Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Author: admin

Kini Belajar Fisika Lebih Asyik dengan Simulasi PhET & Kit Optik

Selain Matematika, mata pelajaran siswa SMP/MTs yang dianggap sulit adalah fisika. Salah satu faktor penyebab hasil belajar yang kurang maksimal yaitu minimnya pengetahuan siswa dalam pengoperasian peralatan. Namun kendala tersebut dapat diatasi dengan menggunakan simulasi PhET & Kit Optik. selengkapnya klik berikut: http://ejournal.unwaha.ac.id/index.php/eduscope/article/view/193/169

PENDIDIKAN VOKASI PENYEDIA KOMPETENSI DI ERA INDUSTRI 4.0

Sekolah vokasi menjadi program pendidikan bagi para siswa-siswi maupun mahasiwa agar memiliki keahlian khusus di bidang yang ditekuninya sehingga nantinya dapat melahirkan tenaga kerja yang berkualitas dan mampu bersaing. Sekolah vokasi ini tercermin dalam Sekolah Menengah Kejuruan dan juga pendidikan vokasi di perguruan tinggi. Saat ini pendidikan vokasi juga diharapkan mampu melahirkan generasi yang mampu menyongsong revolusi industri 4.0. Revolusi industri merupakan transformasi peningkatan efisiensi pada setiap lini kehidupan masyarakat dengan mengintegrasikan kemampuan digital dan produksi pada industri yang mengacu pada peningkatan perkembangan teknologi secara berkelanjutan. Hadirnya revolusi industri ini tentunya semakin mempermudah masyarakat dalam segala bidang. Tentunya juga diperlukan kompetensi Sumber Daya Manusia yang dapat bersaing. Memasuki era revolusi industri 4.0 ini, Indonesia ditantang untuk siap menghadapi perubahan dalam berbagai sektor. Karena saat ini sudah memasuki era serba digital, untuk itu lulusan sekolah vokasi diharapkan mampu menguasai praktik sesuai bidangnya di lapangan dalam dunia indsutri. Tumbuh pesatnya revolusi industri 4.0 ini, bukan lagi persaingan antar tenaga kerja manusia, melainkan dengan teknologi. Pendidikan Vokasi, Menjawab Kompetensi Era Industri 4.0 Munculnya berbagai macam teknologi yang semakin canggih tentunya dapat membantu manusia dalam melakukan dan menyelesaikan pekerjaan secara praktis dan cepat dengan bantuan teknologi-teknologi canggih tersebut. munculnya revolusi industri 4.0, menjadikan semua pekerjaan manusia menjadi serba digital, semakin hari sistem konvensional akan semakin tertinggal. Karena masyarakat akan lebih memilih kemudahan dalam memenuhi kebutuhannya. Salah satu contohnya, saat ini sudah ada smatphone, dimana dengan menggunakan teknologi canggih bernama smartphone ini manusia akan sangat memperoleh kemudahan, mulai dari adanya toko online, akses informasi, hingga mempermudah pekerjaan-pekerjaan yang lainnya. Semua sudah serba mudah dengan adanya smartphone, hanya berdiam diri di rumah, apa yang Anda butuhkan akan bisa terpenuhi tentunya. Nah, kemudian jika revolusi industri 4.0 ini sudah semakin berkembang, maka untuk mengimbanginya harus ada tenaga manusia yang memiliki kompetensi sehingga mampu bersaing dengan era industri tersebut. Munculnya era industri 4.0 ini membutuhkan kompetensi baru sehingga sudah tersedia SDM unggul yang dapat bersaing dengan perkembangan teknologi. Dilain sisi, juga membuka peluang lebar bagi lulusan sekolah vokasi untuk dapat bersaing di era industri 4.0. Tentunya harus ada kompetensi yang keahlian yang diberikan supaya nantinya lulusan-lulusan tersebut dapat bekerja sesuai dengan minat dan bakat serta bidang mereka. Karena sekolah vokasi menjadi sekolah yang diharapkan mampu melahirkan Sumber Daya Manusia yang siap bekerja meyongsong era industri 4.0 dengan perkembangan teknologinya. Mengetahui Keunggulan Pendidikan Vokasi di Era Industri Saat Ini Nah beberapa keunggulan pendidikan vokasi tersebut antara lain: Lebih Praktikal Pada pendidikan vokasi, melatih siswa-siswi dan mahasiswanya dengan keahlian praktikal, artinya lebih banyak pelajaran yang langsung praktek daripada teori. Selain itu kegiatan tersebut juga banyak dilakukan dengan cara turun langsung melakukan praktek di bidang-bidang pekerjaan yang menjadi kompetensi mereka. Berbeda dengan sekolah umum yang justru sering mengerjakan tugas, mendengarkan pembelajaran sesuai dengan teori-teori yang ada. Banyak pilihan institusi Pendidikan vokasi ditawarkan dengan lebih banyak pilihan institusi di perguruan tinggi, seperti universitas dengan pendidikan vokasi, politeknik, pusat pelatihan atau institusi lain yang berspesialisasi dalam menyelenggarakan program sekolah vokasi. Jadi Anda dapat memilih pendidikan vokasi dengan jurusan yang sesuai dengan kompetensi Anda, supaya kemampuan dapat cepat berkembang. Beragam pilihan program Keunggulan sekolah vokasi lainnya yaitu, cocok bagi Anda yang sudah jelas dan yakin dengan apa yang akan Anda kejar atau pekerjaan yang menjadi cita-cita Anda. Terdapat banyaj sekali bidang yang tersedia mulai dari bidang pariwisata dan perhotelan, desain interior, sekretaris, teknik otomotis, manajemen retail, pengembangan software hingga bidang kuliner. Sekolah vokasi menekankan keahlian praktek yang dibutuhkan untuk dapat terjun langsung ke industri serta pembahasan topik yang diberikan dikemas secara spesifik, berbeda dengan sekolah umum atau perkuliahan di universitas dengan jenjang sarjana yang membahas topik lebih luas. Di era serba digital ini, output ataupun lulusan dari pendidikan vokasi diharapkan mampu menguasai teori praktik sesuai bidangnya di lapangan yaitu dalam dunia industri, khususnya pada era revolusi industri 4.0. terbosan serta inovasi baru perlu diterapkan. Selain itu kesiapan mental yang Tangguh dalam menghadai era serba digital bagi para lulusan pendidikan vokasi tersebut. Upaya untuk Melahirkan Lulusan Pendidikan Vokasi sebagai Penyedia Kompetisi Dukungan penuh dari semua elemen juga sangat membantu mulai dari pemerintah, institusi pendidikan, guru/dosen hingga orang tua. Beberapa upaya untuk dapat melahirkan lulusan pendidikan vokasi harus diupayakan oleh berbagai pihak. Supaya lulusan pendidikan vokasi dapat bersaing di era industi 4.0 ini, perlu dipertimbangkan beberapa hal berikut: 1. Berorientasi pada Industri Pengembangan pendidikan vokasi harus dapat berorientasi pada kebutuhan industri atau kebutuhan pasar kerja. Salah satunya dengan membuat jurusan-jurusan baru sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Upaya ini merupakan wujud pelaksanaan persiapan mental sebagai gerakan untuk membangun dan melahirkan kualitas Sumber Daya Manusia yang kompeten, terutama dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 ini. Campur tangan pemerintah juga sangat diperlukan, sehingga mampu melihat peluang kerja yang dibutuhkan di era serba digital ini, dan mengintegrasikan peluang kerja tersebut dalam pendidikan vokasi. Sehingga nantinya lulusan pendidikan vokasi dapat memilih pekerjaan sesuai dengan kompetensi mereka, dan peluang kerja tersebut sudah tersedia. 2. Mampu Menghadapi Perubahan Selain itu lulusan tersebut juga harus dapat beradaptasi dengan lingkungan industri yang tangguh dalam menghadapi segala perubahan yang ada. Karena revolusi industri 4.0 ini juga akan terus berkembang pesat sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi yang semakin maju. Hal ini diharapkan supaya lulusan pendidikan vokasi juga mampu menghadapi perubahan tersebut. Mereka juga harus mampu memberikan inovasi baru supaya tidak tertinggal dengan revolusi industri. 3. Kurikulum Kurikulum yang tidak mampu megikuti perkembangan industri yang cukup pesat ini menyebabkan dunia industri kerap kali mengeluhkan lulusan yang tidak sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Untuk itu, perlu adanya perombakan kurikulum, hal ini dikarenakan semua jurusan harus menguasai dasar-dasar yang berkaitan dengan teknologi, data dan ‘humanity’. Dengan begitu, lulusan pendidikan vokasi akan siap menghadapi tantangan dunia industri di era serba digital ini. Pendidikan vokasi nantinya diharapkan dapat memenuhi permintaan, serta link antara industri dengan penyelenggara pendidikan, dan match antara karyawan dengan pengusaha. Keberhasilan pendidikan vokasi dapat dilihat dari lulusannya yang mampu bersaing dengan era industri yang semakin pesat. Dan juga kesesuaian antara bidang industri dan jurusan pendidikan vokasi tersebut. Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan vokasi dapat dilihat dari tingkat mutu dan relevansi, yaitu jumlah penyerapan lulusan dan kesesuaian bidang pekerjaan

Klinik Proposal Hibah Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UNWAHA 2019

Jombang – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah melalui koordinasi LPPM menyelenggarakan Klinik Penyusunan Proposal Hibah Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Ristekdikti Tahun Anggaran 2019/2020. Kegiatan yang dihadiri oleh beberapa delegasi perguruan tinggi Nadhatul Ulama (PTNU) se-Jawa Timur berlangsung selama lebih kurang 5 jam di Aula Perpustakaan UNWAHA (5/08). Acara ini menjadi agenda rutin UNWAHA dalam rangka peningkatan mutu riset dan pengabdian masyarakat oleh dosen sesuai Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para peneliti, yaitu dapat meningkatkan motivasi dan kemampuan dalam menyusun proposal penelitian yang berkualitas sehingga dapat menambah angka kredit, meningkatkan penggunaan dan akses hasil publikasi oleh masyarakat dan meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan dosen. Bagi instansti perguruan tinggi yang bersangkutan pun kegiatan ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan akreditasi lembaga dan kerjasama yang luas dengan lembaga pengguna, baik dalam skala nasional maupun internasional. “Setelah bapak/ibu mengikuti klinik ini, tentu saja jumlah dosen yang diterima proposalnya harus meningkat dari tahun lalu”, terang Rektor UNWAHA disela sambutannya.     Setelah penjelasan dan gambaran umum terkait kiat-kiat penyusunan proposal, peserta klinik diberikan kesempatan untuk berdiskusi langsung mulai dari penulisan judul hingga penentuan anggaran biaya proposal. Secara bergantian, peserta klinik menjelaskan isi proposal dan langsung diberikan kritik dan masukan oleh narasumber. “Kami perwakilan dari dosen salah satu perguruan tinggi di Jombang merasa sangat terbantu adanya klinik ini, selain belajar menyusun proposal, kami juga berkesempatan berdiskusi langsung dengan narasumber Prof. Dr. Anton Muhibuddin, M.P., selaku President Core to Core Program-Japan.” Klinik ditutup dengan sharing penyampaian pengalaman dari 2 dosen di salah satu perguruan tinggi Jombang, sehigga kegiatan tersebut menjadi lengkap karena peserta klinik dapat belajar melalui teoritis oleh ahli, serta belajar melalui empiris berdasarkan pengalaman para dosen.

Pemkab Pasuruan Jajaki Kerjasama dengan UNWAHA

Jombang – Dalam rangka peningkatan dan pengembangan potensi yang ada, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan menjajaki kerjasama dengan Universitas KH. A. Wahab Hasbullah, Jombang. Kerjasama ini diharapakan mampu menciptakan hal-hal baru demi kemajuan serta kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pasuruan. Hal tersebut mengemuka saat perwakilan pemkab Pasuruan berkunjung ke Kantor UNWAHA Jombang yang dihadiri Dekan, LPPM, dan Bagian Akademik, Senin (5/8). Rektor UNWAHA menyambut baik rencana kerjasama ini dan berharap akan segera ditindak lanjuti oleh pihak terkait. Ia juga menambahkan, kerjasama ini perlu dilakukan. Sebab majunya sebuah daerah tentu tidak bisa lepas dari dukungan perguruan tinggi, sehingga peningkatan kinerja pemerintah dapat berjalan dengan maksimal. “Melalui kerjasama ini, kita dukung kebutuhan daerah misalnya dibidang IT, bidang pertanian, atau lingkungan hidup,” ujar President JSPS Core to Core Program, Japan. Beliau mengordinasikan agar Dekan selingkung UNWAHA siap membantu Pemkab Pasuruan dalam pengembangan sumber daya diberbagai bidang melalui Tri dharma perguruan tinggi maupun melalui pengembangan teknologi di UNWAHA. Untuk mengoptimalkan potensi sumber daya kedua belah pihak dalam membangun program dan kegiatan sesuai dengan tugas pokok, fungsi, dan wewenang masing-masing. Nantinya diharapkan dapat mencapai kemajuan bersama dan segera dilakukan penandatanganan MOU sebagai bentuk kerjasama kedua pihak.

UNWAHA, support The 13th KOREA-ASEAN Joint Symposium

Surabaya-Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) sebagai salah satu supported The 13th KOREA-ASEAN Joint Symposium yang diselenggarakan di Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga. Program konferensi akan membahas topik-topik dari biomassa hingga bioliquid dan biofuel untuk panas dan listrik, transportasi dan produk-produk biobased. Ini akan mencakup semua aspek dari setiap rantai nilai, dari pasokan dan logistik hingga teknologi konversi, dari aplikasi industri hasil penelitian hingga dampak pada lingkungan, dari aspek pasar dan perdagangan hingga strategi kebijakan, tak terkecuali peran biomassa sebagai sumber dalam sistem energi terintegrasi. KOREA-ASEAN Joint Symposium didukung oleh 11 perguruan tinggi dalam dan luar negeri, salah satunya adalah Universitas KH. A. Wahab Hasbullah. Program Teknis dikoordinasikan oleh Universitas Airlangga. Rektor UNWAHA, Dr. Anton Muhibuddin menjelaskan hasil risetnya dalam judul, “Effect of Mycorrhiza on Fusarium Wilt Disease (Fusarium oxysporum) Tobacco (Nicotiana tabacum L.) in Quartz Sand Media Containing Compost AMB-P0K”. International conference dengan tema Biomass Utilization and Renewable Energy berlangsung selama 3 hari, 7 s/d 9 Agustus 2019. Review us, Klik here

GANTUNGAN KUNCI

Gantungan Kunci “Tanaman Hidup” dan Media Tanam Hidrogel; Alternatif sumber penghasilan bagi Guru TKIT Al Misbah Istilah gantungan kunci bukanlah hal asing bagi kita. Namun lain dengan gantungan kunci yang satu ini. Gantungan kunci yang berisi tanaman hidup menjadi hal baru bagi guru TKIT Al Misbah. Pelatihan yang dilakukan oleh tim PKM Universitas KH Wahab Hasbullah pekan lalu, berhasil membuat para guru antusias mengikuti pelatihan ini. “Gantungan kunci ini berisi rumput, tanah kompos, batuan zeolit dan juga pasir pantai sebagai hiasan”, jelas Umi Kulsum Nur Qomariah, selaku instruktur pembuatan gantungan kunci. Alat dan bahan yang digunakan cukup mudah ditemukan, seperti tanah kompos dan pasir pantai bisa dibeli di toko aquarium atau toko bunga. “Rumput bisa ditemukan di sekitar rumah, kalau bisa berukuran mini karena botol yang kita gunakan berukuran mini” Sambung dosen prodi agroekoteknologi ini. Pembuatan gantungan kunci ini cukup mudah, tinggal memasukkan bahan menggunakan pinset. “Agar tanaman tetap mendapatkan sirkulasi udara tidak layu, tutup gantungan kunci menggunakan kayu randu, jadi udara bisa masuk ke dalam botol”, tutur dosen asal Kediri ini. Gantungan kunci ini bisa dijual karena tampilannya yang menarik dan masih jarang ditemukan. Selain gantungan kunci, TIM PKM juga mengenalkan dan mengajarkan Media tanam Hidrogel. Salah satu instruktur Media tanaman hidrogel, Anggun Wulandari menuturkan tentang kelebihan Media tanam hidrogel, ” Tanaman di hidrogel ini tidak perlu disiram karena tanaman yang akan menyerap air pada hidrogel, kalau pun layu, bisa ditambah pupuk cair agar tanaman tidak kehabisan nutrisi”. Selain warnanya yang menarik, tanaman ini juga bisa digunakan sebagai souvenir pernikahan. Alasan tanaman air yang mudah ditanam dan dicari di toko bunga, media ini menjadi salah satu sumber penghasilan yang menjanjikan. Ucapan terimakasih disampaikan kepada Kemenristekdikti sebagai sponsor dan LPPM Universitas KH. A. wahab Hasbullah yang telah mensupport dalam program ini. Terimakasih juga diucapkan kepada TKIT AL-Mishbah sebagai Mitra Pengabdian Masyarakat./fns

SEMINAR EKONOMI UNWAHA 2019

Jombang – Sebagai peringatan Haul KH. Abdul Wahab Hasbullah ke-48, sosok Pahlawan Nasional, inisiator, dan pendiri Nahdatul Ulama, Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum menyelenggarakan seminar di Aula Universitas KH A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Tambak Beras Jombang (14/7). Seminar Ekonomi bertema “Ceruk Pengembangan ekonomi syari’ah antara pondok pesantren dan industri perasuransian syari’ah indonesia” tersebut disajikan oleh pemateri Ahmad Syaroni, S.T., M.M, selaku Dirut PT Reasuransi Syari’ah Indonesia dan Mudzakir, S.E., AAIJ, AIIS, CHR, selaku Dirut PT Asuransi Syari’ah Keluarga Indonesia (Asyki). Seminar dibuka oleh Nyai HJ. Hizbiyah Rochim, M.A. selaku Ketua Yayasan Pendidikan Tinggi Bahrul Ulum. Selain itu, Rektor UNWAHA dalam sambutannya menyampaikan terkait perkembangan dan program unggulan UNWAHA yaitu salah satunya adalah program kuliah ke luar negeri. “Tahun ini, setidaknya kita bisa memberangkatkan 50 mahasiswa untuk studi ke luar negeri dan 7 Dosen sebagai pembimbing”, terang Prof. Dr. Anton Muhibuddin, M.P. Ahmad Syaroni, S.T., M.M. di tengah penyampain materi juga turut mengulas program studi yang ada di UNWAHA terkait perkembangan dunia 10 tahun ke depan. “Alhamdulillah, mayoritas prodi yang ada di sini merupakan kompetensi yang dibutuhkan 5 sampai 10 tahun ke depan. Itu artinya UNWAHA visioner memandang masa depan dan terus berkembang sebagai universitas global namun tetap berpegang pada Ahlus-Sunnah wal Jama’ah”, tegasnya. Seminar ekonomi tersebut dihari oleh berbagai mahasiswa dan dosen dari beberapa Universitas dan Sekolah Tinggi di Jombang. Antusisme peserta seminar terlihat ketika 3dosen dari universitas yang berbeda diberi kesempatan untuk bertanya kepada narasumber terkait permasalahan asuransi syariah, perbandingan dengan asuransi konvensional, dan wakaf. Rangkaian kegiatan seminar diakhiri dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara asuransi keluarga indonesia, asuransi syari’ah, dan Yayasan Pendidikan Tinggi Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang serta pemberian kartu asuransi syariah secara simbolis. Dengan ini diharapkan asuransi syari’ah kepada mahasiswa dan dosen dapat diterapkan, terutama asuransi pendidikan dalam pembayaran SPP, pembayaran biaya-biaya lain yang berkaitan dengan kegiatan perkuliahan sehingga dapat diperoleh keuntungan dan keberkahan ke semua pihak sesuai syariat islam.

Herregistrasi Semester Gasal Tahun Akademik 2019/2020

Ketentuan Herregistrasi: Herregistrasi dimulai tanggal 11 s.d 18 Juli 2019 Biaya Herregistrasi sesuai ketentuan di akun SIA mahasiswa Tempat Herregistrasi di kantor administrasi UNWAHA Alur Herregistrasi : Melakukan tagihan di akun sia.unwaha.ac.id Membawa slip pembayaran dari bank ke bagian administrasi untuk melakukan validasi Membawa slip yang telah divalidasi ke staf akademik masing-masing fakultas untuk dilakukan Herregistrasi Melakukan KRS secara online dan mencetak KRS & KHS terakhir masing-masing 2 lembar Menghadap dosen wali untuk mendapatkan persetujuan (tanda tangan) dengan membawa berkas KRS & KHS Menyerahkan KRS & KHS ke staf akademik masing-masing fakultas Pengumuman dapat diunduh di sini  

PELEPASAN MAHASISWA KKN UNWAHA 2019

Jombang – Pengamalan ilmu pengetahuan, pengabdian dan professional kerja bukan dimulai sejak diberikannya gelar sarjana, namun dimulai sejak program kuliah kerja nyata (KKN) pagi ini, demikian disampaikan KH. Dr. Muhyidin Zainual.Arifin, M.M. selaku Wakil Rektor bidang kemahasiswaaan Universitas KH. A. Wahab Hasbullah, dalam sambutan upacara pelepasan KKN angkatan 2016 yang berlangsung di halaman utama UNWAHA (01/7). Program KKN pada umumnya bertujuan untuk meningkatkan empati dan kepedulian mahasiswa, menanamkan nilai kepribadian:, kemandirian, kepemimpinan dan kewirausahaan, menanamkan jiwa pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa dituntut mampu membangun sinergi berbagai elemen masyarakat, antara lain: masyarakat/organisasi masyarakat, tokoh masyarakat, pemerintah daerah dan SKPD tingkat I dan II, pelaku usaha, pemerintah daerah tingkat kecamatan sampai dusun yang berpartisipasi sebagai narasumber dan mitra KKN. Secara khusus, Ketua LPPM UNWAHA juga menyampaikan harapannya kepada mahasiswa KKN yang akan berlangsung selama 2 bulan untuk dapat menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat, motivator bagi anak-anak, serta dapat menyampaikan bahwa pendidikan merupakan salah satu dalam upaya peningkatan kualitas kehidupan masyarakat. Menurutnya ini merupakan tantangan bagi mahasiswa peserta KKN yang terbagi dalam 8 kelompok tiap desa di Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang. Sebanyak 25 mahasiswa lintas fakultas dalam satu kelompok KKN melakukan survei bersama untuk melihat permasalahan yang ada di desa lokasi KKN dan berusaha sekuat tenaga dan fikiran dalam membantu permasalahan tersebut yang tentunya dengan dukungan masyarakat. Heterogen latar belakang mahasiswa dalam satu kelompok diharapkan mereka dapat bekerja dengan solid dan benar-benar mengimplementasikan kemampuan mereka sesuai bidang keilmuannya sehingga mahasiswa akan memahami betul bagaimana penerapan ilmu pengetahuan yang mereka peroleh untuk masyarakat. Melalui sambutannya, beliau atas mewakili segenap civitas akademik UNWAHA menghimbau kepada mahasiswa agar dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, sehingga mampu terbentuknya suasana yang berbeda dari sebelumnya, yakni menuju lebih baik.“Selain pengalaman berinteraksi dengan masyarakat, kalian bisa membuat nuansa baru di desa tersebut menjadi lebih baik. Kalian berkesempatan membuat hal baru sesuai dengan bidang keilmuan yang telah diperoleh di kampus tercinta ini”, tandas Wakil Rektor bidang kemahasiswaaan sekaligus Pengasuh PP. Al-Fatich Bahrul Ulum. Upacara pelepasan juga dihadiri oleh dosen pembimbing lapangan, Ketua LPPM, dan Dekan Fakultas selingkung UNWAHA. Dengan bersama-sama membaca doa, mahasiswa peserta KKN telah resmi dilepaskan untuk berangkat ke lokasinya masing-masing.

LULUSAN SMK; BEKERJA, WIRAUSAHA, ATAU KULIAH?

Berbeda dengan alumni SMA atau MA, Alumni SMK mempunyai tuntutan tersendiri dalam kesiapan kerja di lapangan. Setelah ini lanjut bekerja dimana? Masih menjadi suatu pertanyaan yang menghantui siswa kelas akhir. Selama pembelajaran di kelas, siswa SMK dibekali dengan keterampilan kerja sesuai dengan minat bidang masing-masing. Meski jumlah lapangan pekerjaan tidak sebanyak jumlah lulusan yang dihasilkan. Saat ini, program praktik kerja industri(prakerin) atau yang dikenal dengan magang masih menjadi andalan sekolah dalam pembekalan siswa di dunia kerja. Selama satu semester terjun di dunia industri menjadi tantangan tersendiri bagi siswa. Guru pembimbing prakerin pada umumnya telah menyiapkan beberapa list industri untuk dipilih secara bebas oleh siswanya sebagai lokasi magang. Tanpa ada maksud untuk menyudutkan salah satu industri, namun berdasarkan pilihan siswa, tentu saja akan diketahui mana siswa yang serius ingin belajar atau sekadar mengikuti kewajiban sekolah. Siswa yang serius belajar tentu akan memanfaatkan program sekolah ini dengan sebaik-baiknya. Mereka tidak hanya mengerjakan tugas dari Pendamping prakerin, melainkan juga aktif dalam meninjau situasi di lapangan. Selain Prakerin yang sudah merupakan program wajib di SMK, beberapa sekolah telah menerapkan Teaching Factory (TEFA), yaitu pembelajaran yang berorientasi produksi dan bisnis. Pembelajaran melalui TEFA adalah proses penguasaan keahlian atau keterampilan yang dilaksanakan berdasarkan prosedur dan standar bekerja yang sesungguhnya untuk menghasilkan produk atau jasa yang dipesan oleh konsumen (Direktorat Pembinaan SMK, 2015). Salah satu SMK di Jawa Timur memproduksi perangkat lampu kabin untuk permintaan salah satu industri otomotif dimana selama pembuatan perangkat lampu kabin tersebut terdapat pembelajaran sebagaimana cara merakit dan pemeliharaannya. Pembelajaran semacam ini tentu membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Beberapa percobaan siswa dalam merakit menuai kegagalan. Guru memberikan simulasi jika terjadi hal yang paling buruk yaitu perangkat yang terbakar. Dalam hal ini, siswa telah memahami betul cara merangkai dan tindakan pertama jika terjadi kegagalan perangkat. Prinsip dasar TEFA merupakan integrasi pengalaman dunia kerja ke dalam kurikulum sekolah, dimana peralatan, bahan dan staf pengajar dirancang untuk melakukan proses produksi barang/jasa (Lamancusa, et al., 1995). Keuntungan dari kegiatan TEFA dapat menambah sumber pendapatan sekolah untuk kegiatan pendidikan. Pembelajaran model TEFA menghadirkan dunia industri secara nyata di lingkungan sekolah, untuk menyiapkan lulusan yang siap kerja sebagaimana yang digambarkan Rentzos, et al., (2014). Model pembelajaran ini sangat penting karena akan sia-sia ketika siswa fokus mempelajari salah satu keterampilan di suatu buku sedangkan keterampilan tersebut sudah tidak dibutuhkan lagi di industri. Sebagai contoh, siswa mempelajari menggambar desain struktur bangunan dengan meja gambar, rapidho graf, dan penggaris siku. Siswa terampil dalam penggunaan alat tersebut tetapi kebutuhan industri saat ini adalah menggambar melalui software Autocad. Salah satu alternatif disamping menghasilkan lulusan siap kerja yaitu dengan mendorong siswa untuk menjadi wirausaha. Terutama mereka yang memiliki imajinasi kuat, mimpi besar, sebaiknya disiapkan untuk menjadi wirausaha,” disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy dalam sambutannya pada seminar SMK Menyongsong Revolusi Industri 4.0 di Graha Utama kantor Kemendikbud, Jakarta, (21/3/2019). Salah satu indikator tingginya pertumbuhan ekonomi suatu negara ditentukan oleh banyaknya wirausahawan yang mampu membuka lapangan pekerjaan. Dalam meningkatkan daya saing suatu bangsa perlu peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). Karakter SDM berdaya saing tinggi yang mampu mengubah tantangan menjadi peluang, Kecakapan menganalisa sebuah permasalahan dengan kreatifitas berbasis nilai ekonomi dapat didorong melalui pembangunan karakter berwirausaha. Sehingga siswa SMK tidak hanya siap kerja, namun mereka juga siap menjadi penyedia lapangan kerja. Melalui upaya semacam ini, lulusan siswa SMK diharapkan mampu bersaing di dunia indsutri baik sebagai pekerja maupun sebagai penyedia lapangan kerja. Namun, sorotan lain menunjukkan bahwa lulusan SMK menjadi penyumbang tertinggi angka pengangguran terbuka di Indonesia. Memang upaya di atas tidak sepenuhnya berjalan optimal. Namun, angka tersebut bukanlah menjadi suatu halangan bagi SMK untuk tetap mengantarkan siswanya siap kerja, siap berwirausaha. Saiful Rachman, Kepala Dinas Pendidikan Prov. Jatim dalam Seminar Implikasi Revolusi Industri 4.0 di Pendidikan Vokasi menyebutkan dalam bahwa angka itu tidak sepenuhnya benar, karena tidak sedikit lulusan SMK yang bekerja namun tidak pada bidang keahliannya selama menempuh pendidikan di bangku sekolah. “ada lulusan SMK dari program keahlian Teknik Kendaraan Ringan, namun ia bekerja di suatu perusahaan elektronik, bahkan banyak juga yang mendirikan CV. sendiri dan hal ini tidak tercatat di tracer study sekolah”. Disinilah pentingnya pendidikan berbasis industri, siswa tidak hanya mampu secara teori dan keterampilan, namun juga memiliki mental yang baik dalam menghadapi situasi di lapangan. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa mengenyam pendidikan di SMK bukanlah sebagai opsi kedua ketika calon peserta didik tidak diterima di SMA favorit. Lebih dari itu, siswa SMK memperoleh banyak pengalaman kerja sesuai bidang keahlian dan kebutuhan industri saat ini. Begitupun dengan profil lulusannya, mereka tidak selalu monoton dengan bekerja di suatu perusahaan, dengan bekal pengalaman selama pendidikan, mereka bisa berwirausaha bahkan melanjutkan ke pendidikan tinggi. Jika saat ini anda sebagai siswa semester akhir SMK, apakah anda ingin bekerja? Anda sudah punya pengalaman itu selama prakerin. Anda ingin berwirausaha? Anda sudah memahami kebutuhan industri dan permintaan pasar saat ini. Anda ingin melanjutkan ke perguruan tinggi? Tentu saja anda sudah punya bekal dari mata pelajaran Normatif, adaptif, dan Produktif yang telah dipelajari. SMK-BISA. Referensi: Lamancusa, John S., et al. (1995). The learning factory: a new approach to integrating design and manufacturing into enginering curricula. ASEE Proceedings, Anaheim, California, 2262. Rentzos L.A, et al. (2014). Integrating manufacturing education with industrial practice using Tefa paradigm: A construction equipment application. proceedings of the 47th CIRP conference on manufacturing systems, volume 17 (2014), pp. 189 – 194 Direktorat Pembinaan SMK-Departemen Pendidikan Nasional (2009). Roadmap pengembangan SMK 2010-2014. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. Direktorat Pembinaan SMK.(2019, 21 Maret). Pameran SMK Menyongsong Revolusi Industri 4.0: Bukti Prestasi SMK. Diperoleh 20 Juni 2019, psmk.kemdikbud.go.id.