Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Tag: #unwahajombang

Program Studi Teknologi Hasil Pertanian: Tentang, Mata Kuliah, dan Pofil Lulusan

Jombang – Program Studi (Prodi) Teknologi Hasil Pertanian merupakan salah satu Prodi yang ada di Fakultas Pertanian Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang. Prodi yang didirikan bersadasarkan Surat Keputusan (SK) Dirjen Jenderal Pendidikan Tinggi No: 038/E/2013 memiliki visi sebagai salah satu Prodi unggul dan kompetitif di tingkat nasional berlandaskan nilai-nilai ke-Islaman. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Prodi (Kaprodi) Teknologi Hasil Pertanian, Dyah Ayu Srihartanti, M.P. Beliau juga mengatakan, Prodi ini memiliki misi sebegai penyelenggara Tri Dharma Perguruan Tinggi (Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian, red) yang berkualitas serta relevan dengan kebutuhan pengembangan agroindustri. “Dengan cita-cita ini, maka Prodi Teknologi Hasil Pertanian berupaya untuk menghasilkan sumber daya manusia yang cakap, terampil dan memiliki daya saing tinggi di bidang agroindustri,” ungkapnya. Seperti yang diketahui, saat ini perkembangan teknologi dan hasil pertanian di Indonesia begitu pesat. Terdapat banyak inovasi-inovasi di bidang ini untuk meningkatkan produktivitas pertanian. “Di masa yang akan datang, tentu berbagai tantangan di bidang ini terus berkembang secara dinamis. Dengan demikian, para lulusan diharapkan mampu mengelola potensi lingkungan agar memiliki daya kompetitif di bidang pertanian,” imbuhnya. Mata Kuliah Hampir sama dengan Prodi-Prodi yang ada di Fakultas Pertanian Unwaha, Teknologi Hasil Pertanian memiliki muatan mata kuliah yang berkaitan dengan materi dasar dan lanjutan ilmu pertanian dan teknologi. “Mahasiswa dijarkan tentang manajemen teknologi di bidang pertanian. Adapun ruang lingkupnya meliputi penaganan, pengamanan, dan juga pengelolaan hasil pertanian,” terang Ibu Dyah kepada tim Humas. Adapun bahan kajian di Prodi Terknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Unwaha Jombang adalah sebagai berikut: Ilmu Sains Dasar; pada bidang kajian ilmu sains dasar mempelajari keilmuan fisika, kimia, dan juga mikrobiologis dari hasil pertanian hingga proses pengelolahan bahan pangan. Keilmuan Inti Teknologi Hasil Pertanian; bahan kajian ini meliputi prinsip-prinsip ilmu pangan/hasil pertanian (kimia dan analisis pangan/ hasil pertanian, mikrobiologi dan keamanan pangan, rekayasa proses pengolahan pangan/hasil pertanian, biokimia pangan dan gizi) untuk diformulasikan dalam teknik perancangan proses secara terpadu. Kecakapan Hidup; merupakan kajian mata kuliah yang menyesuaikan dengan kebutuhan peningkatan soft skill mahasiswa sesuai kebutuhan di masa yang akan datang. Sosial Humaniora; bahan kaijan yang disesuaikan dengan kondisi sosial humaniora masyarakat Indonesia. Ciri Perguruan Tinggi/Fakultas/Program Studi; bahan kajian meliputi mata kuliah sesuai ciri atau karakteristik (konservasi) Perguruan Tinggi/Fakultas/Program Studi. Profil Lulusan Prodi Teknologi Hasil Pertanian Berikut profil lulusan Prodi Teknologi Hasil Pertanian: Manajer; para lulusan dinilai mampu mengelola usaha di bidang agroindustri nasional dan multinasional. Pelaku bisnis di bidang agroindustri; lulusan dengan kompetensi yang dimiliki dapat berkembang di bidang bisnis dan industri rumah tangga berbasis pangan dan pertanian. Peneliti; peneliti di perguruan tinggi atau lembaga riset pemerintahan ataupun swasta. Bagimana, tertarik kuliah di Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Unwaha Jombang?. Buruan, segera daftarkan diri anda dan menjadi bagian dari salah satu Kampus NU terbaik. Informasi selengkapnya untuk pendaftaran mahasiswa baru dapat diakses melalui tautan ini. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.

Ketua YPTBU dan Rektor Unwaha Jombang Dorong Kerjasama Dengan LPTNU Jatim

Jombang – Setelah sukses terselenggarakannya Halal Bihalal dan Sarasehan Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Jawa Timur (Jatim), di Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang, Sabtu (4/5/2024). Ketua Yayasan Pendidikan Tinggi Bahrul Ulum (YPTBU) dan Rektor Unwaha Jombang sepakat dorong kerjasama dengan LPTNU Jatim. Hal ini diakui oleh Ketua YPTBU, Ibu Hj. Hizbiyah Rochim Wahab, M.A., saat ditemui oleh Tim Humas. Beliau merespon dan menyambut baik seluruh agenda yang diselenggaran oleh LPTNU Jatim. “Kami dari yayasan sangat merespon hal itu, karena ini menjadi suatu promosi agar Unwaha Jombang lebih diketahui oleh perguruan tinggi NU se-Jatim. Sehingga jalinan silaturahmi dan keakraban bisa dibangun lebih baik lagi, karena Unwaha Jombang merupakan bagian dari LPTNU,” tutur beliau. Tak hanya itu, Ibu Nyai Hizbiyah juga mengungkapkan, bahwa kerjasama-kerjasama yang nantinya akan dijalin tentu berdampak pada tata kelola universitas yang lebih baik lagi. Baik dari peningkatan sistem dan fasilitas, maupun manajamen sumber daya manusianya. “Seperti yang akan kita lakukan dengan LPTNU Jatim, yaitu menyusun buku tentang ke-NUan dan ke-Aswajaan. Buku ini nantinya bisa dijadikan bahan ajar untuk disisipkan dalam setiap kurikulum perkuliahan, khususnya di Unwaha Jombang,” kata Beliau. Sependepat dengan hal tersebut, Rektor Unwaha Jombang, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng., mengatakan bahwa perguran tinggi di lingkungan LPTNU harus menonjolkan nilai-nilai ke-NUannya. “Bagaimana caranya kita bisa meningkatkan pengetahuan para generasi muda perihal nilai-nilai tersebut. Kita perlu semacam sinkronisasi, salah satunya mengupgrade muatan seperti yang disebutkan bu Nyai sebelumnya,” ujar Rektor Unwaha Jombang ini. Menurutnya, pengetahuan tentang ke-NUan masih relevan dalam membentuk karakter generasi millenial. Pasalnya, warna dan eksistensi NU tidak tergerus oleh perkembangan zaman. Seperti yang diketahui, prinsip yang ada di NU adalah “memelihara tradisi lama yang baik dan mengambil tradisi baru yang lebih baik” sudah melekat. “Keberadaan NU ini sangat penting untuk generasi yang akan datang, ini juga menjadi tugas kami bersama. Kalau dibilang NU bisa lebih berkembang lagi, maka begitu juga dengan Unwaha Jombang,” tutup beliau. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.

Halal Bihalal & Sarasehan LPTNU Jatim 2024, Ulas Strategi Menuju PTNU Unggul

Jombang – Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Jawa Timur (Jatim) menggelar Halal Bihalal dan Sarasehan di Auditorium Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang, Sabtu (4/5/2024). Kegiatan ini mengusung tema “Menuju PTNU Unggul”, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan tinggi yang ada di naungan LPTNU Jatim. Ini disampaikan langsung oleh Ketua LPTNU Jatim, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng. “Narasi tema Menuju PTNU Unggul mungkin tidak akan berhenti di kegiatan Halal Bihalal dan Sarasehan di hari ini saja. Melainkan akan terus kita angkat menjadi tema bersama-sama kita semua. Itu membuktikan bahwa kita semua bertekad untuk mengelola PTNU dengan sungguh-sungguh, suatu saat dalam waktu yang tidak terlalu lama kita akan menjadi perguran tinggi yang terakreditasi unggul,” kata beliau dalam sambutannya. Dengan semangat ini, LPTNU Jatim yakin bahwa perguran tinggi NU akan menjadi kebanggaan dan kepercayaan masyarakat. Pasalnya, lembaga pendidikan tinggi yang ada di wilayah LPTNU Jatim sudah sampai di point of no return, yang mengharuskan untuk berkembang lebih baik lagi. “Kita hanya punya satu pilihan, yaitu terus melangkah kedepan dan jangan sampai disibukkan dengan urusan internal dan urusan kontra-produktif semata. Semoga dengan kegiatan ini, semua lembaga yang kita kelola bisa menjadi perguruan tinggi yang unggul,” pesan beliau. Hal ini juga diamini oleh Ketua Lembaga Perguruan Tinggi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LPT-PBNU), Prof. H. Ainun Na’im, Ph.D,. M.B.A yang mengikuti kegiatan secara virtual. Beliau menyampaikan, untuk menjadikan perguruan tinggi dengan kriteria unggul bukanlah suatu hal tidak bisa diraih. “Mengapa? karena Indonesia saat ini masih mengalami pertumbuhan penduduk, bahkan kita masih menikmati bonus demografi. Artinya, penduduk dengan usia produktif lebih besar, dan mereka masih memerlukan layanan pendidikan tinggi. Dengan demikian, kita memerlukan sistem tata kelola yang baik untuk mencapai itu semua,” ungkapnya. Guru Besar Akuntansi UGM ini juga mengatakan, perguruan tinggi di bawah LPTNU memiliki modal dalam menjawab tantangan global. Seperti kehadiran Artificial Intelligence (AI) yang dimungkinkan mengancam peran manusia. “Manusia tetap diperlukan sebagai problem solver, sehingga eksistensi manusia tidak akan kalah dengan sistem yang diciptakannya. Dengan bermodalkan nilai-nilai yang ada di NU, kita bisa menjawab tantangan semacam itu. Bagaimana kita menjaga perdamaian, sikap mental yang telah ditanamkan dan kita dakwahkan kepada masyarakat,” imbuhnya. Di kesempatan yang sama, Rektor Unwaha Jombang, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng. mengucapkan syukur dan terimakasihnya kepada seluruh peserta yang hadir. Khususnya kepada LPTNU Jatim yang telah memberikan kepercayaan kepada Unwaha Jombang sebagai tuan rumah Halal Bihalal LPTNU tahun ini. “Atas nama pribadi dan lembaga, kami ucapkan banyak terimakasih dan mohon maaf sebesar-besarnya apabila terdapat fasilitas yang kurang memadai. Terlepas dari ini semua, kami juga ucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya Halal Bihalal dan Sarasehan LPTNU Jatim. Semoga Allah SWT meridai apa yang kita lakukan saat ini,” ungkap Rektor Unwaha Jombang tersebut. Kegiatan dilanjutkan dengan sarasehan yang diisi oleh Dirjen Kemendikbud Ristek, Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris, M.sc., Kepala Subdirektorat Ketenagakerjaan Direktorat PTKI Kemenag RI, Muhammad Aziz Hakim, M.H., dan selanjutnya Dewan Eksekutif BAN-PT, Prof. Dr. Slamet Wahyudi , ST., MT. Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Umum YPTBU, Ibu Hj. Hizbiyah Rochim Wahab, M.A., Ketua Pembina YPTBU, Dr. H. Moh. Hasib Wahab, dan juga jajaran pengurus YPTBU. Seluruh pimpinan lembaga pendidikan tinggi di naungan LPTNU Jawa Timur. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.

Refleksi Hari Pendidikan Nasional 2024: Bergerak Bersama, Lanjutkan Merdeka Belajar

Jombang – “Bergerak Bersama, Lanjutkan Merdeka Belajar”, menjadi tema besar dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2024. Peringatan ini menjadi momen untuk merefleksikan pentingnya pendidikan dalam membangun karakter bangsa. Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang, M. Farid Nasrulloh, M.Pd., menyampaikan, momentum peringatan ini bukan hanya berkaitan dengan kegiatan seremonial saja. Tetapi sebagai sarana refleksi terhadap sistem pendidikan di Indonesia, seperti keberlanjutan kurikulum Merdeka Belajar. “Khususnya di lingkungan unit pendidikan Perguruan Tinggi, dengan adanya Merdeka Belajar Kampus Merdeka ini hasilnya terlihat lebih nyata. Seperti yang kita ketahui, bahwa kurikulum ini berbasis outcome,” ujar pria yang akrab disapa Pak Farid tersebut. Beliau melanjutkan, selain kurikulum yang berfokus pada muatan esensial di dalamnya juga terdapat pendidikan karakter. Pendidikan karakter ini meliputi pengembangan potensi spiritual dan emosional. “Kurikulum ini lebih fleksibel untuk diterapkan oleh setiap unit pendidikan baik di tingkat dasar hingga tinggi. Semuanya berbasis kebutuhan dan kondisi terkini,” imbuhnya. Merdeka Belajar – Kampus Merdeka di Unwaha Jombang Beliau mengaku, jika Unwaha Jombang khusunya FIP sendiri sudah menerapkan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Para lulusan dari fakultas ini juga dinilai mampu mengamalkan ilmunya serta kompeten di berbagai bidang. “Itu (kurikulum, red) menjadikan mahasiswa semakin kreatif, di FIP Unwaha yang setiap tahunnya ada yang lulus dengan mengikuti kegiatan Kampus Merdeka. Itu merupakan bagian dari percepatan atau peningkatan mutu dari pendidikan di Indonesia, khusunya di Perguruan Tinggi,” kata Bapak Farid. Kendati demikian, sistem pendidikan dengan segala kebijakannya bukan tanpa kelemahan. Dekan FIP ini juga menyampaikan keresahannya terhadap dunia pendidikan saat ini. Terutama kemerataan infrastruktur, kesempatan belajar, dan kesejahteraan para guru di daerah-daerah yang dapat dikatakan masih kurang layak. “Ketidak merataan ini bisa dari segi fasilitas dan infrastruktur pendukung. Mungkin solusi yang diberikan oleh negera yaitu menghadirkan beasiswa bagi mereka yang kurang mampu. Tapi ini apakah sudah tepat sasaran?,” terangnya. Terakhir, beliau berharap melalui peringatan Hari Pendidikan Nasional dapat menjadi evaluasi sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan yang ada. Sehingga cita-cita besar dalam dunia pendidikan yaitu “Mencerdaskan Kehidupan Bangsa” dapat terpenuhi. “Harapan saya kedepan, pendidikan di Indonesia ini lebih maju lagi, semakin memerdekakan. Juga semakin fleksibel lagi untuk kurikulum yang dijalankan,” pungkasnya. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.

Kuliah di Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Unwaha Jombang: Tentang, Mata Kuliah, Profil Lulusan

Jombang – Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Arab (PBA) adalah salah satu program studi yang berada di bawah naungan Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang. Prodi ini didirikan pada tahun 2001 berdasarkan SK Mendiknas RI No: 42/D/0/2001, untuk dapat mendukung pelaksanaan pendidikan tinggi di STAI-BU sekarang Unwaha Jombang. Ketua Program Studi PBA, Rina Dian Rahmawati, M.Pd.I., mengatakan, Prodi PBA hadir untuk memberikan solusi atas permasalahan pembelajaran bahasa Arab. Ini bertujuan untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang berwawasan global dan berkarakter islami. “Tujuan Prodi PBA yaitu untuk menghasilkan tenaga pendidik yang profesional, berkarakter islami. dan mempunyai kompetensi dalam bidang Bahasa Arab. Selain itu, mereka diharapkan mampu berkembang secara profesional di bidang riset keilmuan bahasa Arab,” tutur Kaprodi PBA tersebut. Mata Kuliah Perempuan yang akrab disapa Rina ini mengungkapkan beberapa mata kuliah yang menjadi bahan ajar berdasarkan kurikulum Prodi PBA Unwaha Jombang. Berikut beberapa mata kuliah tersebut: Teori Belajar dan Pembelajaran; mahasiswa diharapkan mampu memahami dan menerapkan konsep belajar dan pembelajaran. Topik bahasannya meliputi, prinsip dan dasar pengembangan kurikulum, pendekatan dan konsep dasar belajar dan pembelajaran. Desain Pembelajaran Bahasa Arab; matakuliah ini menguatkan pemahaman dan keterampilan mahsiswa dalam pembelajaran bahasa arab. Teknologi Pembelajaran Bahasa Arab; mahasiswa diharapkan mampu menguasai teori dan praktik tentang desain, pengembangan, pemanfaatan, dan penilaian proses dan sumber-sumber untuk belajar. Ilmu Lughah; topik bahasan dalam mata kuliah ini meliputi pengertian, karakter dan fungsi bahasa, aliran-aliran linguistik arab dan umum. Profil Lulusan Kaprodi PBA kepada tim Humas menyampaikan beberapa keterampilan khusus yang akan didapat oleh para lulusan Prodi PBA. Yaitu, lulusan dinilai mampu berbahasa arab (secara lisan dan tulis) sampai ke tingkat lanjut. “Baik reseptif maupun produktif dalam bentuk komunikasi seperti presentasi satu dan multi arah melalui pembelajaran berbasis tugas, proyek, dan simulasi. Juga mampu memahami referensi ilmiah, kesastraan, kependidikan, dan produktif dalam menulis karya ilmiah,” imbuhnya. Pengembangan Karir Berdasarkan profil yang dijelaskan oleh Kaprodi PBA tersebut, maka para lulusan dapat mengembangkan karirnya ke berbagai jenis keprofesian, seperti berikut: Pendidik/Praktisi Pendidikan; Sarjana PBA yang memiliki kompetensi baik secara teoritis dan praktis dalam mendesain, mengimplementasikan, mengorganisasikan, dan mengevaluasi pembelajaran Bahasa Arab. Pengembang Bahan/Media Ajar; Sarjana PBA yang memiliki kompetensi dalam pengembangan bahan ajar dan media pembelajaran Bahasa Arab baik secara teoritis maupun praktis. Penerjemah Bahasa Arab; Sarjana PBA yang memiliki kompetensi dalam menerjemahkan teks-teks maupun kata berbahasa Arab ke dalam Bahasa Indonesia dan sebaliknya. Bagimana, tertarik kuliah di Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Unwaha Jombang?. Buruan, segera daftarkan diri anda dan menjadi bagian dari salah satu Kampus NU terbaik. Informasi selengkapnya untuk pendaftaran mahasiswa baru dapat diakses melalui tautan ini. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.

Inovasi Sabun Organik dari Limbah Pisang Hantarkan Mahasiswa Pendidikan Biologi dan Manajemen Lolos Pendanaan PKM 2024

Jombang – Mahasiswa Pendidikan Biologi dan Manajemen  berhasil menorehkan prestasi yang membanggakan setelah lolos dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2024. Kelompok yang terdiri dari Indah Nurhidayah selaku ketua, Novi Zahrotul Chasanah, Nudiya Amburika, Rohmad Lukman Hakim, dan Muhammad Jalu Bagas Putra dibimbing langsung oleh dosen, Ospa Pea Yuanita Meishanti, M. Pd. Sebagaimana yang diketahui, PKM merupakan program yang diselenggarakan oleh Dirjen Pendiidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbud Ristek. Program ini bertujuan untuk membentuk pribadi mahasiswa yang tahu dan taat aturan, kreatif, inovatif, dan objektif kooperatif dalam membangun keragaman intelektual. Berdasarkan Surat Keputusan No. 2546/E2/DT.01.00/2024, mahasiswa Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang tersebut berhasil lolos dan meraih pendanaan PKM bidang Kewirausahaan. Adapun judul penelitian kelompok ini adalah “Inovasi Berkelanjutan Limbah Musa Paradisiaca L. untuk Meningkatkan Green Enterpreneurship”. Memanfaatkan Limbah di Sekitar untuk Meningkatkan Green Entrepreneurship Ketua kelompok, Indah Nurhidayah mengungkapkan, penelitiannya tersebut bermula dari permasalahan yang ia temui di lingkungan sekitar. Kulit pisang yang merupakan limbah industri rumahan di lingkungannya menjadi awal ia dan temannya untuk melakukan penelitian ilmiah tersebut. “Jadi sayang kalau tidak dimanfaatkan, kan selama ini banyak produk-produk inovasi yang berbahan utama limbah organik. Seperti halnya kopi, yang sudah banyak dimanfaatkan menjadi produk inovatif, dibuat sabun, masker, dan juga scrub,” kata Indah. Produksi sabun batang organik ini yang berbahan dari limbah pisang merupakan salah satu konsep green entrepreunership yang inovatif. Di mana produk ini tidak hanya berorientasi pada nilai tambah saja, melainkan juga sebagai komitmen untuk menjaga keberlanjutan lingkungan. “Selama ini kan limbah-limbah organik oleh masyarakat atau industri dengan skala besar dijadikan sebagai pupuk. Jadi kita melihat ini menjadi peluang untuk meningkatkan nilai tambah dari limbah kulit pisang,” lanjut mahsiswi semester enam tersebut. Sementara itu, Anggota Kelompok, Novi Zahrotul Chasanah menuturkan, capaian ini tidak lepas dari suport dan peran dosen pembimbing. Mereka memperoleh bimbingan intens dari dosen sejak awal proses penelitian hingga akhir. “Awal proses setelah kita mendapatkan ide ini, kita langsung konsultasi dan bimbingan ke dosen. Alhamdulillah kami dibimbing dan diarahkan, mulai dari tahap persiapan, mencari referensi berbagai penelitian terdahulu, dan juga praktik pembuatannya,” kata Novi. Berdasarkan pengakuannya, selama proses penelitian, pihaknya tidak menemukan hambatan. Namun tantangan yang mereka hadapi yaitu proses pemasaran produk yang dinilai masih sulit. “Tantangannya mungkin di proses penjualan produk, karena kebanyakan dari masyarakat masih asing dengan produk sabun organik. Dalam segi harga juga kita harus bersaing dengan sabun-sabun batangan yang telah terjual secara luas di masyarakat,” imbuhnya. Kendati demikian, pihaknya akan terus berusaha untuk mengenalakan produk organik serta manfaatnya. Sehingga tujuan penelitian ini dapat dirasakan langsung untuk keberlanjutan lingkungan dan memberikan edukasi kepada masyarakat dalam menciptakan nilai tambah pada limbah-limbah sekitar. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.

Refleksi Peringatan Hari Bumi, Begini Pandangan Dosen Unwaha Jombang Tentang Keberlanjutan Lingkungan

Jombang – Hari Bumi selalu diperingati setiap tanggal 22 April, peringatan ini sebagai wujud untuk meningkatkan kesadaran dan perlindungan terhadap lingkungan. Setiap tahunnya peringatan Hari Bumi dirayakan dengan tema yang berbeda, sesuai dengan pokok permasalahan lingkungan terkini dan ancaman bagi Bumi di masa yang akan datang. Dilansir dari laman Earth Day, Hari Bumi 2024 memiliki tema “Planet vs Plastik”. Tema ini menjadi seruan sekaligus kampanye atas produksi dan penggunaan plastik sekali pakai. Selain mengancam kerusakan Bumi, limbah plastik juga dapat mengancam kondisi kesehatan manusia. Menyikapi hal ini, Dosen sekaligus Dekan Fakultas Pertanian, Ambar Susanti, S.P., M.P memberikan pandangannya perihal refleksi peringatan Hari Bumi. Kerakusan Manusia Vs Kerusakan Iklim Kondisi perubahan yang begitu pesat dan perkembangan penduduk kian meningkat berdampak terhadap tingkat penggunaan sumber daya alam. Kondisi ini terlihat di berbagai sektor, tingkat konsumsi manusia semakin tinggi seiring dengan kebutuhan yang kian meningkat. “Perkembangan penduduk juga berpengaruh terhadap kebutuhan masyarakat saat ini, terlebih lagi gaya hidup saat ini yang bermacam-macam jenisnya. Sehingga kita perlu untuk meningkatkan upaya dalam mengelola sumber daya alam,” kata dosen yang memiliki latar belakang pendidikan di bidang Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan itu. Akibatnya, perilaku masyarakat yang seperti itu dapat berpengaruh terhadap kerusakan iklim. Ambar sapaan akrabnya, menjelaskan jika kerusakan iklim memiliki dampak yang sangat seirus. Pasalnya, Bumi memiliki sistemnya sendiri dan jika di suatu area terdapat kerusakan maka akan berdampak terhadap area lainnya. Ancaman nyata saat ini adalah bencana terjadi di mana-mana akibat kerusakan tersebut. Seperti bencana hidrometeorologi, kebakaran hutan, kekeringan, kelangkaan air dan semacamnya. “Kondisi ini merupakan konsekuensi nyata, karena isu perubahan iklim sudah terprediksi satu dekade sebelumnya, tepatnya sekitar tahun 2010. Prediksinya yaitu dunia akan menghadapi kondisi kenaikan suhu sekitar 4 derajat celcius, kenaikan suhu ini adalah bagian kecil dampak kerusakan iklim. Dampak secara luas yaitu pada kerusakan ekosistem,” tutur Dekan Fakultas Pertanian ini. Menjaga Bumi Mulai Dari Diri Sendiri Ambar juga mengatakan, dalam melestarikan ekosistem di Bumi bukan tanggung jawab satu pihak saja, melainkan merupakan tanggung jawab bersama sebagai manusia. ”Perihal menjaga lingkungan ini perlu peran dari semua stakeholder. Menjaga Bumi tidak hanya tanggung jawab satu dua generasi saja, tapi semuanya. Terutama bagi para generasi muda, yang dimana nantinya mereka akan menghadapi dampak lingkungan yang lebih besar lagi dibandingkan dengan sekarang,” ucapnya. Terakhir, beliau berharap melalui peringatan Hari Bumi ini ada kesadaran bagi masing-masing pribadi untuk sadar terhadap lingkungan. “Untuk menjaga bumi tidak perlu tindakan yang muluk-muluk, bisa dengan hal-hal kecil tadi. Khususnya kegiatan penghijauan kembali juga perlu dilakukan untuk keberlanjutan lingkungan,” pungkasnya. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.

Wujud Kepedulian Mahasiswa, BEM FAI Gelar Safari Ramadan di Desa Daditunggal Ploso

Jombang – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Agama Islam (BEM FAI) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang menggelar Safari Ramadan, di Desa Daditunggal, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Sabtu-Rabu (30/3-3/4/2024) lalu. Ketua BEM FAI, Abdul Ghofar mengungkapkan, kegiatan yang berlangsung selama lima hari ini merupakan wujud rasa kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat desa. Di mana kegiatan ini juga bertujuan untuk membangun hubungan civitas akademika Unwaha Jombang dengan masyarakat, khususnya di Desa Daditunggal. “Kegiatan ini merupakan pengejawantahan peran kami sebagai mahasiswa, yaitu sebagai jembatan antara dunia kampus dan sosial masyarakat. Keterlibatan kami di masyarakat, tentu untuk memberikan dampak langsung kepada lingkungan sosial.” kata Ghofar. Sementara itu, Ketua Pelaksana Safari Ramadan, Nurfaiq Nurdiyanto menjelaskan, jika kegiatan ini memiliki tema “Ramadhan Peduli: Berbagi Rizki, Menebar Empati”. Di hari pertama, pengurus BEM menggelar buka bersama juga pemaparan tentang tujuan kegiatan kepada masyarakat desa. “Di hari selanjutnya, peserta Safari Ramadan melakukan kegiatan sosial, pendidikan, dan keagamaan. Seperti mengajar di TPQ, tadarus, tarawih, juga pembagian takjil. Kemudian Safari Ramadan ditutup dengan pengajian umum di hari terakhir,” jelas Nurfaiq. Sementara itu, Drs. Waslah, M.Pd.I selaku Dekan FAI, mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh BEM FAI tersebut. Beliau juga berterimakasih kepada masyarakat yang secara rela telah menerima dan menyambut baik kegiatan mahasiswa tersebut. “Alhamdulillah kegiatan Safari Ramadan ini terlaksana dengan lancar. Terimakasih kepada masyarakat dan perangkat Desa Daditunggal, khususnya takmir Masjid Al-Kautsar  yang secara baik menerima kehadiran mahasiswa kami,” tutur Drs. Waslah. Turut hadir dan mendampingi di acara penutupan Safari Ramadan yang diselenggarakan oleh BEM FAI. Di antaranya, Ketua Prodi (Kaprodi) Pendidikan Bahasa Arab, Rina Dian Rahmawati, M.Pd.I. dan Kaprodi Ekonomi Syariah, Ashliah, S.E., M.M.   Rangkaian kegiatan Safari Ramadan BEM FAI Unwaha Jombang di Desa Daditunggal, Ploso. (Foto: Istimewa) Rangkaian kegiatan Safari Ramadan BEM FAI Unwaha Jombang di Desa Daditunggal, Ploso. (Foto: Istimewa) Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.

Pererat silahturahmi, YPT. Bahrul Ulum dengan Pimpinan dan Civitas Akademika Unwaha Jombang Gelar Buka Bersama

Jombang – Di penghuung bulan suci Ramadan serta menjelang masa libur, Yayasan Pendidikan Tinggi Bahrul Ulum (YPTBU) Tambakberas menggelar buka bersama dengan pimpinan dan seluruh civitas akademika Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang, di Gedung F lt. 1, Kamis (4/4/2024). Ketua Umum YPTBU, Nyai Hj. Hizbiyah Rochim Wahab, MA. dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan buka bersama ini sebagai ajang untuk mempererat tali silaturahmi dengan seluruh civitas akademika Unwaha Jombang. “Di momentum yang mulia ini yaitu bulan suci Ramadan, mari kita pererat lagi tali silaturahmi. Mari bersama-sama kita besarkan lembaga kita ini untuk lebih baik. Bangun dan tambah semangatnya dalam mengabdikan diri untuk kemajuan universitas,” tutur Ibu Nyai Hizbiyah. Sementara itu, Rektor Unwaha Jombang, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng. juga berpesan, acara silaturahmi dan acara buka bersama bisa menguatkan solidaritas antar pegawai di lingkungan Unwaha. Tidak hanya itu, beliau juga berharap agar momen ini dapat meningkatkan kinerja masing-masing bagian. “Saya kira momen seperti ini dapat menjalin keakraban sekaligus untuk bersama-sama meningkatkan semangat kita untuk Unwaha Jombang yang lebih baik kedepannya,” harap beliau. Kegiatan dilanjutkan dengan pengukuhan beberapa pejabat baru di lingkungan Unwaha Jombang. Di antaranya, (Ketua LPPM) Dr. Zulfikar, S.P., M.Si., (Koordinator Penelitian & Pengabdian LPPM) Dr. M. Qoyum Zuhriawan, M.Pd. dan (Koord. Publikasi & Kerjasama LPPM) Wisnu Mahendri, M.M. Selanjutnya, (Ketua Halal Center) Dr. Amin Awal Amarudin, S.Sy., M.S.I. dan (Ketua Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS)) Rohmat Hidayat, S.S., M.Pd. serta Dr. Saihul Atho Alaul Huda, M.Pd.I. (Direktur Pascasarjana Unwaha Jombang). Acara ditutup dengan ramah tamah dan buka bersama seluruh civitas akademika Unwaha Jombang. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.

Komitmen Ciptakan Lingkungan Bebas Kekerasan Seksual, Satgas PPKS Unwaha Jombang Resmi Dibentuk

Jombang – Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang telah resmi dibentuk. Hal ini berdasarkan data Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) tentang Pembentukan Satgas PPKS yang diterbitkan Selasa, (4/4/2024) lalu. Pembentukan Satgas PPKS di Unwaha Jombang, ini sejalan dengan mandat Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021 Tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi. “Alhamdulillah Satgas PPKS di Unwaha Jombang telah secara resmi terbentuk. Semoga Satgas ini bisa diterima oleh warga kampus dan kita bisa bekerja secara maksimal, sehingga hal-hal yang berkaitan dengan kekerasan seksual dan perundungan jangan sampai terjadi di kampus kita,” seru Ketua Satgas PPKS Unwaha Jombang, Rohmat Hidayat, S.S., M.Pd. Rohmat sapaan akrabnya, menyampaikan jika Satgas PPKS di Unwaha Jombang sebenarnya sudah terbentuk sejak tahun 2023 lalu. Berdasarkan regulasi yang ada, keanggotaan Satgas terdiri dari unsur pendidik/dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. “Sebenarnya prosesnya (pembentukan Satgas PPKS) sudah mulai sejak tahun lalu. Setelah kita lakukan rekruitmen melalui Pansel (panitia seleksi, red) ternyata minat dari ketiga unsur tersebut masih kurang. Sehingga ini yang menjadi catatan bagi kami, dan akhirnya baru April tahun ini bisa secara resmi terbentuk. Hal ini tidak lepas dari pendampingan dan percepatan yang dilakukan oleh pusat kepada kampus-kampus di berbagai regional,” ungkapnya. Upaya Pencegahan yang Telah Dilakukan oleh Satgas PPKS Unwaha Jombang Dosen Prodi Agribisnis, Fakultas Pertanian ini juga mengungkapkan, sejak tahun lalu pihaknya telah melakukan upaya pencegahan kekerasan seksual di lingkungan kampus. Seperti sosialisasi secara masif dan membuka hotline pengaduan. “Mengawalinya kita laksanakan sosialisasi di berbagai kesempatan, baik kepada mahasiswa, dosen, dan juga staff di Unwaha Jombang. Kita sampaikan terkait pentingnya untuk mawas diri agar tidak sampai terjadi segala bentuk tindak kekerasan. Karena yang namanya kekerasan seksual, itu bisa terjadi kepada siapa saja dan kapan saja,” imbuhnya. Tidak hanya di lingkup internal saja, sosialisasi di lingkup eksternal juga telah dilakukan oleh Satgas PPKS Unwaha Jombang. “Sebagai kampus yang merdeka dari kekerasan, Satgas PPKS Unwaha Jombang juga melaksankan sosialisasi di lingkungan eksternal. Ada beberapa lembaga pendidikan dasar yang meminta kita untuk melaksanakan sosialisasi anti kekerasan seksual dan juga anti perunduangan,” jelas Rohmat. Alami Tindak Kekerasan di Lingkungan Unwaha Jombang? Segera Laporkan! Rohmat juga menekankan bahwa tujuan utama dibentuknya Satgas ini adalah untuk membantu para korban. Ia juga menghimbau, agar para korban tidak perlu takut untuk melaporkan kepada pihaknya apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan di lingkungan kampus. “Kita di sini hadir dan ada untuk korban, juga menjadi media bagia mereka untuk menyampaikan keluh kesah perihal kekerasan dan perundungan. Namun yang kita harapkan bersama yaitu stop di proses pencegahan saja, sehingga tidak ada yang namanya penanganan. Apalagi kita merupakan kampus yang berada di naungan Pesantren,” tegas Rohmat. Kedepan, Satgas PPKS Unwaha Jombang akan melakukan berbagai program kerja dengan masif. *) Layanan pengaduan tindak kekerasan seksual dan perundungan di lingkungan Unwaha Jombang klik link berikut: Hallo Satgas PPKS Unwaha Jombang. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.