Author: Humas Unwaha
Tidurnya Orang Berpuasa Ibadah? Simak Penjelasannyan dan Jangan Sampai Merugi.
Jombang – Bulan suci Ramadan merupakan bulan yang selalu dinantikan oleh seluruh umat muslim. Bulan yang penuh berkah ini memberikan kesempatan istimewa bagi setiap kaum muslim dalam berlomba-lomba meningkatkan ketakwaan serta mendekatkan diri kepada Allah SWT. Namun siapa sangka, di bulan tersebut salah satu aktivitas yang lazim dilakukan adalah tidur. Bukan tanpa alasan, melainkan tidur dikenal sebagai bagian kegiatan ibadah bagi orang yang berpuasa. Dosen Fakultas Pertanian, Mochammad Syafiuddin Shobirin, M.Pd.I., memberikan penjelasan mengenai tidurnya orang berpuasa apakah termasuk ibadah atau bukan. Beliau menyampaikan, bulan puasa atau Ramadan merupakan momentum yang semestinya digunakan untuk menggapai rahmat dan ampunan dari Allah SWT. “Jangan malah jadikan Ramadan itu suatu beban yang akhirnya menurunkan produktivitas sehari-hari kita. Terutama bagi sebagian ‘Gen-Z‘ yang sering mengatakan ‘tidurnya orang puasa adalah ibadah’ sebagai dalih untuk bermalas-malasan,”. tutur beliau. Menurut beliau, kata-kata tersebut tidak lah salah. Hal ini sebagaimana hadist nabi berikut: نَوْمُ الصَّائِمِ عِبَادَةٌ وَصُمْتُهُ تَسْبِيْحٌ وَعَمَلُهُ مُضَاعَفٌ وَدُعَاؤُهُ مُسْتَجَابٌ وَذَنْبُهُ مَغْفُوْرٌ “Tidurnya orang puasa adalah ibadah, diamnya adalah tasbih, amal ibadahnya dilipatgandakan, doanya dikabulkan, dan dosanya diampuni” (HR Baihaqi). Gus Didin sapaan akrab beliau lantas mengatakan, dengan hadist di atas seringkali dipolitisasi sebagai pembenaran untuk bermalas-malasan dengan tidur. “Memang tidurnya orang yang puasa itu ibadah. Namun yang harus diingat, tidurnya itu bisa menjadi ibadah manakala diniatkan untuk menjauhi perbuatan maksiat dan tidak berproduktivitas,” lanjut beliau. Beliau kembali menegaskan, jangan sampai aktivitas tidur menjadi satu-satunya ibadah utama di bulan Ramadan. Sebagaimana pengertian dan esensi sebenarnya puasa itu sendiri. “Puasa itu tidak hanya sekedar menahan haus dan lapar saja, melainkan juga harus bisa menahan hawa nafsu,” ujar dosen yang sedang menyelesaikan studi doktornya tersebut. Selain itu, bulan puasa merupakan bulan di mana pintu ampunan dibuka selebar-lebarnya dan pahala dilipat gandakan. Dengan hal ini, beliau berharap agar semua umat muslim bisa memanfaatkan momentum tersebut. “Salah satunya berkumpul dengan orang soleh, karena di momen Ramadan ini banyak sekali tersedia perkumpulan (jamaah) orang soleh. Seperti tarawih dan pengajian, tinggal kita mau atau tidak mengambil kesempatan itu,” pesan beliau. Red: IbrahimEditor: Septian Ragil
Perubahan Pelaksanaan Perkuliahan Selama Ramadan
Diberitahukan kepada seluruh mahasiwa dan dosen Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Tambakberas Jombang bahwa terdapat perubahan pelaksanaan perkuliahan selama bulan Ramadan, yaitu sebagai berikut: Kelas Pagi Kelas Siang Jam ke-1: 08.00-09.00 Jam ke-1:12.30-13.30 Jam ke-2: 09.00-10.00 Jam ke-2: 13.30-14.30 Jam ke-3: 10.00-11.00 Jam ke-3: 14.30-15-30 – Jam pertemuan tiap MK yang digunakan pada perkuliahan Bulan Ramadan adalah 60 menit tiap pertemuan. – Absensi kehadiran tiap MK pada Ados System bagi bapak ibu Dosen menyesuaikan dengan jam perkuliahan di sia.unwaha.ac.id. File Pengumuman.
Pengumuman Monitoring dan Evaluasi Tugas Akhir Angkatan 2024
Diberitahukan kepada seluruh mahasiswa semester VIII (delapan) yang sedang menempuh/menyelesaikan Tugas Akhir (TA) angkatan 2024 bahwa akan dilaksanakan Monitoring dan Evaluasi TA, yang akan digelar pada: hari/tanggal : Minggu, 23 Februari 2025waktu : 12.00 WIB – selesaitempat : Aula Gedung F Demikian pengumuman ini kami buat, atas waktu dan perhatiannya diucapkan terimakasih.
Pelaksanaan Sosialisasi Tugas Akhir Tahun 2025
Diberitahukan kepada mahasiswa semester VI (Enam) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Tambakberas Jombang bahwa akan dilaksanakan Sosialisasi Tugas Akhir (TA) tahun 2025, pada: hari/tanggal : Minggu, 23 Februari 2025waktu : 09.00 WIB – selesaitempat : Aula Gedung F. Demikian pengumuman ini kami buat, atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih. Surat Pengumuman Sosialisasi TA 2025
Mekanisme Pelaksanaan Tugas Akhir dan Penentuan Dosen Pembimbing Tahun 2025
Diberitahukan kepada seluruh mahasiswa semester VI Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang mekanisme penyusunan Tugas Akhir (TA) dan pemilihan Dosen Pembimbing TA sebagaimana berikut:
English Fest 2.0: Ajang Kompetisi Bahasa Inggris Tingkat Nasional di UNWAHA Jombang
Jombang – English Student Association (ESA) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang sukses menggelar English Fest 2.0, Sabtu (16/02/2024). Kegiatan ini merupakan kompetisi bahasa Inggris tingkat nasional yang mengusung tema “Digital and Language for Communicating the Future”. Ketua Pelaksana, Ubaidillah mengungkapkan, kegiatan ini bertujuan untuk mengasah kemampuan berbahasa Inggris generasi muda serta mendorong pemanfaatan teknologi dalam komunikasi global. “Saya berharap English Fest 2.0 dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berinovasi dan mengembangkan keterampilan mereka. Tidak hanya dalam bahasa tetapi juga dalam pemanfaatan teknologi untuk mendukung komunikasi yang lebih efektif di masa depan,” katanya. Hal tersebut diamini oleh Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris, ibu Iin Baroroh Ma’Arif, S.S., M.Pd. Beliau mengungkapkan bahwa dengan English Fest 2.0, para peserta mampu bersaing dan berinovasi. “Tema yang diangkat sangat relevan dengan kebutuhan zaman. Saya berharap kegiatan ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk terus berprestasi dan memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran dan komunikasi,” kata beliau. Pada kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), bapak M. Farid Nasrulloh, S.Pd.Si., M.Pd. mengapresiasi program yang diinisiasi oleh ESA tersebut. English Fest 2.0 menjadi bukti nyata bahwa bahasa dan teknologi dapat berjalan beriringan untuk menciptakan masa depan yang lebih inovatif dan kompetitif. “Kami sangat bangga dengan pencapaian ESA dalam menyelenggarakan English Fest 2.0. Ini adalah langkah positif dalam mendukung mahasiswa mengembangkan keterampilan berbahasa Inggris dan literasi digital, yang sangat dibutuhkan di era global saat ini. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan semakin berkembang di masa depan,” pesan beliau. Sebagai informasi, kompetisi ini diikuti oleh peserta dari dua jenjang, yakni mahasiswa dan siswa SMA. Untuk tingkat mahasiswa, terdapat dua cabang lomba, yaitu Essay Contest dan Speech Contest. Sementara itu, untuk tingkat SMA, peserta berkompetisi dalam tiga kategori, yakni Speech Contest, Singing Contest, dan Story Telling Contest. Peserta tidak hanya berasal dari Jombang, para finalis yang berkompetisi dalam English Fest 2.0 juga datang dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Surakarta, Bandung, dan Pekalongan. Red: IbrahimEditor: Septian Ragil
Pengumuman Pelaksanaan Tugas Akhir UNWAHA 2025
Diberitahukan kepada mahasiswa semester enam Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang bahwa pelaksanaan Tugas Akhir (TA) Tahun Akademik 2024-2025 dilaksanakan pada tanggal 18 Februari 2025. Untuk persyaratan peserta TA, mahasiswa harus menyelesaikan herregistrasi dan KRS semester enam serta melengkapi Kartu Hasil Studi (KHS) dari semester 1 sd. 5. Mahasiswa diharap untuk melengkapi persyaratan tersebut. Demikian pengumuman ini disampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terimakasih. Akademik. File Pengumuman Pelaksanaan TA 2025
Amalan dan Do’a Malam Nisfu Sya’ban
Jombang – Malam nisfu sya’ban merupakan salah satu momentum penting yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam. Hal ini dikarenakan terdapat keistimewaan tersendiri di malam nisfu sya’ban. Seperti yang diketahui, di tahun 2025 ini malam nisfu sya’ban jatuh pada Kamis, 13 Februari 2025. Bapak Muhammad Fodhil, S.Pd.I., M.Pd., menjelaskan keistimewaan malam nisfu sya’ban merupakan momen di mana catatan amal manusia dilaporkan. Sehingga dengan demikian, sebagai umat Islam perlu melakukan amalan-amalan yang baik seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, berdo’a dan bersedekah. “Seperti yang dijelaskan dalam beberapa kitab seperti Al-Mujarobat, yang menjelaskan kebiasaan-kebiasaan para ulama zaman dahulu dengan mengisi malam nisfu sya’ban dengan tiga amalan,” jelas beliau. Yaitu dengan salat sunnah enam rakaat (tiga salam), dilanjutkan dengan membaca surat Yasin usai salat sunnah. “Ada tiga do’a yang biasanya diniatkan setiap membaca suat Yasin, pertama adalah diberikan umur yang panjang dan barokah, kedua diberkahi rezeki halal, terakhir khusnul khotimah dengan ketetapan iman kepada Allah SWT,” terang beliau. Bapak Fodhil juga menjelaskan, ketiga do’a tersebut disematkan ketika membaca surat Yasin setelah Ayat 61. Yang berbunyi sebagaimana berikut: وَاَنِ اعۡبُدُوۡنِىۡ ؕ هٰذَا صِرَاطٌ مُّسۡتَقِيۡمٌ Usai membaca surat Yasin dilanjutkan dengan do’a berikut: اللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنَا عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ أَشْقِيَاءَ أَوْ مَحْرُوْمِيْنَ أَوْ مُقَتَّرِيْنَ عَلَيْنَا فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتَنَا وَحِرْمَانَنَا وَاقْتِتَارَ رِزْقِنَا، وَاكْتُبْنَا عِنْدَكَ سُعَدَاءَ مَرْزُوْقِيْنَ مُوَفَّقِيْنَ لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ: “يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ” وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَــالَمِيْنَ Red: IbrahimEditor: Septian Ragil
Kemuliaan Bulan Syakban dan Hikmahnya
Jombang – Bulan Syakban merupakan bulan ke-8 di tahun Hijriyah dan salah satu bulan mulia dengan segala keutamaannya seperti bulan Rajab dan Ramadan. Bahkan tidak jarang, bulan Syakban didefinisikan untuk masa persiapan menuju bulan puasa atau Ramadan. Hal ini disampaikan oleh Dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Muhammad Fodhil, S.Pd.I., M.Pd. Beliau menjelaskan, bahwa secara terminologi Syakban (Sya’ban) adalah Syi’ab (شعب) yang memiliki makna jalan di antara dua pegunungan. “Maksudnya apa? maksudnya adalah kita ini sedang menuju perjalanan untuk menggapai kebaikan, yang nanti puncaknya adalah bulan Ramadan,” kata beliau. Keistimewaan bulan Syakban sendiri sering kita dengar pada do’a menyambut bulan Rajab, Syakban dan Ramadan, yang berbunyi sebagai berikut: “Allahumma barik lana fi Rajab wa Sya’ban, wa Ballighna Ramadhan.” “Dan kita perlu mempersiapkan diri untuk menyambut bulan Ramadan. Untuk apa? supaya kita terbiasa dengan segala bentuk amal-amal kebaikan. Karena sesuatu yang telah dipersiapkan, hasilnya akan lebih matang dan bagus,” imbuh Bapak Fodhil. Adapun amalan yang dianjurkan di bulan Syakban ini yaitu seperti berpuasa. Namun berbeda dengan puasa-puasa sunnah yang lainnya, yang sudah ditentukan hari dan tanggal pelaksanaannya. “Karena di akhir Syakban itu ada istilah yaumus syaq (ragu), di mana hari keraguan itu jatuh pada akhir bulan. Sehingga saat hari itu, sebisa mungkin untuk tidak berpuasa sebagai antasipasi atas kemungkinan jatuhnya bulan Ramadan,” jelas beliau. Selain berpuasa, umat islam juga dianjurkan untuk bersedekah di bulan yang mulia ini. Hal ini dikarenakan, dengan bersedekah dapat mempercepat meningkatkan derajat hamba di hadapan Allah SWT. “Oleh karena itu, di Syakban ini kita semua mempersiapkan diri dengan ibadah-ibadah dan muamalah kita. Syukur-syukur di bulan Syakban ini kita bersedekah,” tutur beliau. Di bulan Syakban juga terdapat malam mulia atau yang dikenal malam nisyfu sya’ban. Malam nisyfu sya’ban termasuk malam mulia seperti malam Jumat, malam dua Ied (Idul Fitri dan Idul Adha), malam 1 Rajab, dan malam Lailatul Qadr. Bapak Fodhil juga menceritakan kemuliaan malam nisyfu sya’ban. Seperti yang dikisahkan ketika Nabi Isa AS yang menjumpai suatu peristiwa yang membuat beliau kagum. “Suatu ketika Nabi Isa berjalan-berjalan di tengah pegunungan, dan beliau melihat sesuatu seperti batu yang sangat berkeliau sekali. Kemudian beliau menghampiri sumber cahaya itu, dan ternyata di situ ada orang yang sedang beribadah yang lamanya 500 tahun,” cerita dosen PAI tersebut. Menjumpai peristiwa tersrbut, Nabi Isa kemudian terkagum-kagum dan sangat takjub sekali. Dalam kekagumannya tersebut, kemudian beliau ditanya oleh Allah SWT. “Wahai Isa, apakah kamu sudah merasa kagum dan kaget dengan apa yang dilakukan oleh orang itu, dan apakah kamu ingin mengetahui pahala ibadah yang melebihi umatmu tersebut?. Ada yang bisa melebihi pahala dari apa yang dilakukan oleh umatmu itu, yaitu ibadah yang dilakukan oleh umat Nabi Muhammad SAW di malam nisfu sya’ban,” lanjut beliau. Dengan keutamaan dan kemuliaan bulan Syakban tersebut, bapak Fodhil mengajak bagi semuanya untuk memanfaatkan momen yang penuh dengan keistimewaan ini. Red: IbrahimEditor: Septian Ragil
Bersama Dzurriyah, Pimpinan dan Dosen se-UNWAHA Gelar Ziarah ke Makam Mbah Wahab
Jombang – Pimpinan dan Dosen se-Univertsitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang menggelar ziarah ke makam Mbah Wahab bersama dzurriyah, Minggu (09/02/2025). Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian Kolokium Penguatan Aswaja UNWAHA Jombang. Adapun dzurriyah Mbah Wahab yang berkesempatan hadir sekaligus memimpin ziarah tersebut, di antaranya Ibu Nyai Machfudloh Aly Ubaid, Ibu Nyai hizbiyah Rochim Wahab, dan K.H Muhammad Roqib. Usai pembacaan surat Yasin dan Tahlil, pimpinan dan para dosen dengan khidmat mendengarkan kisah-kisah perjuangan Mbah Wahab. Ibu Nyai Machfudloh menyampaikan, kegiatan ini salah satu bentuk tabarruk kepada para pendahulu. Seperti yang telah diketahui bahwa Mbah Wahab merupakan salah satu tokoh penting bagi Nahdlatul Ulama (NU) dan kemerdekaan Indonesia. “Dengan menjalani ini kita mudah-mudahan termasuk umat Nabi Muhammad SAW yang akan mendapat keberkahan yang tidak hanya di dunia melainkan juga di akhirat,” tutur beliau. Beliau juga mengapresiasi kegiatan penguatan Aswaja bagi segenap dosen di UNWAHA Jombang. Menurut beliau, sudah semestinya bagi civitas akademika untuk menjadikan Aswaja sebagai pijakan bertindak dan berfikir. “Apalagi dengan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah yang sangat kuat dapat memperkuat juga perjuangan kita dan insyaallah kalau kita mengikuti jejak-jejak beliau maka tujuan kita bersama akan tercapai,” imbuh beliau. Ibu Nyai Machfudloh berharap, seluruh rangkaian kegiatan Kolokium Penguatan Aswaja UNWAHA Jombang tersebut dapat memberikan kebermanfaatan. Khususnya untuk meneruskan perjuangan Mbah Wahab serta kemajuan bagi UNWAHA Jombang sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik NU. “Mudah-mudahan dengan niat baik dalam kegiatan yang mulia ini menjadi cambuk, menjadikan semangat untuk berjuang untuk kemajuan bangsa dan agama. Sebagaimana yang telah dilakukan oleh Kiyai Wahab yang tidak pernah lelah dalam berjuang,” pesan beliau. Selanjutnya, para pimpinan dan dosen mengikuti pembacaan ijazaha KH. A. Wahab Hasbullah yang dipimpin oleh Ibu Nyai Machfudloh didampingi Ibu Nyai hizbiyah Rochim Wahab, dan K.H Muhammad Roqib. Red: IbrahimEditor: Ragil Septian