Jombang – Dalam rangka mendorong peningkatan kreativitas dan kepedulian lingkungan, mahasiswa KKN-PPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang menggelar kegiatan pemanfaatan barang bekas sebagai media pembelajaran, di SDN Kademangan 1, Kecamatan Mojoagung, (3/8/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Meningkatkan kreativitas peserta didik melalui pemanfaatan barang bekas di SDN 1 Kademangan” merupakan salah satu program pengabdian di bidang pendidikan.
Program tersebut dilatarbelakangi oleh pentingnya pengembangan kreativitas bagi peserta didik sejak dini. Selain kemampuan akademik, siswa perlu dibekali keterampilan, sikap peduli lingkungan, kemampuan bekerja sama, serta kemampuan menemukan solusi kreatif terhadap berbagai permasalahan di sekitarnya.

Dalam pelaksanaannya, tim mengenalkan kepada peserta didik bahwa barang bekas tidak selalu harus berakhir sebagai sampah. Berbagai bahan seperti tutup botol, kardus, kertas, kain perca, botol plastik, dan bahan bekas lainnya dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang menarik dan memiliki fungsi baru.
Salah satu kegiatan utama yang dilakukan adalah pembuatan gantungan kunci dari barang bekas. Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan kesempatan untuk menentukan bentuk, warna, ukuran, dan hiasan sesuai dengan kreativitas masing-masing. Kegiatan ini dirancang agar peserta tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam mengolah barang bekas menjadi produk baru.
Selain pembuatan kerajinan, tim juga mengenalkan Bank sampah berbahan galon bekas sebagai media untuk mengajarkan pemilahan dan pengelolaan sampah. Galon bekas yang sebelumnya tidak digunakan dimanfaatkan menjadi tempat sampah sehingga dapat menjadi contoh sederhana penerapan kepedulian terhadap lingkungan di sekolah.
Kegiatan sosialisasi dan praktik dilaksanakan secara tatap muka. Tim memperkenalkan media pembelajaran pengolahan barang bekas sekaligus memberikan pemahaman mengenai cara memilah dan mengelola sampah dengan baik melalui bank sampah yang telah disiapkan.
Kegiatan ini disambut antusias oleh peserta didik dan para guru. Berdasarkan evaluasi program, peserta didik menunjukkan keterlibatan aktif mulai dari pengumpulan barang bekas hingga proses pembuatan produk.
Selain itu, kegiatan ini memberikan pengalaman bagi peserta didik dalam hal pentingnya mengolah dan mengurangi sampah. Kesadaran untuk memilah sampah dan tidak membuang barang bekas secara sembarangan menjadi salah satu dampak positif yang diharapkan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dari sisi pendidik, kegiatan ini memberikan tambahan wawasan mengenai penggunaan media pembelajaran berbasis lingkungan. Guru memperoleh inspirasi untuk memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di sekitar sebagai media pembelajaran yang sederhana, kreatif, dan tidak harus membutuhkan biaya besar.
Tim KKN-PKM berharap kegiatan tersebut tidak berhenti setelah program selesai. Pemanfaatan barang bekas dan pengelolaan sampah dapat dikembangkan menjadi kegiatan rutin sekolah. Hasil karya peserta didik juga dapat dipamerkan di lingkungan sekolah untuk meningkatkan motivasi mereka agar terus berkarya sekaligus menjaga kebersihan lingkungan.
Melalui kegiatan tersebut, pemanfaatan barang bekas tidak hanya menjadi solusi sederhana dalam mengurangi sampah, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran yang dapat menumbuhkan kreativitas, kemandirian, kerja sama, tanggung jawab, serta kepedulian peserta didik terhadap lingkungan. Program ini sekaligus menunjukkan bahwa pembelajaran yang kreatif dan inovatif dapat dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya sederhana yang tersedia di sekitar sekolah.
Red: KKN-PKM Kademangan
Editor: Ibrahim