Author: Humas Unwaha
Pengumuman Pelaksanaan Tugas Akhir UNWAHA 2025
Diberitahukan kepada mahasiswa semester enam Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang bahwa pelaksanaan Tugas Akhir (TA) Tahun Akademik 2024-2025 dilaksanakan pada tanggal 18 Februari 2025. Untuk persyaratan peserta TA, mahasiswa harus menyelesaikan herregistrasi dan KRS semester enam serta melengkapi Kartu Hasil Studi (KHS) dari semester 1 sd. 5. Mahasiswa diharap untuk melengkapi persyaratan tersebut. Demikian pengumuman ini disampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terimakasih. Akademik. File Pengumuman Pelaksanaan TA 2025
Amalan dan Do’a Malam Nisfu Sya’ban
Jombang – Malam nisfu sya’ban merupakan salah satu momentum penting yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam. Hal ini dikarenakan terdapat keistimewaan tersendiri di malam nisfu sya’ban. Seperti yang diketahui, di tahun 2025 ini malam nisfu sya’ban jatuh pada Kamis, 13 Februari 2025. Bapak Muhammad Fodhil, S.Pd.I., M.Pd., menjelaskan keistimewaan malam nisfu sya’ban merupakan momen di mana catatan amal manusia dilaporkan. Sehingga dengan demikian, sebagai umat Islam perlu melakukan amalan-amalan yang baik seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, berdo’a dan bersedekah. “Seperti yang dijelaskan dalam beberapa kitab seperti Al-Mujarobat, yang menjelaskan kebiasaan-kebiasaan para ulama zaman dahulu dengan mengisi malam nisfu sya’ban dengan tiga amalan,” jelas beliau. Yaitu dengan salat sunnah enam rakaat (tiga salam), dilanjutkan dengan membaca surat Yasin usai salat sunnah. “Ada tiga do’a yang biasanya diniatkan setiap membaca suat Yasin, pertama adalah diberikan umur yang panjang dan barokah, kedua diberkahi rezeki halal, terakhir khusnul khotimah dengan ketetapan iman kepada Allah SWT,” terang beliau. Bapak Fodhil juga menjelaskan, ketiga do’a tersebut disematkan ketika membaca surat Yasin setelah Ayat 61. Yang berbunyi sebagaimana berikut: وَاَنِ اعۡبُدُوۡنِىۡ ؕ هٰذَا صِرَاطٌ مُّسۡتَقِيۡمٌ Usai membaca surat Yasin dilanjutkan dengan do’a berikut: اللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنَا عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ أَشْقِيَاءَ أَوْ مَحْرُوْمِيْنَ أَوْ مُقَتَّرِيْنَ عَلَيْنَا فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتَنَا وَحِرْمَانَنَا وَاقْتِتَارَ رِزْقِنَا، وَاكْتُبْنَا عِنْدَكَ سُعَدَاءَ مَرْزُوْقِيْنَ مُوَفَّقِيْنَ لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ: “يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ” وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَــالَمِيْنَ Red: IbrahimEditor: Septian Ragil
Kemuliaan Bulan Syakban dan Hikmahnya
Jombang – Bulan Syakban merupakan bulan ke-8 di tahun Hijriyah dan salah satu bulan mulia dengan segala keutamaannya seperti bulan Rajab dan Ramadan. Bahkan tidak jarang, bulan Syakban didefinisikan untuk masa persiapan menuju bulan puasa atau Ramadan. Hal ini disampaikan oleh Dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Muhammad Fodhil, S.Pd.I., M.Pd. Beliau menjelaskan, bahwa secara terminologi Syakban (Sya’ban) adalah Syi’ab (شعب) yang memiliki makna jalan di antara dua pegunungan. “Maksudnya apa? maksudnya adalah kita ini sedang menuju perjalanan untuk menggapai kebaikan, yang nanti puncaknya adalah bulan Ramadan,” kata beliau. Keistimewaan bulan Syakban sendiri sering kita dengar pada do’a menyambut bulan Rajab, Syakban dan Ramadan, yang berbunyi sebagai berikut: “Allahumma barik lana fi Rajab wa Sya’ban, wa Ballighna Ramadhan.” “Dan kita perlu mempersiapkan diri untuk menyambut bulan Ramadan. Untuk apa? supaya kita terbiasa dengan segala bentuk amal-amal kebaikan. Karena sesuatu yang telah dipersiapkan, hasilnya akan lebih matang dan bagus,” imbuh Bapak Fodhil. Adapun amalan yang dianjurkan di bulan Syakban ini yaitu seperti berpuasa. Namun berbeda dengan puasa-puasa sunnah yang lainnya, yang sudah ditentukan hari dan tanggal pelaksanaannya. “Karena di akhir Syakban itu ada istilah yaumus syaq (ragu), di mana hari keraguan itu jatuh pada akhir bulan. Sehingga saat hari itu, sebisa mungkin untuk tidak berpuasa sebagai antasipasi atas kemungkinan jatuhnya bulan Ramadan,” jelas beliau. Selain berpuasa, umat islam juga dianjurkan untuk bersedekah di bulan yang mulia ini. Hal ini dikarenakan, dengan bersedekah dapat mempercepat meningkatkan derajat hamba di hadapan Allah SWT. “Oleh karena itu, di Syakban ini kita semua mempersiapkan diri dengan ibadah-ibadah dan muamalah kita. Syukur-syukur di bulan Syakban ini kita bersedekah,” tutur beliau. Di bulan Syakban juga terdapat malam mulia atau yang dikenal malam nisyfu sya’ban. Malam nisyfu sya’ban termasuk malam mulia seperti malam Jumat, malam dua Ied (Idul Fitri dan Idul Adha), malam 1 Rajab, dan malam Lailatul Qadr. Bapak Fodhil juga menceritakan kemuliaan malam nisyfu sya’ban. Seperti yang dikisahkan ketika Nabi Isa AS yang menjumpai suatu peristiwa yang membuat beliau kagum. “Suatu ketika Nabi Isa berjalan-berjalan di tengah pegunungan, dan beliau melihat sesuatu seperti batu yang sangat berkeliau sekali. Kemudian beliau menghampiri sumber cahaya itu, dan ternyata di situ ada orang yang sedang beribadah yang lamanya 500 tahun,” cerita dosen PAI tersebut. Menjumpai peristiwa tersrbut, Nabi Isa kemudian terkagum-kagum dan sangat takjub sekali. Dalam kekagumannya tersebut, kemudian beliau ditanya oleh Allah SWT. “Wahai Isa, apakah kamu sudah merasa kagum dan kaget dengan apa yang dilakukan oleh orang itu, dan apakah kamu ingin mengetahui pahala ibadah yang melebihi umatmu tersebut?. Ada yang bisa melebihi pahala dari apa yang dilakukan oleh umatmu itu, yaitu ibadah yang dilakukan oleh umat Nabi Muhammad SAW di malam nisfu sya’ban,” lanjut beliau. Dengan keutamaan dan kemuliaan bulan Syakban tersebut, bapak Fodhil mengajak bagi semuanya untuk memanfaatkan momen yang penuh dengan keistimewaan ini. Red: IbrahimEditor: Septian Ragil
Bersama Dzurriyah, Pimpinan dan Dosen se-UNWAHA Gelar Ziarah ke Makam Mbah Wahab
Jombang – Pimpinan dan Dosen se-Univertsitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang menggelar ziarah ke makam Mbah Wahab bersama dzurriyah, Minggu (09/02/2025). Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian Kolokium Penguatan Aswaja UNWAHA Jombang. Adapun dzurriyah Mbah Wahab yang berkesempatan hadir sekaligus memimpin ziarah tersebut, di antaranya Ibu Nyai Machfudloh Aly Ubaid, Ibu Nyai hizbiyah Rochim Wahab, dan K.H Muhammad Roqib. Usai pembacaan surat Yasin dan Tahlil, pimpinan dan para dosen dengan khidmat mendengarkan kisah-kisah perjuangan Mbah Wahab. Ibu Nyai Machfudloh menyampaikan, kegiatan ini salah satu bentuk tabarruk kepada para pendahulu. Seperti yang telah diketahui bahwa Mbah Wahab merupakan salah satu tokoh penting bagi Nahdlatul Ulama (NU) dan kemerdekaan Indonesia. “Dengan menjalani ini kita mudah-mudahan termasuk umat Nabi Muhammad SAW yang akan mendapat keberkahan yang tidak hanya di dunia melainkan juga di akhirat,” tutur beliau. Beliau juga mengapresiasi kegiatan penguatan Aswaja bagi segenap dosen di UNWAHA Jombang. Menurut beliau, sudah semestinya bagi civitas akademika untuk menjadikan Aswaja sebagai pijakan bertindak dan berfikir. “Apalagi dengan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah yang sangat kuat dapat memperkuat juga perjuangan kita dan insyaallah kalau kita mengikuti jejak-jejak beliau maka tujuan kita bersama akan tercapai,” imbuh beliau. Ibu Nyai Machfudloh berharap, seluruh rangkaian kegiatan Kolokium Penguatan Aswaja UNWAHA Jombang tersebut dapat memberikan kebermanfaatan. Khususnya untuk meneruskan perjuangan Mbah Wahab serta kemajuan bagi UNWAHA Jombang sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik NU. “Mudah-mudahan dengan niat baik dalam kegiatan yang mulia ini menjadi cambuk, menjadikan semangat untuk berjuang untuk kemajuan bangsa dan agama. Sebagaimana yang telah dilakukan oleh Kiyai Wahab yang tidak pernah lelah dalam berjuang,” pesan beliau. Selanjutnya, para pimpinan dan dosen mengikuti pembacaan ijazaha KH. A. Wahab Hasbullah yang dipimpin oleh Ibu Nyai Machfudloh didampingi Ibu Nyai hizbiyah Rochim Wahab, dan K.H Muhammad Roqib. Red: IbrahimEditor: Ragil Septian
LPTNU Jatim Apresiasi Penyelenggaraan Kolokium Penguatan ASWAJA bagi Dosen UNWAHA Jombang
Jombang – Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama Jawa Timur (LPTNU Jatim) apresiasi penguatan pemahaman tentang Ahlussunnah Wal Jama’ah (ASWAJA) bagi dosen di lingkungan Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang. Hal ini disampaikan secara langsung oleh Ketua LPTNU Jawa Timur, Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D., pada kegiatan Kolokium Penguatan ASWAJA UNWAHA Jombang yang dilaksanakan di Auditorium, Minggu (09/02/2025). Prof. Junaidi yang berkesempatan hadir turut memberikan sambutan pada sesi pembukaan acara tersebut. Beliau mengungkapkan bahwa sudah semestinya kegiatan seperti ini dilakukan oleh perguruan tinggi NU. “Dengan begitu, kita akan (terus) belajar. Apalagi seperti di UNWAHA ini maka menjadi kewajiban bagi segenap civitas akademika untuk mempelajari pemikiran-pemikiran dari Kiyai Mbah Wahab tentang bagaimana pemahaman keIslaman, keilmuan, dan pemikiran beliau tentang kecintaan terhadap tanah air,” kata Rektor UNISMA tersebut. Beliau mensupport kegiatan yang telah diinisiasi oleh UNWAHA Jombang ini. Hal ini dikarenakan dapat berpengaruh terhadap pemahaman yang komprehensif mengenai para pendahulu dan pejuang NU. “Insyaallah dengan pemahaman yang mapan, bapak ibu dosen akan bisa menyampaikan kepada mahasiswa dengan benar. Kemudian nanti ada penyebaran (pemahaman, red) terhadap ratusan bahkan ribuan mahasiswa,” imbuh beliau. Di akhir sambutannya, beliau berharap melalui kegiatan Kolokium Penguatan ASWAJA ini bisa menjadi penguatan kembali tentang semangat yang dimiliki oleh Mbah Wahab. Selain itu, kegiatan ini diharapkan menjadi percontohan bagi kampus-kampus yang ada dalam naungan LPTNU. “Walaupun sebenarnya di masing-masing PTNU memiliki cara yang berbeda sesuai dengan ciri khas dan kebutuhannya. Tetapi yang sangat penting adalah penguatan ASWAJA menjadi syarat mutlak bagi civitas akademika di lingkungan PTNU,” pungkas beliau. Red: IbrahimEditor: Septian Ragil
Kolokium Penguatan ASWAJA UNWAHA Jombang
Jombang – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang menggelar Kolokium Penguatan ASWAJA bagi dosen. Kegiatan yang mengusung tema “Berwawasan Global, Berkarakter Islami Ahlussunnah Wal Jama’ah An Nahdliyah” ini dilaksanan di Auditorium, Minggu (09/02/2025). Ketua Umum Yayasan Perguruan Tinggi Bahrul Ulum (YPTBU), Ibu Nyai Hj. Hizbiyah Rochim Wahab mengungkapkan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang Ahlussunnah Wal Jama’ah (ASWAJA) bagi mahasiswa UNWAHA Jombang. “Sehingga yang menjadi peserta di Kolusium ini adalah bapak ibu dosen. Agar anak-anak kita ini bisa menekuni keilmuannya dengan belajar di perkuliahan dengan nilai plus yaitu penguatan akidah ASWAJA,” tutur beliau. Beliau juga menegaskan bahwa dalam forum ini juga akan disampaikan oleh para pemateri yaitu sejarah dan nilai-nilai perjuangan KH. A. Wahab Hasbullah. “Tidak kalah penting juga, para mahasiswa ini harus tahu siapa itu Mbah Wahab, bagaimana perjalanan pergerakan beliau,” lanjut beliau. Dalam kesempatan yang sama, Rektor UNWAHA Jombang, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS., IPU., ASEAN. Eng., juga memberikan sambutan sekaligus membuka Kolokium Penguatan ASWAJA. Beliau menyampaikan, sebagai lembaga perguruan tinggi Nahdlatul Ulama, UNWAHA Jombang memiliki tanggung jawab untuk mentransfer nilai-nilai ASWAJA dan ajaran yang diwariskan oleh Mbah Wahab. “Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi momen penting bagi kita bersama dalam mengokohkan ajaran Islam yang toleran, moderat, dan rahmatan lil alamiin,” kata Rektor UNWAHA. Beliau juga berharap, dengan kegiatan ini, dapat memberikan pengetahuan lebih dan bisa mengimplementasikannya dalam kehidupan di lingkungan kampus maupun sosial masyarakat. “Sehingga kita semua bisa melahirkan generasi penerus yang berintelektual dan juga kuat secara spiritual. Dan nantinya mampu menjadi agen perubahan yang positif di masyarakat sebagaimana yang telah diwariskan oleh KH. A. Wahab Hasbullah,” imbuh beliau. Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Rektor UNWAHA Jombang, dan dilanjutkan dengan penyampaian pengantar buku Biografi KH. A. Wahab Hasbullah oleh KH. Mun’im DZ. Usai pembukaan, sekitar 150 dosen di lingkungan UNWAHA Jombang mengikuti secara khidmat sesi materi. Adapun para pemateri dalam Kolokium Penguatan ASWAJA tersebut di antaranya adalah KH. Mun’im DZ dan KH. Adnan Anwar. Hadir dan juga memberikan sambutan, Ketua LPTNU Jawa Timur sekaligus Rektor Universitas Islam Malang (UNISMA), Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D., dan juga jajaran pengurus YPTBU. Red: IbrahimEditor: Septian Ragil
Call For Paper UNWAHA Jombang Februari 2025
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang mengundang para peneliti untuk menyerahkan naskah terbaiknya pada Call For Paper Unwaha Jombang bulan Februari 2025. Berikut daftar dan ruang lingkup jurnal yang akan diterbirkan pada Februari 2025: Red: IbrahimEditor: Septian Ragil
Pengumuman Pengambilan Ijazah Lulusan Tahun 2024
Berdasarkan Surat Edaran (SE) No: 061/BAU-UNWAHA/Peng/I/2025 Tentang Pengambilan Ijazah Lulusan Tahun 2024 Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang, diberitahukan layanan pengambilan ijazah bisa dilakukan mulai Selasa, 4 Februari 2025 pada hari dan jam kerja kantor. Adapun syarat pengambilan ijazah adalah sebagai berikut: Demikian edaran ini disampaikan, atas perhatiannya terimakasih Ka. Biro Umum dan Kerumahtanggaan. Contoh Surat Kuasa Pengambilan IjazahSurat Edaran Pengambilan Ijazah
Mahasiswa PPL UNWAHA Ikuti Rojabiyah Isra’ Mi’raj di Megaluh
Jombang – Mahasiswa Program Pengalaman Lapangan (PPL) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang ikuti pelaksanaan Rojabiyah yang digelar oleh Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama’ (NU) Megaluh, di MA Mambaul Ulum Megaluh, Senin (27/1/2025). Kegiatan diawali dengan Khotmil Qur’an dan pembacaan Dibaiyah yang dipimpin oleh mahasiswa PPL. Dilanjutkan dengan Mauidzatul Hasanah yang disampaikan oleh Ustad Sinwanto, beliau mengajak kepada para peserta untuk mengambil hikmah dan memperkuat keimanan dari momentum yang bersejarah ini. Pendamping Kelompok PPL, Bapak Mohammad Saat Ibnu Waqfin, S.Pd.I., M.Pd, menilai keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini sebagai pengalaman berharga dalam memperdalam wawasan keagamaan. “Selain mempererat ukhuwah Islamiyah, kegiatan ini juga memberikan pengalaman spiritual bagi mahasiswa. Saya berharap mereka dapat mengambil manfaat dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya. Hal senada disampaikan Ketua Kelompok PPL, Moch. Maulana Ishaq, yang mengapresiasi kesempatan mahasiswa untuk berpartisipasi dalam acara tersebut. “Kami bersyukur bisa ikut serta dalam kegiatan ini. Tidak hanya menambah wawasan keagamaan, tetapi juga memberikan pengalaman dalam mengelola acara berbasis nilai-nilai Islam,” katanya. Acara ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas kelancaran kegiatan. Panitia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini. Dengan adanya peringatan Rojabiyah, masyarakat diharapkan semakin termotivasi dalam menjaga tradisi keagamaan serta memperkuat nilai-nilai spiritual di tengah arus modernisasi. Red: IbrahimEditor: Septian Ragil
Pengumuman Herregistrasi Mahasiswa Semester Genap 2024/2025
Kepada seluruh mahasiswa Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang diberitahukan hal-hal yang berkaitan dengan Herregistrasi Semester Genap Tahun Akademik 2024/2025, yaitu sebagai berikut: Demikian pengumuman ini dibuat, atas perhatiannya kami sampaikan terimakasih Wakil Rektor Bidang Akademik, Ino Angga Putra, M.Pd.