Tag: #unwahajombang
Tingkatkan Literasi Keuangan, Mahasiswa Fakultas Ekonomi Diarahkan Bijak Mengelola Keuangan
Jombang – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) Manajamen menggelar Kajian Ekonomi dan Buka Bersama, di Aula Gedung F Unwaha Jombang, Minggu (31/3/2024) lalu. Kegiatan ini diiukuti oleh 140 peserta dari unsur dosen maupun mahasiswa. Ketua Pelaksana, Veni Ainun Masruroh mengungkapkan, kegiatan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi dosen dengan mahasiswa. “Kegiatan ini memiliki tema ‘Bijak Mengelola Keuangan dalam Menghadapi Lebaran’. Tujuannya juga untuk meningkatkan literasi keuangan kita sebagai mahasiswa,” ujar Veni dalam sambutannya. Narasumber dalam kajian tersebut di antaranya Khotim Fadhli, M.Pd., Ketua Prodi (Kaprodi) Manajamen dan Sugeng Widiarto, MM., dosen Fakultas Ekonomi. Saat menyampaikan materi, Khotim Fadhli mengatakan, literasi keuangan bagi mahasiswa merupakan sesuatu yang sangat penting. Dalam artian, mahasiswa harus bijak dalam mengelola keuangannya. “Pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang memengaruhi sikap dan perilaku untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan. Sehingga mahasiswa memiliki kemampuan perencanaan yang lebih baik,” tuturnya. Pria yang akrab disapa Khotim itu juga menyampaikan, keputusan keuangan saat ini yang dilakukan akan berdampak pada masa depan. Terlebih keputusan keuangan saat Ramadan atau menjelang lebaran Idul Fitri. Di mana saat momen-momen tersebut, masyarakat cenderung mengalami impulsive buying. “Situasi ini memiliki dampak kurang baik apabila kita kurang cermat mengatur keuangan selama bulan Ramadan ini. Maka harus dipilah mana kebutuhan dan mana yang sebatas keinginan,” tambahnya. Senada dengan Khotim, Sugeng Widiarto menyampaikan, bijak dalam mengelola keuangan berarti harus tahu mana yang didahulukan dan mana yang harus ditunda. Terlebih di momentum saat menjelang lebaran contohnya, perilaku (konsumtif) masyarakat juga terpengaruh seiring berkembangnya tren. “Bulan Ramadan sebenarnya juga bisa menjadi momentum bagi kita untuk mengevaluasi cara mengelola keuangan kita. Namun, seringkali tabungan kita justru lebih cepat berkurang untuk memenuhi beragam keperluan menjelang lebaran nantinya,” kata Sugeng. Sebagai mahasiswa tentunya mengetahui mana yang menjadi skala prioritas. Seperti kebutuhan di bidang pendidikan, kesehatan dan kebutuhan dasar lainnya. “Sehingga penting sekali bagi kita untuk menahan diri dengan tidak secara hedon menghabiskan uang yang kita peroleh hanya untuk kesenangan sesaat,” pesannya. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.
Semarakkan Ramadan, Unwaha Jombang Bagikan Ratusan Paket Takjil Gratis
Jombang – Bulan suci Ramadan menjadi momentum untuk menebar kebaikan kepada sesama. Salah satunya yaitu dengan berbagi takjil kepada masyarakat yang membutuhkan di jalan. Hal ini lah yang dilakukan oleh civitas akademika Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang. Berlokasi di Jalan Laksda. Adi Sucipto, Denanyar, ratusan paket takjil disalurkan kepada masyarakat sekitar. Penanggungjawab Kegiatan Bagi-Bagi Takjil Unwaha Jombang, M. Abdu Naim, S.P mengatakan, kegiatan sosial ini dilakukan untuk yang kedua kalinya. “Sebelumnya pada hari Minggu kemarin kita lakukan di tengah-tengah kota tepatnya di Jalan KH. Abdurrahman Wahid. Alhamdulillah semua paket takjil tersalurkan kepada masyarakat sekitar dan pengguna jalan,” ucap Naim, Selasa (2/4/2024). Naim juga menambahkan, dalam kegiatan sosial berupa bagi-bagi takjil ini juga melibatkan seluruh dosen dan staff di lingkungan Unwaha Jombang. “Semoga ini menjadi ladang keberkahan bagi kita semua, khususnya civitas akademika Unwaha Jombang yang turut terlibat. Kegiatan bagi-bagi takjil ini semata-mata hanya bentuk kepedulian kami kepada masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya. Terpisah, Rektor Unwaha Jombang, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng. mengungkapkan apresiasinya kepada seluruh dosen dan staff yang terlibat dalam kegiatan tersebut. “Terimakasih atas partisipasinya, semoga melalui kegiatan ini menjadi tambahan keberkahan bagi keluarga besar Unwaha Jombang di bulan Ramadan tahun ini,” tutur Prof Gatot. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.
Mekanisme Pelaksanaan TA Lanjutan Bagi Mahasiswa Semester VIII Tahun 2024
Pengumuman. Mekanisme Pelaksanaan Tugas Akhir (TA) Lanjutan Bagi Mahasiswa Semester VIII (delapan) Unwaha Jombang Tahun 2024. [pdfjs-viewer url=”https://unwaha.ac.id/wp-content/uploads/2024/04/Monitoring-Pelaksanaan-Tugas-Akhir-Mahasiswa-Semester-8.pdf” attachment_id=”3980″ viewer_width=100% viewer_height=800px fullscreen=false download=true print=true] Download file pengumuman.
Ramadan Berkah, Unwaha Jombang Bagi-Bagi Takjil Gratis
Jombang – Masih di suasana bulan suci Ramadan yang penuh berkah, Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang menggelar kegiatan sosial dengan membagikan takjil gratis kepada masyarakat, di Jalan KH. Abdurrahman Wahid, Minggu (31/3/2024). Dalam kegiatan ini, seluruh civitas akademika Unwaha Jombang turut terlibat. Hal tersebut sebagai perwujudan kepedulian Unwaha Jombang terhadap sesama. “Semuanya terlibat, dosen dan juga tenaga pendidik di lingkungan kampus. Kami berharap, melalui kegiatan ini dapat memberikan kebahagian bagi masyarakat yang membutuhkan,” kata Rektor Unwaha Jombang, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng. Di lokasi kegiatan, perwakilan Unwaha Jombang juga turut membagikan brosur dan informasi mengenai Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2024. Sebagai informasi, Unwaha Jombang masih membuka PMB tahun 2024 gelombang II hingga 31 Mei 2024 mendatang. Informasi selengkapnya dapat dilihat pada link ini. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.
Gebyar Ramadan 2024 HMP Ekonomi Syariah
Jombang – Himpunan Mahasiswa Program Studi Ekonomi Syari’ah (HMP ES) menggelar Gebyar Ramadan 2024, di Aula Gedung F Unwaha Jombang Rabu (20/3/24) lalu. Gebyar Ramadan tahun ini memiliki tema “Mendekatkan Hati, Menjalin Ukhuwah Islamiyah”. Ketua HMP ES, Mohamad Lutfi Fatkur Rohmat mengungkapkan, kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa Ekonomi Syariah lintas semester, alumni dan juga para dosen. “Sebegaimana tema kegiatan, Gebyar Ramadan ini digelar untuk mempererat tali silaturahmi bagi mahasiswa dan dosen. Dan juga dengan para alumni yang turut hadir,” ungkap Lutfi. Terdapat beberapa rangkaian kegiatan di dalam Gebyar Ramadan kali ini. Pertama, dibuka dengan Khotmil Qur’an, dilanjut berbagi takjil kepada masyarakat di sekitar kampus. “Selanjutnya sarasehan dengan alumni, di mana para alumni berbagi pengalaman dan inspirasi kepada mahasiswa. Kemudian kegiatan dilanjut dengan kultum yang disampaikan oleh dosen Ekonomi Syariah, H. Amin Awal Amarudin, S.Psi., S.Sy,” imbuhnya. Gebyar Ramadan 2024 HMP Ekonomi Syariah ditutup dengan berbuka puasa bersama. Turut hadir dalam kegiatan ini, Kaprodi Ekonomi Syariah, Ashlihah, S.E, M.M. Dalam sambutannya, beliau memberikan apresiasi kepada HMP atas suksesnya gelaran Gebyar Ramadan tersebut. “Acara Gebyar Ramadan ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahim antar mahasiswa, dosen, dan juga para alumni Ekonomi Syariah Unwaha Jombang. Terlebih lagi, membawa manfaat yang besar bagi seluruh peserta,” harap Kaprodi Ekonomi Syariah tersebut. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.
Ramadan in Campus 2024: Pentingnya Bersedekah
Jombang – Sedekah merupakan ibadah yang memiliki nilai pahala besar. Secara esensi, amalan sedekah mencakup hubungan dengan sang Pencipta (hablumminallah) dan sesama makhluk-Nya (hablumminannas). Begitulah yang disampaikan oleh Dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI), Muhammad Fodhil, S.Pd.I., M.Pd. dalam kuliah ramadan kali ini yang dilaksanakan di Masjid Al-Haromain, Kamis (21/3/2024). “Sedekah memiliki peranan yang paling penting. Amalan ini juga termasuk ibadah yang dicintai Allah SWT,” seru Fodhil mengawali kuliahnya. Ia juga menyampaikan beberapa hikmah dan keutamaan bersedekah. Menurutnya, bersedakah tidak bertujuan untuk kepentingan diri sendiri (di sisi ibadah). Melainkan juga memiliki kebermanfaatan bagi sesama. “Manfaat dari bersedekah ini bermacam-macam, baik di dalam dunia maupun di akhirat nanti. Yang jelas, manfaat duniawinya tentu dirasakan oleh saudara-saudara kita yang membutuhkan. Sedekah ini juga menjadi amal yang terus mengalir (jariyah) hingga nanti di akhirat,” terang dosen PAI tersebut. Lanjut Fodhil, bersedekah tidak dibatasi oleh seberapa besar dan kapan. Sebab bersedekah merupakan salah satu amalan yang berat untuk dilakukan. “Bersedekah itu berat, tidak semua bisa melakukannya, sekalipun mereka yang kaya raya. Karena ibadah ini memerlukan keikhlasan dan tanpa adanya paksaan,” pungkasnya. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.
Ramadan in Campus 2024: Tujuh Amalan Penyebab Malaikat Jibril Ingin Menjadi Manusia
Jombang – Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah yang mulia dibandingkan makhluk lainnya. Manusia diciptkan dan diberikan berbagai kelebihan seperti akal, panca indera dan hati nurani. Dengan berbagai macam anugerah itu, hidup manusia tidak ada yang sia-sia. Tergantung bagaimana manusia itu sendiri yang merupakan seorang hamba dapat menggunakan dan memelihara anugerah tersebut. Begitulah kira-kira pengantar yang diberikan oleh Muhammad Fodhil, S.Pd.I., M.Pd. dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI) Unwaha Jombang dalam menyampaikan kuliah ramadan di Masjid Al-Haromain, Rabu (20/3/2024). Di dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW pernah berkata kepada Sahabat Ali bin Abi Thalib. يَا عَلِيُّ، تَمَنَّى جِبْرِيْلُ أَنْ يَكُوْنَ مِنْ بَنِيْ آدَمَ لِسَبْعِ خِصَالٍ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ مَعَ الْإِمَامِ وَمُجَالَسَةِ الْعُلَمَاءِ وَعِيَادَةِ الْمَرِيْضِ وَتَشْيِيْعِ الْجَنَازَةِ وَسَقْيِ الْمَاءِ وَالصُّلْحِ بَيْنَ الْإِثْنَيْنِ وَإِكْرَامِ الْجَارِ وَالْيَتِيْمِ فَاحْرِصْ عَلَى ذَلِكَ Berdasarkan riwayat ini, Muhammad Fodhil menjelaskan, malaikat Jibril pada suatu hari pernah berharap untuk menjadi manusia (anak adam) dan umat Nabi Muhammad SAW. Keinginan Jibril tersebut, disebabkan dengan adanya tujuh amalan yang sering dilakukan manusia. “Pertama adalah salat berjamaah, fadilah salat berjamaah ini sudah kita ketahui bersama yaitu lebih utama dua puluh tujuh derajat dibandingkan salat sendirian,” ungkap dosen prodi PAI tersebut. Amalan kedua, yaitu bermujalasah dengan para ulama. Menurutnya bercengkerama dengan para ulama ini merupakan suatu amalan yang sangat mulia. Ini dikarenakan seorang ulama memiliki keistimewaan baik di hadapan manusia maupun di hadapan sang Pencipta. Sebagaimana yang pernah disabdakan oleh sahabat Ibnu Abbas. “Para ulama mempunyai derajat yang lebih tinggi daripada orang-orang mukmin pada umumnya dengan selisih 700 derajat dan di antara dua derajat terpaut selisih 500 tahun.” Amalan selanjutnya yang membuat Jibril ingin menjadi umat Nabi Muhammad yaitu menjenguk orang sakit, mengiringi jenazah, memberi minum kepada orang lain. Selanjutnya mendamaikan dua orang yang sedang berselisih, kemudian memuliakan tetangga dan menjaga anak yatim. “Inilah beberapa keistimewan yang dimiliki oleh manusia, dimiliki oleh umat Nabi Muhammad SAW. Sampai-sampai Malaikat Jibril berharap untuk menjadi manusia,” tuturnya. Muhammad Fodhil juga menjelaskan kepada para mahasiswa tentang keutamaan dan hikmah masing-masing ketujuh poin tersebut. Salah satunya yaitu bercengkerama dengan para ulama. Menurutnya, dalam poin ini dapat juga diartikan dengan menuntut ilmu. “Kita ini jangan sampai putus belajar, belajar ilmu apapun itu tidak hanya tentang agama. Karena Allah SWT menciptakan kita dengan berbeda-beda dan kelebihan berbeda-beda. Lalu kita harus saling melengkapi itu, dan inilah makanya ada Hadis yang berbunyi, sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain,” pesannya. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.
Pelantikan Ormawa Unwaha Jombang 2024: Wujudkan Pengurus yang Militan dan Progresif
Jombang – Pengurus Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) di lingkungan Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang masa khidmat 2024 telah resmi dilantik. Pelantikan Raya Ormawa dilaksanakan di Aula Gedung F Unwaha Jombang, Minggu (10/03/2024). Pelantikan tersebut memiliki tema “Revitalisasi Nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam Mewujudkan Pengurus yang Militan dan Progresif”. Mewakili Rektor Unwaha Jombang, Dr. Saihul Atho Alaul Huda, M.Pd.I. memberikan sambutan serta sekaligus melantik pengurus baru Ormawa di lingkungan Unwaha Jombang. Beliau menyampaikan, tentang pentingnya keberlanjutan bagi organisasi kemahasiswaan di lingkungan kampus. “Alhamdulillah, saudara-saudara telah resmi dilantik, ini merupakan sesuatu yang istimewa dikarenakan Ormawa merupakan miniatur dalam bermasyarakat. Di tempat ini, anda akan belajar dan berporses untuk nantinya siap terjun ke dalam dunia yang sesungguhnya,” kata Atho dalam sambutannya. Menurutnya, menjadi mahsiswa yang aktif di dalam organisasi merupakan nilai lebih bagi para agent of change. Pasalanya, suatu perubahan memerlukan proses yang panjang. “Kalian adalah kader-kader produktif, pengurus yang dilantik hari ini merupakan para penerus yang akan mengambil alih kepemimpinan di masa yang akan datang, menjadikan suatu peradaban yang lebih baik, dan membawa kebermanfaatan bagi masyarakat,” imbuhnya. Sementara itu, Presiden Mahsiswa (Presma) Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEM U), Yusuf Wibisono berharap, dengan dilantiknya seluruh pengurus Ormawa Unwaha Jombang ini dapat membawa perubahan bagi kampus di bidang kemahasiswaan. “Dedikasi dan loyalitas bagi setiap pengurus merupakan hal yang sangat penting untuk dapat menguatkan kembali nilai-nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi. Harapan kedepannya, program-program yang akan kita lakukan nantinya baik dari BEM U, Fakultas, dan HMP dapat berkontribusi terhadap eksposur Unwaha Jombang,” ujar mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Arab tersebut. Hadir dalam pelantikan sebagai keynote speaker, Bupati Jombang (2018-2023), Ibu Nyai. Hj. Mundjidah Wahab, Pimpinan Prodi dan Fakultas Unwaha Jombang, serta para narasumber dan tamu undangan. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru UNWAHA Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.
SELAMAT..!!! Prof. Mudawamah Resmi Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Fakultas Peternakan Unisma
Malang – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang dengan bangga mengucapkan selamat atas dikukuhkannya Prof. Dr. Ir. Hj. Mudawamah, M.Si., IPM., ASEAN Eng. sebagai Guru Besar di bidang ilmu Genetika dan Pemuliaan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Islam Malang (Unisma). Sidang Pengukuhan Guru Besar ini dilaksanakan di Hall. KH. Abdurrahman Wahid, Gedung Ali Bin Abi Thalib. Lt. 7 Unisma, Sabtu (9/3/2024). Tidak sendiri, Prof Mudawamah dikukuhkan bersama Prof. Dr. Ir. H. Badat Muwakhid, M.P., IPM sebagai Guru Besar di bidang Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Pertanian Unisma. Ucapan syukur atas dikukuhkannya sebagai Guru Besar Fakultas Peternakan Unisma mengawali orasi ilmiah Prof. Mudawamah. Adapun judul orasi ilmiah yang disampaikan adalah “Peningkatan Produktivitas Ternak Ruminansia melalui Implementasi Teknologi Breeding dan Ilmu Genetika yang Berkelanjutan”. Beliau menjelaskan secara gamblang tentang urgensi dan kebermanfaatan yang berkelanjutan dari hasil penelitiannya tersebut. “Peran penting ternak ruminansia sebagai penghasil protein hewan dengan jumlah tertinggi dalam makanan manusia. Disamping itu yang menarik, ternak ruminansia ini memiliki kemampuan mengolah limbah pertanian menjadi kebutuhan hidupnya dan produksi,” tutur Prof. Mudawamah. Selain itu, peningkatan produktivitas ternak dapat dilakukan dengan introdusir teknologi breeding dan genetik ternak tunjang dengan recording yang akurat dan pengembangan software aplikatif. ” Selanjutnya, program breeding dan genetik pada ternak ruminansi direkomendasikan menggunakan program seleksi dan perkawinan crossbreeding dan outcrossing. Ditunjang dengan teknologi reproduksi dan biomolekuler dan pengembangan early selection pada sifat pertumbuhan sapi dan sifat twinning pada kambing dan domba,” lanjutnya. Menutup orasi ilmiahnya, Prof. Mudawamah juga tak lupa mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang terlibat di setiap proses pengajuan Guru Besarnya tersebut. Dilanjutkan dengan penyerahan naskah orasi ilmiah dan penyematan tanda pengukuhan jabatan Guru Besar oleh Rektor Unisma, Prof. Dr. H Maskuri Msi. Di kesempatan yang sama, Rektor Unwaha Jombang, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng. yang merupakan suami dari Prof. Mudawamah turut mendampingi dalam sidang pengukuhan tersebut. Prof. Gatot menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas capaian yang diraih oleh Prof. Mudawamah. “Kami yakin dengan segala kedalaman ilmu yang dimiliki beliau, tentu ini akan menjadi suatu kebermanfaatan di masa yang akan datang. Terlebih dalam pengembangan di bidang akademik bagi Universitas Islam Malang, khususnya bagi Fakultas Peternakan,” tutur beliau yang juga merupakan Guru Besar di bidang ilmu Genetika dan Pemuliaan Ternak tersebut. Hadir dalam Sidang Pengukuhan Guru Besar Fakultas Peternakan Unisma Malang, di antaranya adalah Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., MM. Pimpinan Pengurus Yayasan Universitas Islam Malang, Ketua PC Muslimat NU Kota Malang, Ibu Nyai Hj. Mutammimah Hasyim Muzadi, Mantan Anggota DPR RI, Dra. Hj. Lathifah Shohib, dan seluruh undangan Pengukuhan Guru Besar Fakultas Peternakan Unisma. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru UNWAHA Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.
Kehadiran AI Bagi Industri Kreatif, Peluang atau Ancaman?
Jombang – Perkembangan teknologi saat ini bergerak begitu pesat, beragam inovasi pun banyak lahir dari buah daya kreasi manusia. Salah satunya adalah kehadiran Artifical Intellegence (AI). Singkatnya, AI merupakan sistem di bidang ilmu komputer yang dapat meniru kecerdasan manusia dalam hal pengambilan keputusan dan menganalisis informasi. Sejak awal kemunculannya, AI telah banyak menyita perhatian masyarakat. Sebagian pihak menyambut dengan tangan terbuka atas kemudahan dan manfaat dalam menyelesaikan tugas-tugasnya. Sebagian lagi, malah was-was dengan kehadiran AI yang dapat mengaburkan keberlangsungan sebagian profesi pekerjaan. Salah satunya industri kreatif, banyak dari pelaku di sektor ini yang memandang AI sebagai potensi besar yang memiliki peluang keberlangsungan bisnis (suistainable business) di masa yang akan datang. Namun dari sisi pekerja, kehadiran AI merupakan suatu ancaman yang serius. Pasalnya, AI akan secara perlahan mengikis ketergantungan industri terhadap mereka. Berdasarkan data yang dipublikasi oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI, sektor industri kreatif mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 19,2 juta orang. Tentu angka ini memiliki kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan jumlah ini dimungkinkan akan terus meningkat di masa yang akan datang. Sebab, selama tahun 2018-2021, jumlah tenaga kerja industri kreatif cenderung mengalami peningkatan, dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 5,29 persen per tahun. Menyikapi Kehadiran AI di Industri Kreatif Menyikapi tren dilematis tersebut, Khotim Fadhli, M.Pd selaku dosen dan Ketua Prodi Manajemen Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang menuturkan pandangannya. Menurutnya, pergerakan teknologi dewasa ini acap kali menjadi daya tarik bagi para pelaku bisnis, khususnya industri kreatif. “Era industri sekarang ini pasti memanfaatkan teknologi. Karena teknologi ini dianggap sebagai media yang memudahkan dan meringkas pekerjaan manual seseorang agar lebih mudah dan bisa beralih fokus pada bidang yang lainnya,” katanya. Memanfaatkan teknologi seperti AI ke dalam operasional bisnis tentu dapat mengubah cara industri bekerja. Dengan demikian, hal tersebut akan berdampak pada perubahan perilaku masyarakat serta dapat meningkatkan permintan yang mengarah pada penciptaan peluang bisnis baru. “Transformasi digital memungkinkan bisnis untuk bertahan dan menjadi lebih efektif dan efisien,” imbuhnya. Dari hasil penelitiannya yang berjudul “The Influence of Artificial Intelligence and Content Marketing Against Purchase Interest in the Creative Industry” (baca di sini) mengungkapkan, bahwa AI berdampak terhadap suatu proses bisnis yaitu kepada minat beli konsumen. Dengan menampilkan suatu produk di berbagai etalase market place dan media sosial, pemanfaatan AI yang diterapkan dapat membantu dalam hal penggunaan algoritma dan hastag. Sehingga hasilnya, produk yang ditampilkan dan diiklankan dapat dijangkau konsumen. “Terlebih lagi saat ini persaingan bisnis berjalan begitu ketat. Di mana hal tersebut beririsan dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat,” ungkap Khotim. Peluang atau Ancaman? Keterjangkauan dan kemudahan atas kehadiran AI di industri kreatif rupanya tidak perlu diperdebatkan lagi. Menurut Kaprodi Manajemen Unwaha Jombang tersebut, dari segi kebermanfaatan AI sangat jelas dan berdampak ke arah positif terhadap industri kreatif. “Namun kekurangannya di saat ini mungkin masih banyak Sumber Daya Manusia (SDM) yang belum bisa menggunakan, terbiasa atau siap memanfaatkan AI itu,” lanjutnya. Artinya, peningkatan kompetensi SDM menjadi salah satu batu sandungan yang serius untuk menyikapi kehadiran AI bagi industri kreatif. Kendati demikian, kondisi tersebut dapat teratasi dengan bertahap. Misalnya memanfaatkan lembaga-lembaga yang menyediakan sarana pelatihan dalam peningkatan skill penggunaan AI. Meskipun untuk biayanya sendiri terbilang tidak murah, sehingga kehadiran Perguruan Tinggi menjadi solusi atas kondisi ini. Menurutnya, Perguruan Tinggi menjadi salah satu lembaga yang selalu terbuka untuk menjalin kerjasama dengan berbagai pihak. “Kondisi ini (perkembangan teknologi, red) sudah pasti tidak bisa dihindari lagi. Jadi basisnya harus adaptasi, kemudian penyiapan SDM itu harus ditingkatkan (penguatan skill kompetensi, red),” pungkasnya. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru UNWAHA Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.