakup semua aspek dari setiap rantai nilai, dari pasokan dan logistik hingga teknologi konversi, dari aplikasi industri hasil penelitian hingga dampak pada lingkungan, dari aspek pasar dan perdagangan hingga strategi kebijakan, tak terkecuali peran biomassa sebagai sumber dalam sistem energi terintegrasi. KOREA-ASEAN Joint Symposium didukung oleh 11 perguruan tinggi dalam dan luar negeri, salah satunya adalah Universitas KH. A. Wahab Hasbullah. Program Teknis dikoordinasikan oleh Universitas Airlangga. Rektor UNWAHA, Dr. Anton Muhibuddin menjelaskan hasil risetnya dalam judul, “Effect of Mycorrhiza on Fusarium Wilt Disease (Fusarium oxysporum) Tobacco (Nicotiana tabacum L.) in Quartz Sand Media Containing Compost AMB-P0K”. International conference dengan tema Biomass Utilization and Renewable Energy berlangsung selama 3 hari, 7 s/d 9 Agustus 2019. Review us, Klik here

GANTUNGAN KUNCI

Gantungan Kunci “Tanaman Hidup” dan Media Tanam Hidrogel; Alternatif sumber penghasilan bagi Guru TKIT Al Misbah Istilah gantungan kunci bukanlah hal asing bagi kita. Namun lain dengan gantungan kunci yang satu ini. Gantungan kunci yang berisi tanaman hidup menjadi hal baru bagi guru TKIT Al Misbah. Pelatihan yang dilakukan oleh tim PKM Universitas KH Wahab Hasbullah pekan lalu, berhasil membuat para guru antusias mengikuti pelatihan ini. “Gantungan kunci ini berisi rumput, tanah kompos, batuan zeolit dan juga pasir pantai sebagai hiasan”, jelas Umi Kulsum Nur Qomariah, selaku instruktur pembuatan gantungan kunci. Alat dan bahan yang digunakan cukup mudah ditemukan, seperti tanah kompos dan pasir pantai bisa dibeli di toko aquarium atau toko bunga. “Rumput bisa ditemukan di sekitar rumah, kalau bisa berukuran mini karena botol yang kita gunakan berukuran mini” Sambung dosen prodi agroekoteknologi ini. Pembuatan gantungan kunci ini cukup mudah, tinggal memasukkan bahan menggunakan pinset. “Agar tanaman tetap mendapatkan sirkulasi udara tidak layu, tutup gantungan kunci menggunakan kayu randu, jadi udara bisa masuk ke dalam botol”, tutur dosen asal Kediri ini. Gantungan kunci ini bisa dijual karena tampilannya yang menarik dan masih jarang ditemukan. Selain gantungan kunci, TIM PKM juga mengenalkan dan mengajarkan Media tanam Hidrogel. Salah satu instruktur Media tanaman hidrogel, Anggun Wulandari menuturkan tentang kelebihan Media tanam hidrogel, ” Tanaman di hidrogel ini tidak perlu disiram karena tanaman yang akan menyerap air pada hidrogel, kalau pun layu, bisa ditambah pupuk cair agar tanaman tidak kehabisan nutrisi”. Selain warnanya yang menarik, tanaman ini juga bisa digunakan sebagai souvenir pernikahan. Alasan tanaman air yang mudah ditanam dan dicari di toko bunga, media ini menjadi salah satu sumber penghasilan yang menjanjikan. Ucapan terimakasih disampaikan kepada Kemenristekdikti sebagai sponsor dan LPPM Universitas KH. A. wahab Hasbullah yang telah mensupport dalam program ini. Terimakasih juga diucapkan kepada TKIT AL-Mishbah sebagai Mitra Pengabdian Masyarakat./fns

SEMINAR EKONOMI UNWAHA 2019

Jombang – Sebagai peringatan Haul KH. Abdul Wahab Hasbullah ke-48, sosok Pahlawan Nasional, inisiator, dan pendiri Nahdatul Ulama, Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum menyelenggarakan seminar di Aula Universitas KH A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Tambak Beras Jombang (14/7). Seminar Ekonomi bertema “Ceruk Pengembangan ekonomi syari’ah antara pondok pesantren dan industri perasuransian syari’ah indonesia” tersebut disajikan oleh pemateri Ahmad Syaroni, S.T., M.M, selaku Dirut PT Reasuransi Syari’ah Indonesia dan Mudzakir, S.E., AAIJ, AIIS, CHR, selaku Dirut PT Asuransi Syari’ah Keluarga Indonesia (Asyki). Seminar dibuka oleh Nyai HJ. Hizbiyah Rochim, M.A. selaku Ketua Yayasan Pendidikan Tinggi Bahrul Ulum. Selain itu, Rektor UNWAHA dalam sambutannya menyampaikan terkait perkembangan dan program unggulan UNWAHA yaitu salah satunya adalah program kuliah ke luar negeri. “Tahun ini, setidaknya kita bisa memberangkatkan 50 mahasiswa untuk studi ke luar negeri dan 7 Dosen sebagai pembimbing”, terang Prof. Dr. Anton Muhibuddin, M.P. Ahmad Syaroni, S.T., M.M. di tengah penyampain materi juga turut mengulas program studi yang ada di UNWAHA terkait perkembangan dunia 10 tahun ke depan. “Alhamdulillah, mayoritas prodi yang ada di sini merupakan kompetensi yang dibutuhkan 5 sampai 10 tahun ke depan. Itu artinya UNWAHA visioner memandang masa depan dan terus berkembang sebagai universitas global namun tetap berpegang pada Ahlus-Sunnah wal Jama’ah”, tegasnya. Seminar ekonomi tersebut dihari oleh berbagai mahasiswa dan dosen dari beberapa Universitas dan Sekolah Tinggi di Jombang. Antusisme peserta seminar terlihat ketika 3dosen dari universitas yang berbeda diberi kesempatan untuk bertanya kepada narasumber terkait permasalahan asuransi syariah, perbandingan dengan asuransi konvensional, dan wakaf. Rangkaian kegiatan seminar diakhiri dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara asuransi keluarga indonesia, asuransi syari’ah, dan Yayasan Pendidikan Tinggi Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang serta pemberian kartu asuransi syariah secara simbolis. Dengan ini diharapkan asuransi syari’ah kepada mahasiswa dan dosen dapat diterapkan, terutama asuransi pendidikan dalam pembayaran SPP, pembayaran biaya-biaya lain yang berkaitan dengan kegiatan perkuliahan sehingga dapat diperoleh keuntungan dan keberkahan ke semua pihak sesuai syariat islam.