Author: Humas Unwaha
Osfak FIP 2024: Merangkai Kisah Mahasiswa yang Berkualitas dan Menjalin Solidaritas
Jombang – Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang menggelar Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus Fakultas (Osfak) Gelombang I, di Ruangan Perkuliahan B-14 , Senin (24/6/2024). Sebanyak 53 mahasiswa baru mengikuti kegiatan tersebut. Adapun tema yang diusung pada Osfak FIP kali ini adalah “Merangkai Kisah Mahasiswa yang Berkualitas dan Menjalin Solidaritas”. Dekan FIP Unwaha Jombang, M. Farid Nasrulloh, S.Pd.Si., M.Pd., menyambut hangat seluruh mahasiswa baru FIP tahun 2024 dalam acara yang penuh semangat tersebut. “Pilihan yang sangat tepat untuk seluruh mahasiswa baru karena telah memilih dan masuk ke dalam Fakultas Ilmu Pendidikan, yang mana seluruh Prodinya sudah terakreditasi Baik Sekali,” seru pria yang akrab disapa Pak Farid dalam sambutannya. Beliau juga mengenalkan budaya-budaya kampus dan masing-masing prodi di bawah naungan FIP Unwaha Jombang. Tidak lupa juga, beliau menyampaikan beberapa program kurikulum yang telah dibangun untuk menunjang lulusan FIP Unwaha yang memiliki karakter kompeten dan berdaya saing. “Harapan kami, setelah pengenalan fakultas ini anda semua dapat menyesuaikan dengan budaya-budaya yang ada di kampus. Sehingga nantinya anda semua dapat lulus tepat waktu dan dapat dengan baik mengamalkan ilmu masing-masing,” pesan beliau. Sementara itu, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FIP, Mahita Nur Kumala mengungkapkan, tujuan kegiatan ini yaitu agar para mahasiswa baru dapat lebih mengenal FIP dan masing-masing prodi, juga antar sesama mahasiswa FIP Unwaha Jombang. “Terdapat beberapa materi yang disampaikan, seperti ke-Fakultasan, Prodi, dan pengenalan Ormawa (organisasi kemahasiswaan, red). Harapan kami, para mahasiswa baru dapat berperan aktif dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh FIP,” ucapnya saat diwawancarai. Hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Ketua Prodi Pendidikan Matematika, Wisnu Siwi Satiti, S.Pd., M.Sc., Ketua Prodi Pendidikan Biologi, Ospa Pea Yuanita Meishanti, M.Pd., dan beberapa undangan lainnya. Dokumentasi Osfak FIP 2024. Red: Ibrahim. Editor: Septian Ragil.
Sosialisasi Anti Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus Kepada Mahasiswa Baru
Jombang – Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang sosialisasikan anti kekerasan seksual kepada mahasiswa baru. Sosialisasi tersebut disampaikan saat Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di hari pertama, Minggu (23/6/2024) kemarin, di Aula Gedung F. Ketua Satgas PPKS Unwaha Jombang, Rohmat Hidayat, S.S., M.Pd., secara langsung menyampaikan materi tentang pentingnya pencegahan dan upaya penanganan kekerasan seksual di lingkungan kampus. “Satgas PPKS merupakan salah satu unit yang kebaradaannya sangat urgent. Mengingat kasus kekerasan seksual yang ada di lingkungan pendidikan khususnya kampus sering kita temui,” kata beliau saat menyampaikan materi. Terdapat beberapa poin yang beliau sampaikan pada sosialisasi tersebut. Seperti definisi dan jenis-jenis kekerasan seksual itu sendiri. “Secara umum (kekerasan seksual, red) diidentifikasikan sebagai kegiatan fisik saja, padahal realitanya mencakup hal yang luas. Ada yang sifatnya non-fisik atau non-verbal,” jelasnya. Di akhir, beliau berharap dengan sosialisasi Satgas PPKS tersebut dapat menjadi modal dasar bagi mahasiswa baru untuk mengenali tindakan kekerasan seksual. “Anda dapat berkonsultasi kepada kami, berdasarkan peraturan dan SOP kami privasi pelapor akan kita jaga. Karena PPKS itu orientasinya adalah bagaimana merawat dan mendampingi korban,” pesan beliau. Red: Ibrahim. Editor: Septian Ragil.
Gebyar Pembukaan PKKMB Unwaha Jombang 2024
Jombang – Pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang berjalan dengan meriah, di halaman Gedung Ir. Joko Widodo, Minggu (23/6/2024). Upacara pembukaan PKKMB 2024 dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, , Dr. H. M. Wafiyul Ahdi, M.Pd.I. Upacara pembukaan juga dihadiri oleh jajaran pimpinan Yayasan Perguruan Tinggi Bahrul Ulum (YPTBU) dan Unwaha Jombang. Ketua YPTBU, Ibu Nyai. Hj. Hizbiyah Rochim Wahab, M.A., dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru Unwaha Jombang. Seperti yang diketahui, sebanyak 400 lebih mahasiswa baru sedang mengikuti PKKMB yang dilaksanakan selama dua hari, Minggu-Senin (23-24/6/2024). “Selamat datang di kampus NU terbaik. Sebagai mahasiswa Unwaha Jombang, anda harus bisa mencontoh sosok KH. Wahab Hasbullah dan harus paham betul tentang sejarah berdirinya NU,” tutur Ibu Nyai Hizbiyah. Kedepannya beliau juga berharap, para mahasiswa baru dapat menjadi generasi unggul. Terlebih di Unwaha Jombang memiliki local wisdom mengenai tradisi-tradisi santri. “Unwaha Jombang berdiri di lingkungan pesantren, sehingga anda nantinya harus menjaga karakter dan berakhlakul karimah. Dan jika diperhatikan, hanya Unwaha Jombang lah satu-satunya perguruan tinggi yang pengenalan budaya kampusnya yang ada pembacaan burdah,” pesan beliau. Di kesempatan yang sama, Rektor Unwaha Jombang, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng., juga mengucapkan selamat datang kepada para mahasiswa baru yang merupakan generasi ke-11. “Mahasiswa Unwaha Jombang memiliki banyak prestasi, baik di tingkat regional maupun nasional. Semoga kedepannya, capaian prestasi ini tidak hanya bertambah secara kuantitas, melainkan juga secara kualitas,” ucap Rektor Unwaha Jombang tersebut. Beliau juga menjelaskan, saat ini Unwaha Jombang telah menerapkan kurikulum Outcome Based Education (OBE). Di mana para mahasiswa nantinya diarahkan pada sistem perkuliahan yang berorientasi pada hasil capaian belajar. “Para mahasiswa tidak cukup untuk mengetti dan mengimplementasikan ilmunya, tetapi juga mahasiswa perlu melakukan inovasi, dan kreasi tersendiri. Saya juga yakin, para mahasiswa yang berdiri di depan ini mampu melahirkan inovasi-inovasi tersebut,” imbuhnya. Potret Kemeriahan PKKMB Gelombang I Tahun 2024. Red: Ibrahim. Editor: Sepetian Ragil.
400 Lebih Camaba Siap Ikuti PKKMB Gelombang I
Jombang – Sebanyak 400 lebih calon mahasiswa baru (Camaba) siap ikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Gelombang I Univrsitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang tahun 2024. Hal ini terlihat ketika para Camaba antusias mengikuti Pra-PKKMB, Jumat (22/6/2024) kemarin. Ketua Panitia PKKMB Unwaha Jombang, Septian Ragil Anandita, M.Pd., mengatakan, PKKMB Gelombang I akan dilaksanakan selama dua hari, yaitu Minggu-Senin (23-24/6/2024). “Alhamdulillah Pra-PKKMB sudah terlaksana dengan lancar dan GARUDA II (sebutan bagi Camaba tahun 2024) sudah siap mengikuti rangkaian kegiatan. Kemarin di Pra-PKKMB para peserta mengikuti Stadium General dan ziarah ke Makam masyayikh,” seru pria yang akrab disapa Bapak Ragil ini. Tema yang diusung pada PKKMB tahun ini adalah “Generasi Inovatif dan Berintegritas di Era Digital”. Hal tersbut sesuai dengan tantangan saat ini, di mana generasi muda dituntut aktif di era yang serba digital. “Selain pengenalan kehidupan dan budaya kampus, PKKMB bertujuan untuk mencetak para generasi yang pro-aktif dalam menanggapi peluang di era saat ini. Sehingga mereka nantinya tidak hanya reaktif terhadap sesuatu dan hanya menjadi penonton saja, melainkan dapat mengambil peran sesuai bidang dan keahliannya masing-masing,” jelasnya. Beliau juga menegaskan, pada pelaksanaan PKKMB sudah sesuai dengan peraturan-peraturan yang ada. Sehingga risiko adanya intimidasi bahkan bullying saat pelaksanaan dapat dinyatakan tidak ada. “Selain menganut terhadap Pedoman PKKMB oleh Ditjen Dikti Kemendikbud, kita juga memperkuat peraturan yang ada di internal. Mengenai tata tertib, keamanan, hingg norma-norma yang berlaku di lingkungan kampus, sehingga tindakan yang mengarah pada perpeloncoan sebisa mungkin telah kita minimalisir,” terangnya. Beliau juga berharap, para Camaba dapat mengikuti rangkaian PKKMB Gelombang I hingga selesai dengan lancar. “Semoga para Camaba tahun ini dapat beradaptasi dengan budaya-budaya yang ada di Unwaha Jombang. Hal ini tentu bertujuan untuk memberikan kenyamanan dan kelancaran dalam melaksanakan perkuliahan di kampus nantinya,” pungkasnya. Foto Kegiatan Pra-PKKMB Gelombang I Unwaha Jombang Red: Ibrahim. Editor : Septian Ragil.
Rayakan Iduladha 1445 Hijriah, Unwaha Jombang Potong Hewan Kurban
Jombang – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang rayakan Iduladha 1445 Hijriah dengan pemotongan hewan kurban di lingkungan kampus, tepatnya di samping Gedung B Unwaha, Selasa (18/6/2024). Ketua Pelaksana Kurban Unwaha, Bapak Syaifuddin Zuhri, S.Pdi. mengungkapkan, kegiatan ini merupakan acara tahunan yang dilakukan di lingkungan Unwaha Jombang. “Alhamdulillah hari ini kita bisa melaksanakan kurban dengan pemotongan dua sapi dan dua kambing. Sudah dilaksanakan pada pukul 08.00 pagi, adapun shohibul qurban terdapat beberapa nama dari almarhum dan almarhumah dari Pondok Pesantren dan juga dari pimpinan,” katanya. Bapak Ipud sapaan akrabnya, juga menjelaskan, nantinya daging-daging kurban tersebut akan didistribusikan kepada civitas akademika dan masyarakat di lingkungan sekitar kampus. Beliau juga berharap, dengan pemotongan kurban ini dapat memberikan motivasi kepada civitas akademika dan masyrakat dalam mengambil pelajaran yaitu peduli terhadap sesama. “Terutamanya di sekitar lingkungan masyarakat kita, perlu adanya sumbangsih dan keterlibatan dari kita, sehingga mereka merasa diperhatikan oleh kampus. Oleh karena itu, nantinya ada timbal balik dari mereka terhadap kita,” pungkasnya. Red: Ibrahim. Editor: Septian Ragil.
Undang Praktisi Komunikasi Ternama, ESA Unwaha Sukses Gelar Workshop Public Speaking
Jombang – Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (HMP PBI) atau English Student Association (ESA) University of KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang sukses menggelar Workshop Public Speaking, di Aula Gedung F, Minggu (16/6/2024). Kegiatan yang memiliki tema “How to Confident in Public Speaking” ini diikuti oleh mahasiswa dari lintas angkatan dan lembaga pendidikan tinggi yang ada di Jombang. Sekitar 100 peserta lebih dengan antusias mengikuti kegiatan ini. Ketua HMP, Devva Amrita Pramusari mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran bagi mahasiswa kususnya Unwaha Jombang mengenai kemampuan berbicara di muka umum dalam dunia profesional. Pihaknya meyakini, dengan kegiatan tersebut dapat menciptakan lingkungan belajar yang inspiratif serta mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan public speaking. “Kami berharap, semoga dengan kegiatan ini, kita dapat menambah ataupun meng-improve skills perihal public speaking,” seru Devva dalam sambutannya. Sementara itu, Ketua Pelaksana Workshop, Harbiah Hilda Amalia mengatakan, kegiatan ini bersifat umum dan tidak berfokus pada mahasiswa Unwaha Jombang saja. “Para peserta hadir dari berbagai kalangan dan instansi yang ada di Jombang. Seperti mahasiswa/i Bahasa Inggris dari Unipdu Jombang dan UPJB Jombang,” katanya. Adapun pembicara pada Workshop kali ini adalah Speaking Coach sekaligus Tutor di Kampung Inggris Pare (BEC) yang juga praktisi komunikasi ternama, Mr. Budi Harjo. Para peserta juga berkesempatan untuk langsung mempraktikkan teknik-teknik public speaking yang efektif. ”Selain itu, para peserta juga berkesempatan untuk mengikuti simulasi presentasi yang kemudian mendapat umpan balik konstruktif dari pembicara. Tidak hanya sekedar teori, para peserta dapat langsung merasakan peningkatan kepercayaan diri mereka dalam berbicara di depan umum,” jelas Hilda. Hadir pada kegiatan ini, Ketua Prodi PBI Unwaha Jombang, Ibu Iin Baroroh Ma’arif, S.S., M.Pd., jajaran dosen Prodi PBI Unwaha Jombang dan Ketua BEM FIP juga Ketua BEM Universitas. Red: Ibrahim Editor: Ragil Septian
Iduladha: Soal Ketaatan dan Kemanusiaan
Jombang – Iduladha merupakan momentum yang setiap tahunnya dirayakan oleh seluruh umat muslim di belahan dunia. Berdasarkan ketetapan yang dikeluarkan oleh pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), Iduladha tahun 2024 jatuh pada Minggu, (16/6/2024). Perayaan Iduladha juga erat kaitannya dengan penyembelihan hewan ternak yang telah ditentukan dalam ajaran syariat Islam, di mana amalan tersebut juga dikenal sebagai Kurban. Esensi Kurban Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang, Muhammad Fodhil, S.Pd.I., M.Pd., mengatakan, mengenai esensi dari Iduladha atau Idul Kurban. “Secara etimologi, kurban itu berasal dari kata arab yaitu qoruba-yaqrubu-qurban yang artinya adalah dekat. Sedangkan menurut terminologi, kurban itu adalah usaha untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan melaksanakan apa yang telah diperintahkan,” jelasnya. Ibadah kurban sendiri tidak lepas dari peristiwa historis kenabian Nabi Ibrahim As dan Nabi Ismail As. Di mana kisah ketaatan Nabi Ibrahim As. yang diperintahkan untuk menyembelih anaknya yaitu Nabi Ismail As. lah yang menjadi tonggak disyariatkannya ibadah Kurban kepada umat muslim. Bapak Fodhil juga mengatakan, hukum berkurban bagi muslim yaitu sunnah mua’akad atau sunah yang sangat dianjurkan bagi seorang muslim yang memiliki harta lebih. Kemudian terdapat tiga jenis hewan ternak yang bisa dikurbankan. Hewan tersebut adalah sapi, kambing, dan unta. Adapun ketentuan pelaksanaan memotong hewan kurban yaitu pada tanggal 10 Dzulhijjah setelah pelaksanaan salat id hingga terbenamnya matahari pada tanggal 13 Dzulhijjah. “Sunnah mu’akad adalah hukum asal dari berkurban dan dimakruhkan bagi seseorang yang tidak mampu (untuk berkurban). Ini adalah bukti bahwa Allah SWT itu benar-benar menghargai kebutuhan dasar seorang hamba, sehingga tidak perlu memaksakan. Kemudian hukum berkurban bisa wajib, ketika seseorang sudah bernadzar untuk melakukan kurban,” terangnya. Berdasarkan penjelasan atas sejarah dan hukum berkurban bagi umat muslim, beliau juga menjelaskan esensi dari hari raya tersebut. Menurut dosen Prodi PAI Unwaha Jombang ini, pesan yang tersirat dari Idulkurban adalah ketaatan seorang hamba kepada sang penciptanya dan juga menjunjung nilai kemanusian terhadap sesama dengan membunuh sifat-sifat negatif pada diri masing-masing. “Berkurban tentu bertujuan untuk menghilangkan sifat ketamakan atas sesuatu. Ibadah ini memberikan pelajaran bagi kita tentang prinsip hubungan manusia dengan tuhannya (hablum minallah), juga manusia dengan sesama manusia (hablumminannas),” seru Bapak Fodhil kepada tim Humas. Pertanyaan Tentang Kurban Apakah boleh berkurban dengan mekanisme arisan? Tradisi kurban dengan mekanisme arisan tentu banyak kita temui di lingkungan masyarakat. Menanggapi pertanyaan ini, Bapak Fodhil menjelaskan hukum atas praktik tersebut. “Arisan kurban boleh, karena di dalamnya memuat gotong royong untuk mewujudkan hewan kurban. Asalkan praktiknya (arisan) itu sesuai dengan ketentauan, misalnya sapi diperuntukkan kepada tujuh orang peserta dan kambing satu orang (nama yang keluar sebagai pemenang arisan),” jelasnya. Sebagai ilustrasi: Arisan (pengadaan sapi kurban) digelar oleh sejumlah orang dengan beranggotakan 30 orang. Setiap anggota wajib menyetorkan uang arisan sebesar Rp 100 ribu, maka setahun dana arisan terkumpul sebesar Rp 36 juta. Arisan dikocok setiap tahun dengan ketentuan 7 orang pemenang yang berhak berkurban. Apakah menjual kulit hewan kurban diperbolehkan? Saat Iduladha sering sekali kita menjumpai praktik menjual kulit hewan kurban atau bahkan menyerahkannya kepada tukang jagal dengan maksud untuk meringankan biaya operasional. Berdasarkan mzhab Syafi’i, praktik semacam ini tidak diperbolehkan atau dilarang. “Ini yang selalu menjadi pembahasan kita, seperti menjual daging, kulit, tanduk, dan rambut itu sudah dilarang secara hukum. Ini kan sudah dilakukan dari dulu dan mengakar di lingkungan masyarakat, lalu bagaimana solusinya? ada yang namanya metode hilah. Itu silahkan (menjual) dan yang terpenting harus diakadi dulu atau diserahkan kemasyarakat,” terangnya. “Selanjutnya, ketika sudah diterima bisa dikembalikan lagi ke panitia. Statusnya ini sudah sodaqoh, sehingga panitia itu berhak mengelola,” pungkasnya.
Puasa Tarwiyah dan Arafah: Makna, Keutamaan dan Bacaan Niatnya
Jombang – Dalam Islam, salah satu ibadah yang unggul dan utama adalah puasa. Berdasarkan ajaran syariat Islam, adakalanya puasa bersifat wajib dan ada ada pula bersifat sunnah. Termasuk puasa yang dihukumi sunnah, yaitu puasa Tarwiyah dan Arafah di bulan Dzulhijjah. Umat muslim disunahkan berpuasa Tarwiyah yang dilaksanakan pada tanggal 8 dan puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah atau sehari sebelum Hari Raya Iduladha. Berdasarkan hasil penetepan Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Idul Adha tahun ini jatuh pada Senin, 17 Juni 2024. Hal ini juga sejalan dengan hasil sidang isbat penetepan awal Dzulhijjah oleh pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag). Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang, Muhammad Fodhil, S.Pd.I., M.Pd., menjelaskan keutamaan berpuasa di bulan Dzulhijjah bagi umat muslim. “Puasa di bulan Dzulhijjah itu sebenarnya diperbolehkan sejak tanggal 1. Tetapi yang paling dianjurkan adalah berpuasa di tanggal 8 dan 9, yaitu puasa Tarwiyah dan Arafah,” katanya. Beliau juga menjelaskan, puasa Tarwiyah disunahkan bagi umat muslim untuk memperingati kisah ketaatan Nabi Ibrahim As dalam menjalankan perintah Allah SWT. Berdasarkan artinya, Tarwiyah memiliki makna merenung atau berpikir. “Kala itu, Nabi Ibrahim bermimpi kalau beliau diperintahkan untuk menyembelihkan anaknya yaitu Nabi Ismail As. Kemudian beliau mengalami masa kebingungan dan merenung mencari kebenaran, dan itulah yang dinamakan Tarwiyah. Sehingga kita disunahkan untuk mengingat atau mengikuti jejak Nabi Ibrahim As,” terangnya. Kemudian puasa Arafah yang dianjurkan bagi umat muslim yang sedang tidak atau belum mampu melaksanakan ibadah haji. Seperti yang diketahui, pada tanggal 9 Dzulhijjah merupakan puncak pelakasanaan haji yaitu wukuf di Arafah. “Puasa ini tidak disunahkan bahkan dimakruhkan bagi mereka yang sedang melaksanakan ibadah haji. Bagi kita yang tidak melaksanakan haji tentu ini sangat disunahkan,” imbuhnya. Bapak Fodhil juga mengatakan tentang keutamaan berpuasa di dua hari sebelum Idul Adha atau Idul Kurban tersebut. Dimana dosa seorang muslim yang berpuasa Tarwiyah dan Arafah dihapuskan dosa-dosanya setahun sebelum dan setahun setelahnya. “Orang yang berpuasa di hari ini maka mendapatkan keistimewaan tersendiri berdasarkan janji-janji Allah SWT. Bahkan ada yang mengatakan dengan berpuasa tersebut dapat menghapus dosa-dosa kita sebelumnya,” jelas Dosen Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) ini. Penjelesan ini didasarkan pada satu hadits Rasullulla SAW, yang artinya, “puasa Arafah bisa menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang,” (HR. Muslim). Adapun pelaksanaan puasa Tarwiyah dan Arafah sama seperti puasa pada umumnya, yaitu dimulai dengan niat saat malam hari hingga terbitnya fajar. Berikut lafal niat puasa Tarwiyah dan Arafah: Niat Puasa Tarwiyah نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta‘âlâ. Artinya, “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta’ala.” Niat Puasa Arafah نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta’âlâ. Artinya, “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta’âlâ.” Red: Ibrahim Editor: Septian Ragil
HMP Ekonomi Syariah Gelar Kajian Program Pendidikan MBKM
Jombang – Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) Ekonomi Syariah menggelar kajian rutin Bincang Santai Bawa Inspirasi (BASA-BASI), Rabu (5/6/2024) lalu secara daring. Kajian kali ini mengangkat tema “Sinergi Generasi Muda Kreatif Melalui Program Pendidikan MBKM”. Ketua HMP Ekonomi Syariah, Mohamad Lutfi Fatkur Rohmat mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu program kerja Departemen Research and Development (RnD). Tujuan kegiatan ini adalah seluruh mahasiswa diharapkan dapat menjangkau program pendidikan MBKM. “Kita sebagai agent of change tentu harus dapat memanfaatkan berbagai platform pembelajaran, seperti magang, proyek penelitian, kegiatan kewirausahaan, dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan turut andil pada program tersebut, kita dapat meningkatkan kompetensi dan keterampilan yang dibutuhkan di era industri 4.0,” kat Lutfi dalam sambutannya. Ia berharap, dengan digelarnya kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi peserta. Terutama memperoleh wawasan, edukasi dari materi yang disampaikan oleh para pemantik. “Saya juga ucapkan terimakasih kepada Departemen RnD yang telah dengan sukses melangsungkan kegiatan kajian kali ini. Semoga dengan kegiatan yang bermanfaat ini dapat meningkatkan pengetahuan bagi kita semua terhadap program-program MBKM,” pungkasnya. Adapun pemateri pada diskusi ini yaitu, Arta Zulian Effendi, MSIB 6 di PT. Edukasi Wakaf Indonesia, Safinatul Khoiriyah, Mahasiswa Program Kampus Mengajar Angkatan 6 2023, dan Putri Annisa O., Wirausahawan Merdeka Batch 2 di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Red: Ibrahim. Editor: Ragil Septian.
Kenali Prodi Pendidikan Matematika Unwaha Jombang
Jombang – Program Studi (Prodi) Pendidikan Matematika merupakan salah satu Prodi yang berada di bawah naungan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang. Prodi Pendidikan Matematika Unwaha Jombang memiliki komitmen untuk meningkatkan kualitas akademik maupun non-akademik di bidang pendidikan matematika dan matematika murni. Ketua Prodi (Kaprodi) Pendidikan Matematika Unwaha Jombang, Wisnu Siwi Satiti, S.Pd., M.Sc. mengatakan, sebagai penyelenggara pendidikan tinggi, Prodi ini memiliki visi utama yaitu mampu menghasilkan tenaga pendidik yang unggul dan berakhlaqul karimah. “Prodi ini didirikan dengan tujuan untuk menghasilkan pendidik matematika yang dapat mengaplikasikan konsep kewirausahaan dalam perancangan dan pengelolaan pembelajaran,” kata Ibu Siwi, sapaan akrabnya. Kuliah di Prodi Pendidikan Matematika Unwaha Jombang Mungkin banyak dari calon mahasiswa yang merasakan jika matematika merupakan pelajaran yang sulit dan membosankan. Namun jangan salah, ilmu yang akan dipelajari di Prodi Pendidikan Matematika Unwaha Jombang ini sangatlah luas. “Terdapat dua hal yang menjadi pembeda dengan Prodi serupa di Perguruan Tinggi lain, khususnya di Kabupaten Jombang. Pertama adalah pengembangan karya ilmiah berbasis Research and Development (R&D) dan pembelajaran berbasis Etnomatematika,” kata Kaprodi tersebut. Terlebih saat ini, perkembangan teknologi memiliki potensi dan dampak yang signifikan terhadap pendidikan matematika. Beberapa di antaranya yaitu penggunaan perangkat lunak pembelajaran matematika dan pemanfaatan kecerdasaran buatan (AI) untuk memberikan umpan balik yang lebih personal kepada peserta didik. “Kalau Etnomatematika yaitu proses pembelajaran yang selalu mengaitkan unsur-unsur budaya dan kedaerahaan dalam memahami konsep dan teori matematika. Kedua hal ini lah yang kita tekankan dalam proses pembelajaran di kampus, sehingga interaksi pembelajaran tidak hanya pembebanan pada tugas saja, melainkan lebih interaktif dan tidak membosankan,” imbuhnya. Mata Kuliah Pendidikan Matematika Memiliki minat sebagai pendidik dan ketertarikan dalam mempelajari ilmu matematika, berkuliah di Prodi ini adalah pilihan yang sangat tepat. Berbeda dengan Prodi atau Jurusan matematika yang berada di Fakultas Eksakta, pembobotan mata kuliah di Prodi ini memiliki dua fokus bidang keilmuan. Yaitu pendidikan dan matematika murni. “Sama halnya dengan prodi pada rumpun ilmu pendidikan lainnya. Di Prodi ini, tentu juga diajarkan tentang teori kependidikan yang mencakup metode pembelajaran matematika dan manajemen pendidikan,” terang Ibu Siwi. Berikut beberapa mata kuliah yang diajarkan di Prodi Pendidikan Matematika Unwaha Jombang: Pengantar Dasar Matematika, Pengantar Ilmu Pendidikan, Kalkulus I, II, dan Lanjutan, Struktur Aljabar I dan II, Perencanaan Desain Pembelajaran, dan Keterampilan Dasar Mengajar. Profil Lulusan Berikut profil lulusan Prodi Pendidikan Matematika Unwaha Jombang, antara lain: Pendidik Matematika: lulusan yang memiliki pengetahuan dan wawasan yang memadai tentang ilmu matematika, pendidikan, teknologi, dan pembelajaran matematika; memiliki keterampilan dan seni mengajar; memiliki integritas pendidik; dan berakhlaqul karimah. Peneliti Pemula Pendidikan Matematika: lulusan yang membantu melakukan pengumpulan, pengolahan, analisis dan penyajian data yg dilakukan secara sistematis dan objektif untuk memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesis untuk mengembangkan prinsip-prinsip umum. Enterpreneur Pendidikan Matematika: lulusan yang mengaplikasikan konsep kewirausahaan secara inovatif dan kreatif dalam perancangan dan pengelolaan pembelajaran, sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajarannya. Berdasarkan profil lulusan tersebut, lulusan S1 Prodi Pendidikan Matematika memiliki prospek karir yang luas. Para lulusan dapat bekerja di berbagai bidang, baik di sektor publik maupun swasta. Akreditasi Prodi Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) No. 604/SK/LAMDIK/Ak/S/VI/2024, Prodi Pendidikan Matematika Unwaha Jombang telah terakreditasi Baik Sekali . Hal ini sebagai bukti bahwa mutu layanan dan pendidikan yang diselenggarakan prodi ini telah sesuai dengan standar lembaga pendidikan tinggi di Indonesia. Kerjasama Prodi. Sebagai informasi, Prodi Pendidikan Matematika Unwaha Jombang telah menjalin beberapa kerjasama dengan beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia maupun luar negeri. Kerjasama tersebut di antaranya dengan Melaka International of Science and Technology (Malaysia) dan International College of Rajamangala University of Technology Krungthep (Thailand). Di dalam negeri sendiri, Prodi Pendidikan Matematika Unwaha Jombang juga bekerjasama dengan Universitas Brawijaya (UB) Malang dan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Bagimana, tertarik kuliah di Program Studi Pendidikan Matematika Unwaha Jombang?. Buruan, segera daftarkan diri anda dan menjadi bagian dari salah satu Kampus NU terbaik. Informasi selengkapnya untuk pendaftaran mahasiswa baru dapat diakses melalui tautan ini. Red: Ibrahim. Editor: Ragil Septian.