Author: Humas Unwaha
UNWAHA Jombang Berangkatkan 600 Mahasiswa KKN-PPM Tahun 2026
Jombang – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang memberangkatkan 600 mahasiswa peserta KKN-PPM Tahun 2026, Minggu (12/7/2026). Kegiatan pelepasan berlangsung di Halaman Gedung Jokowi UNWAHA Jombang. Sebanyak 600 mahasiswa tersebut akan melaksanakan KKN-PPM selama 40 hari dan tersebar di 27 desa. Program ini menjadi bagian dari komitmen UNWAHA dalam memperkuat peran perguruan tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat. Wakil Rektor Bidang Kerja Sama UNWAHA, Dr. Fatkhullah, M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan bahwa KKN ini merupakan implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Di dalamnya ada pokok pendidikan dan pengajaran, pengabdian kepada masyarakat, serta penelitian. Saat ini menjadi pembuktian bahwa kalian bermanfaat bagi masyarakat yang ditempati KKN,” ujarnya. Beliau juga meminta mahasiswa agar menjaga sikap, memahami kebutuhan lingkungan, serta menjalankan program yang memiliki nilai manfaat bagi masyarakat. “Pengabdian masyarakat ini sangat diperhatikan oleh masyarakat. Sejauh mana nilai manfaat kalian terhadap lingkungan akan menjadi ukuran penting selama pelaksanaan KKN,” tambahnya. Selain pengabdian, Dr. Fatkhullah juga mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan pelaksanaan KKN sebagai ruang penguatan akademik. Menurutnya, mahasiswa dapat memperoleh data dan pengalaman lapangan yang relevan untuk pengembangan penelitian maupun karya tulis ilmiah. Red: Ibrahim
Foto: Kunjungan Studi Banding INISA ke UNWAHA
Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang menerima kunjungan studi banding dari Institut Agama Islam Shalahuddin Al-Ayyubi (INISA) Tambun Bekasi. Kunjungan tersebut berlangsung di Aula Kampus UNWAHA Jombang, Selasa (7/7/2026), dalam rangka memperkuat tata kelola dan kolaborasi kelembagaan antarperguruan tinggi. Hadir dalam kegiatan tersebut Rektor INISA, H. Nafiuddin, Lc., MA.Hum., beserta rombongan. Dari pihak UNWAHA hadir Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. M. Wafiyul Ahdi, S.H., M.Pd.I.; Dekan FAI, Waslah, M.Pd.I.; Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Dr. Mohammad Fatchulloh, M.Pd.I.; serta jajaran pengelola akademik, LPPM, dan penjaminan mutu. Kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengalaman mengenai tata kelola organisasi, jurnal ilmiah, sistem kemahasiswaan, serta penguatan mutu kelembagaan kampus. Foto: M. Khoirul Anwar Gholibi, S.Pd., M.Pd. & Ahmad Charisudin Ashar, S.Kom.
Perkuat Tata Kelola dan Kolaborasi Kelembagaan, UNWAHA Terima Studi Banding INISA Tambun Bekasi
Jombang – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang menerima kunjungan studi banding dari Institut Agama Islam Shalahuddin Al-Ayyubi (INISA) Tambun Bekasi, Selasa (7/7/2026), di Aula Kampus UNWAHA Jombang. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola dan kolaborasi kelembagaan antarperguruan tinggi. Rektor INISA, H. Nafiuddin, Lc., MA.Hum., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi ruang silaturahmi akademik sekaligus sarana belajar antarlembaga perguruan tinggi. “Kami berharap studi banding ini dapat memperkuat tata kelola kelembagaan, khususnya dalam bidang akademik, kemahasiswaan, dan pengembangan mutu perguruan tinggi,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UNWAHA, Dr. M. Wafiyul Ahdi, S.H., M.Pd.I., menyambut baik kunjungan tersebut. Beliau menegaskan bahwa kerja sama dan pertukaran pengalaman antarkampus menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas layanan pendidikan tinggi. “UNWAHA terbuka untuk berbagi pengalaman. Forum seperti ini penting untuk memperkuat jejaring dan meningkatkan mutu kelembagaan,” ungkapnya. Sharing session dalam kegiatan tersebut dipimpin oleh Dekan Fakultas Agama Islam UNWAHA, Waslah, M.Pd.I. Pada sesi ini, kedua perguruan tinggi berdiskusi mengenai penguatan tata kelola organisasi, sistem kemahasiswaan, pengembangan jurnal ilmiah, serta ekosistem kelembagaan kampus. Selain itu, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama UNWAHA, Dr. Mohammad Fatchulloh, M.Pd.I., turut menyampaikan sejarah berdirinya UNWAHA serta perkembangan kampus hingga saat ini. Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan cendera mata, doa, foto bersama, serta campus tour di lingkungan UNWAHA Jombang. Red: Ibrahim
Sosialisasi Pelatihan Administrasi Serdos bagi Dosen Nominasi 2026
Jombang – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang menggelar Sosialisasi dan Pelatihan Penyusunan Administrasi Sertifikasi Dosen (Serdos) Gelombang I bagi dosen nominasi tahun 2026, Kamis (2/7/2026), di Ruang Rapat Gedung F. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 135/M/KEP/2026 tentang Petunjuk Teknis Sertifikasi Pendidik untuk Dosen. Sebanyak 20 dosen UNWAHA masuk dalam daftar nominasi calon peserta Serdos 2026. Kegiatan pembekalan ini turut dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik, Ino Angga Putra, M.Pd., serta Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Kerumahtanggaan, Prof. Dr. H. Abdul Kholid, M.Ag. Kepala Bagian Kepegawaian, M. Aliyul Wafa, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memberi pengarahan teknis kepada dosen nominasi agar lebih siap dalam memenuhi administrasi Serdos. “Acara ini menjadi pembekalan bagi segenap dosen nominasi Serdos tahun 2026,” ujarnya. Dalam kegiatan tersebut, materi disampaikan oleh dua narasumber, yakni Kepala Bagian Kepegawaian dan Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan, M. Farid Nasrulloh, S.Pd.Si., M.Pd. Keduanya memberikan arahan terkait kesiapan dokumen, tahapan administrasi, serta hal-hal teknis yang perlu diperhatikan dosen dalam proses Serdos. Red: Ibrahim
Fakultas Ekonomi UNWAHA Perkuat Kesiapan Kerja Mahasiswa melalui Uji Kompetensi
Jombang – Fakultas Ekonomi Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang menyelenggarakan Pelatihan dan Uji Kompetensi Tahun 2026 bagi mahasiswa semester delapan. Kegiatan yang berlangsung pada 20–28 Juni 2026 tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat kompetensi sekaligus kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja. Pelatihan dan uji kompetensi itu mencakup tiga skema, yaitu Akuntansi Yunior, Digital Marketing, dan Pelayanan Prima. Dalam pelaksanaannya, Fakultas Ekonomi UNWAHA bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Administrasi Bisnis Perkantoran Modern dan Unit Pelaksana Teknis Balai Latihan Kerja (UPT BLK) Jombang. Kegiatan secara resmi dibuka di Auditorium UNWAHA. Pembukaan dihadiri oleh pimpinan fakultas, perwakilan lembaga mitra, tim pelaksana, serta seluruh mahasiswa peserta pelatihan dan uji kompetensi. Tingkatkan Daya Saing Lulusan Dekan Fakultas Ekonomi UNWAHA, Ita Rahmawati, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa penguasaan kompetensi menjadi salah satu bekal penting bagi mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja. “Pelatihan dan uji kompetensi ini merupakan bagian dari komitmen Fakultas Ekonomi dalam mempersiapkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan memiliki daya saing,” ujarnya. Beliau berharap mahasiswa dapat mengikuti seluruh tahapan dengan sungguh-sungguh serta memanfaatkan kegiatan ini untuk mengukur dan meningkatkan kemampuan masing-masing. Dorong Kompetensi Sesuai Standar Kerja Direktur LSP Administrasi Bisnis Perkantoran Modern, Minan Rohman, mengapresiasi semangat para peserta dalam mengikuti uji kompetensi kali ini. “Tidak semuanya memiliki kesempatan seperti anda. Langkah yang anda pilih ini adalah bagian sejarah untuk masa depan anda,” jelasnya. Red: Ibrahim
Pengumuman Pembekalan KKN-PPM Tahun 2026
Diberitahukan kepada seluruh mahasiswa yang akan mengikuti program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang Tahun 2026 mengenai kegiatan pembekalan KKN-PPM sebagaimana berikut: Pengumuman Pembekalan KKN-PPM Tahun 2026
Pengumuman Pelaksanaan KKN-PPM Tahun Akademik 2026/2027
Diberitahukan kepada seluruh mahasiswa Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang bahwa pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Tahun Akademik 2026/2027 sebagai berikut: Pengumuman KKN-PPM Tahun Akademik 2026/2027
Tari Sufi Warnai Penutupan Muktamar Lesbumi NU 2026 di UNWAHA Jombang
Jombang – Penampilan Tari Sufi menjadi salah satu sajian yang menarik perhatian dalam penutupan Muktamar Lesbumi NU 2026 di Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang, Sabtu (14/6/2026). Tidak hanya menampilkan pertunjukan seni, pada kesempatan ini terdapat juga diskusi kebudayaan. Diskusi tersebut mengangkat tema pelestarian tradisi mocopat dan peran generasi muda dalam menjaga warisan budaya Jawa. Dorong Pelestarian Mocopat Dalam pemaparannya, Muhammad Nurluda selaku pelatih Tari Sufi menjelaskan, mocopat merupakan tradisi sastra lisan Jawa yang berisi syair-syair sarat nasihat dan nilai luhur yang diwariskan para wali. Namun, menurutnya, tradisi tersebut kini semakin jarang dikenal oleh generasi muda karena keterbatasan pemahaman terhadap bahasa dan budaya Jawa. “Budaya Jawa memiliki nilai yang sangat tinggi. Minimal generasi muda mau menjaga dan mempelajarinya agar tidak hilang ditelan zaman,” ujarnya. Ia menilai salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga keberlangsungan tradisi mocopat adalah menerjemahkan syair-syair berbahasa Jawa ke dalam bahasa Indonesia. Menurutnya, upaya itu dapat membawa generasi muda untuk lebih memahami makna syair mocopat secara lebih dalam. Media Sosial sebagai Jembatan Budaya Selain penerjemahan, Nurluda juga mendorong pemanfaatan media sosial sebagai sarana pelestarian budaya. Menurutnya, perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendokumentasikan, memperkenalkan, dan menyebarluaskan berbagai tradisi budaya kepada masyarakat yang lebih luas. “Media sosial bisa menjadi jembatan untuk mengenalkan budaya kepada generasi muda. Dengan cara yang kreatif, budaya dapat lebih mudah diterima dan dipahami,” tambahnya. Ia berharap anak muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga ikut mempelajari dan mengenalkan budaya daerahnya kepada lingkungan sekitar. Dengan mengenal dan memahami budaya sendiri, generasi muda dapat berperan dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya di tengah arus modernisasi. Penutupan Muktamar Lesbumi NU 2026 tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni, tetapi juga meninggalkan pesan penting bahwa budaya hanya akan tetap hidup apabila diwariskan. Di tangan generasi muda, tradisi seperti mocopat tidak sekadar menjadi peninggalan masa lalu, melainkan sumber nilai yang terus relevan untuk masa depan. Penulis: Selvi & HarisFoto: NaflahEditor: Ibrahim
Gagasan Literasi Perempuan dalam Muktamar Kebudayaan Lesbumi NU
Jombang – Penulis dan tokoh perempuan muda asal Blora, Ning Welda Sanavero, S.Hum., M.A., turut menghadiri pembukaan Muktamar Kebudayaan Indonesia Lesbumi NU 2026 di Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang. Kehadirannya memberi warna tersendiri dalam forum kebudayaan yang mempertemukan budayawan, akademisi, seniman, tokoh pesantren, dan kader Nahdlatul Ulama dari berbagai daerah di Indonesia. Muktamar yang berlangsung pada 12 hingga 14 Juni 2026 tersebut mengusung tema “Kembali ke Akar”. Tema itu menjadi ajakan untuk membaca kembali tradisi, nilai pesantren, dan warisan kebudayaan Nusantara sebagai dasar menghadapi perubahan zaman. Ning Vero dikenal dalam dunia sastra dengan nama pena W. Sanavero. Sebagai penulis prosa, ia memiliki perhatian kuat terhadap pengalaman perempuan, kehidupan sosial, dan pergulatan manusia dalam ruang kebudayaan. Latar akademiknya di bidang sastra dunia juga membuat pandangannya tentang kebudayaan tidak berhenti pada romantisme masa lalu, tetapi bergerak pada pertanyaan tentang bagaimana tradisi dapat tetap hidup dalam realitas hari ini. Menurut Ning Vero, gagasan “Kembali ke Akar” perlu dipahami sebagai upaya menemukan kembali nilai dasar yang membentuk jati diri masyarakat. “Kembali ke akar bukan berarti menolak perubahan. Justru dari akar itulah kita bisa memahami siapa diri kita, nilai apa yang harus dijaga, dan bagaimana kebudayaan dapat memberi arah bagi generasi muda,” ujarnya. Ia menilai, kebudayaan perlu hadir dalam ruang yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat, termasuk melalui sastra, pendidikan, pesantren, keluarga, dan karya kreatif. Menurutnya, generasi muda tidak cukup hanya dikenalkan pada simbol budaya, tetapi juga perlu diajak memahami makna, nilai, dan pengalaman hidup yang membentuk budaya tersebut. Ning Vero juga menekankan pentingnya keterlibatan perempuan dalam ruang kebudayaan. Ia memandang perempuan memiliki peran besar dalam menjaga bahasa, ingatan keluarga, tradisi lokal, serta nilai kemanusiaan yang hidup dalam masyarakat. “Perempuan tidak hanya menjadi penjaga tradisi di ruang domestik. Perempuan juga dapat menjadi pemikir, penulis, penggerak, dan pencipta ruang kebudayaan yang memberi manfaat bagi masyarakat,” tuturnya. Pembukaan Muktamar Kebudayaan Indonesia Lesbumi NU 2026 berlangsung khidmat. Forum ini menjadi ruang refleksi bersama untuk meneguhkan kembali peran kebudayaan sebagai fondasi peradaban. Melalui pertemuan tersebut, Lesbumi NU diharapkan mampu merumuskan langkah kebudayaan yang lebih membumi, relevan, dan tetap berakar pada nilai keislaman Nusantara. Red: Erlina Duwi AisahFoto: Naflah NajjiyahEditor: Ibrahim
UKM Tari Baustrasandia Tampil di Muktamar Lesbumi NU, Ajak Generasi Z Dekat dengan Seni Budaya
Jombang – Hari kedua rangkaian Muktamar Kebudayaan Indonesia Lesbumi NU 2026 berlangsung semakin meriah. Berbagai pertunjukan seni dari sejumlah daerah turut menghidupkan suasana melalui gerak, irama, busana, dan ciri khas budaya masing-masing, di Lapangan UNWAHA, Sabtu (13/6/2026). Salah satu penampilan yang menarik perhatian peserta adalah persembahan dari UKM Tari Baustrasandia. Kelompok tari tersebut menyajikan rangkaian tarian yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memuat nilai kebersamaan dan kekayaan budaya Nusantara. Gerakan yang dibawakan para penari tampak rapi dan penuh semangat. Iringan musik, tata busana, serta ekspresi para penampil menjadi bagian penting yang memperkuat pesan budaya dalam pertunjukan tersebut. Penampilan itu pun mendapat sambutan hangat dari penonton yang hadir. Lesbumi Jadi Ruang Ekspresi Budaya Anak Muda Dalam kesempatan tersebut, Pembina UKM Tari Baustrasandia, Ulfa Wulan Agustina, M.Pd., menyampaikan bahwa seni tari perlu terus dikenalkan kepada generasi muda dengan cara yang lebih dekat dengan karakter mereka. “Supaya seni tari dan budaya kita tidak hilang atau luntur, cara penyampaiannya perlu disesuaikan dengan selera Generasi Z. Anak muda lebih menyukai hal-hal yang menarik, segar, dan menantang. Karena itu, dibutuhkan wadah yang tepat seperti Lesbumi,” ujarnya. Dosen Pendidikan Bahasa Inggris ini juga mengatakan, panggung kebudayaan seperti Muktamar Lesbumi NU dapat menjadi ruang penting untuk memperkenalkan kembali seni tradisi kepada generasi muda. Melalui ruang tersebut, budaya tidak hanya ditampilkan, tetapi juga diwariskan dengan cara yang lebih hidup dan relevan. Kehadiran UKM Tari Baustrasandia dalam agenda tersebut menunjukkan bahwa pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan aktif anak muda. “Seni tari tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga dapat tumbuh sebagai ruang kreativitas, identitas, dan kebanggaan generasi hari ini,” jelas Dosen yang akrab disapa Miss Ulfa ini kepada tim. Penulis: Naflah NajiyahFoto: M. Haris FirdausEditor: Ibrahim