Skip to main content

Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Author: Humas Unwaha

Pengumuman Penerbitan Nomor Induk Mahasiswa (NIM) Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027

Diinformasikan kepada seluruh mahasiswa baru Universitas KH. A. Wahab Hasbullah Tahun Akademik 2026/2027 bahwa daftar Nomor Induk Mahasiswa (NIM) resmi dapat diakses dan diunduh pada lampiran di bawah postingan ini berdasarkan fakultas masing-masing. Terkait Sistem Informasi Akademik (SIA), disampaikan bahwa Penginputan Tagihan Bertahap: Tim Keuangan dan IT sedang memproses penayangan tagihan pembayaran pada portal SIA secara bergelombang. Jika terdapat kendala data atau akses akun, silakan menghubungi Helpdesk Penerimaan Mahasiswa Baru (Admin PMB).Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. Adapun daftar NIM setiap fakultas dapat diunduh di link berikut: Nomor Induk Mahasiswa (NIM) FAI Tahun 2026 Nomor Induk Mahasiswa (NIM) FTI Tahun 2026 Nomor Induk Mahasiswa (NIM) FIP Tahun 2026 Nomor Induk Mahasiswa (NIM) FP Tahun 2026 Nomor Induk Mahasiswa (NIM) FE Tahun 2026

Yudisium FP UNWAHA 2026: Kukuhkan Lulusan Penggerak Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Jombang – Fakultas Pertanian (FP) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang resmi menggelar prosesi Yudisium Tahun 2026 pada Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Menumbuhkan Inovasi, Menguatkan Ketahanan Pangan, Membangun Masa Depan Bangsa”, perhelatan khidmat ini berlangsung di Auditorium UNWAHA Jombang. Prosesi pengukuhan kelulusan tersebut diikuti oleh 62 calon wisudawan yang berasal dari empat program studi (prodi) di lingkungan FP UNWAHA, yakni Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Rekayasa Pertanian dan Biosistem, Agribisnis, serta Agroekoteknologi. Dalam sambutannya, Dekan FP, Ambar Susanti, M.P., menyampaikan bahwa yudisium ini merupakan momentum lahirnya lulusan penggerak ketahanan pangan berkelanjutan. “Namun, yudisium ini bukan akhir dari perjalanan anda dalam belajar, melainkan awal dari pengabdian dan kontribusi nyata untuk menjawab berbagai tantangan sektor pertanian di masa depan,” ungkapnya. Jawab Tantangan Perubahan Iklim dengan Inovasi Berkelanjutan Lebih jauh, Dekan menyoroti kompleksitas tantangan global di sektor pertanian saat ini, seperti dinamika perubahan iklim hingga fenomena cuaca ekstrem yang berpotensi memicu kekeringan dan mengancam produktivitas pangan global. “Tantangan pertanian saat ini semakin kompleks. Hal ini menuntut kita untuk terus meningkatkan produksi sekaligus menerapkan ilmu pertanian yang adaptif dan berkelanjutan,” katanya. Beliau mengimbau para calon alumni agar mampu menghadirkan terobosan baru berupa teknologi dan solusi praktis untuk menjaga produktivitas di tengah terbatasnya sumber daya alam. “Anda semua diharapkan mampu menghadirkan solusi, inovasi, dan teknologi agar tetap produktif sekaligus mampu menjaga keberlanjutan sumber daya yang terbatas,” imbuh Dekan tersebut. Soft Skills dan Pengabdian Nyata di Dunia Kerja Pada kesempatan ini, Ambar juga memotivasi para lulusan agar tidak hanya berpatokan pada capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) semata. Menurutnya, tantangan di dunia kerja dan masyarakat membutuhkan perpaduan antara kompetensi keilmuan (hard skills) dan kecakapan interpersonal (soft skills). “Keberhasilan seorang sarjana tidak hanya diukur dari IPK saja. Dunia nyata membutuhkan kemampuan komunikasi, kolaborasi, serta keahlian dalam memecahkan masalah dan memberikan solusi,” tuturnya. Menutup sambutannya, Dekan FP menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta yudisium atas ketangguhan mereka merampungkan studi. Ia berharap para alumni FP UNWAHA dapat menjadi pilar penguat ketahanan pangan nasional di mana pun mereka berkarya. Turut memberikan amanat pada Yudisium FP UNWAHA 2026, Wakil Rektor Bidang Akademik, Ino Angga Putra, M.Pd., dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. M. Wafiyul Ahdi, S.H., M.Pd.I. Red: Ibrahim

Sambut Mahasiswa Baru 2026, Rektor UNWAHA Tekankan Pembentukan Karakter dan Daya Saing Global

Jombang – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang resmi menyambut kedatangan para mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027 melalui pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). Perhelatan tahunan dengan nama GARUDA ke-13 tersebut dibuka secara khidmat di Halaman Gedung Jokowi, pada Minggu (6/9/2026) dan berlangsung hingga Senin (7/9/2026). Dalam sambutannya, Rektor UNWAHA, Prof. Dr. Ir. Gatot Ciptadi, DESS., IPU., ASEAN Eng., menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus rasa bangga atas bergabungnya para mahasiswa baru sebagai bagian dari keluarga besar kampus. “Hari ini adalah langkah awal memasuki dunia yang menempa kalian untuk menjadi pribadi yang memiliki kapasitas dan daya saing di tingkat nasional maupun global. Yang tidak hanya cakap dalam pengetahuan, tetapi juga berkarakter, berkepribadian unggul, dan berakhlakul karimah,” tegas Prof. Gatot. Wadah Menumbuhkan Kesadaran dan Subjek Perubahan Rektor menjelaskan bahwa GARUDA ke-13 dirancang sebagai ruang orientasi untuk menumbuhkan kesadaran mahasiswa yang hanya bukan sekadar penerima ilmu, melainkan aktor kunci dalam pembangunan. “Adik-adik sekalian merupakan subjek perubahan yang berperan aktif dalam penerapan ilmu pengetahuan, pengalaman, nilai-nilai luhur, serta karya nyata berdampak untuk menjawab tantangan pembangunan masa depan,” ungkapnya. Prof. Gatot menambahkan bahwa hari pertama PKKMB menjadi tonggak sejarah penting bagi kehidupan akademis para mahasiswa. Momen ini menandai simbol komitmen awal untuk belajar dan memperjuangkan cita-cita di jenjang perguruan tinggi. Melatih Kedewasaan dan Mengembangkan Budaya Pembelajar Selain aspek akademis, Rektor juga mengingatkan pentingnya menjaga amanah dan harapan yang dititipkan oleh orang tua serta keluarga. Kehidupan kampus dipandang sebagai kawah candradimuka untuk melatih kedewasaan sikap dan mentalitas. “Jadilah pribadi yang bertanggung jawab, sebab di pundak adik-adik sekalian ada doa dan harapan orang tua serta keluarga tercinta. Belajar di kampus menjadi waktu bagi Anda semua untuk melatih kedewasaan maupun bersikap,” tutur Prof. Gatot. Di akhir amanatnya, Prof. Gatot mengajak seluruh mahasiswa baru untuk memanfaatkan waktu studi sebaik mungkin dengan mengasah berbagai kecakapan abad ke-21. “Pergunakan setiap waktu sebaik mungkin, teruslah berproses dan belajar, meningkatkan kapasitas kompetensi, dan memupuk semangat kolaborasi, kemampuan beradaptasi, berinovasi, serta mengembangkan budaya kaum pembelajar,” pungkasnya menutup sambutan. Red: Ibrahim

Yudisium FTI 2026, Dekan Tekankan Integritas dan Semangat Belajar Berkelanjutan

Jombang – Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) resmi menggelar prosesi Yudisium Tahun 2026 pada Sabtu (5/9/2026). Bertempat di Auditorium UNWAHA, perhelatan khidmat tersebut diikuti oleh 98 peserta yang siap melangkah ke jenjang karir profesional. Adapun rincian peserta yudisium periode ini terdiri dari 38 mahasiswa Program Studi (Prodi) Sistem Informasi serta 60 mahasiswa Prodi Informatika, di mana 8 di antaranya merupakan mahasiswa dari jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Pada momentum berharga tersebut, Dekan FTI, Tholib Hariono, M.Kom., menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasinya atas keberhasilan para peserta dalam merampungkan studi. Ia menegaskan bahwa momen pengukuhan ini merupakan awal dari perubahaan status dan tanggung jawab baru di tengah masyarakat. “Tentu hari ini adalah hari yang membahagiakan bagi kalian, karena mulai hari ini status kalian akan berubah, tidak akan lagi disebut sebagai mahasiswa,” ungkapnya. Optimistis Penyerapan Kerja dan Apresiasi Dinamika Perkuliahan Dalam sambutannya, Tholib menyatakan optimismenya terhadap prospek alumni FTI di dunia kerja. Keyakinan tersebut didasari oleh rekam jejak mahasiswa FTI pada tahun-tahun sebelumnya yang kerap mendapatkan penawaran kerja bahkan sebelum menyelesaikan masa magang. “Saya yakin alumni FTI akan cepat mendapatkan pekerjaan. Indikator ini sudah terlihat dalam beberapa tahun terakhir, di mana mahasiswa FTI ketika mengikuti magang, belum selesai pun sudah diterima kerja,” jelasnya. Lebih lanjut, ia merefleksikan berbagai tantangan dan dinamika yang dialami mahasiswa selama kurang lebih empat tahun menempuh pendidikan di bangku kuliah. Baik tantangan akademis, finansial, maupun dinamika kehidupan pribadi, semuanya telah berhasil dilalui. “Namun apapun dinamika yang sudah terjadi, hari ini kalian memiliki kesamaan, yaitu berada di garis finish. Untuk itu, saudara-saudari berhak menyandang gelar Sarjana Komputer (S.Kom.),” tegasnya. Pemanfaatan AI, Keahlian Teknis, dan Karakter ASWAJA Menanggapi era digital yang bergerak cepat, Dekan FTI juga menyoroti fenomena pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI). Ia mengimbau para lulusan untuk memanfaatkan teknologi AI secara bijak guna menunjang efisiensi kerja tanpa mengesampingkan etika. “Sekarang perkembangan AI begitu pesat. Mari kita gunakan AI dengan baik karena bisa membantu pekerjaan kita dengan cepat. Namun, jangan lupa bahwa integritas tetap harus dijaga,” tambahnya. Sebagai bekal menghadapi dunia luar, Dekan menekankan dua pilar utama yang telah ditanamkan kampus kepada para alumni: Menutup amanatnya, Dekan FTI berpesan agar seluruh alumni senantiasa menjaga nama baik almamater di mana pun mereka berada dan berkarya. “Tolong jaga almamater FTI UNWAHA. Semoga setelah ini Anda semua sukses di jalan masing-masing,” pungkasnya. Red: Ibrahim

UNWAHA Turut Menjadi Bagian dari Kesuksesan Perhelatan Muktamar ke-35 NU di PP Bahrul ‘Ulum Tambakberas 

Jombang – Perhelatan akbar Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 resmi ditutup. Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang turut mengambil bagian secara aktif dalam menyukseskan musyawarah tertinggi organisasi tersebut, khususnya melalui penyediaan sarana persidangan serta fasilitas akomodasi bagi para muktamirin. Sebagai kampus yang menyandang nama Pahlawan Nasional sekaligus pendiri NU, UNWAHA dipercaya menjadi tempat penyelenggaraan Sidang Komisi Rekomendasi yang bertempat di Aula Kampus, sekaligus difungsikan sebagai penginapan (Tower 5) bagi para utusan dari berbagai penjuru tanah air. Sinergi Kebangsaan: Presiden Prabowo Subianto Resmi Tutup Muktamar ke-35 NU Rangkaian Muktamar ke-35 NU secara resmi ditutup oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Senin (31/8/2026) di Gedung Serbaguna (GSG) KH Hasbullah Said. Dalam amanatnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi tinggi atas penyelenggaraan muktamar yang berlangsung aman, damai, dan penuh kekeluargaan. “Saya kira, NU memberi contoh kepada seluruh bangsa bagaimana suatu organisasi yang anggotanya puluhan juta, pesantrennya ribuan, kiainya puluhan ribu, tetapi bisa melaksanakan Muktamar dengan sukses, dengan damai, dengan rukun,” puji Presiden Prabowo. Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menerima Kartu Tanda Anggota NU sebagai anggota seumur hidup, serta menegaskan komitmen pemerintah untuk terus bergotong royong bersama NU dalam memperkuat ekonomi kerakyatan, memajukan pendidikan, dan menjaga stabilitas nasional. Perumusan Rekomendasi Strategis dan Pelayanan Optimal Akomodasi di UNWAHA Sebagai lokasi penyelengaraan Sidang Komisi Rekomendasi, Aula UNWAHA Jombang menjadi saksi perumusan berbagai poin rekomendasi strategis Muktamar ke-35 NU. Poin-poin tersebut mencakup penguatan ekonomi kerakyatan, tata kelola sumber daya alam dan transisi energi, pengembangan kelembagaan pendidikan pesantren, serta penetapan arah kebijakan jam’iyyah menuju abad kedua. Di samping memfasilitasi forum persidangan, UNWAHA memfungsikan beberapa gedung perkuliahan beserta fasilitas kampus lainnya sebagai penginapan muktamirin. Kesiapan fasilitas dan kesiapsiagaan panitia kampus dalam melayani para delegasi mendapat apresiasi serta kesan positif langsung dari para peserta yang menginap. Sekretaris Tanfidziyah PCNU Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, H. Hasim Adam, S.Ag., menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas pelayanan dan kesiapan fasilitas penginapan yang disediakan panitia di lokasi. “Atas nama PCNU Halmahera Barat Prov. Maluku Utara kami sampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada panitia Muktamar, khususnya yang bertugas di Tower 5. Sekali lagi kami sampaikan terima kasih,” ungkap H. Hasim Adam. Apresiasi serupa disampaikan oleh utusan dari ujung barat Indonesia, Tgk Baharuddin Usman dari PCNU Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh. Beliau menilai keramahan dan kualitas pelayanan panitia penginapan Tower 5 sangat berkesan bagi para muktamirin. “Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada panitia Tower 5 atas pelayanan dan keramahannya yang sangat luar biasa sehingga kami tidak dapat membalasnya. Semoga Allah membalas kebaikan bapak/ibu semua. InsyaAllah di waktu yang lain kita bisa dipertemukan kembali dalam keadaan sehat walafiat,” tutur Tgk Baharuddin. Bukti Komitmen dan Dedikasi Kelembagaan UNWAHA Rektor UNWAHA, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng., menyampaikan bahwa keterlibatan aktif kampus dalam agenda nasional ini merupakan wujud dedikasi institusi dalam meneladani spirit perjuangan KH. A. Wahab Hasbullah. “Kepercayaan untuk menjadi bagian dari kesuksesan Muktamar ke-35 NU merupakan sebuah kehormatan besar bagi UNWAHA. Hal ini membuktikan bahwa sarana, prasarana, serta tata kelola di kampus kami siap mendukung agenda-agenda strategis kebangsaan, sejalan dengan komitmen UNWAHA untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan pengabdian masyarakat,” tegas Rektor. Red: IbrahimFoto: Media Muktamar/Tambakberas TV

Mahasiswa KKN-PKM UNWAHA Dorong Kreativitas Siswa SDN Kademangan I melalui Pemanfaatan Barang Bekas

Jombang – Dalam rangka mendorong peningkatan kreativitas dan kepedulian lingkungan, mahasiswa KKN-PPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang menggelar kegiatan pemanfaatan barang bekas sebagai media pembelajaran, di SDN Kademangan 1, Kecamatan Mojoagung, (3/8/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Meningkatkan kreativitas peserta didik melalui pemanfaatan barang bekas di SDN 1 Kademangan” merupakan salah satu program pengabdian di bidang pendidikan. Program tersebut dilatarbelakangi oleh pentingnya pengembangan kreativitas bagi peserta didik sejak dini. Selain kemampuan akademik, siswa perlu dibekali keterampilan, sikap peduli lingkungan, kemampuan bekerja sama, serta kemampuan menemukan solusi kreatif terhadap berbagai permasalahan di sekitarnya. Dalam pelaksanaannya, tim mengenalkan kepada peserta didik bahwa barang bekas tidak selalu harus berakhir sebagai sampah. Berbagai bahan seperti tutup botol, kardus, kertas, kain perca, botol plastik, dan bahan bekas lainnya dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang menarik dan memiliki fungsi baru. Salah satu kegiatan utama yang dilakukan adalah pembuatan gantungan kunci dari barang bekas. Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan kesempatan untuk menentukan bentuk, warna, ukuran, dan hiasan sesuai dengan kreativitas masing-masing. Kegiatan ini dirancang agar peserta tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam mengolah barang bekas menjadi produk baru. Selain pembuatan kerajinan, tim juga mengenalkan Bank sampah berbahan galon bekas sebagai media untuk mengajarkan pemilahan dan pengelolaan sampah. Galon bekas yang sebelumnya tidak digunakan dimanfaatkan menjadi tempat sampah sehingga dapat menjadi contoh sederhana penerapan kepedulian terhadap lingkungan di sekolah. Kegiatan sosialisasi dan praktik dilaksanakan secara tatap muka. Tim memperkenalkan media pembelajaran pengolahan barang bekas sekaligus memberikan pemahaman mengenai cara memilah dan mengelola sampah dengan baik melalui bank sampah yang telah disiapkan. Kegiatan ini disambut antusias oleh peserta didik dan para guru. Berdasarkan evaluasi program, peserta didik menunjukkan keterlibatan aktif mulai dari pengumpulan barang bekas hingga proses pembuatan produk. Selain itu, kegiatan ini memberikan pengalaman bagi peserta didik dalam hal pentingnya mengolah dan mengurangi sampah. Kesadaran untuk memilah sampah dan tidak membuang barang bekas secara sembarangan menjadi salah satu dampak positif yang diharapkan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dari sisi pendidik, kegiatan ini memberikan tambahan wawasan mengenai penggunaan media pembelajaran berbasis lingkungan. Guru memperoleh inspirasi untuk memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di sekitar sebagai media pembelajaran yang sederhana, kreatif, dan tidak harus membutuhkan biaya besar. Tim KKN-PKM berharap kegiatan tersebut tidak berhenti setelah program selesai. Pemanfaatan barang bekas dan pengelolaan sampah dapat dikembangkan menjadi kegiatan rutin sekolah. Hasil karya peserta didik juga dapat dipamerkan di lingkungan sekolah untuk meningkatkan motivasi mereka agar terus berkarya sekaligus menjaga kebersihan lingkungan. Melalui kegiatan tersebut, pemanfaatan barang bekas tidak hanya menjadi solusi sederhana dalam mengurangi sampah, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran yang dapat menumbuhkan kreativitas, kemandirian, kerja sama, tanggung jawab, serta kepedulian peserta didik terhadap lingkungan. Program ini sekaligus menunjukkan bahwa pembelajaran yang kreatif dan inovatif dapat dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya sederhana yang tersedia di sekitar sekolah. Red: KKN-PKM KademanganEditor: Ibrahim

Di Desa Kedungbetik, Mahasiswa KKN Edukasi Warga Olah Sampah Organik Jadi Pupuk Cair

Jombang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 21 Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) menggelar edukasi pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) sekaligus pembagian bibit tanaman kepada masyarakat Desa Kedungbetik, Kecamatan Kesamben, Kamis (6/8/2026). Kegiatan berlangsung di kediaman Bapak Putra, Ketua Kelompok Tani, Dusun Dero. Di bawah bimbingan dosen lapangan, Moh. Faridl Darmawan, S.P., M.Si., program tersebut melibatkan kelompok tani dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Kegiatan diarahkan untuk mengenalkan pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk yang dapat digunakan dalam kegiatan pertanian sehari-hari. Dorong Pertanian Lebih Berkelanjutan Melalui penyuluhan dan sosialisasi, mahasiswa KKN memberikan pemahaman mengenai manfaat POC, bahan yang diperlukan, tahapan pembuatan, hingga cara pengaplikasiannya pada tanaman. Pemanfaatan bahan organik tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mengurangi ketergantungan terhadap pupuk berbahan kimia sekaligus menekan penumpukan sampah organik di lingkungan. Program ini juga dilengkapi dengan pembagian bibit tanaman sebagai upaya mendorong penghijauan serta praktik pemanfaatan POC secara berkelanjutan. Ketua Kelompok Tani, Bapak Putra, mengapresiasi edukasi yang diberikan mahasiswa. Menurutnya, pengolahan sampah menjadi pupuk dapat memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat. “Program ini sangat membantu dalam memahami cara mengolah sampah organik menjadi Pupuk Organik Cair. Selain dapat mengurangi sampah, POC juga bisa dimanfaatkan untuk tanaman sehingga membantu menghemat biaya pembelian pupuk,” ujarnya. Penulis: Mohammad Azwar HanafiEditor: Ibrahim

Mahasiswa KKN di Desa Klitih Berdayakan Warga melalui Paving Block dari Limbah Plastik

Jombang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 27 Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) melaksanakan program pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan limbah plastik menjadi paving block ramah lingkungan. Kegiatan berlangsung di Dusun Nampu, Desa Klitih, Kecamatan Plandaan, Sabtu (1/8/2026). Didampingi Dosen Pembimbing Lapangan Fitri Umardiyah, M.Pd., program tersebut berangkat dari persoalan limbah plastik yang belum dikelola secara optimal serta masih adanya akses jalan makadam di Dusun Nampu. Mahasiswa KKN kemudian mengenalkan pengolahan limbah plastik sebagai bahan paving block. Inovasi tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus menjadi alternatif material yang berpotensi dimanfaatkan untuk perbaikan jalan lingkungan secara bertahap. Libatkan Masyarakat dalam Praktik Pelaksanaan program diawali dengan koordinasi bersama kepala desa dan kepala dusun serta observasi kondisi lingkungan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi dan praktik langsung pembuatan paving block bersama masyarakat Dusun Nampu. Dalam praktik tersebut, mahasiswa mendampingi masyarakat selama proses pengolahan limbah plastik hingga menjadi paving block. Pendekatan langsung dipilih agar masyarakat tidak hanya memperoleh pemahaman, tetapi juga memiliki pengalaman dalam proses pembuatannya. Program tersebut turut meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan sampah plastik menjadi produk yang memiliki nilai guna. Salah seorang warga Dusun Nampu mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap praktik pengolahan sampah dapat dilanjutkan secara mandiri. “Program ini sangat bermanfaat. Walaupun masih ada kekurangan, manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat. Praktik ini insyaallah bisa dilakukan sendiri oleh masyarakat dan kami berharap ke depan sampah dapat diolah menjadi paving block dalam jumlah yang lebih banyak,” ujarnya. Penulis: Mohammad Yusril BaihaqiEditor: Ibrahim

Silaturahmi Dzurriyah Muassis Pendiri NU dan Bedah Buku KH. Abdul Wahab Hasbullah di UNWAHA

Ketua Umum PBNU: Berdirinya NU adalah Peristiwa Peradaban Jombang – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) menjadi tempat berlangsungnya Istighotsah dan Silaturahmi Dzurriyah Muassis Nahdlatul Ulama serta Bedah Buku KH. Abdul Wahab Hasbullah, Sabtu (15/8/2026). Bertempat di Auditorium UNWAHA, kegiatan mengusung semangat “Merawat Warisan Muassis, Meneguhkan Khidmah Nahdlatul Ulama bagi Agama, Bangsa, dan Peradaban.” Rangkaian kegiatan diawali istighotsah untuk kesuksesan Muktamar NU ke-35, dilanjutkan silaturahmi dzurriyah muassis, sambutan Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf, bedah buku KH. Abdul Wahab Hasbullah, serta penyerahan penghargaan kepada para muassis NU. Ketua Panitia, Gus Syaifuddin, M.E., menyampaikan apresiasi kepada UNWAHA dan Yayasan Pendidikan Tinggi Bahrul Ulum (YPTBU) yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para dzurriyah muassis yang hadir, termasuk dzurriyah KH. Kholil Bangkalan. “Kami berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti malam ini. Silaturahmi antara dzurriyah muassis NU dengan PBNU diharapkan dapat berlanjut dalam kegiatan yang lebih besar,” ujarnya. Shohibul Bait, KH. M. Hasib Wahab Hasbullah, turut menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran para undangan serta dzurriyah muassis NU yang berkumpul dalam majelis tersebut. Warisan Peradaban Para Muassis Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf, menyoroti kiprah KH. Abdul Wahab Hasbullah dalam membaca dinamika dunia Islam dan membangun berbagai gerakan sebelum lahirnya Nahdlatul Ulama. Menurutnya, pengalaman Mbah Wahab selama belajar di Makkah menjadi bagian penting dalam membentuk keluasan cara pandang dan inisiatifnya. Ia menyinggung keterlibatan KH. Abdul Wahab Hasbullah dalam berbagai gerakan, mulai dari Tashwirul Afkar, Nahdlatut Tujjar, Nahdlatul Wathan, hingga proses berdirinya Nahdlatul Ulama. “Kalau kita perhatikan ikhtiar-ikhtiar Mbah Wahab, skalanya adalah peradaban. Berdirinya NU itu merupakan peristiwa peradaban,” ungkapnya. Gus Yahya menilai terdapat keunikan dalam sejarah NU. Di tengah perubahan politik dan sosial dunia pada masa itu, para ulama justru tampil mengambil peran dalam membangun rintisan peradaban. “Di Indonesia, Mbah Wahab mengajak ulama untuk membuat inisiasi rintisan peradaban. Karena itu, warisan para muassis harus dimaknai sebagai tanggung jawab untuk terus membesarkan dan berkhidmat kepada jam’iyah Nahdlatul Ulama,” pesannya. Bedah Buku dan Penghargaan untuk Muassis Kegiatan dilanjutkan dengan bedah buku KH. Abdul Wahab Hasbullah bersama penulis KH. Abdul Mun’im DZ. dan dimoderatori M. Farid Nasrulloh, S.Pd.Si., M.Pd. Forum tersebut menjadi ruang untuk menggali kembali pemikiran, perjuangan, dan kontribusi KH. Abdul Wahab Hasbullah dalam perjalanan NU serta kehidupan kebangsaan. Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum PBNU menyerahkan plakat penghargaan secara simbolis untuk 20 muassis NU, yakni KH. Hasyim Asy’ari, KH. Abdul Wahab Chasbullah, KH. Bisri Syansuri, KH. Raden Asnawi, KH. Mas Nawawi, KH. Ridwan Abdullah, KH. Maksum Lasem, KH. Na Nachrowi Thohir, KH. Abdul Halim, KH. Mas Alwi, KH. Hasan Gipo, KH. Dahlan Achjat, KH. Mas Mansur, KH. Zubair Gresik, KH. Burhan Surabaya, KH. Ndoro Muntaha, KH. Abdullah Ubaid, KH. Abdul Hamid Faqih, KH. Abdul Hamid Tambakberas, dan KH. Dahlan Abdul Qohar. Silaturahmi tersebut belum mencakup seluruh dzurriyah muassis Nahdlatul Ulama. Panitia berencana melanjutkan sarasehan setelah Muktamar dengan melibatkan pakar sejarah agar pendataan dan kajian mengenai para muassis dapat disusun secara lebih komprehensif. Red: Ibrahim

Yudisium FIP 2026, Cetak Lulusan Adaptif dan Berdampak bagi Pendidikan di Era Global

Jombang – Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) sukses menyelenggarakan Yudisium Tahun 2026 di Auditorium UNWAHA, Rabu (12/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti calon lulusan dari Program Studi Sarjana (S-1) Pendidikan Matematika, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Biologi, dan Pendidikan Fisika. Mengusung tema “Mencetak Lulusan yang Adaptif, Berintegritas, Inovatif, dan Berdampak bagi Pendidikan di Era Global”, yudisium menjadi penanda selesainya satu tahapan akademik sekaligus awal perjalanan baru bagi para lulusan untuk mengaktualisasikan ilmu di tengah masyarakat. Dekan FIP, M. Farid Nasrulloh, S.Pd.Si., M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika, orang tua, dan keluarga yang telah mendampingi mahasiswa hingga menyelesaikan pendidikan. Menurutnya, keberhasilan tersebut lahir dari proses panjang yang melibatkan kerja keras, doa, pendampingan, dan komitmen bersama. Terus Berikhtiar dan Belajar Dalam sambutannya, Dekan FIP itu mengutip Surat An-Najm ayat 39, “Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya.” Pesan tersebut, menurutnya, relevan dengan perjalanan akademik mahasiswa maupun tantangan yang akan dihadapi setelah meninggalkan kampus. “Gelar akademik yang saudara raih bukanlah hasil yang datang secara tiba-tiba. Di dalamnya terdapat proses, kerja keras, doa, kesabaran, bahkan mungkin kegagalan yang pernah dilalui,” ujarnya. Beliau menekankan bahwa dunia profesional tidak hanya membutuhkan ijazah. Lulusan juga perlu memiliki kemampuan belajar sepanjang hayat, beradaptasi dengan perkembangan teknologi, menjaga integritas, serta mampu memberikan solusi terhadap kebutuhan masyarakat dan dunia pendidikan. “Jangan berhenti belajar, jangan berhenti berkarya, dan jangan berhenti memberikan manfaat,” pesannya. Perkuat Jejaring Alumni Beliau juga mengingatkan bahwa yudisium bukan akhir hubungan lulusan dengan kampus. Alumni justru memiliki peran strategis dalam memperkuat jejaring, membuka ruang kolaborasi, serta menghubungkan perguruan tinggi dengan sekolah, lembaga pendidikan, dunia profesi, pemerintahan, dan masyarakat. Dekan berharap para lulusan tetap menjaga hubungan dengan almamater dan berkontribusi melalui pengalaman, karya, maupun jejaring profesional yang dimiliki. “Jaga integritas, bangun jejaring, dan tetaplah menjadi bagian dari keluarga besar Fakultas Ilmu Pendidikan. Kami berharap Saudara menjadi alumni yang membanggakan serta ikut menguatkan nama almamater di mana pun Saudara berada,” pungkasnya. Red: Ibrahim