Skip to main content

Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Tag: #unwahajombang

Refleksi Peringatan Hari Bumi, Begini Pandangan Dosen Unwaha Jombang Tentang Keberlanjutan Lingkungan

Jombang – Hari Bumi selalu diperingati setiap tanggal 22 April, peringatan ini sebagai wujud untuk meningkatkan kesadaran dan perlindungan terhadap lingkungan. Setiap tahunnya peringatan Hari Bumi dirayakan dengan tema yang berbeda, sesuai dengan pokok permasalahan lingkungan terkini dan ancaman bagi Bumi di masa yang akan datang. Dilansir dari laman Earth Day, Hari Bumi 2024 memiliki tema “Planet vs Plastik”. Tema ini menjadi seruan sekaligus kampanye atas produksi dan penggunaan plastik sekali pakai. Selain mengancam kerusakan Bumi, limbah plastik juga dapat mengancam kondisi kesehatan manusia. Menyikapi hal ini, Dosen sekaligus Dekan Fakultas Pertanian, Ambar Susanti, S.P., M.P memberikan pandangannya perihal refleksi peringatan Hari Bumi. Kerakusan Manusia Vs Kerusakan Iklim Kondisi perubahan yang begitu pesat dan perkembangan penduduk kian meningkat berdampak terhadap tingkat penggunaan sumber daya alam. Kondisi ini terlihat di berbagai sektor, tingkat konsumsi manusia semakin tinggi seiring dengan kebutuhan yang kian meningkat. “Perkembangan penduduk juga berpengaruh terhadap kebutuhan masyarakat saat ini, terlebih lagi gaya hidup saat ini yang bermacam-macam jenisnya. Sehingga kita perlu untuk meningkatkan upaya dalam mengelola sumber daya alam,” kata dosen yang memiliki latar belakang pendidikan di bidang Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan itu. Akibatnya, perilaku masyarakat yang seperti itu dapat berpengaruh terhadap kerusakan iklim. Ambar sapaan akrabnya, menjelaskan jika kerusakan iklim memiliki dampak yang sangat seirus. Pasalnya, Bumi memiliki sistemnya sendiri dan jika di suatu area terdapat kerusakan maka akan berdampak terhadap area lainnya. Ancaman nyata saat ini adalah bencana terjadi di mana-mana akibat kerusakan tersebut. Seperti bencana hidrometeorologi, kebakaran hutan, kekeringan, kelangkaan air dan semacamnya. “Kondisi ini merupakan konsekuensi nyata, karena isu perubahan iklim sudah terprediksi satu dekade sebelumnya, tepatnya sekitar tahun 2010. Prediksinya yaitu dunia akan menghadapi kondisi kenaikan suhu sekitar 4 derajat celcius, kenaikan suhu ini adalah bagian kecil dampak kerusakan iklim. Dampak secara luas yaitu pada kerusakan ekosistem,” tutur Dekan Fakultas Pertanian ini. Menjaga Bumi Mulai Dari Diri Sendiri Ambar juga mengatakan, dalam melestarikan ekosistem di Bumi bukan tanggung jawab satu pihak saja, melainkan merupakan tanggung jawab bersama sebagai manusia. ”Perihal menjaga lingkungan ini perlu peran dari semua stakeholder. Menjaga Bumi tidak hanya tanggung jawab satu dua generasi saja, tapi semuanya. Terutama bagi para generasi muda, yang dimana nantinya mereka akan menghadapi dampak lingkungan yang lebih besar lagi dibandingkan dengan sekarang,” ucapnya. Terakhir, beliau berharap melalui peringatan Hari Bumi ini ada kesadaran bagi masing-masing pribadi untuk sadar terhadap lingkungan. “Untuk menjaga bumi tidak perlu tindakan yang muluk-muluk, bisa dengan hal-hal kecil tadi. Khususnya kegiatan penghijauan kembali juga perlu dilakukan untuk keberlanjutan lingkungan,” pungkasnya. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.

Wujud Kepedulian Mahasiswa, BEM FAI Gelar Safari Ramadan di Desa Daditunggal Ploso

Jombang – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Agama Islam (BEM FAI) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang menggelar Safari Ramadan, di Desa Daditunggal, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Sabtu-Rabu (30/3-3/4/2024) lalu. Ketua BEM FAI, Abdul Ghofar mengungkapkan, kegiatan yang berlangsung selama lima hari ini merupakan wujud rasa kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat desa. Di mana kegiatan ini juga bertujuan untuk membangun hubungan civitas akademika Unwaha Jombang dengan masyarakat, khususnya di Desa Daditunggal. “Kegiatan ini merupakan pengejawantahan peran kami sebagai mahasiswa, yaitu sebagai jembatan antara dunia kampus dan sosial masyarakat. Keterlibatan kami di masyarakat, tentu untuk memberikan dampak langsung kepada lingkungan sosial.” kata Ghofar. Sementara itu, Ketua Pelaksana Safari Ramadan, Nurfaiq Nurdiyanto menjelaskan, jika kegiatan ini memiliki tema “Ramadhan Peduli: Berbagi Rizki, Menebar Empati”. Di hari pertama, pengurus BEM menggelar buka bersama juga pemaparan tentang tujuan kegiatan kepada masyarakat desa. “Di hari selanjutnya, peserta Safari Ramadan melakukan kegiatan sosial, pendidikan, dan keagamaan. Seperti mengajar di TPQ, tadarus, tarawih, juga pembagian takjil. Kemudian Safari Ramadan ditutup dengan pengajian umum di hari terakhir,” jelas Nurfaiq. Sementara itu, Drs. Waslah, M.Pd.I selaku Dekan FAI, mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh BEM FAI tersebut. Beliau juga berterimakasih kepada masyarakat yang secara rela telah menerima dan menyambut baik kegiatan mahasiswa tersebut. “Alhamdulillah kegiatan Safari Ramadan ini terlaksana dengan lancar. Terimakasih kepada masyarakat dan perangkat Desa Daditunggal, khususnya takmir Masjid Al-Kautsar  yang secara baik menerima kehadiran mahasiswa kami,” tutur Drs. Waslah. Turut hadir dan mendampingi di acara penutupan Safari Ramadan yang diselenggarakan oleh BEM FAI. Di antaranya, Ketua Prodi (Kaprodi) Pendidikan Bahasa Arab, Rina Dian Rahmawati, M.Pd.I. dan Kaprodi Ekonomi Syariah, Ashliah, S.E., M.M.   Rangkaian kegiatan Safari Ramadan BEM FAI Unwaha Jombang di Desa Daditunggal, Ploso. (Foto: Istimewa) Rangkaian kegiatan Safari Ramadan BEM FAI Unwaha Jombang di Desa Daditunggal, Ploso. (Foto: Istimewa) Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.

Pererat silahturahmi, YPT. Bahrul Ulum dengan Pimpinan dan Civitas Akademika Unwaha Jombang Gelar Buka Bersama

Jombang – Di penghuung bulan suci Ramadan serta menjelang masa libur, Yayasan Pendidikan Tinggi Bahrul Ulum (YPTBU) Tambakberas menggelar buka bersama dengan pimpinan dan seluruh civitas akademika Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang, di Gedung F lt. 1, Kamis (4/4/2024). Ketua Umum YPTBU, Nyai Hj. Hizbiyah Rochim Wahab, MA. dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan buka bersama ini sebagai ajang untuk mempererat tali silaturahmi dengan seluruh civitas akademika Unwaha Jombang. “Di momentum yang mulia ini yaitu bulan suci Ramadan, mari kita pererat lagi tali silaturahmi. Mari bersama-sama kita besarkan lembaga kita ini untuk lebih baik. Bangun dan tambah semangatnya dalam mengabdikan diri untuk kemajuan universitas,” tutur Ibu Nyai Hizbiyah. Sementara itu, Rektor Unwaha Jombang, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng. juga berpesan, acara silaturahmi dan acara buka bersama bisa menguatkan solidaritas antar pegawai di lingkungan Unwaha. Tidak hanya itu, beliau juga berharap agar momen ini dapat meningkatkan kinerja masing-masing bagian. “Saya kira momen seperti ini dapat menjalin keakraban sekaligus untuk bersama-sama meningkatkan semangat kita untuk Unwaha Jombang yang lebih baik kedepannya,” harap beliau. Kegiatan dilanjutkan dengan pengukuhan beberapa pejabat baru di lingkungan Unwaha Jombang. Di antaranya, (Ketua LPPM) Dr. Zulfikar, S.P., M.Si., (Koordinator Penelitian & Pengabdian LPPM) Dr. M. Qoyum Zuhriawan, M.Pd. dan (Koord. Publikasi & Kerjasama LPPM) Wisnu Mahendri, M.M. Selanjutnya, (Ketua Halal Center) Dr. Amin Awal Amarudin, S.Sy., M.S.I. dan (Ketua Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS)) Rohmat Hidayat, S.S., M.Pd. serta Dr. Saihul Atho Alaul Huda, M.Pd.I. (Direktur Pascasarjana Unwaha Jombang). Acara ditutup dengan ramah tamah dan buka bersama seluruh civitas akademika Unwaha Jombang. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.

Komitmen Ciptakan Lingkungan Bebas Kekerasan Seksual, Satgas PPKS Unwaha Jombang Resmi Dibentuk

Jombang – Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang telah resmi dibentuk. Hal ini berdasarkan data Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) tentang Pembentukan Satgas PPKS yang diterbitkan Selasa, (4/4/2024) lalu. Pembentukan Satgas PPKS di Unwaha Jombang, ini sejalan dengan mandat Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021 Tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi. “Alhamdulillah Satgas PPKS di Unwaha Jombang telah secara resmi terbentuk. Semoga Satgas ini bisa diterima oleh warga kampus dan kita bisa bekerja secara maksimal, sehingga hal-hal yang berkaitan dengan kekerasan seksual dan perundungan jangan sampai terjadi di kampus kita,” seru Ketua Satgas PPKS Unwaha Jombang, Rohmat Hidayat, S.S., M.Pd. Rohmat sapaan akrabnya, menyampaikan jika Satgas PPKS di Unwaha Jombang sebenarnya sudah terbentuk sejak tahun 2023 lalu. Berdasarkan regulasi yang ada, keanggotaan Satgas terdiri dari unsur pendidik/dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. “Sebenarnya prosesnya (pembentukan Satgas PPKS) sudah mulai sejak tahun lalu. Setelah kita lakukan rekruitmen melalui Pansel (panitia seleksi, red) ternyata minat dari ketiga unsur tersebut masih kurang. Sehingga ini yang menjadi catatan bagi kami, dan akhirnya baru April tahun ini bisa secara resmi terbentuk. Hal ini tidak lepas dari pendampingan dan percepatan yang dilakukan oleh pusat kepada kampus-kampus di berbagai regional,” ungkapnya. Upaya Pencegahan yang Telah Dilakukan oleh Satgas PPKS Unwaha Jombang Dosen Prodi Agribisnis, Fakultas Pertanian ini juga mengungkapkan, sejak tahun lalu pihaknya telah melakukan upaya pencegahan kekerasan seksual di lingkungan kampus. Seperti sosialisasi secara masif dan membuka hotline pengaduan. “Mengawalinya kita laksanakan sosialisasi di berbagai kesempatan, baik kepada mahasiswa, dosen, dan juga staff di Unwaha Jombang. Kita sampaikan terkait pentingnya untuk mawas diri agar tidak sampai terjadi segala bentuk tindak kekerasan. Karena yang namanya kekerasan seksual, itu bisa terjadi kepada siapa saja dan kapan saja,” imbuhnya. Tidak hanya di lingkup internal saja, sosialisasi di lingkup eksternal juga telah dilakukan oleh Satgas PPKS Unwaha Jombang. “Sebagai kampus yang merdeka dari kekerasan, Satgas PPKS Unwaha Jombang juga melaksankan sosialisasi di lingkungan eksternal. Ada beberapa lembaga pendidikan dasar yang meminta kita untuk melaksanakan sosialisasi anti kekerasan seksual dan juga anti perunduangan,” jelas Rohmat. Alami Tindak Kekerasan di Lingkungan Unwaha Jombang? Segera Laporkan! Rohmat juga menekankan bahwa tujuan utama dibentuknya Satgas ini adalah untuk membantu para korban. Ia juga menghimbau, agar para korban tidak perlu takut untuk melaporkan kepada pihaknya apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan di lingkungan kampus. “Kita di sini hadir dan ada untuk korban, juga menjadi media bagia mereka untuk menyampaikan keluh kesah perihal kekerasan dan perundungan. Namun yang kita harapkan bersama yaitu stop di proses pencegahan saja, sehingga tidak ada yang namanya penanganan. Apalagi kita merupakan kampus yang berada di naungan Pesantren,” tegas Rohmat. Kedepan, Satgas PPKS Unwaha Jombang akan melakukan berbagai program kerja dengan masif. *) Layanan pengaduan tindak kekerasan seksual dan perundungan di lingkungan Unwaha Jombang klik link berikut: Hallo Satgas PPKS Unwaha Jombang. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.

Tingkatkan Literasi Keuangan, Mahasiswa Fakultas Ekonomi Diarahkan Bijak Mengelola Keuangan

Jombang – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) Manajamen menggelar Kajian Ekonomi dan Buka Bersama, di Aula Gedung F Unwaha Jombang, Minggu (31/3/2024) lalu. Kegiatan ini diiukuti oleh 140 peserta dari unsur dosen maupun mahasiswa. Ketua Pelaksana, Veni Ainun Masruroh mengungkapkan, kegiatan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi dosen dengan mahasiswa. “Kegiatan ini memiliki tema ‘Bijak Mengelola Keuangan dalam Menghadapi Lebaran’. Tujuannya juga untuk meningkatkan literasi keuangan kita sebagai mahasiswa,” ujar Veni dalam sambutannya. Narasumber dalam kajian tersebut di antaranya Khotim Fadhli, M.Pd., Ketua Prodi (Kaprodi) Manajamen dan Sugeng Widiarto, MM., dosen Fakultas Ekonomi. Saat menyampaikan materi, Khotim Fadhli mengatakan, literasi keuangan bagi mahasiswa merupakan sesuatu yang sangat penting. Dalam artian, mahasiswa harus bijak dalam mengelola keuangannya. “Pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang memengaruhi sikap dan perilaku untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan. Sehingga mahasiswa memiliki kemampuan perencanaan yang lebih baik,” tuturnya. Pria yang akrab disapa Khotim itu juga menyampaikan, keputusan keuangan saat ini yang dilakukan akan berdampak pada masa depan. Terlebih keputusan keuangan saat Ramadan atau menjelang lebaran Idul Fitri. Di mana saat momen-momen tersebut, masyarakat cenderung mengalami impulsive buying. “Situasi ini memiliki dampak kurang baik apabila kita kurang cermat mengatur keuangan selama bulan Ramadan ini. Maka harus dipilah mana kebutuhan dan mana yang sebatas keinginan,” tambahnya. Senada dengan Khotim, Sugeng Widiarto menyampaikan, bijak dalam mengelola keuangan berarti harus tahu mana yang didahulukan dan mana yang harus ditunda. Terlebih di momentum saat menjelang lebaran contohnya, perilaku (konsumtif) masyarakat juga terpengaruh seiring berkembangnya tren. “Bulan Ramadan sebenarnya juga bisa menjadi momentum bagi kita untuk mengevaluasi cara mengelola keuangan kita. Namun, seringkali tabungan kita justru lebih cepat berkurang untuk memenuhi beragam keperluan menjelang lebaran nantinya,” kata Sugeng. Sebagai mahasiswa tentunya mengetahui mana yang menjadi skala prioritas. Seperti kebutuhan di bidang pendidikan, kesehatan dan kebutuhan dasar lainnya. “Sehingga penting sekali bagi kita untuk menahan diri dengan tidak secara hedon menghabiskan uang yang kita peroleh hanya untuk kesenangan sesaat,” pesannya. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.

Semarakkan Ramadan, Unwaha Jombang Bagikan Ratusan Paket Takjil Gratis

Jombang – Bulan suci Ramadan menjadi momentum untuk menebar kebaikan kepada sesama. Salah satunya yaitu dengan berbagi takjil kepada masyarakat yang membutuhkan di jalan. Hal ini lah yang dilakukan oleh civitas akademika Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang. Berlokasi di Jalan Laksda. Adi Sucipto, Denanyar, ratusan paket takjil disalurkan kepada masyarakat sekitar. Penanggungjawab Kegiatan Bagi-Bagi Takjil Unwaha Jombang, M. Abdu Naim, S.P mengatakan, kegiatan sosial ini dilakukan untuk yang kedua kalinya. “Sebelumnya pada hari Minggu kemarin kita lakukan di tengah-tengah kota tepatnya di Jalan KH. Abdurrahman Wahid. Alhamdulillah semua paket takjil tersalurkan kepada masyarakat sekitar dan pengguna jalan,” ucap Naim, Selasa (2/4/2024). Naim juga menambahkan, dalam kegiatan sosial berupa bagi-bagi takjil ini juga melibatkan seluruh dosen dan staff di lingkungan Unwaha Jombang. “Semoga ini menjadi ladang keberkahan bagi kita semua, khususnya civitas akademika Unwaha Jombang yang turut terlibat. Kegiatan bagi-bagi takjil ini semata-mata hanya bentuk kepedulian kami kepada masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya. Terpisah, Rektor Unwaha Jombang, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng. mengungkapkan apresiasinya kepada seluruh dosen dan staff yang terlibat dalam kegiatan tersebut. “Terimakasih atas partisipasinya, semoga melalui kegiatan ini menjadi tambahan keberkahan bagi keluarga besar Unwaha Jombang di bulan Ramadan tahun ini,” tutur Prof Gatot. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.

Mekanisme Pelaksanaan TA Lanjutan Bagi Mahasiswa Semester VIII Tahun 2024

Pengumuman. Mekanisme Pelaksanaan Tugas Akhir (TA) Lanjutan Bagi Mahasiswa Semester VIII (delapan) Unwaha Jombang Tahun 2024. [pdfjs-viewer url=”https://unwaha.ac.id/wp-content/uploads/2024/04/Monitoring-Pelaksanaan-Tugas-Akhir-Mahasiswa-Semester-8.pdf” attachment_id=”3980″ viewer_width=100% viewer_height=800px fullscreen=false download=true print=true] Download file pengumuman.

Ramadan Berkah, Unwaha Jombang Bagi-Bagi Takjil Gratis

Jombang – Masih di suasana bulan suci Ramadan yang penuh berkah, Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang menggelar kegiatan sosial dengan membagikan takjil gratis kepada masyarakat, di Jalan KH. Abdurrahman Wahid, Minggu (31/3/2024). Dalam kegiatan ini, seluruh civitas akademika Unwaha Jombang turut terlibat. Hal tersebut sebagai perwujudan kepedulian Unwaha Jombang terhadap sesama. “Semuanya terlibat, dosen dan juga tenaga pendidik di lingkungan kampus. Kami berharap, melalui kegiatan ini dapat memberikan kebahagian bagi masyarakat yang membutuhkan,” kata Rektor Unwaha Jombang, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng. Di lokasi kegiatan, perwakilan Unwaha Jombang juga turut membagikan brosur dan informasi mengenai Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2024. Sebagai informasi, Unwaha Jombang masih membuka PMB tahun 2024 gelombang II hingga 31 Mei 2024 mendatang. Informasi selengkapnya dapat dilihat pada link ini. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.

Gebyar Ramadan 2024 HMP Ekonomi Syariah

Jombang – Himpunan Mahasiswa Program Studi Ekonomi Syari’ah (HMP ES) menggelar Gebyar Ramadan 2024, di Aula Gedung F Unwaha Jombang Rabu (20/3/24) lalu. Gebyar Ramadan tahun ini memiliki tema “Mendekatkan Hati, Menjalin Ukhuwah Islamiyah”. Ketua HMP ES, Mohamad Lutfi Fatkur Rohmat mengungkapkan, kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa Ekonomi Syariah lintas semester, alumni dan juga para dosen. “Sebegaimana tema kegiatan, Gebyar Ramadan ini digelar untuk mempererat tali silaturahmi bagi mahasiswa dan dosen. Dan juga dengan para alumni yang turut hadir,” ungkap Lutfi. Terdapat beberapa rangkaian kegiatan di dalam Gebyar Ramadan kali ini. Pertama, dibuka dengan Khotmil Qur’an, dilanjut berbagi takjil kepada masyarakat di sekitar kampus. “Selanjutnya sarasehan dengan alumni, di mana para alumni berbagi pengalaman dan inspirasi kepada mahasiswa. Kemudian kegiatan dilanjut dengan kultum yang disampaikan oleh dosen Ekonomi Syariah, H. Amin Awal Amarudin, S.Psi., S.Sy,” imbuhnya. Gebyar Ramadan 2024 HMP Ekonomi Syariah ditutup dengan berbuka puasa bersama. Turut hadir dalam kegiatan ini, Kaprodi Ekonomi Syariah, Ashlihah, S.E, M.M. Dalam sambutannya, beliau memberikan apresiasi kepada HMP atas suksesnya gelaran Gebyar Ramadan tersebut. “Acara Gebyar Ramadan ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahim antar mahasiswa, dosen, dan juga para alumni Ekonomi Syariah Unwaha Jombang. Terlebih lagi, membawa manfaat yang besar bagi seluruh peserta,” harap Kaprodi Ekonomi Syariah tersebut. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.

Ramadan in Campus 2024: Pentingnya Bersedekah

Jombang – Sedekah merupakan ibadah yang memiliki nilai pahala besar. Secara esensi, amalan sedekah mencakup hubungan dengan sang Pencipta (hablumminallah) dan sesama makhluk-Nya (hablumminannas). Begitulah yang disampaikan oleh Dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI), Muhammad Fodhil, S.Pd.I., M.Pd. dalam kuliah ramadan kali ini yang dilaksanakan di Masjid Al-Haromain, Kamis (21/3/2024). “Sedekah memiliki peranan yang paling penting. Amalan ini juga termasuk ibadah yang dicintai Allah SWT,” seru Fodhil mengawali kuliahnya. Ia juga menyampaikan beberapa hikmah dan keutamaan bersedekah. Menurutnya, bersedakah tidak bertujuan untuk kepentingan diri sendiri (di sisi ibadah). Melainkan juga memiliki kebermanfaatan bagi sesama. “Manfaat dari bersedekah ini bermacam-macam, baik di dalam dunia maupun di akhirat nanti. Yang jelas, manfaat duniawinya tentu dirasakan oleh saudara-saudara kita yang membutuhkan. Sedekah ini juga menjadi amal yang terus mengalir (jariyah) hingga nanti di akhirat,” terang dosen PAI tersebut. Lanjut Fodhil, bersedekah tidak dibatasi oleh seberapa besar dan kapan. Sebab bersedekah merupakan salah satu amalan yang berat untuk dilakukan. “Bersedekah itu berat, tidak semua bisa melakukannya, sekalipun mereka yang kaya raya. Karena ibadah ini memerlukan keikhlasan dan tanpa adanya paksaan,” pungkasnya. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.