Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Author: Humas Unwaha

Sosialisasi Digital Marketing untuk Tingkatkan Penjualan Produk UMKM di Desa Sumobito

Jombang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Tahun 2025 melaksanakan sosialisasi bertajuk “Strategi Digital Marketing untuk Meningkatkan Penjualan melalui Branding Produk” di Desa Sumobito, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang. Program ini menjadi bagian dari kerja tim KKN bidang Ekonomi yang berfokus pada pemberdayaan pelaku UMKM dan ibu-ibu PKK agar mampu memanfaatkan teknologi digital dalam pemasaran produk. Kegiatan digelar pada Selasa, 19 Agustus 2025, bertempat di rumah salah satu pelaku UMKM, Ibu Juma, dan dihadiri sekitar 30 peserta yang terdiri dari pelaku usaha lokal serta perangkat desa. Acara berlangsung sejak pukul 18.30 WIB dengan rangkaian kegiatan pembukaan, sambutan, pemaparan materi, hingga sesi tanya jawab interaktif. Materi yang disampaikan mencakup strategi branding produk melalui media sosial, pemanfaatan platform digital untuk meningkatkan penjualan, serta praktik sederhana pembuatan konten promosi. Peserta juga diperkenalkan pada pentingnya membangun identitas merek (brand identity) agar produk mereka memiliki daya tarik lebih di pasar digital. Salah satu anggota tim KKN bidang Ekonomi menyampaikan, pemahaman tentang digital marketing dapat menjadi bekal penting bagi pelaku UMKM. “Dengan menguasai strategi pemasaran digital, para pelaku usaha bisa memaksimalkan media sosial dan platform online untuk memperluas jangkauan pasar serta meningkatkan penjualan,” ujarnya. Adapun tim Bidang Ekonomi Kelompok 15 KKN-PPM UNWAHA Tahun 2025 terdiri atas Aina Nur Fitria (Ekonomi Syariah), Fabelia Nur Anggraeni (Manajemen), Marsa Pramusinta Wibowo (Ekonomi Syariah), Zayyidah Khazanah (Manajemen), dan Rian Hidayat (Manajemen). Kegiatan ini mendapat respon positif dari para peserta. Mereka aktif berdiskusi dalam sesi tanya jawab dan berharap adanya pendampingan lanjutan, khususnya terkait pengelolaan akun bisnis serta pembuatan konten promosi yang lebih menarik. Melalui kegiatan ini, tim KKN UNWAHA berharap UMKM di Desa Sumobito semakin siap bersaing di era digital dan mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan daya saing sekaligus kesejahteraan ekonomi masyarakat. Red: Fitrotul KhasanahEditor: Ibrahim

Mahasiswa KKN-PPM 2025 Kenalkan Media Roda Angka dan Papan Gambar untuk Tingkatkan Minat Belajar Anak Usia Dini

Jombang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UNWAHA 2025 Kelompok 15 menghadirkan inovasi pembelajaran kreatif bagi anak usia dini. Melalui program “Implementasi Media Pembelajaran Roda Angka dan Papan Gambar untuk Meningkatkan Minat Belajar Anak”, mahasiswa melaksanakan kegiatan edukatif di KB Al Mursyidah, Desa Sumobito, Jumat (15/8/2025). Program ini berada di bawah arahan dosen pembimbing lapangan, Ashlihah, S.E., M.M., dengan anggota tim mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam, yakni Sekar Rizki Agustina, Naila Ziyadatur Rohmah, Lingga Radyca Putri Dynanty, Silvia Listyanida, dan M. Imam Sofyan. Dalam pelaksanaannya, tim memperkenalkan media roda angka sebagai alat bantu untuk mengenalkan konsep bilangan melalui permainan menyenangkan. Selain itu, papan gambar digunakan untuk melatih motorik halus, kreativitas, dan daya imajinasi anak. Anak-anak diajak berhitung, mengenal bentuk, hingga menggambar bebas dengan cara yang lebih interaktif. Salah seorang mahasiswa peserta KKN menuturkan bahwa metode ini membuat suasana belajar lebih hidup. “Anak-anak tampak lebih fokus dan tertarik mengikuti kegiatan. Mereka belajar sambil bermain, sehingga lebih mudah memahami materi. Roda angka membantu mereka cepat mengenal angka, sementara papan gambar mendorong kreativitas tanpa rasa bosan,” jelasnya. Suasana kegiatan berlangsung meriah. Anak-anak antusias memutar roda angka untuk menjawab pertanyaan, serta gembira saat menancapkan gambar hewan dan buah pilihan mereka di papan. Bahkan, beberapa anak menunjukkan perkembangan pesat dalam keberanian tampil maupun kemampuan berhitung dasar. Melalui program ini, tim KKN UNWAHA berharap tercipta suasana belajar yang interaktif sekaligus menyenangkan. Inovasi media roda angka dan papan gambar diharapkan tidak hanya menumbuhkan minat belajar anak di KB Al Mursyidah, tetapi juga menjadi inspirasi bagi para pendidik dan orang tua dalam mendampingi anak di rumah. Red: Fitrotul KhasanahEditor: Ibrahim

Mahasiswa KKN-PPM 2025 Latih Kemampuan Berpikir Siswa dengan Coding Block Scratch

Jombang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UNWAHA 2025 Kelompok 15 menghadirkan inovasi kreatif dalam bidang pendidikan berbasis teknologi. Melalui program bertajuk “Peningkatan Kemampuan Logika Berpikir Anak Melalui Pengenalan Platform Coding Block Scratch”, mahasiswa memberikan pelatihan koding kepada siswa SDN Sumobito 1, Jumat (22/8/2025). Kegiatan ini dipimpin oleh dosen pembimbing lapangan, Ashlihah, S.E., M.M., bersama mahasiswa Melfika Sheylawatin (Sistem Informasi), Ivan Kafi Pradana (Informatika), Arif Syaifudin (Pendidikan Agama Islam), dan Rismah Bilqis Maulidiyah (Ekonomi Syariah). Dalam pelaksanaannya, siswa dikenalkan pada dasar-dasar penggunaan platform Scratch, mulai dari memahami antarmuka, membuat animasi sederhana, hingga mengembangkan proyek interaktif berupa game edukasi yang dilengkapi fitur kecerdasan buatan (AI) sederhana. Salah satu anggota tim menjelaskan, program ini tidak hanya mengenalkan teknologi, tetapi juga melatih siswa untuk berpikir logis, kreatif, dan mampu menyelesaikan masalah. “Dengan Scratch, anak-anak belajar membangun logika berpikir sekaligus berkreasi. Ini bisa menjadi bekal berharga menghadapi dunia digital yang terus berkembang,” ujarnya. Kegiatan disambut antusias oleh para siswa. Mereka aktif mencoba berbagai proyek sederhana dan menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi. Bahkan, sejumlah siswa menyatakan keinginan untuk terus belajar koding setelah program KKN berakhir. Kelompok 15 Desa Sumobito berharap, pengenalan teknologi melalui Scratch dapat menjadi inspirasi bagi siswa untuk memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran. Inovasi ini juga diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang interaktif dan kreatif, sekaligus mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan era digital. Red: Fitrotul KhasanahEditor: Ibrahim

Rapat Koordinasi Akademik Awal Semester dan Penyusunan Kurikulum OBE TA 2025/2026

Jombang – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Akademik awal semester ganjil sekaligus penyusunan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) Tahun Akademik 2025/2026, di Ruang Rapat Gedung F, Rabu (3/9/2025). Agenda ini dipimpin langsung oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Bapak Ino Angga Putra, M.Pd., dan dihadiri oleh Kepala Pusat Jaminan Mutu (PJM); Kabiro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan, dan Sistem Informasi; Dekan; dan Ketua Program Studi di lingkungan UNWAHA. Kehadiran para pimpinan akademik tersebut menjadi bagian tidak terpisahkan dalam menyamakan arah kebijakan akademik, sekaligus memastikan implementasi kurikulum OBE berjalan optimal di setiap program studi. Dalam arahannya, Wakil Rektor Akademik menegaskan bahwa penyusunan kurikulum OBE merupakan langkah penting untuk meningkatkan mutu pembelajaran, memastikan capaian pembelajaran lulusan sesuai standar nasional maupun internasional, serta menjawab kebutuhan dunia kerja yang semakin dinamis. Rapat koordinasi ini juga membahas berbagai agenda akademik awal semester, termasuk penjaminan mutu, peningkatan layanan akademik, serta strategi implementasi kurikulum agar lebih adaptif dan relevan dengan perkembangan zaman. Red: Ibrahim

Yudisium FIP 2025: Lepas 49 Pendidik Generasi Bangsa

Jombang – Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) menggelar prosesi Yudisium ke-VIII pada Selasa (2/9/2025), di Auditorium UNWAHA. Sebanyak 49 mahasiswa dari empat program studi resmi dikukuhkan, yakni S-1 Pendidikan Biologi, S-1 Pendidikan Fisika, S-1 Pendidikan Matematika, dan S-1 Pendidikan Bahasa Inggris. Mengusung tema “Educators of Tomorrow: Empathy, Innovation, and Integrity”, acara ini menjadi momentum bersejarah bagi para lulusan yang akan segera menapaki perjalanan baru di dunia nyata, sekaligus mengemban peran sebagai pendidik generasi bangsa. Dalam sambutannya, Dekan FIP, M. Farid Nasrulloh, S.Pd.Si., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan doa terbaik bagi seluruh peserta yudisium. Beliau menegaskan bahwa prosesi ini bukanlah akhir, melainkan awal perjalanan yang sesungguhnya. “Semoga ilmu yang diperoleh bermanfaat bagi agama, nusa, dan bangsa. Yudisium bukanlah akhir, tetapi permulaan di kehidupan nyata. Alumni FIP tidak hanya dibekali ilmu, tetapi juga akhlak, karena keduanya harus berjalan beriringan,” ujarnya. Lebih lanjut, beliau mengutip pemikiran Imam Al-Ghazali dalam kitab “Ihya Ulumiddin” yang menekankan pentingnya akhlak sebagai sifat yang tertanam dalam jiwa dan melahirkan perbuatan secara konsisten tanpa pertimbangan. Hal ini, menurutnya, sejalan dengan nilai-nilai yang ditanamkan UNWAHA, sebagaimana tercermin dalam bait mars universitas yang menekankan pentingnya wawasan global, sikap kritis, serta karakter berakhlak mulia. “Terakhir, kami hanya bisa membekali ilmu dan doa, semoga para yudisiawan dan yudisiawati dimudahkan dalam memperoleh pekerjaan serta keberuntungan dalam mengarungi kehidupan nyata,” pungkasnya. Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Akademik, Ino Angga Putra, M.Pd., menyoroti tantangan bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045. Beliua menjelaskan, pemerintah telah melakukan berbagai penyesuaian, termasuk transformasi kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), yang menekankan pada profil lulusan sesuai kebutuhan zaman. Untuk itu, beliau menekankan bahwa sikap haus akan ilmu dan semangat belajar sepanjang hayat akan menjadi bekal penting dalam menghadapi dinamika kehidupan dan tantangan dunia pendidikan dan kerja yang terus berkembang. “Sebagai pendidik dan alumni FIP UNWAHA anda semua jangan lelah untuk belajar,” pesan beliau. Hadir pada Yudisium FIP ke-VIII kali ini, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. M. Wafiyul Ahdi, S.H., M.Pd.I., dosen dan staf di lingkungan FIP UNWAHA. Red: Ibrahim

Tingkatkan Efektivitas Layanan Informasi Desa Curahmalang, Mahasiswa KKN-PPM 2025 Gelar Sosialisasi Pemetaan dengan Aplikasi SIG

Jombang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UNWAHA 2025 Kelompok 13 melaksanakan sosialisasi pemetaan Sistem Informasi Geografis (SIG) Batas RT/RW di Balai Desa Curahmalang, Sabtu (23/8/2025). Inovasi ini ditujukan untuk membantu perangkat desa dalam meningkatkan efektivitas administrasi dan pelayanan masyarakat berbasis teknologi informasi. Kegiatan dibuka secara langsung oleh Kepala Dusun Tegalan Curahmalang, Slamet. Beliau menyampaikan bahwa program yang dilakukan oleh mahasiswa KKN UNWAHA kelompok 13 ini sangat berdampak terhadap pembangunan desa di bidang informasi. “Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan efektivitas pelayanan masyarakat di Desa Curahmalang. Kami mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKN dalam menghadirkan solusi teknologi yang nyata bagi desa,” ujar Slamet. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan presentasi mahasiswa mengenai cara penggunaan aplikasi. Dalam demonstrasi, mahasiswa menunjukkan akses peta digital yang menampilkan batas wilayah RT/RW lengkap dengan data Kepala Keluarga. Secara simbolis, mahasiswa menyerahkan Manual Pengggunaan Aplikasi sebagai panduan praktis agar pemanfaatan teknologi ini bisa berlangsung secara berkelanjutan. Mahasiswa KKN-PPM 2025 Kelompok 13 berharap agar aplikasi SIG ini dapat menjadi langkah awal digitalisasi data kependudukan sekaligus mendukung pembangunan desa berbasis teknologi informasi. Red: Kelompok 13Editor: Ibrahim

Mahasiswa KKN-PPM 2025 Perkuat Layanan dan Transparansi Informasi Masyarakat Desa Kendalsari dengan Optimalisasi Web Desa

Jombang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) 2025 kelompok 12 lakukan penguatan layanan informasi melalui website kepada masyarakat Desa Kendalsari. Hal itu dibuktikan dengan digelarnya kegiatan optimalisasi website desa sebagai media penyajian informasi publik yang dilaksanakan pada Senin, (1/9/202) bertempat di Balai Desa Kendalsari. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Kendalsari, Mulyadi. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa website desa bukan hanya sekadar media informasi, tetapi juga sebagai sarana transparansi dan akuntabilitas pemerintah desa kepada masyarakat. “Website desa adalah jendela informasi bagi masyarakat. Dengan optimalisasi ini, kami berharap seluruh warga dapat memperoleh informasi terbaru mengenai pembangunan, layanan, dan program desa secara cepat dan transparan,” katanya. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari Sekretaris Desa mengenai langkah-langkah teknis yang akan ditempuh dalam pengelolaan website. Beliau menjelaskan mekanisme pembaruan konten, jenis informasi yang akan dipublikasikan, serta penunjukan tim pengelola website yang terdiri dari perangkat desa dan unsur pemuda. “Kami berkomitmen untuk memperbarui konten website secara berkala, agar masyarakat mudah mengakses informasi tanpa harus selalu datang ke balai desa,” ujar Sekretaris Desa, Zulismari Astutik. Selama kegiatan berlangsung, peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan menyampaikan aspirasi. Beberapa masukan yang muncul dari masyarakat antara lain pentingnya memuat informasi tentang layanan administrasi, kegiatan pembangunan, laporan keuangan desa, serta dokumentasi kegiatan sosial. Perwakilan masyarakat juga menekankan perlunya kemudahan akses melalui perangkat telepon pintar agar informasi benar-benar bisa dijangkau oleh semua kalangan. “Kehadiran website desa sangat membantu kami sebagai warga. Kami bisa mengetahui kegiatan dan program desa hanya melalui ponsel, sehingga lebih praktis dan efisien,” kata salah satu warga, Nurokhim. Sementara itu, salah satu mahasiswa anggota kelompok, berharap masyarakat desa dapat memperoleh informasi yang akurat dan up-to-date tentang kegiatan desa dan program pemerintah. Red: Kelompok 12Editor: Ibrahim

KKN-PPM UNWAHA 2025 Kembangkan Energi Alternatif Berbasis Briket Sekam Padi untuk Kemandirian Ekonomi Desa Brudu

Jombang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) 2025 mendorong lahirnya inovasi energi alternatif melalui pelatihan pembuatan briket sekam padi di Desa Brudu, Jumat (15/8/2025). Program yang digagas oleh Bidang Ekonomi Kelompok 5 Desa Brudu ini menjadi upaya strategis dalam mengubah limbah pertanian menjadi sumber energi alternatif sekaligus peluang kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Pemaparan materi dan praktik pembuatan briket dipimpin oleh mahasiswa yaitu Mochammad Fatikhul Thorik. Ia menjelaskan potensi besar sekam padi sebagai bahan bakar ramah lingkungan dan bernilai jual tinggi. “Sekam padi sering kali dianggap limbah, padahal jika dikelola dengan baik, bisa menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan. Melalui pelatihan ini, kami ingin masyarakat mampu mengolahnya menjadi produk briket yang ekonomis dan berkelanjutan,” ungkap Thorik. Dalam sesi praktik, peserta diajak mengenal proses produksi mulai dari pengumpulan dan pengeringan sekam hingga pencetakan briket. Dengan pendampingan mahasiswa, warga berhasil membuat briket berkualitas hanya dalam satu kali pelatihan. “Saya tidak menyangka, dengan sedikit usaha, kami bisa menghasilkan briket yang bisa dijual,” tutur Hamidah, salah satu peserta. Selain teknik produksi, mahasiswa juga memberikan wawasan mengenai strategi pemasaran produk, baik secara offline maupun melalui platform digital. Harapannya, keterampilan ini dapat membuka peluang usaha baru dan meningkatkan pendapatan keluarga. Ketua PKK Desa Brudu, Sriyanti, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN. “Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa UNWAHA. Ilmu yang dibagikan ini tidak hanya bermanfaat untuk mengurangi limbah, tetapi juga bisa membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. Program ini mencerminkan komitmen UNWAHA dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan penguatan ekonomi lokal. Melalui pengabdian mahasiswa, universitas berupaya menghadirkan solusi nyata yang berbasis potensi desa sekaligus menanamkan semangat kemandirian pada masyarakat. Red: Kelompok 5Editor: Ibrahim

Mahasiswa KKN-PPM 2025 Tanam Budaya Menabung Sejak Dini bagi Siswa di Desa Nglele

Jombang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Kelompok 3 Desa Ngelele melaksanakan program edukasi literasi keuangan dan gemar menabung, Rabu (20/8/2025). Kegiatan yang diinisiasi oleh bidang ekonomi kelompok 3 menyasar siswa kelas 4 dan 5 sekolah dasar di desa setempat. Kegiatan berjalan interaktif dan diiukuti puluhan peserta didik dengan antusias. Salah satu mahasiwa anggota Kelompok 3, Indah Nur Suryani mengatakan, program ini bertujuan untuk mengajarkan pengelolaan uang saku secara bijak bagi peserta didik sejak dini. Tidak hanya pengenalan secara teori, mahasiswa juga mengajak peserta didik dalam pembuatan celengan kreatif. “Dengan pendekatan interaktif, kami berhasil menumbuhkan antusiasme anak-anak. Celengan yang mereka buat sendiri akan menjadi pengingat untuk terus menabung, sekaligus menanamkan nilai kedisiplinan dan tanggung jawab,” ujar Indah. Sebelum pemberian materi, anak-anak terlebih dahulu mengisi angket untuk memetakan kebiasaan mereka dalam menggunakan uang saku. Setelah itu, mahasiswa menyampaikan literasi keuangan sederhana, seperti membedakan kebutuhan dan keinginan, serta pentingnya tujuan menabung. Program ditutup dengan apresiasi terhadap celengan terbaik serta penyerahan seluruh karya kepada masing-masing siswa untuk digunakan di rumah. Kehadiran mahasiswa KKN UNWAHA mendapat respon positif dari guru dan orang tua yang menilai program ini memberi manfaat nyata bagi pembentukan karakter anak. Pada kesempatan yang berbeda, Dosen Pendamping Lapangan Kelompok 3, Bapak M. Farid Nasrulloh, S.Pd.Si., M.Pd., menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai bentuk pengabdian yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. “Edukasi literasi keuangan ini merupakan investasi sosial jangka panjang. Dengan membiasakan anak-anak menabung sejak dini, kita tidak hanya melatih keterampilan mengelola uang, tetapi juga membentuk pola pikir mandiri dan disiplin,” katanya. Red: Kelompok 3Editor: Ibrahim

KKN-PPM UNWAHA 2025 Dorong Penguatan Pendidikan Keagamaan di Desa Plemahan

Jombang – Kontribusi nyata dalam penguatan pendidikan keagamaan di lingkungan masyarakat ditunjukkan oleh Mahasiswa Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) di Desa Plemahan. Melalui program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Tahun 2025 bidang keagamaan, mahasiwa melaksanakan kegiatan pendidikan di TPQ desa setempat selama program KKN-PPM berlangsung. Salah satu anggota Kelompok 7 KKN-PPM UNWAHA 2025 Desa Plemahan, Afwa Elfira Zulfa mengatakan, program ini bukan sekedar ajang pengabdian mahasiswa saja, melainkan juga bagian dari ikhtiar kampus dalam membumikan nilai keilmuan dan keagamaan di tengah masyarakat. “Melalui kegiatan ini, kami terlibat langsung dalam proses pembelajaran Al-Qur’an, mulai dari pengenalan huruf hijaiyah hingga pembenahan tajwid,” ungkapnya. Ia juga menyampaikan bahwa misi mereka adalah memotivasi anak-anak agar tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an, tetapi juga mengamalkannya dalam perilaku sehari-hari. “Kami berharap apa yang kami tanamkan menjadi langkah kecil yang menumbuhkan generasi berakhlak mulia sekaligus mencintai ilmu,” ujarnya. Sementara itu, salah satu Tokoh Agama Desa Plemahan menyambut baik atas kehadiran mahasiswa UNWAHA. Kehadiran mereka bukan hanya sekadar membantu proses belajar mengajar, tetapi juga membawa semangat baru bagi anak-anak dan masyarakat. “Dengan ilmu yang mereka miliki, teman-teman mahasiswa bisa memberikan tambahan wawasan, metode pembelajaran yang lebih kreatif, serta membangun motivasi bagi anak-anak untuk lebih giat belajar membaca Al-Qur’an dan memperdalam ilmu agama,” katanya. Selain pembelajaran Al-Qur’an, mahasiswa juga menyampaikan materi tentang doa-doa harian dan akhlak mulia sebagai bekal anak-anak dalam kehidupan sehari-hari. Kehadiran mahasiswa KKN UNWAHA mendapat apresiasi dari pengurus TPQ dan wali santri, yang menilai program ini berhasil mempererat sinergi antara dunia kampus dengan masyarakat desa. Red: Kelompok 7Editor: Ibrahim