Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Author: Humas Unwaha

Asesmen Lapangan Akreditasi Perguruan Tinggi oleh BAN-PT di UNWAHA Jombang

Jombang – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang menggelar pembukaan Asesmen Lapangan oleh tim asesor dari Badan Akreditasi Nasional perguruan Tinggi (BAN-PT) di Auditorium UNWAHA Jombang, Selasa (18/03/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk menilai dan mengonfirmasi data serta informasi yang telah disampaikan oleh universitas dalam rangka proses akreditasi. Rektor UNWAHA Jombang, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng., dalam sambutannya mengucapkan selamat datang dan terimakasih kepada tim asesor yang telah berkenan hadir pada kesempatan kali ini. Beliau menekankan bahwa asesmen lapangan ini merupakan suatu kegiatan penting dalam rangka meningkatka kualitas perguruan tinggi. “Asesmen lapangan di UNWAHA ini sangat penting dan tidak hanya untuk akreditasi saja. Sekaligus memberikan dorongan dan semangat bagi kita untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya, baik dosen maupun tenaga kependidikan. Dan yang utama yaitu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya mahasiswa,” kata beliau. Sementara itu, perwakilan asesor BAN-PT juga turut memberikan sambutan yang disampaikan oleh Dr. Muhammad Nasir, M.S.E., M.Si. Beliau menyampaikan bahwa proses asesmen ini dilakukan secara objektif, berdasarkan data yang telah diserahkan oleh pihak universitas. “Kami di sini hanya untuk mengonfirmasi apa yang telah diberikan bapak/ibu kepada BAN-PT. Tolong disampaikan apa adanya, dan jangan terlalu tegang dalam menghadapi kami,” tutur beliau. Adapun tim asesor BAN-PT pada asesmen lapangan kali ini, di antaranya: Prof. Dr. Muhammad Nasir, M.S.E., M.Si., Prof. Dr. Anna Permanasari, M.Si., Prof. Dr. H. Abdul Rohman, M.Ag., dan Bapak Azwardi selaku Staf BAN-PT. Dengan adanya asesmen lapangan ini, UNWAHA Jombang berharap dapat memperoleh hasil akreditasi yang terbaik dan semakin meningkatkan kualitas pendidikan serta pelayanan akademik bagi mahasiswa dan masyarakat luas. Red: IbrahimEditor: Septian Ragil

Menelusuri Sejarah Nuzulul Quran: Sejarah dan Hikmah di Balik 17 Ramadan

Jombang -Nuzulul Quran merupakan momentum yang setiap tahunnya selalu diperingati oleh umat Islam. Momen ini merupakan turunnya wahyu pertama Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW. Tanggal 17 Ramadan menjadi hari yang dianggap paling tepat untuk merayakan peristiwa besar ini, berdasarkan ijtihad ulama yang merujuk pada penafsiran sejarah dan Al-Quran itu sendiri. Hal ini disampaikan oleh Kepala Islamic Center UNWAHA, Bapak Dr. H. Muhammad Anshori, M.Pd.I. Beliau menyampaikan bahwa peringatan Nuzulul Quran yang jatuh pada 17 Ramadan berawal dari pendapat ulama terdahulu, salah satunya Muhammad Al-Mutholibi. “Tanggal 17 Ramadan dipilih karena berdasarkan penafsiran sejarah, peristiwa penting ini terjadi pada malam tersebut. Al-Quran menyebutkan bahwa bulan Ramadan adalah bulan yang diturunkannya wahyu, namun tidak secara langsung menyebutkan tanggal pasti,” ujar Dr. Anshori dalam wawancara. Pendapat ini semakin kuat dengan merujuk pada peristiwa Perang Badar yang terjadi pada 17 Ramadan. Menurut Dr. Anshori, peristiwa tersebut tercatat dalam Al-Quran dalam surat Al-Anfal yang menyebutkan “yaumal furqon“, yang diartikan sebagai “hari pemisah,” yaitu hari ketika perang Badar terjadi. “Kita bisa melihat bahwa peristiwa ini mengindikasikan bahwa Nuzulul Quran itu jatuh pada tanggal 17 Ramadan,” tambahnya. Namun, perdebatan mengenai apakah yang diturunkan pada 17 Ramadan tersebut adalah seluruh isi Al-Quran atau hanya bagian tertentu, seperti surat Al-Alaq, masih menjadi bahan diskusi di kalangan ulama. Berdasarkan tafsir Ibnu Abbas dalam surat Al-Qadr, Dr. Anshori menjelaskan bahwa Al-Quran diturunkan secara keseluruhan, dari Lauhul Mahfuzh ke langit dunia (as-sama’ud-dunya), dan dari sana diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW secara berangsur selama 22 tahun lebih. “Yang pertama kali turun adalah perintah membaca (Iqra’) yang diturunkan pada malam Lailatul Qadr. Selanjutnya, Al-Quran diturunkan bertahap sesuai dengan kebutuhan peristiwa yang terjadi di masyarakat, yang dikenal dengan istilah asbabun nuzul atu tidak dengan sebab,” jelasnya. Namun apakah hikmah terpenting dalam peringatan Nuzulul Quran ini. Menurut beliau, sebagai umat muslim, sudah semestinya untuk mengetahui peristiwa yang bersejarah ini. Namun di balik itu semua yaitu ada momentum penting lainnya, yaitu malam Lailatul Qadr. Lailatul Qadr, malam yang sangat diagungkan oleh umat Islam, diyakini terjadi pada salah satu malam ganjil dalam sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, mulai dari 17 hingga 29 Ramadan. Dr. Anshori menekankan pentingnya umat Islam untuk memaknai malam tersebut dengan penuh keikhlasan dan ibadah, karena Lailatul Qadr adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan. “Harapan kami, umat Islam tidak hanya memaknai Nuzulul Quran sebagai peristiwa sejarah, tetapi juga sebagai momentum untuk memperdalam pemahaman terhadap isi Al-Quran dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Semoga dengan memperingati Nuzulul Quran, kita semakin dekat dengan Al-Quran sebagai petunjuk hidup yang sempurna,” pungkasnya. Dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang Nuzulul Quran, umat Islam diajak untuk tidak hanya memperingati secara simbolis, tetapi juga menggali makna dan hikmah yang terkandung dalam wahyu Allah yang diturunkan untuk petunjuk hidup umat manusia. Red: IbrahimEditor: Septian Ragil

Pengumuman Pemilihan Dosen Pembimbing TA Dibuka Kembali

Kepada seluruh mahasiswa Semester VI (enam) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah yang telah memenuhi KRS dan KHS semester I – V namun belum mendapatkan dosen pembimbing Tugas Akhir (TA), diinformasikan bahwa proses pemilihan dosen pembimbing akan dibuka kembali pada: Hari/Tanggal : Rabu, 12 Maret 2025Pukul : 10.00-Selesai Dimohon kepada seluruh mahasiswa yang bersangkutan untuk segera melakukan proses pemilihan dosen pembimbing sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih. Pengumuman TA

Pendaftaran Gelombang II UNWAHA 2025 Sudah Dibuka! Segera Daftar dan Wujudkan Impianmu!

Jombang – Pendaftaran untuk Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) gelombang II (dua) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang tahun akademik 2025/2026 telah resmi dibuka. Bagi calon mahasiswa yang belum sempat mendaftar pada gelombang I, kini memiliki kesempatan untuk mengikuti seleksi pada periode pendaftaran kedua ini. Periode pendaftaran gelombang ke-II dibuka mulai 11 Maret hingga 31 Mei 2025. Calon mahasiswa dapat melakukan pendaftaran dengan mengakses situs resmi PMB UNWAHA Jombang dan mengikuti instruksi yang tertera untuk melengkapi persyaratan pendaftaran. UNWAHA Jombang juga memberikan berbagai informasi terkait prosedur, jadwal ujian, dan biaya pendidikan yang dapat diakses dengan mudah oleh calon mahasiswa. Untuk mempermudah proses, UNWAHA Jombang menyediakan layanan konsultasi dan informasi melalui call center dan media sosial resmi. Tersedia banyak pilihan program studi, fasilitas kampus memadai, dan program beasiswa yang dapat dimanfaatkan. Segera daftarkan diri anda dan raih kesempatan untuk menjadi bagian dari kampus yang berkualitas dan berprestasi! Informasi lebih lanjut: Red: IbrahimEditor: Septian Ragil

Pendidikan Biologi: Jembatan Menuju Kemajuan di Dunia Pendidikan dan Sains Modern

Program Studi (Prodi) Pendidikan Biologi Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang merupakan bidang studi yang mempelajari tentang keadaan dan sifat makhluk hidup yang ada di bumi. Pembelajaran mengenai ilmu taksnomi, genetika, struktur perkembangan pertumbuhan makhluk hidup, lingkungan serta berbagai penerapan ilmu biologi ditujukan untuk menghasilkan lulusan yang menguasai kompetensi pedagogik, profesional dan sosial. Visi Prodi Pendidikan Biologi UNWAHA Jombang “Program Studi Pendidikan Biologi menghasilkan SDM yang unggul, berkompeten, berwawasan global, berkarakter islami, serta berjiwa wirausaha bidang Biologi di tingkat nasional pada tahun 2025”. Alasana Memilih Prodi Pendidikan Biologi UNWAHA Jombang Peluang Karier Sarjana Pendidikan Biologi UNWAHA Jombang memiliki berbagai peluang karier, seperti: Pendaftaran Saat ini UNWAHA Jombang masih membuka kesempatan bagi kalian para calon mahasiswa untuk bergabung dengan Prodi Pendidikan Biologi. Adapun tata cara pendaftaran bisa dilakukan dengan mengunjungi tautan PMB UNWAHA Jombang, atau dengan menghubungi nomer ini Ibu Ospa. Red: Ibrahim

Jangan Ketinggalan! Pendaftaran PMB Gelombang I Tahun 2025/2026 Diperpanjang

Jangan sampai ketinggalan! Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang menginformasikan perpanjangan pendaftaran Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Gelombang I (satu) tahun 2025/2026. Hal ini memberikan peluang bagi kalian, calon mahasiswa baru yang belum sempat mendafatarkan diri untuk bergabung dengan UNWAHA Jombang. Pendaftaran Gelombang 1 diperpanjang hingga Senin, 10 Maret 2025. Pendaftaran bisa dilakukan dengan mengunjungi laman PMB UNWAHA Jombang. Jadilah bagian dari generasi unggul, daftarkan dirimu sekarang dan raih masa depan bersama UNWAHA Jombang. Jangan lewatkan kesempatan ini, bergabunglah dan mulai perjalanan menuju kesuksesan!.

Tidurnya Orang Berpuasa Ibadah? Simak Penjelasannyan dan Jangan Sampai Merugi.

Jombang – Bulan suci Ramadan merupakan bulan yang selalu dinantikan oleh seluruh umat muslim. Bulan yang penuh berkah ini memberikan kesempatan istimewa bagi setiap kaum muslim dalam berlomba-lomba meningkatkan ketakwaan serta mendekatkan diri kepada Allah SWT. Namun siapa sangka, di bulan tersebut salah satu aktivitas yang lazim dilakukan adalah tidur. Bukan tanpa alasan, melainkan tidur dikenal sebagai bagian kegiatan ibadah bagi orang yang berpuasa. Dosen Fakultas Pertanian, Mochammad Syafiuddin Shobirin, M.Pd.I., memberikan penjelasan mengenai tidurnya orang berpuasa apakah termasuk ibadah atau bukan. Beliau menyampaikan, bulan puasa atau Ramadan merupakan momentum yang semestinya digunakan untuk menggapai rahmat dan ampunan dari Allah SWT. “Jangan malah jadikan Ramadan itu suatu beban yang akhirnya menurunkan produktivitas sehari-hari kita. Terutama bagi sebagian ‘Gen-Z‘ yang sering mengatakan ‘tidurnya orang puasa adalah ibadah’ sebagai dalih untuk bermalas-malasan,”. tutur beliau. Menurut beliau, kata-kata tersebut tidak lah salah. Hal ini sebagaimana hadist nabi berikut: نَوْمُ الصَّائِمِ عِبَادَةٌ وَصُمْتُهُ تَسْبِيْحٌ وَعَمَلُهُ مُضَاعَفٌ وَدُعَاؤُهُ مُسْتَجَابٌ وَذَنْبُهُ مَغْفُوْرٌ “Tidurnya orang puasa adalah ibadah, diamnya adalah tasbih, amal ibadahnya dilipatgandakan, doanya dikabulkan, dan dosanya diampuni” (HR Baihaqi). Gus Didin sapaan akrab beliau lantas mengatakan, dengan hadist di atas seringkali dipolitisasi sebagai pembenaran untuk bermalas-malasan dengan tidur. “Memang tidurnya orang yang puasa itu ibadah. Namun yang harus diingat, tidurnya itu bisa menjadi ibadah manakala diniatkan untuk menjauhi perbuatan maksiat dan tidak berproduktivitas,” lanjut beliau. Beliau kembali menegaskan, jangan sampai aktivitas tidur menjadi satu-satunya ibadah utama di bulan Ramadan. Sebagaimana pengertian dan esensi sebenarnya puasa itu sendiri. “Puasa itu tidak hanya sekedar menahan haus dan lapar saja, melainkan juga harus bisa menahan hawa nafsu,” ujar dosen yang sedang menyelesaikan studi doktornya tersebut. Selain itu, bulan puasa merupakan bulan di mana pintu ampunan dibuka selebar-lebarnya dan pahala dilipat gandakan. Dengan hal ini, beliau berharap agar semua umat muslim bisa memanfaatkan momentum tersebut. “Salah satunya berkumpul dengan orang soleh, karena di momen Ramadan ini banyak sekali tersedia perkumpulan (jamaah) orang soleh. Seperti tarawih dan pengajian, tinggal kita mau atau tidak mengambil kesempatan itu,” pesan beliau. Red: IbrahimEditor: Septian Ragil

Perubahan Pelaksanaan Perkuliahan Selama Ramadan

Diberitahukan kepada seluruh mahasiwa dan dosen Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Tambakberas Jombang bahwa terdapat perubahan pelaksanaan perkuliahan selama bulan Ramadan, yaitu sebagai berikut: Kelas Pagi Kelas Siang Jam ke-1: 08.00-09.00 Jam ke-1:12.30-13.30 Jam ke-2: 09.00-10.00 Jam ke-2: 13.30-14.30 Jam ke-3: 10.00-11.00 Jam ke-3: 14.30-15-30 – Jam pertemuan tiap MK yang digunakan pada perkuliahan Bulan Ramadan adalah 60 menit tiap pertemuan. – Absensi kehadiran tiap MK pada Ados System bagi bapak ibu Dosen menyesuaikan dengan jam perkuliahan di sia.unwaha.ac.id. File Pengumuman.

Pengumuman Monitoring dan Evaluasi Tugas Akhir Angkatan 2024

Diberitahukan kepada seluruh mahasiswa semester VIII (delapan) yang sedang menempuh/menyelesaikan Tugas Akhir (TA) angkatan 2024 bahwa akan dilaksanakan Monitoring dan Evaluasi TA, yang akan digelar pada: hari/tanggal : Minggu, 23 Februari 2025waktu : 12.00 WIB – selesaitempat : Aula Gedung F Demikian pengumuman ini kami buat, atas waktu dan perhatiannya diucapkan terimakasih.

Pelaksanaan Sosialisasi Tugas Akhir Tahun 2025

Diberitahukan kepada mahasiswa semester VI (Enam) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Tambakberas Jombang bahwa akan dilaksanakan Sosialisasi Tugas Akhir (TA) tahun 2025, pada: hari/tanggal : Minggu, 23 Februari 2025waktu : 09.00 WIB – selesaitempat : Aula Gedung F. Demikian pengumuman ini kami buat, atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih. Surat Pengumuman Sosialisasi TA 2025