Jombang – Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) resmi menggelar prosesi Yudisium Tahun 2026 pada Sabtu (5/9/2026). Bertempat di Auditorium UNWAHA, perhelatan khidmat tersebut diikuti oleh 98 peserta yang siap melangkah ke jenjang karir profesional.
Adapun rincian peserta yudisium periode ini terdiri dari 38 mahasiswa Program Studi (Prodi) Sistem Informasi serta 60 mahasiswa Prodi Informatika, di mana 8 di antaranya merupakan mahasiswa dari jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Pada momentum berharga tersebut, Dekan FTI, Tholib Hariono, M.Kom., menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasinya atas keberhasilan para peserta dalam merampungkan studi. Ia menegaskan bahwa momen pengukuhan ini merupakan awal dari perubahaan status dan tanggung jawab baru di tengah masyarakat.
“Tentu hari ini adalah hari yang membahagiakan bagi kalian, karena mulai hari ini status kalian akan berubah, tidak akan lagi disebut sebagai mahasiswa,” ungkapnya.
Optimistis Penyerapan Kerja dan Apresiasi Dinamika Perkuliahan
Dalam sambutannya, Tholib menyatakan optimismenya terhadap prospek alumni FTI di dunia kerja. Keyakinan tersebut didasari oleh rekam jejak mahasiswa FTI pada tahun-tahun sebelumnya yang kerap mendapatkan penawaran kerja bahkan sebelum menyelesaikan masa magang.
“Saya yakin alumni FTI akan cepat mendapatkan pekerjaan. Indikator ini sudah terlihat dalam beberapa tahun terakhir, di mana mahasiswa FTI ketika mengikuti magang, belum selesai pun sudah diterima kerja,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia merefleksikan berbagai tantangan dan dinamika yang dialami mahasiswa selama kurang lebih empat tahun menempuh pendidikan di bangku kuliah. Baik tantangan akademis, finansial, maupun dinamika kehidupan pribadi, semuanya telah berhasil dilalui.
“Namun apapun dinamika yang sudah terjadi, hari ini kalian memiliki kesamaan, yaitu berada di garis finish. Untuk itu, saudara-saudari berhak menyandang gelar Sarjana Komputer (S.Kom.),” tegasnya.

Pemanfaatan AI, Keahlian Teknis, dan Karakter ASWAJA
Menanggapi era digital yang bergerak cepat, Dekan FTI juga menyoroti fenomena pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI). Ia mengimbau para lulusan untuk memanfaatkan teknologi AI secara bijak guna menunjang efisiensi kerja tanpa mengesampingkan etika.

“Sekarang perkembangan AI begitu pesat. Mari kita gunakan AI dengan baik karena bisa membantu pekerjaan kita dengan cepat. Namun, jangan lupa bahwa integritas tetap harus dijaga,” tambahnya.
Sebagai bekal menghadapi dunia luar, Dekan menekankan dua pilar utama yang telah ditanamkan kampus kepada para alumni:
- Kompetensi dan Keahlian Teknis: Lulusan dibekali kemampuan memecahkan masalah berbasis teknologi. Ia mengingatkan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari proses menimba ilmu. “Sejatinya sarjana bukan tanda selesai belajar, melainkan orang yang mengerti bagaimana harus belajar,” tuturnya.
- Pendidikan Karakter ASWAJA: Lulusan FTI UNWAHA dibekali nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (ASWAJA) untuk membentuk pribadi yang berintegritas, beretika, serta memiliki daya juang tinggi. “Kalau bicara karakter, kita tidak lepas dari keteladanan pendiri almamater kita, KH. A. Wahab Hasbullah,” imbuhnya.
Menutup amanatnya, Dekan FTI berpesan agar seluruh alumni senantiasa menjaga nama baik almamater di mana pun mereka berada dan berkarya. “Tolong jaga almamater FTI UNWAHA. Semoga setelah ini Anda semua sukses di jalan masing-masing,” pungkasnya.


Red: Ibrahim