Skip to main content

Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Author: Humas Unwaha

HMP Pendidikan Biologi Sukses Gelar EFORSOBI 2025

Jombang – Program Studi (Prodi) Pendidikan Biologi Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang sukses menyelenggarakan Education For Sobat Biologi (EFORSOBI) 2025 pada Sabtu-Minggu (27-28/92025) dan Sabtu Minggu (4-5/10/2025). Kegiatan ini menghadirkan rangkaian acara edukatif yang memadukan pelatihan kepemimpinan, keterampilan praktis, dan kepedulian lingkungan. Dekan FIP, M. Farid Nasrulloh, S.Pd.Si., M.Pd., membuka kegiatan dengan memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurut penuturan beliau, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan jiwa kepemimpanan. “Leadership itu sangat penting bagi kita, untuk kehidupan berorganisasi maupun sehari-hari. Kepemimpinan itu bisa dimulai dari diri sendiri,” kata beliau. Di akhir sambutannya, beliau juga menyampaikan harapan besar agar Prodi Pendidikan Biologi dapat terus berkembang dan mencapai akreditasi yang lebih unggul di masa mendatang. Sementara itu, Ketua HMP Pendidikan Biologi, Alfina Damayanti mengatakan, sebagaimana yang telah disampakan oleh Dekan sebelumnya, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan. “Kegiatan seminar ini dapat menjadi wadah pembelajaran bagi seluruh peserta dalam mengasah potensi kepemimpinan, menambah wawasan, serta memperkuat karakter sebagai calon pemimpin di masa depan,” katanya. Rangkaian EFORSOBI 2025 Selama Empat Hari Pada hari pertama, peserta mengikuti seminar dengan dua materi inspiratif. Materi Leadership disampaikan oleh Muhammad Faizul Huda, S.Si., M.Pd., yang menekankan pentingnya jiwa kepemimpinan, kolaborasi, dan tanggung jawab dalam berorganisasi. Sementara itu, Aisyah Septia Nur Hidayah, selaku BPH IKAHIMBI Wilayah Kerja 5 Jawa 3, membawakan materi Ke-IKAHIMBI-an yang mengulas peran strategis mahasiswa Biologi dalam wadah organisasi nasional tersebut. Memasuki hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan Eko Biodiversity Project yang menghadirkan dua narasumber muda inspiratif. Muhammad Zainal Dwi Wahyudi, S.Pd. membimbing peserta dalam praktik pembuatan awetan basah, sedangkan Ibu Ospa Pea Yuanita Meishanti, M.Pd., Kaprodi Pendidikan Biologi UNWAHA, memberikan materi pengelolaan limbah organik. Pelatihan ini bertujuan membekali mahasiswa dengan keterampilan konservasi dan kesadaran terhadap isu lingkungan. Hari ketiga diisi dengan praktik langsung pembuatan awetan basah bagi mahasiswa baru, di bawah pendampingan alumni. Kegiatan ini diakhiri dengan sesi sharing bersama pengurus IKAHIMBI yang mendorong mahasiswa memperluas jejaring organisasi biologi nasional. Sebagai penutup, hari keempat menampilkan pemaparan produk pengolahan limbah organik hasil karya mahasiswa. Produk kreatif tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengubah limbah rumah tangga menjadi barang bernilai guna. Rangkaian kegiatan ditutup dengan outbound dan sesi berbagi pengalaman bersama alumni, yang menumbuhkan semangat kebersamaan dan motivasi untuk terus berkontribusi bagi lingkungan. Red: HMP BiologiEditor: Ibrahim

Khusnul Khotimah, Wisudawan Terbaik Fakultas Pertanian: Dari Ketertarikan pada Cendawan hingga Kompetisi Nasional

Jombang – Gedung Serba Guna KH. Hasbullah Said dipenuhi kebanggaan pada Minggu, (19/10/2025), saat wisuda Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) tahun 2025 berlangsung khidmat. Di antara ratusan wisudawan yang hadir, satu nama mencuri perhatian. Adalah Khusnul Khotimah, wisudawan terbaik dari Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,82. Bermula dari Ketertarikan pada Cendawan Perjalanan akademik Khusnul di Fakultas Pertanian dimulai dengan cara yang tidak biasa. Ia mengaku awalnya tidak memiliki minat khusus di bidang pertanian. Namun, ketertarikannya pada cendawan mengubah segalanya. “Tidak ada minat di pertanian sebenarnya. Tapi ada satu hal yang menarik bagi saya, yaitu mengenai cendawan,” ungkap Khusnul saat diwawancarai usai upacara wisuda. Ketertarikan tersebut membawanya pada penelitian tugas akhir berjudul “Uji Cendawan Entomopatogen sebagai Biostimulator untuk Mendukung Pertumbuhan Tanaman Cabai“. “Ini penelitian yang masih sangat minim, dan saya mengambil referensi dari beberapa jurnal internasional,” kata anak ke 2 dari pasangan Bapak Sunaryo dan Almh. Ibu Damimah itu. Prestasi Gemilang di Berbagai Kompetisi Nasional Prestasi Khusnul tidak hanya terukir dalam catatan akademik yang cemerlang. Mahasiswi yang mengaku memiliki jiwa ambisius ini juga aktif mengikuti berbagai kompetisi tingkat nasional dan menorehkan pencapaian membanggakan. Rata-rata kompetisi yang diikutinya berada di bidang videografi, di mana ia berperan sebagai penulis ide. Selain itu, ia juga terjun dalam lomba business plan dan berhasil menjadi finalis di salah satu ajang prestisius. Salah satu yang paling berkesan baginya ketika tim dokumenternya tembus dalam ajang yang diselenggarakan oleh Center for Transdisciplinary and Sustainability Sciences (CTSS) Institut Pertanian Bogor (IPB). “Dokumenter kami tembus di CTSS IPB, dan masuk 15 besar dari seluruh Indonesia kategori mahasiswa. Pesertanya lebih dari 400,” ujarnya bangga. Perjalanannya mengikuti kompetisi membawanya ke berbagai daerah, mulai dari Malang, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Cimahi. Tidak Lepas dari Dukungan Penuh dari Kampus Khusnul tidak henti-hentinya mengucapkan syukur atas dukungan yang diberikan UNWAHA Jombang selama masa studinya. Menurutnya, kampus memberikan kesempatan luas bagi mahasiswa untuk berprestasi. “Alhamdulillah sangat berkesan, karena kampus memberikan kesempatan saya untuk berprestasi. Saat mengikuti perlombaan, sangat didukung sekali,” tuturnya. Dukungan tersebut tidak hanya bersifat moral, tetapi juga mencakup aspek finansial. Untuk beberapa kompetisi yang diikutinya, kampus memberikan dukungan dana hingga 100 persen. Harapan untuk Generasi Penerus Menutup wawancara, putri ke 2 dari pasangan Bapak Sunaryo dan Almh. Ibu Damimah ini menyampaikan harapannya kepada para mahasiswa junior. Ia berharap lebih banyak mahasiswa yang sadar dan termotivasi untuk meraih prestasi. “Untuk mahasiswa, semoga bisa lebih sadar untuk meraih prestasi. Karena beberapa teman-teman memang sangat sulit termotivasi. Padahal dari para dosen sangat mendukung banget untuk lomba atau kegiatan penelitian,” pesannya. Dengan prinsip hidupnya yang ambisius, Khusnul meyakini bahwa setiap kemampuan yang dimiliki harus dimaksimalkan dan direalisasikan menjadi pencapaian nyata. “Saya merupakan orang yang ambisius, dan ketika punya kemampuan, harus tercapai,” tegasnya. Kisah Khusnul Khotimah menjadi inspirasi bahwa prestasi gemilang lahir dari ketertarikan yang dikembangkan dengan serius, didukung oleh lingkungan akademik yang kondusif, serta semangat pantang menyerah dalam mengejar cita-cita. Red: Ibrahim

Wisuda UNWAHA 2025: 560 Lulusan Dilepas, Rektor Ingatkan “Ini Bukan Akhir, Tapi Awal Pengabdian”

Jombang – Momen wisuda bukanlah akhir dari perjalanan. Sebaliknya, wisuda menjadi langkah awal bagi alumni untuk terus mengabdi dan memberikan yang terbaik bagi bangsa, negara, dan agama. Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) resmi mengukuhkan 560 putra-putri terbaiknya sebagai wisudawan tahun 2025, di Gedung Serba Guna KH. Hasbullah Said, pada Minggu (19/10/2025). Dalam sambutannya, Rektor UNWAHA, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng., memberikan pesan inspiratif kepada para wisudawan. Beliau menekankan bahwa ijazah yang digenggam para lulusan bukan tanda akhir perjuangan, melainkan awal perjalanan baru. “Dunia hari ini bergerak begitu cepat, teknologi berkembang begitu dahsyat. Jangan berhenti belajar karena sudah diwisuda, jadilah manusia pembelajar sepanjang hayat,” ujar Rektor. Beliau juga mengungkapkan pentingnya integritas di tengah perubahan zaman. Kejujuran dan bekal nilai merupakan jangkar hidup di masa yang akan datang. “Masa depan adalah milik mereka yang berani melangkah lebih jauh, bekerja lebih keras, dan berpikir lebih luas. Jadilah generasi yang tak hanya siap menghadapi perubahan, tetapi sanggup memimpin dan mengelola perubahan itu,” sambung Rektor. Suasana wisuda makin emosional, ketika Rektor mengajak seluruh wisudawan menundukkan kepala sejenak untuk mendoakan orang tua. Beliau mengingatkan, bahwa keberhasilan wisudawan tidak lepas dari do’a dan kasih para orang tua. “Di balik toga yang Anda kenakan hari ini, ada peluh dan doa yang tak pernah putus. Ada ayah dan ibu yang rela berkorban, mungkin diam-diam menahan lelah, bahkan menahan lapar, demi melihat anda berdiri di panggung ini,” tutur beliau. UNWAHA Jombang Terus Bekomitmen dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Dalam kesempatan ini, Prof. Gatot juga melaporkan capaian membanggakan dalam peningkatan kualitas dosen. Sepanjang tahun 2025, sebanyak 35 dosen atau 34,31% dari total dosen UNWAHA sedang menempuh studi doktoral di berbagai institusi terkemuka, beberapa bahkan meraih beasiswa prestisius. “Semua dilakukan untuk memastikan bahwa setiap lulusan tidak hanya memiliki ilmu pengetahuan, tetapi juga keterampilan, karakter, kompetensi, dan daya saing yang tinggi,” tegasnya. UNWAHA berkomitmen terus memperkuat kurikulum, meningkatkan kompetensi dosen, membangun kualitas riset, serta memperluas kerja sama dengan dunia industri dan lembaga internasional. Hadir pada prosesi wisuda tahun 2025 ini, Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Tinggi Bahrul Ulum (YPTBU), KH. M. Hasib Wahab Hasbullah, Ketua YPTBU, Ibu Nyai. Hj. Hizbiyah Rochim Wahab, M.A., yang juga turut memberikan pesan kepada para wisudawan. Beberapa undangan penting lainnya, seperti perwakilan LLDIKTI Wilayah VII, Forkopimda Kabupaten Jombang, dan pengasuh serta keluarga besar PP. Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. Di sesi akhir, para wisudawan dan para tamu undangan juga turut mendengarkan orasi ilmiah yang disampaikan oleh Teguh Wahyudi, Presiden Direktur Sariraya Group Japan. Red: Ibrahim

Pengumuman Pelaksanaan UTS Ganjil Tahun Akademik 2025/2026

Diberitahukan kepada seluruh mahasiswa Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) bahwa pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS) Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 akan dilaksanakan pada: Tanggal: 1 – 6 November 2025 (sesuai jadwal perkuliahan masing-masing)Pelaksanaan: Secara offline/tatap muka Ketentuan: Demikian informasi ini disampaikan untuk menjadi perhatian bersama, terima kasih. Pengumuman dapat diunduh di sini.

Wakil Rektor Kemahasiswaan Jadi Dewan Hakim pada MQK Internasional 2025

Sulawesi Selatan – Pondok Pesantren As’adiyah Wajo menjadi tuan rumah penyelenggaraan Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Internasional 2025, Kamis (2/10/2025). Kegiatan prestisius tingkat internasional ini diikuti oleh 798 peserta untuk seluruh cabang perlombaan. Pada kesempatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha), Dr. M. Wafiyul Ahdi, S.H., M.Pd.I, menjadi salah satu Dewan Hakim pada cabang Hifdzil Mutun Kitab Alfiyah Ibnu Malik tingkat Ulya. Beliau menjadi bagian dari jajaran dewan hakim bersama Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Prof. Muhammad Ishom, serta Direktur Pascasarjana IAI Situbondo, Dr. H. Imam Nakhei. Dr. Wafiyul Ahdi menyampaikan bahwa pelaksanaan MQK ini merupakan langkah strategis dalam menjaga tradisi intelektual pesantren. “Musabaqah Qiraatil Kutub Internasional pertama ini menjadi momentum untuk merawat tradisi kajian turats di pesantren, sekaligus memberikan semangat kepada para santri agar terus mengkaji karya para ulama terdahulu,” ujar beliau. Dalam cabang lomba ini diikuti oleh 58 peserta dari seluruh daerah Indonesia. Seperti yang diketahui, MQK Internasional 2025 menghadirkan para santri terbaik dari seluruh Indonesia, bahkan dari beberapa negara ASEAN, seperti Thailand. Lebih lanjut, Wakil Rektor Kemahasiswaan tersebut menegaskan, MQK tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi sarana untuk meneguhkan identitas pesantren sebagai pusat pengembangan ilmu-ilmu Islam klasik yang relevan dengan tantangan zaman modern. Sebelumnya, pada Rabu (1/10/2025), Dr. Wafiyul Ahdi resmi dilantik sebagai Dewan Hakim MQK oleh Menteri Agama RI, Prof. Nasaruddin Umar, bersama 89 tokoh lainnya dari berbagai perguruan tinggi dan pesantren di Indonesia. Dalam sambutannya pada pelantikan tersebut, Menteri Agama RI menegaskan pentingnya peran MQK dalam menjaga warisan keilmuan Islam. “MQK tidak hanya menjadi ajang adu kecerdasan santri, tetapi juga menjadi wadah penting untuk melestarikan nilai-nilai yang terkandung dalam kitab kuning,” ujar Prof. Nasaruddin Umar. Red: Ibrahim

Selamat dan Sukses, Serah Terima Jabatan Kabag Humas dan Pengangkatan Kabiro Kemahasiswaan

Jombang – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) kembali melakukan penyegaran organisasi dengan menggelar serah terima jabatan Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) serta pengangkatan Kepala Biro Kemahasiswaan, di Ruang Rektor, Minggu (28/9/2025). Dalam hal ini, jabatan Kepala Bagian Humas resmi diserahterimakan dari Bapak Septian Ragil A, M.Pd. kepada pejabat baru, Bapak Rohmat Hidayat, S.S., M.Pd.. Sementara itu, Bapak Septian Ragil A, M.Pd. juga resmi diangkat sebagai Kepala Biro Kemahasiswaan. Rektor UNWAHA, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada pejabat lama atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan, serta memberikan ucapan selamat kepada pejabat baru yang telah dipercaya mengemban amanah penting dalam pengembangan lembaga. “Rotasi jabatan merupakan hal yang wajar dalam sebuah organisasi, sebagai upaya penyegaran dan penguatan tata kelola universitas. Kami berharap pejabat yang baru dapat melanjutkan dan meningkatkan program kerja yang sudah berjalan dengan baik, serta membawa inovasi baru untuk kemajuan kampus,” ujar Rektor. Beliau juga menambahkan harapan agar kedua pejabat yang dilantik mampu menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara universitas dengan masyarakat, serta menciptakan ekosistem kemahasiswaan yang dinamis, produktif, dan berdaya saing. Dengan adanya serah terima jabatan dan pengukuhan ini, UNWAHA berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola kelembagaan, meningkatkan pelayanan, serta mencetak generasi mahasiswa yang unggul sesuai dengan visi dan misi universitas. Red: Ibrahim

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Lulus Sertifikasi Asesor Kompetensi LSP Manajer Pendidikan Indonesia

Bandung – Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA), Dr. M. Wafiyul Ahdi, S.H., M.Pd.I., berhasil meraih sertifikasi sebagai Asesor Kompetensi dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Manajer Pendidikan Indonesia. Sertifikasi ini diperoleh setelah mengikuti Pelatihan Asesor Kompetensi yang diselenggarakan di Hotel Golden Flower Bandung, Senin-Jumat (08-12/09/2025). Pelatihan intensif selama lima hari ini dirancang khusus untuk meningkatkan kompetensi para pemimpin pendidikan dalam melaksanakan asesmen yang berkualitas. Program pelatihan mencakup berbagai komponen penting, mulai dari pengenalan instrumen asesmen, praktik langsung dengan asesi sesuai skema okupasi kepala satuan pendidikan, hingga pelaksanaan tes kompetensi yang komprehensif. Acara dibuka dengan sambutan dari dua tokoh penting dalam dunia pendidikan Indonesia. Ketua Dewan Pengawas Manajer Pendidikan Indonesia, Prof. Dr. Aan Qomariyah, M.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi terhadap komitmen para peserta pelatihan dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional. “Kehadiran para pemimpin pendidikan dalam pelatihan ini menunjukkan dedikasi nyata untuk membangun sistem asesmen yang lebih baik dan terstandar,” ujar Prof. Dr. Aan Qomariyah dalam sambutannya. Sementara itu, Direktur Manajer Pendidikan Indonesia, Prof. Dr. H. Badruddin, menekankan pentingnya peran asesor kompetensi dalam menjaga kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan. Beliau berharap para peserta yang telah tersertifikasi dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk kemajuan institusi masing-masing. Sertifikasi ini memberikan pengakuan resmi, melalui lisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), yang memungkinkan asesor menjadi penguji dalam proses sertifikasi kompetensi untuk memastikan kualitas sumber daya manusia. Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan sekaligus dosen tetap Pascasarjana UNWAHA, Dr. M. Wafiyul Ahdi S.H., M.Pd.I., menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian sertifikasi ini. “Sertifikasi sebagai Asesor Kompetensi LSP Manajer Pendidikan Indonesia ini merupakan amanah besar yang harus saya emban dengan penuh tanggung jawab,” ungkap beliau. Beliau berharap sertifikasi ini dapat memberikan kontribusi signifikan dalam peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di lingkungan UNWAHA. “Saya berkomitmen untuk mengimplementasikan ilmu dan kompetensi yang telah diperoleh guna memajukan sistem pendidikan di universitas kita, serta turut berkontribusi dalam pengembangan pendidikan nasional,” pungkas beliau. Dengan diraihnya sertifikasi ini, diharapkan UNWAHA dapat semakin memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan yang berkomitmen tinggi terhadap kualitas dan standar pendidikan nasional. Sertifikasi asesor kompetensi ini juga menjadi modal penting dalam pengembangan berbagai program kemahasiswaan yang lebih berkualitas dan terstandar. Red: Ibrahim

Yudisium FAI 2025: Tekankan Pentingnya Ilmu, Akhlak, dan Tanggung Jawab

Jombang – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) menggelar Yudisium pada Minggu, 21 September 2025, bertempat di Auditorium Unwaha. Yudisium kali ini mengusung tema “Menebar Rahmatan Lil’alamin melalui Akhlakul Karimah, Karya, dan Ilmu yang Berdampak Positif bagi Bangsa dan Negara“. Sebanyak 265 mahasiswa resmi dinyatakan lulus dalam kegiatan yudisium ini, terdiri dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) sebanyak 209, Pendidikan Bahasa Arab (PBA) 25, dan Ekonomi Syariah 31 mahasiswa. Dalam sambutannya, Dekan FAI, Drs. Waslah, M.Pd.i., menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh mahasiswa yang telah menyelesaikan studinya. Menurutnya, proses akademik yang telah dilalui mahasiswa bukanlah perjalanan singkat, melainkan perjuangan panjang yang membutuhkan kesabaran, tenaga, dan pikiran. “Kurang lebih empat tahun kalian berjuang, dan hari ini kalian merasakan buah dari kerja keras itu. Selamat kepada kalian, teristimewa kepada orang tua yang setiap langkahnya terselip doa dan harapan,” tutur Dekan FAI itu. Beliau juga menyampaikan bahwa tema yudisium tahun ini sangat relevan dengan tantangan zaman saat ini. Rahmatan lil’alamin bukan hanya semboyan, tetapi harus diwujudkan melalui akhlakul karimah, karya nyata, dan ilmu yang bermanfaat. “Gelar sarjana yang kalian sandang hendaknya menjadi bekal untuk menebarkan kebaikan, memberikan dampak positif bagi bangsa dan negara, serta menjadi generasi muslim yang unggul dalam akhlak, intelektual, dan kontribusi sosial,” sambungnya. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa gelar sarjana bukan sekadar kebanggaan, tetapi juga tanggung jawab besar untuk menghadapi persaingan global. “Kalian adalah calon pemimpin masa depan. Jaga nama baik almamater Unwaha, jangan menjadi generasi rapuh, dan gunakan waktu sebaik mungkin untuk berkarya,” pesannya. Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Kerumahtanggaan, Prof. Dr. KH. Kholid, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh dosen FAI atas dedikasi dan pengabdian dalam mencetak generasi sarjana muslim yang berilmu dan berakhlak. “Atas nama pimpinan, saya menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada dosen FAI yang telah mencurahkan ilmu untuk membentuk sarjana muslim yang bermanfaat,” tutur beliau. Beliau juga menegaskan pentingnya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan terus mengembangkan kemampuan. “Dunia kerja saat ini tidak cukup hanya dengan gelar S1. Tantangan nyata era sekarang menuntut kalian untuk meningkatkan kapasitas diri, baik melalui studi lanjut maupun pengembangan keterampilan,” tambah Prof. Kholid. Kegiatan yudisium FAI Unwaha 2025 ini berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, serta alumni. Acara ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas keberhasilan para lulusan dan harapan agar mereka dapat mengamalkan ilmu yang diperoleh dengan penuh tanggung jawab. Red: Ibrahim

Pameran Produk KKN-PPM UNWAHA 2025, Tampilkan Inovasi Mahasiswa

Jombang – Beragam produk unggulan hasil karya inovasi mahasiswa Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) dipamerkan dalam ajang Pameran Produk KKN-PPM 2025, Senin (15/9/2025). Bertempat di lorong dan halaman Gedung F, kegiatan ini diikuti 25 kelompok mahasiswa yang sebelumnya melaksanakan program KKN-PPM. Produk-produk yang ditampilkan mencerminkan hasil pendampingan mahasiswa kepada masyarakat desa, mulai dari olahan pangan lokal, inovasi pertanian, produk kreatif, hingga teknologi tepat guna. Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNWAHA, Dr. Zulfikar, S.P., M.Si., mengapresiasi peningkatan kualitas karya mahasiswa di tahun ini. Menurutnya, variasi produk yang dihasilkan semakin beragam dan berpotensi dikembangkan lebih lanjut. “Kedepannya kita harapkan produk yang dihasilkan melalui program KKN-PPM bisa lebih unggul lagi. Ini momen yang bagus, karena kita lihat variasi produk semakin meningkat,” ujarnya. Ketua LPPM itu menambahkan, sejumlah produk unggulan terbaik akan dipilih dan terus dikawal pengembangannya. Beliau juga menegaskan pentingnya tindak lanjut kerja sama dengan desa-desa mitra KKN agar produk dan program yang telah dirintis tidak berhenti begitu saja. Beliau juga berharap, pameran ini tidak hanya menjadi ruang apresiasi, tetapi juga ajang kreativitas bagi mahasiswa untuk menunjukkan potensi nyata mereka dalam mengolah ide menjadi produk bernilai. “Kehadiran produk unggulan mahasiswa diharapkan bisa memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat serta menjadi model pemberdayaan yang berkelanjutan,” pungkasnya. Red: Ibrahim.

Yudisium FTI 2025: Cetak Lulusan Humanis, Beretika, dan Berdampak Nyata

Jombang – Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) menggelar yudisium pada Minggu (14/9/2025) di Auditorium UNWAHA. Sebanyak 87 peserta dinyatakan lulus dan resmi menyandang gelar sarjana. Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran pimpinan universitas, dekanat, pengurus Yayasan Pesantren Tinggi Bahrul Ulum (YPTBU), serta dosen di lingkungan FTI UNWAHA. Dalam sambutannya, Dekan FTI, Tholib Hariono, S.Kom., M.Kom., menekankan pentingnya membangun generasi teknologi informasi yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan etika. Hal ini sejalan dengan tema yang diangkat, “Membangun Generasi Teknologi Informasi yang Humanis, Beretika, dan Berdampak pada Kehidupan Bermasyarakat,” menurutnya harus menjadi kompas moral bagi seluruh lulusan. “Era disrupsi digital membutuhkan teknolog yang humanis. Setiap baris kode, sistem, atau data yang diolah, harus dipahami sebagai sesuatu yang berdampak pada masyarakat,” tegasnya. Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga amanah dalam mengelola data, menghormati privasi, dan menjunjung tinggi etika profesi. “Nilai-nilai Aswaja seperti tawasuth (moderat), tawazun (keseimbangan), dan tasamuh (toleransi) harus menjadi landasan dalam setiap karya yang dihasilkan lulusan FTI,” pesannya. Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Kerumahtanggaan, Prof. Dr. KH. Kholid, M.Ag., mengamini apa yang disampaikan oleh Dekan FTI sebelumnya. Beliau berpesan agar para lulusan dapat menghadirkan kebermanfaatan. “Semoga ilmu yang diperoleh membawa manfaat lebih besar daripada mudaratnya, baik bagi diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat. Teknologi adalah bagian penting dalam kehidupan kita, maka gunakanlah dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya. Pada kesempatan yang sama, Ketua YPTBU, Ibu Nyai Hizbiyah, memberikan apresiasi sekaligus pesan moral kepada para lulusan. Beliau menegaskan bahwa keberadaan FTI di UNWAHA menjadi kebanggaan tersendiri bagi lembaga. “Kalian harus punya peran untuk menjadikan Indonesia aman dan tentram. Jangan mudah terpengaruh oleh informasi provokatif. Sebaliknya, sampaikanlah informasi yang benar kepada masyarakat. Itu bagian dari dakwah kita,” pesan beliau. Red: Ibrahim