Author: Humas Unwaha
Penandatanganan MoU PBA UNWAHA–Markaz Arabiyah Pare: Komitmen Peningkatan Kompetensi Mahasiswa
Pare – Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang resmi menjalin kerjasama dengan Markaz Arabiyah Kampung Inggris Pare. Kerjasama ini ditandai dengan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) pada agenda Study Visit di Markaz Arabiyah, Sabtu (31/05/2025). Kaprodi PBA, Ibu Rina Dian Rahmawati, M.Pd.I, mengungkapkan bahwa penandatanganan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam penguasaan bahasa Arab praktis dan akademik. “Dengan kerja sama ini, mahasiswa tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi juga mendapatkan pengalaman nyata dalam menghadapi ujian sertifikasi bahasa Arab seperti TOAFL,” ujarnya. Sebagai bentuk implementasi dari kerja sama tersebut, sebanyak 44 mahasiswa Prodi PBA langsung mengikuti sesi praktik mengerjakan soal Test of Arabic as a Foreign Language (TOAFL). Kegiatan ini berlangsung dengan antusias dan penuh semangat dari para peserta. Selain praktik, mahasiswa juga diajak untuk mengulas butir-butir soal TOAFL secara mendalam. Pembahasan soal dipandu dewan CEO Markaz Arabiyah, Ustadz H. Titis Trilaksito, Lc., M.Pd. Beliau juga memberikan berbagai tips dan trik menjawab soal secara tepat dan efisien, sehingga mahasiswa dapat lebih memahami karakteristik soal TOAFL dan strategi menjawab yang efektif. Lebih lanjut, Ibu Rina menambahkan, Prodi PBA terus berupaya dalam menghadirkan pembelajaran yang aplikatif dan selaras dengan kebutuhan dunia kerja. “Melalui MoU ini, diharapkan mahasiswa PBA dapat semakin siap dalam menghadapi tantangan akademik dan profesional, khususnya di bidang kebahasaan Arab,” tutup Kaprodi PBA tersebut. Hadir pada agenda tersebut, beberapa dosen pimpinan di lingkungan Fakultas Agama Islam (FAI) UNWAHA Jombang. Red: Ibrahim
Kerja Sama dengan Pemprov Jatim, UNWAHA Jombang Resmi Buka Program Beasiswa S2 Madin
Jombang – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang dengan bangga mengumumkan pembukaan pendaftaran program beasiswa Madrasah Diniyah (Madin) untuk jenjang Magister (S2) tahun akademik 2025/2026. Progeam ini adalah hasil kerja sama strategis dengan Lembaga Pengembangan Pendidikan Diniyah (LPPD) Provinsi Jawa Timur. Beasiswa ini diberikan secara khusus kepada para pengabdi di lingkungan Madin dan Ma’had Aly yang berdomisili di Provinsi Jawa Timur, sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi mereka dalam membangun pendidikan keagamaan di masyarakat. Persyaratan: Jadwal Seleksi: Beasiswa ini hanya tersedia untuk 15 orang mahasiswa terbaik yang lolos seluruh tahapan seleksi. Untuk itu, kami mengundang para guru Madin, pengasuh pesantren, dan dosen Ma’had Aly yang memenuhi syarat untuk segera mendaftar. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi situs resmi LPPD Provinsi Jawa Timur di https://lppdjatim.org atau hubungi langsung Pascasarjana UNWAHA Jombang.
Penelitian Dosen UNWAHA Lolos Skema Hibah PPS-PDD: Angkat Inovasi Ekonomi Sirkular Berbasis Nanoteknologi
Jombang – Prestasi membanggakan ditorehkan oleh salah satu dosen Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang, Septian Ragil Anandita, M.Pd. Di mana penelitianya telah dinyatakan lolos hibah penelitian oleh Kemendikbudristek Skema Program Penelitian Pascasarjana- Penelitian Disertasi Doktor (PPS-PDD) tahun 2025. Seperti yang diketahui, penelitian ini didanai atas nama promotor yaitu Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng., sebagai bentuk dukungan terhadap penyelesaian disertasi doktoral yang tengah ditempuh. Adapun judul penelitiannya adalah “Optimalisasi Pengelolaan Limbah Air Wudhu Berbasis Nanoteknologi untuk Budidaya Ikan dan Hidroponik dalam Perspektif Ekonomi Sirkular dan Pemberdayaan SDM”. Bapak Ragil mengatakan, penelitian ini menjadi kontribusi nyata dalam menjawab tantangan lingkungan melalui pendekatan multidisipliner yang menggabungkan teknologi, ekonomi sirkular, dan pemberdayaan masyarakat. Inovasi pengelolaan limbah air wudhu yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, memiliki potensi besar untuk diolah menjadi sumber daya produktif. “Dengan sentuhan nanoteknologi, air limbah wudhu dapat disterilisasi dan dimanfaatkan kembali untuk budidaya ikan dan tanaman hidroponik. Ini menjadi solusi ramah lingkungan sekaligus bernilai ekonomi,” ungkapnya. Lebih lanjut, penelitian ini juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat sekitar pesantren, sebagai bentuk implementasi dari pemberdayaan sumber daya manusia berbasis lokal. Ia berharap hasil penelitiannya dapat memberikan model pengelolaan limbah sederhana yang dapat diterapkan secara luas, khususnya di lingkungan pesantren dan tempat ibadah lainnya. Red: Ibrahim
17 Dosen UNWAHA Raih Pendanaan Penelitian dan Pengabdian Kemdiktisaintek 2025
Jombang – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang kembali mencatatkan prestasi membanggakan. Sebanyak 17 dosen berhasil lolos seleksi dan menerima pendanaan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2025 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Hal ini tertuang dalam SK No. 0070/C3/AL.04/2025 tentang Pengumuman Penerimaan Pendanaan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Tahun Anggaran 2025. Prestasi ini menunjukkan komitmen UNWAHA dalam mengembangkan riset dan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui berbagai program inovatif dan aplikatif. Berikut daftar dosen penerima pendanaan berdasarkan skema masing-masing: A. Skema Penelitian Fundamental Reguler (PFR) B. Skema Penelitian Dosen Pemula (PDP) C. Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) D. Skema Program Penelitian Pascasarjana- Penelitian Disertasi Doktor (PPS-PDD) Rektor UNWAHA, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng., menyampaikan apresiasi atas capaian ini. “Kami sangat bangga dan mengapresiasi kerja keras para dosen UNWAHA yang berhasil meraih pendanaan ini. Ini membuktikan bahwa UNWAHA terus berkembang sebagai pusat riset dan pengabdian yang memberi dampak langsung pada masyarakat,” kata beliau. Beliau juga terus mendorong agar para dosen untuk aktif dalam kegiatan riset dan pengabdian, serta memperluas jejaring kolaborasi dengan berbagai institusi demi mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat. Red: Ibrahim
Teknis Pengumpulan Laporan Tugas Akhir dan Pelaksanaan Yudisium Tahun 2025
Berdasarkan Surat Edaran Nomor: 166/B/UNWAHA/SE/V/2025 terkait teknis pengumpulan laporan Tugas Akhir dan pelaksanaan yudisium bagi mahasiswa semester VIII (delapan) pada Tahun Akademik 2024/2025, disampaikan beberapa informasi sebagai berikut: 1. Teknis Pengumpulan Laporan Tugas Akhir Mahasiswa diwajibkan mengumpulkan: 2. Teknis Pelaksanaan Yudisium Yudisium dijadwalkan berlangsung pada bulan Juli – September 2025, tanggal pastinya akan diumumkan oleh masing-masing fakultas.Persyaratan untuk mengikuti yudisium: 3. Biaya dan Pendaftaran Bank BTNNo. Rekening: 00261-01-30-000140-9Atas Nama: Universitas KH. A. Wahab Hasbullah Surat Edaran Pengumpulan TA dan Yudisium Tahun 2025.
Gandeng UNWAHA Jombang, Puskesmas Tambakrejo Galakkan Cek Kesehatan Gratis
Jombang – Puskesmas Tambakrejo bekerjasama dengan Universitas KH. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang berlangsung selama dua hari di lingkungan kampus, Senin – Selasa, (05-06/05/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional yang digagas pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Kepala Puskesmas Tambakrejo, dr. Noer Hajati, M.M., mengungkapkan apresiasinya terhadap kerja sama ini. Menurutnya, animo civitas akademika UNWAHA Jombang sangat tinggi dalam mensukseskan program tersebut. “Saya berterima kasih sekali kepada UNWAHA yang telah bersedia bekerja sama dengan Puskesmas dalam pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis ini. Program ini bertujuan untuk mendeteksi dini berbagai penyakit agar dapat segera diberikan pengobatan dan saran pola hidup sehat,” ujarnya. Program CKG menyasar seluruh kelompok usia, mulai dari balita, usia produktif, hingga lansia. Menurut dr. Hajati, pada awalnya program ini hanya ditujukan bagi masyarakat yang sedang berulang tahun. Namun, melihat tingginya antusiasme masyarakat, program ini kini dibuka lebih luas. “Target kami adalah seluruh masyarakat dapat melakukan cek kesehatan, agar kita bisa mengetahui secara dini jika ada gangguan kesehatan seperti gula darah tinggi, tekanan darah, dan sebagainya,” jelasnya. Dalam kegiatan hari pertama di UNWAHA Jombang, sebanyak 148 orang telah menjalani pemeriksaan dari total target 300 peserta. Diharapkan pada hari kedua, target tersebut dapat tercapai. Sementara itu, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) UNWAHA Jombang, Ragil Septian, M.Pd., berharap civitas akademika dapat memanfaatkan kesempatan ini. Ia juga menyampaikan terimakasihnya atas kepercayaan Puskesmas Tambakrejo yang telah memilih UNWAHA Jombang sebagai salah satu lokasi pelaksanaan CKG. Red: Ibrahim
Hardiknas 2025: Pendidikan yang Adil untuk Semua
Jombang – Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) bukan hanya peringatan seremonial saja, melainkan momentum penting untuk merenungkan kembali arah dan cita-cita pendidikan nasional. Hardiknas tahun ini mengusung tema besar, yaitu “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua“. Berdasarkan pernyataan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI, Prof. Brian Yuliarto mengatakan, pemerintah telah menaruh atensi penuh terhadap sektor pendidikan. Bukan hanya sekedar retorika semata, tetapi diwujudkan dalam kebijakan nyata yang relevan dan tepat sasaran. “Kami terus bekerja untuk meningkatkan kualifikasi akademik dan profesionalisme guru dan dosen, agar pendidikan Indonesia benar-benar mampu bersaing di tingkat global,” seru Brian, dalam pidatonya di upacara peringatan Hardiknas 2025. Dari Kesejahteraan Dosen PTS hingga Mahasiswa Bijak Berteknologi Menanggapi pernyataan tersebut, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang, M. Farid Nasrulloh, S.Pd.Si., M.Pd., menyambut baik komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi nasional. Namun, beliau juga mengingatkan bahwa atensi pemerintah perlu menyentuh semua lapisan, termasuk dosen-dosen di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang hingga kini masih menghadapi tantangan kesejahteraan dan akses terhadap program peningkatan kualifikasi. “Kami mendukung penuh langkah-langkah pemerintah, namun pelaksanaannya harus merata. Banyak dosen PTS yang belum tersentuh program pengembangan kompetensi maupun jaminan sosial dasar ,” ujarnya. Beliau juga menyatakan bahwa kondisi seperti ini merupakan bentuk keprihatinan tersendiri, di mana dosen di lingkungan PTS masih banyak yang belum menikmati kesejahteraan layak. Di sisi lain, perkembangan teknologi menjadi tantangan dan peluang tersendiri, terutama bagi mahasiswa. Kecanggihan Artifical Intelligence (AI) yang kini semakin mudah diakses harus dijadikan alat bantu, bukan jalan pintas. “Mahasiswa perlu bersikap bijak dalam menggunakan AI. Gunakan sebagai alat untuk belajar, bukan sebagai pengganti proses belajar. Generasi emas Indonesia harus dibentuk dari karakter yang kuat dan semangat belajar yang tinggi,” pesan Bapak Farid sapaan akrab beliau. Beliau juga menambahkan, Hardiknas tahun ini menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Dari pemerintah, dosen, hingga mahasiswa, semua memiliki peran untuk memastikan bahwa cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa benar-benar terwujud. Red: Ibrahim
Sosialisasi Pelaksanaan Field Study Oleh Program Studi Magister UNWAHA Jombang
Seumur jagung, ialah kata tepat bagi program studi S2 Pendidikan Agama Islam (PAI) di Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang, namun program pengembangan kurikulum berbasis riset, praktik lapangan dan aksi didalamnya, yaitu melakukan observasi, merencanakan, mengelola, mengajar, hingga melakukan evaluasi atau refleksi. Selanjutnya, tidak sampai disitu, sering kita jumpai pada jenjang S1, terdapat Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) yang dilakukan pada jenjang Pendidikan Dasar dan atau menengah, Field Study disini adalah mata kuliah dalam kurikulum Magister PAI yang memberikan pengalaman mengajar para mahasiswa pascasarjana PAI UNWAHA pada jenjang lebih tinggi levelnya, yaitu kepada mahasiswa S1. Sebagai percobaan program kurikulum awal ini, Muhammad Iqbal selaku Ka. Prodi Magister PAI menyatakan, masih melakukan percobaan field study di lingkungan internal UNWAHA sendiri, yaitu pada Prodi S1 PAI UNWAHA sendiri. Sehingga kontrol, evaluasi, dan pengembangan kedepannya mampu memberikan dan menjamin kualitas profesionalisme mahasiswa pasca untuk selanjutnya mampu dipertanggung jawabkan pasca mengeluarkan lulusannya. Program ini bisa menjadi para calon mahasiswa yang hendak mendaftarkan di Pascasarjana UNWAHA, ketika hendak memiliki keinginan mengembangkan karirnya menjadi guru agar lebih professional, atau hendak menginginkan berprofesi menjadi dosen di perguruan tinggi yang lain. Sebab, pendekatan pembelajaran di SD, SMP hingga SMA, agak lebih berbeda ketika ia mengajar pada jenjang perkuliahan. Sehingga dirasa perlu bagi prodi magister untuk memunculkan mata kuliah field study. Harapan kedepan, program kurikulum field study ini menjadi program unggulan dan hal yang berbeda bagi program studi Magister PAI Universitas KH. A. Wahab Hasbullah agar masyarakat mengetahui dan memahami bagaimana kontribusi aktif prodi baru ini memberikan warna yang berbeda pada stake holder dikemudian harinya. Yuk gabung dan mendaftarkan diri bersama Pascasarjana UNWAHA … !!! Red: Ragil Septian
Mahasiswa Agroekoteknologi Berperan Aktif sebagai Fasilitator Pengabdian Masyarakat di Bali
Bali – Mahasiswa Program Studi (Prodi) Agroekoteknologi Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang, Abdul Qadir turut berperan aktif dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan tersebut bertajuk Paras Action Vol. 2 yang digelar 11-17 April 2025 di Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Bali dengan NGO Pilar Generasi Emas Indonesia, Global Education. Program ini merupakan program nasional yang berbasis kerelawanan yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat di lima bidang, yakni pendidikan, kesehatan, lingkungan pariwisata, ekonomi kreatif, serta media kreatif. Sebagai fasilitator, Abdul Qadir berperan aktif dalam berbagai kegiatan. Seperti, menyusun materi, memandu jalannya acara, serta menjembatani komunikasi antar peserta dan masyarakat lokal. “Saya juga memastikan kegiatan berjalan dengan interaktif, efektif, dan sesuai dengan tujuan yang telah dirancang,” ujarnya. Kegiatan ini diikuti oleh 28 pelajar dari berbagai daerah di Indonesia dan berjalan dengan lancar. Melalui kegiatan ini, menjadi bukti nyata partisipasi generasi muda dalam berkontribusi di bidang pemberdayaan masyarakat serta penerapan ilmu yang dimiliki di luar lingkungan kampus. Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. H. Wafiyul Ahdi, M.Pd.I., mengapresiasi keikutsertaan mahasiswa semester empat tersebut dalam kegiatan positif di tingkat nasional. “Kami mengapresiasi dan selalu mendukung program-program mahasiswa dan terus mendorong dalam berkarya. Sehingga pembelajaran yang diperoleh tidak hanya di dalam kegiatan perkeluiahan saja,” kata beliau. Red: IbrahimEditor: Septian Ragil
Pelantikan Raya Ormawa 2025, Dorong Kemandirian Mahasiswa Menuju Standar Internasional
Jombang – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang resmi melantik organisasi mahasiswa (Ormawa) periode 2025, di Auditorium UNWAHA, Minggu (20/04/2025). Acara yang dihadiri sekitar 300 peserta ini berlangsung meriah dengan dihadiri oleh pimpinan universitas dan para tamu undangan. Prosesi Pelantikan Raya Ormawa 2025 ini dipimpin langsung oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. H. M. Wafiyul Ahdi, SH., MPd.I. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya Ormawa sebagai wahana pembelajaran kepemimpinan dan pengembangan diri. “Ormawa bukan sekedar tempat berkumpul, ini adalah tempat kalian belajar berkomunikasi, bekerja dalam tim dan membuat keputusan yang bijak. Keberhasilan bukan soal hasil akhir, tapi soal proses dan keberanian untuk bertindak,” kata beliau. Beliau juga berharap kepada setiap pengurus yang resmi dilantik untuk bisa memanfaatkan kesempaan tersebut. Menurutnya, di kehidupan profesional dan bermasyarakat nantinya, kecakapan dan bekal soft skill, seperti akhlakul karimah menjadi modal utama dalam meraih kesuksesan. “Jangan merasa cukup dengan menguasi satu bidang keilmuan saja, melainkan kita harus dan dituntut untuk multitasking. Oleh karena itu, Ormawa ini silahkan jadikan media untuk mengembangkan diri untuk masa depan kalian,” harap beliau. Pelantikan tahun ini juga dirangkai dengan sesi Studi General bertema “Optimalisasi Kemandirian Mahasiswa UNWAHA dalam Mewujudkan Universitas Bertaraf Internasional”. Menurut Ketua Pelaksana sekaligus Presiden Mahasiswa periode 2025, M. Kharis Maulana Izar, kegiatan ini merupakan perwujudan dari visi dan misi UNWAHA Jombang. “SDM unggul, integrasi IPTEK dan IMTAQ, serta target internasional menjadi dasar kami dalam mengangkat tema kegiatan tersebut. Kemandirian ini diharapkan bagi kami yaitu bagaimana mahasiswa bisa berpikir kritis, inovatif, dan kreatif dalam menjalankan tugas organisasinya,” katanya. Hadir juga pada kegiatan ini, Kapolres Kabupaten Jombang, AKBP. Ardi Kurniawan, S.H., S.I.K., CPHR., Narasumber Stadium General, Bapak Sugeng Widiarto, dan juga para undangan BEM se-Jombang. Red: IbrahimEditor: Ragil Septian