Skip to main content

Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Tag: #unwahajombang

Ramadan in Campus 2024: Tujuh Amalan Penyebab Malaikat Jibril Ingin Menjadi Manusia

Jombang – Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah yang mulia dibandingkan makhluk lainnya. Manusia diciptkan dan diberikan berbagai kelebihan seperti akal, panca indera dan hati nurani. Dengan berbagai macam anugerah itu, hidup manusia tidak ada yang sia-sia. Tergantung bagaimana manusia itu sendiri yang merupakan seorang hamba dapat menggunakan dan memelihara anugerah tersebut. Begitulah kira-kira pengantar yang diberikan oleh Muhammad Fodhil, S.Pd.I., M.Pd. dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI) Unwaha Jombang dalam menyampaikan kuliah ramadan di Masjid Al-Haromain, Rabu (20/3/2024). Di dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW pernah berkata kepada Sahabat Ali bin Abi Thalib. يَا عَلِيُّ، تَمَنَّى جِبْرِيْلُ أَنْ يَكُوْنَ مِنْ بَنِيْ آدَمَ لِسَبْعِ خِصَالٍ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ مَعَ الْإِمَامِ وَمُجَالَسَةِ الْعُلَمَاءِ وَعِيَادَةِ الْمَرِيْضِ وَتَشْيِيْعِ الْجَنَازَةِ وَسَقْيِ الْمَاءِ وَالصُّلْحِ بَيْنَ الْإِثْنَيْنِ وَإِكْرَامِ الْجَارِ وَالْيَتِيْمِ فَاحْرِصْ عَلَى ذَلِكَ Berdasarkan riwayat ini, Muhammad Fodhil menjelaskan, malaikat Jibril pada suatu hari pernah berharap untuk menjadi manusia (anak adam) dan umat Nabi Muhammad SAW. Keinginan Jibril tersebut, disebabkan dengan adanya tujuh amalan yang sering dilakukan manusia. “Pertama adalah salat berjamaah, fadilah salat berjamaah ini sudah kita ketahui bersama yaitu lebih utama dua puluh tujuh derajat dibandingkan salat sendirian,” ungkap dosen prodi PAI tersebut. Amalan kedua, yaitu bermujalasah dengan para ulama. Menurutnya bercengkerama dengan para ulama ini merupakan suatu amalan yang sangat mulia. Ini dikarenakan seorang ulama memiliki keistimewaan baik di hadapan manusia maupun di hadapan sang Pencipta. Sebagaimana yang pernah disabdakan oleh sahabat Ibnu Abbas. “Para ulama mempunyai derajat yang lebih tinggi daripada orang-orang mukmin pada umumnya dengan selisih 700 derajat dan di antara dua derajat terpaut selisih 500 tahun.” Amalan selanjutnya yang membuat Jibril ingin menjadi umat Nabi Muhammad yaitu menjenguk orang sakit, mengiringi jenazah, memberi minum kepada orang lain. Selanjutnya mendamaikan dua orang yang sedang berselisih, kemudian memuliakan tetangga dan menjaga anak yatim. “Inilah beberapa keistimewan yang dimiliki oleh manusia, dimiliki oleh umat Nabi Muhammad SAW. Sampai-sampai Malaikat Jibril berharap untuk menjadi manusia,” tuturnya. Muhammad Fodhil juga menjelaskan kepada para mahasiswa tentang keutamaan dan hikmah masing-masing ketujuh poin tersebut. Salah satunya yaitu bercengkerama dengan para ulama. Menurutnya, dalam poin ini dapat juga diartikan dengan menuntut ilmu. “Kita ini jangan sampai putus belajar, belajar ilmu apapun itu tidak hanya tentang agama. Karena Allah SWT menciptakan kita dengan berbeda-beda dan kelebihan berbeda-beda. Lalu kita harus saling melengkapi itu, dan inilah makanya ada Hadis yang berbunyi, sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain,” pesannya. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.

Pelantikan Ormawa Unwaha Jombang 2024: Wujudkan Pengurus yang Militan dan Progresif

Jombang – Pengurus Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) di lingkungan Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang masa khidmat 2024 telah resmi dilantik. Pelantikan Raya Ormawa dilaksanakan di Aula Gedung F Unwaha Jombang, Minggu (10/03/2024). Pelantikan tersebut memiliki tema “Revitalisasi Nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam Mewujudkan Pengurus yang Militan dan Progresif”. Mewakili Rektor Unwaha Jombang, Dr. Saihul Atho Alaul Huda, M.Pd.I. memberikan sambutan serta sekaligus melantik pengurus baru Ormawa di lingkungan Unwaha Jombang. Beliau menyampaikan, tentang pentingnya keberlanjutan bagi organisasi kemahasiswaan di lingkungan kampus. “Alhamdulillah, saudara-saudara telah resmi dilantik, ini merupakan sesuatu yang istimewa dikarenakan Ormawa merupakan miniatur dalam bermasyarakat. Di tempat ini, anda akan belajar dan berporses untuk nantinya siap terjun ke dalam dunia yang sesungguhnya,” kata Atho dalam sambutannya. Menurutnya, menjadi mahsiswa yang aktif di dalam organisasi merupakan nilai lebih bagi para agent of change. Pasalanya, suatu perubahan memerlukan proses yang panjang. “Kalian adalah kader-kader produktif, pengurus yang dilantik hari ini merupakan para penerus yang akan mengambil alih kepemimpinan di masa yang akan datang, menjadikan suatu peradaban yang lebih baik, dan membawa kebermanfaatan bagi masyarakat,” imbuhnya.   Sementara itu, Presiden Mahsiswa (Presma) Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEM U), Yusuf Wibisono berharap, dengan dilantiknya seluruh pengurus Ormawa Unwaha Jombang ini dapat membawa perubahan bagi kampus di bidang kemahasiswaan. “Dedikasi dan loyalitas bagi setiap pengurus merupakan hal yang sangat penting untuk dapat menguatkan kembali nilai-nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi. Harapan kedepannya, program-program yang akan kita lakukan nantinya baik dari BEM U, Fakultas, dan HMP dapat berkontribusi terhadap eksposur Unwaha Jombang,” ujar mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Arab tersebut. Hadir dalam pelantikan sebagai keynote speaker, Bupati Jombang (2018-2023), Ibu Nyai. Hj. Mundjidah Wahab, Pimpinan Prodi dan Fakultas Unwaha Jombang, serta para narasumber dan tamu undangan. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru UNWAHA Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.

SELAMAT..!!! Prof. Mudawamah Resmi Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Fakultas Peternakan Unisma

Malang – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang dengan bangga mengucapkan selamat atas dikukuhkannya Prof. Dr. Ir. Hj. Mudawamah, M.Si., IPM., ASEAN Eng. sebagai Guru Besar di bidang ilmu Genetika dan Pemuliaan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Islam Malang (Unisma). Sidang Pengukuhan Guru Besar ini dilaksanakan di Hall. KH. Abdurrahman Wahid, Gedung Ali Bin Abi Thalib. Lt. 7 Unisma, Sabtu (9/3/2024). Tidak sendiri, Prof Mudawamah dikukuhkan bersama Prof. Dr. Ir. H. Badat Muwakhid, M.P., IPM sebagai Guru Besar di bidang Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Pertanian Unisma. Ucapan syukur atas dikukuhkannya sebagai Guru Besar Fakultas Peternakan Unisma mengawali orasi ilmiah Prof. Mudawamah. Adapun judul orasi ilmiah yang disampaikan adalah “Peningkatan Produktivitas Ternak Ruminansia melalui Implementasi Teknologi Breeding dan Ilmu Genetika yang Berkelanjutan”. Beliau menjelaskan secara gamblang tentang urgensi dan kebermanfaatan yang berkelanjutan dari hasil penelitiannya tersebut. “Peran penting ternak ruminansia sebagai penghasil protein hewan dengan jumlah tertinggi dalam makanan manusia. Disamping itu yang menarik, ternak ruminansia ini memiliki kemampuan mengolah limbah pertanian menjadi kebutuhan hidupnya dan produksi,” tutur Prof. Mudawamah. Selain itu, peningkatan produktivitas ternak dapat dilakukan dengan introdusir teknologi breeding dan genetik ternak tunjang dengan recording yang akurat dan pengembangan software aplikatif. ” Selanjutnya, program breeding dan genetik pada ternak ruminansi direkomendasikan menggunakan program seleksi dan perkawinan crossbreeding dan outcrossing. Ditunjang dengan teknologi reproduksi dan biomolekuler dan pengembangan early selection pada sifat pertumbuhan sapi dan sifat twinning pada kambing dan domba,” lanjutnya. Menutup orasi ilmiahnya, Prof. Mudawamah juga tak lupa mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang terlibat di setiap proses pengajuan Guru Besarnya tersebut. Dilanjutkan dengan penyerahan naskah orasi ilmiah dan penyematan tanda pengukuhan jabatan Guru Besar oleh Rektor Unisma, Prof. Dr. H Maskuri Msi. Di kesempatan yang sama, Rektor Unwaha Jombang, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng. yang merupakan suami dari Prof. Mudawamah turut mendampingi dalam sidang pengukuhan tersebut. Prof. Gatot menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas capaian yang diraih oleh Prof. Mudawamah. “Kami yakin dengan segala kedalaman ilmu yang dimiliki beliau, tentu ini akan menjadi suatu kebermanfaatan di masa yang akan datang. Terlebih dalam pengembangan di bidang akademik bagi Universitas Islam Malang, khususnya bagi Fakultas Peternakan,” tutur beliau yang juga merupakan Guru Besar di bidang ilmu Genetika dan Pemuliaan Ternak tersebut. Hadir dalam Sidang Pengukuhan Guru Besar Fakultas Peternakan Unisma Malang, di antaranya adalah Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., MM. Pimpinan Pengurus Yayasan Universitas Islam Malang, Ketua PC Muslimat NU Kota Malang, Ibu Nyai Hj. Mutammimah Hasyim Muzadi,  Mantan Anggota DPR RI, Dra. Hj. Lathifah Shohib, dan seluruh undangan Pengukuhan Guru Besar Fakultas Peternakan Unisma. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru UNWAHA Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.

Ilustrasi Industri Kreatif (Sumber: Pexels.com)
Kehadiran AI Bagi Industri Kreatif, Peluang atau Ancaman?

Jombang – Perkembangan teknologi saat ini bergerak begitu pesat, beragam inovasi pun banyak lahir dari buah daya kreasi manusia. Salah satunya adalah kehadiran Artifical Intellegence (AI). Singkatnya, AI merupakan sistem di bidang ilmu komputer yang dapat meniru kecerdasan manusia dalam hal pengambilan keputusan dan menganalisis informasi. Sejak awal kemunculannya, AI telah banyak menyita perhatian masyarakat. Sebagian pihak menyambut dengan tangan terbuka atas kemudahan dan manfaat dalam menyelesaikan tugas-tugasnya. Sebagian lagi, malah was-was dengan kehadiran AI yang dapat mengaburkan keberlangsungan sebagian profesi pekerjaan. Salah satunya industri kreatif, banyak dari pelaku di sektor ini yang memandang AI sebagai potensi besar yang memiliki peluang keberlangsungan bisnis (suistainable business) di masa yang akan datang. Namun dari sisi pekerja, kehadiran AI merupakan suatu ancaman yang serius. Pasalnya, AI akan secara perlahan mengikis ketergantungan industri terhadap mereka. Berdasarkan data yang dipublikasi oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI, sektor industri kreatif mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 19,2 juta orang. Tentu angka ini memiliki kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan jumlah ini dimungkinkan akan terus meningkat di masa yang akan datang. Sebab, selama tahun 2018-2021, jumlah tenaga kerja industri kreatif cenderung mengalami peningkatan, dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 5,29 persen per tahun. Menyikapi Kehadiran AI di Industri Kreatif Menyikapi tren dilematis tersebut, Khotim Fadhli, M.Pd selaku dosen dan Ketua Prodi Manajemen Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang menuturkan pandangannya. Menurutnya, pergerakan teknologi dewasa ini acap kali menjadi daya tarik bagi para pelaku bisnis, khususnya industri kreatif. “Era industri sekarang ini pasti memanfaatkan teknologi. Karena teknologi ini dianggap sebagai media yang memudahkan dan meringkas pekerjaan manual seseorang agar lebih mudah dan bisa beralih fokus pada bidang yang lainnya,” katanya. Memanfaatkan teknologi seperti AI ke dalam operasional bisnis tentu dapat mengubah cara industri bekerja.  Dengan demikian, hal tersebut akan berdampak pada perubahan perilaku masyarakat serta dapat meningkatkan permintan yang mengarah pada penciptaan peluang bisnis baru. “Transformasi digital memungkinkan bisnis untuk bertahan dan menjadi lebih efektif dan efisien,” imbuhnya.  Dari hasil penelitiannya yang berjudul “The Influence of Artificial Intelligence and Content Marketing Against Purchase Interest in the Creative Industry” (baca di sini) mengungkapkan, bahwa AI berdampak terhadap suatu proses bisnis yaitu kepada minat beli konsumen. Dengan menampilkan suatu produk di berbagai etalase market place dan media sosial, pemanfaatan AI yang diterapkan dapat membantu dalam hal penggunaan algoritma dan hastag. Sehingga hasilnya, produk yang ditampilkan dan diiklankan dapat dijangkau konsumen. “Terlebih lagi saat ini persaingan bisnis berjalan begitu ketat. Di mana hal tersebut beririsan dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat,” ungkap Khotim. Peluang atau Ancaman? Keterjangkauan dan kemudahan atas kehadiran AI di industri kreatif rupanya tidak perlu diperdebatkan lagi. Menurut Kaprodi Manajemen Unwaha Jombang tersebut, dari segi kebermanfaatan AI sangat jelas dan berdampak ke arah positif terhadap industri kreatif. “Namun kekurangannya di saat ini mungkin masih banyak Sumber Daya Manusia (SDM) yang belum bisa menggunakan, terbiasa atau siap memanfaatkan AI itu,” lanjutnya. Artinya, peningkatan kompetensi SDM menjadi salah satu batu sandungan yang serius untuk menyikapi kehadiran AI bagi industri kreatif. Kendati demikian, kondisi tersebut dapat teratasi dengan bertahap. Misalnya memanfaatkan lembaga-lembaga yang menyediakan sarana pelatihan dalam peningkatan skill penggunaan AI. Meskipun untuk biayanya sendiri terbilang tidak murah, sehingga kehadiran Perguruan Tinggi menjadi solusi atas kondisi ini. Menurutnya, Perguruan Tinggi menjadi salah satu lembaga  yang selalu terbuka untuk menjalin kerjasama dengan berbagai pihak. “Kondisi ini (perkembangan teknologi, red) sudah pasti tidak bisa dihindari lagi. Jadi basisnya harus adaptasi, kemudian penyiapan SDM itu harus ditingkatkan (penguatan skill kompetensi, red),” pungkasnya. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru UNWAHA Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.

Pengumuman Pengambilan Ijazah Lulusan Tahun 2023

PROSEDUR PENGAMBILAN IJAZAH LULUSAN TAHUN 2023: Pemberitahuan kepada lulusan tahun 2023, dengan ini kami sampaikan prosedur pengambilan ijazah sudah bisa dilakukan mulai hari Ahad (10/03/2024) pada hari dan jam pelayanan kantor (Ahad-Rabu pukul 08.00- 13.00 WIB). Adapun syarat pengambilan ijazah adalah sebagai berikut: Mengisi formulir pengambilan ijazah di fakultas masing-masing. Membayar biaya pengambilan ijazah Rp. 250.000,- melalui laman http://sia.unwaha.ac.id/. Membawa bukti slip biaya pengambilan ijazah. Pengambilan ijazah dilakukan oleh yang bersangkutan. Apabila berhalang, dapat diwakilkan oleh orang tua wali, kolega. Dengan membawa surat kuasa bermaterai Rp.10.000,- (contoh formulir surat kuasa terlampir) Batas pengambilan ijazah paling lambat 05 Maret 2025. Apabila melebih batas tersebut maka akan dikenakan biaya pemeliharaan ijazah Rp. 20.000,- perbulan. Ijazah apabila tidak diambil dalam rentan waktu satu tahun, maka kampus tidak bertanggung jawab terhadap kerusakan atau kehilangan ijazah. [pdfjs-viewer url=”https://unwaha.ac.id/wp-content/uploads/2024/03/pengumuman-pengambilan-ijazah.pdf” attachment_id=”3689″ viewer_width=100% viewer_height=800px fullscreen=false download=true print=true]

PMB Gelombang II Telah Dibuka, Tersedia Berbagai Program Beasiswa, Simak Informasinya.

Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Gelombang II Unwaha Jombang telah dibuka. Tersedia berbagai program beasiswa untuk dimanfaatkan. Segera daftarkan diri anda dan bergabung dengan Unwaha.

Membanggakan, 24 Dosen Unwaha Jombang Lulus Sertifikasi Dosen

Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang patutlah berbangga. Pasalnya, sebanyak 24 dosen Unwaha Jombang telah dinyatakan lulus Sertifikasi Dosen (Serdos) tahun 2023 dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, Teknologi (Ditjen Diktiristek) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Tingkatkan Kesiapan AMI, PJM Unwaha Jombang Gelar Refreshment Auditor Mutu Internal

Pusat Jaminan Mutu (PJM) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang menggelar Refreshment Auditor Mutu Internal 2023 di Ruang Rapat Gedung F Unwaha, Kamis (29/02/2024).

Direktur PJM Unwaha, Anggi Indah Yuliana, M.P dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini merupakan sarana penguatan kembali bagi para auditor internal Unwaha nantinya dalam melakukan Audit Mutu Internal (AMI).

Jurnal Ilmiah Unwaha Siap Panen Akreditasi Pada Tahun 2024

SURABAYA – Memiliki Jurnal Ilmiah Bereputasi tentu merupakan dambaan seluruh perguruan tinggi di Indonesia tak terkecuali juga Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang. Saat ini Unwaha telah tercatat mempunyai Jurnal Ilmiah yaitu 17 pada bidang penelitian, 5 pada bidang pengabdian dan 2 prosiding ilmiah. Jurnal Ilmiah memiliki manfaat yaitu menyebarkan pengetahuan, memvalidasi hasil penelitian, meningkatkan reputasi institusi, dan mendukung kolaborasi, serta menjadi pilar penting dalam perkembangan akademik dan riset di lingkungan perguruan tinggi. Melalui penerbitan dan partisipasi aktif dalam publikasi, perguruan tinggi dapat memainkan peran sentral dalam memajukan ilmu pengetahuan dan memberikan kontribusi yang berarti bagi masyarakat dan dunia akademik. Salah satu upaya dalam pengembangan SDM maupun pengelolaan jurnal di Unwaha yaitu dengan keikutsertaannya dalam kegiatan bertajuk “Workshop Pendampingan dan Peningkatan Tata Kelola Jurnal Ilmiah”. Direktorat Riset Teknologi dan Pengabdian kepada Masyarakat bekerja sama dengan Universitas Ciputra bertempat di Hotel Movenpick Surabaya City memfasilitasi kegiatan tersebut selama 2 hari (06-07/02/2023). Total 30 peserta terpilih dari Perguruan Tinggi di Indonesia menghadiri acara ini. Pelaksanaan kegiatan ini dalam rangka meningkatan tata kelola Jurnal Ilmiah khususnya pada Pengabdian kepada Masyarakat. Kegiatan diawali dengan pemaparan Narasumber yang dilanjutkan dengan bedah jurnal dari sisi substantif dan manajemen dimana setiap jurnal didampingi langsung oleh pakar/Editor in Chief dari Jurnal Internasional Bereputasi. Dr. Muhammad Kris Yuan Hidayatulloh, M.Pd. (Ketua LPPM sekaligus Chief Editor) menghadiri langsung acara worskhop ini. Beliau mengaku akan segera menindaklanjuti hasil dari workshop tersebut untuk disampaikan kepada seluruh pengelola Jurnal di lingkungan Unwaha. Saat ini, Unwaha telah memiliki 5 Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat yang telah memasuki Volume ke 4 dan proses pengajuan Akreditasi. “Tata kelola dan SDM kita sudah memenuhi. Ini artinya tinggal menunggu panennya saja, insyalloh pada tahun 2024 ini sudah dapat panen raya terhadap Jurnal Jurnal yang ada di Unwaha.” ungkap Ketua LPPM dengan penuh optimis. Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS. IPU. ASEAN Eng. (Rektor Unwaha Jombang) tak henti-hentinya memberikan motivasi dan arahan kepada para pengelola Jurnal di Unwaha untuk selalu meningkatkan kualitas artikel yang akan diterbitkan. Artikel ilmiah tidak hanya sekedar suatu kewajiban dosen, namun lebih luas harus dapat bermanfaat bagi masyarakat. “Artikel Ilmiah yang telah diterbitkan di Jurnal Unwaha dapat menjadi rujukan sekaligus solusi bagi masyarakat dalam setiap problem yang dihadapi.” pesan Prof. Gatot Ciptadi. Red : M. Kris Yuan Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru UNWAHA Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.

Unwaha Jombang Menghadiri Undangan Penting LLDIKTI VII Jatim terkait Serdos

SIDOARJO – Selasa 13 Februari 2024. Sertifikasi dosen adalah proses pemberian sertifikat pendidik untuk dosen. Sertifikasi dosen bertujuan untuk : (1) Menilai profesionalisme dosen guna menentukan kelayakan dosen. (2) Melindungi profesi dosen sebagai agen pembelajaran di perguruan tinggi. (3) Meningkatkan proses dan hasil pendidikan. (4) Mempercepat terwujudnya tujuan pendidikan nasional. Sertifikat pendidik yang diberikan kepada dosen melalui proses sertifikasi adalah bukti formal pengakuan terhadap dosen sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan tinggi. Unwaha Jombang menghadiri acara Sosialisasi Mekanisme Pembayaran Tunjangan Profesi Dosen dan Tunjangan Kehormatan Guru Besar Bagi Perguruan Tinggi LLDIKTI Wilayah 7 Angkatan II, di hotel Swiss Bellin Airport Juanda Sidoarjo. M. Farid Nasrulloh, S.Pd.Si., M.Pd. selaku Dekan FIP menghadiri acara tersebut sekaligus mewakili Undangan Tim PSD PT Universitas KH. A. Wahab Hasbullah Jombang. Ibu Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M. selaku Kepala Lembaga LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur membuka agenda sosialisasi. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa, “Pelaporan Beban Kerja Dosen sangat penting untuk dilakukan, apa yang kita lakukan itu yang kita laporkan,” pungkas Prof. Dyah. “Kesempatan beasiswa S3 yang banyak ditawarkan harus dimanfaatkan oleh para dosen untuk meningkatkan kompetensinya. Selain itu, melalui luaran hibah penelitian, dosen dapat menulis artikel-artikel jurnal internasional yang nantinya bisa digunakan untuk persyaratan kenaikan jabatan akademik Lektor Kepala maupun Guru Besar.” kata beliau. “Saat ini terdapat kurang lebih 7500 dosen di bawah naungan LLDIKTI Wilayah 7 Jawa Timur. Harapannya ke depan lebih banyak lagi dosen yang mendapatkan sertifikasi pendidik termasuk juga NIDK dapat mengikuti proses Serdos.” kata Ketua Tim Sertifikasi dan Mutu Pendidik. Di Unwaha Jombang  yang telah mendapatkan sertifikasi dosen terdapat kurang lebih 27 dosen. Di awal tahun 2024, akan terdapat 11 dosen masuk pada gelombang 0 serdos 2024 dan kemungkinan terdapat 20-an dosen masuk gelombang I. Unwaha Jombang terus meningkatkan kompetensi dan karir Sumber Daya Manusia sesuai dengan kebijakan mutu SPMI. dr. Ivan Rovian, M.Kes selaku Kabag Umum LLDIKTI Wilayah 7 Jawa Timur menutup acara sosialisasi ini. Beliau mengharapkan ada komunikasi aktif yang baik antara LLDIKTI 7 dan PTS. Serta berharap semakin banyak dosen yang bersertifikasi pendidik. Red : Farid Nasrulloh Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru UNWAHA Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.