Jombang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah atau UNWAHA Kelompok 24 mengembangkan Aplikasi Struk Pembayaran Air Bersih untuk mendukung pelayanan administrasi di Desa Asemgede, Kecamatan Ngusikan. Pemerintah desa mulai menerapkan aplikasi tersebut pada Sabtu, 25 Juli 2026.
Inovasi berbasis teknologi tersebut membantu perangkat desa mencatat pembayaran, mencetak struk, dan menyimpan data pelanggan secara digital. Sistem ini membuat proses administrasi pembayaran air bersih menjadi lebih cepat, tertata, dan akurat.
Sebelum aplikasi diterapkan, perangkat desa masih mengelola administrasi pembayaran air bersih secara manual. Proses pendataan membutuhkan waktu lebih lama dan berpotensi menimbulkan antrean warga saat melakukan pembayaran.
Berangkat dari Kebutuhan Administrasi Desa
Aplikasi tersebut dikembangkan oleh tim pengembang yang terdiri atas Mohammad Roziqin, Alifatul Khikmah Maulidiyah, Damar Yusril Maulanalhadi, dan Roni Saputra. Ketiganya merupakan mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi UNWAHA.
Aplikasi yang dirancang memiliki fungsi utama untuk mencatat transaksi pembayaran, mengelola data pelanggan, menyimpan riwayat pembayaran, dan mencetak bukti pembayaran secara langsung.
Sekretaris Desa Asemgede, Devi Yulianti, S.I.Kom., mengapresiasi inovasi yang dihadirkan mahasiswa KKN UNWAHA. Menurutnya, aplikasi tersebut membantu perangkat desa memberikan pelayanan yang lebih praktis kepada masyarakat.
“Dengan adanya aplikasi yang dibuat oleh mahasiswa KKN UNWAHA 2026, perangkat desa menjadi lebih mudah dalam mengelola administrasi pembayaran air bersih. Sebelumnya, proses pendataan membutuhkan waktu cukup lama dan menyebabkan antrean warga. Sekarang, proses pembayaran menjadi lebih praktis, cepat, dan efisien,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa warga tidak perlu menunggu terlalu lama untuk menyelesaikan pembayaran. Petugas dapat mencatat transaksi sekaligus mencetak bukti pembayaran melalui sistem yang sama.

Dorong Transformasi Pelayanan Berbasis Digital
Salah satu perwakilan tim pengembang, Mohammad Roziqin, menjelaskan bahwa aplikasi tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata Pemerintah Desa Asemgede. Tim berharap aplikasi tidak hanya digunakan selama pelaksanaan KKN, tetapi terus dimanfaatkan setelah program berakhir.
“Kami berharap aplikasi ini dapat membantu meningkatkan kualitas pelayanan administrasi desa. Inovasi ini juga dapat menjadi langkah awal digitalisasi pelayanan masyarakat di Desa Asemgede,” ungkapnya.
Ia berharap pemerintah desa dapat mengembangkan aplikasi sesuai kebutuhan pelayanan pada masa mendatang. Pengembangan dapat dilakukan melalui penambahan fitur, pembaruan data pelanggan, maupun penyesuaian sistem administrasi desa.
Masyarakat juga mulai merasakan manfaat aplikasi tersebut. Sejumlah warga menilai proses pembayaran menjadi lebih mudah karena bukti pembayaran dapat langsung dicetak. Data transaksi juga tersimpan lebih rapi sehingga dapat diperiksa kembali ketika dibutuhkan.
Tinggalkan Program yang Berkelanjutan
Dosen Pembimbing Lapangan KKN UNWAHA, Ja’far Sodiq, menyampaikan bahwa inovasi tersebut menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga memberikan solusi yang sesuai dengan kebutuhan desa.
“KKN harus menjadi momentum bagi mahasiswa untuk mengasah potensi, membaca peluang di tengah masyarakat, dan menghadirkan solusi yang benar-benar dibutuhkan. Mahasiswa tidak cukup hanya datang melaksanakan program, tetapi harus mampu meninggalkan karya yang bermanfaat dan dapat terus digunakan setelah KKN selesai,” tegasnya.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi sederhana dapat memberikan dampak besar apabila dikembangkan berdasarkan persoalan yang dihadapi masyarakat. Karena itu, mahasiswa perlu melibatkan pemerintah desa sejak tahap perencanaan, penerapan, hingga evaluasi program.
Melalui Aplikasi Struk Pembayaran Air Bersih, mahasiswa KKN UNWAHA Kelompok 24 menunjukkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dapat menghasilkan solusi digital yang tepat guna. Inovasi tersebut diharapkan terus mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik di Desa Asemgede.
Penulis: KKN Kelompok 24
Editor: Ibrahim
Foto: Dokumentasi KKN UNWAHA Kelompok 24