Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Category: Berita

Beasiswa KIP Kuliah 2025 Tahap Kedua UNWAHA Resmi Dibuka

Jombang – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) kembali membuka kesempatan emas bagi calon mahasiswa melalui program Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Tahun 2025 Tahap ke-2. Program beasiswa ini ditujukan bagi lulusan SMA sederajat yang memiliki potensi akademik baik namun terkendala dalam pembiayaan pendidikan. Dengan akreditasi institusi “Baik Sekali” dari BAN-PT, UNWAHA terus berkomitmen menghadirkan akses pendidikan tinggi berkualitas yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Pendaftaran Beasiswa KIP Kuliah Tahap ke-2 ini resmi dibuka dan akan berlangsung hingga 31 Agustus 2025. Mengingat kuota terbatas, pihak kampus menghimbau kepada calon pendaftar untuk segera memanfaatkan kesempatan ini. Informasi pendaftaran dapat diakses melalui tautan resmi berikut: KIP Kuliah 2025 UNWAHA. Program ini merupakan bentuk nyata kepedulian kampus dalam mendukung pemerataan pendidikan tinggi. Seperti yang diketahui, KIP Kuliah merupakan program bantuan biaya pendidikan dari Kemendikbudristek untuk lulusan SMA sederajat yang berprestasi namun kurang mampu. Informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran dan syarat teknis lainnya dapat diakses melalui laman resmi PMB UNWAHA atau menghubungi kontak Customer Service PMB.

UNWAHA Selesaikan Proses BKD Semester Genap 2024/2025, Seluruh Dosen Lolos Asesmen

Jombang – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) resmi menuntaskan proses Beban Kerja Dosen (BKD) untuk semester genap tahun akademik 2024/2025. Proses ini melibatkan seluruh 15 program studi (Prodi) di UNWAHA, dengan seluruh dosen yang terlibat berhasil mendapatkan pengesahan dari asesor. Kepala Bagian Kepegawaian, M. Aliyul Wafa, M.Pd., menyampaikan laporan resmi terkait kinerja dosen UNWAHA pada semester genap ini telah memenuhi peraturan BKD yang ada. “Alhamdulillah, dari 15 Prodi yang ada, semua dosen telah mendapatkan pengesahan dari asesor dengan status memenuhi. Jadi semuanya dinyatakan lolos,” ujar Wafa, menjelaskan hasil rekap terakhir per 15 Agustus 2025. BKD merupakan salah satu indikator utama dalam menilai kinerja akademik dosen, meliputi kegiatan tri-dharma perguruan tinggi, seperti pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Proses pengesahan oleh asesor dilakukan secara cermat, memastikan setiap dosen telah memenuhi standar akademik yang ditetapkan universitas. Keberhasilan ini mencerminkan komitmen UNWAHA untuk meningkatkan profesionalisme dosen dan menjaga kualitas pendidikan. Dengan seluruh dosen resmi dinyatakan lolos BKD, universitas memastikan kelancaran evaluasi akademik dan mendukung peningkatan kinerja institusi secara keseluruhan. Selain itu, penyelesaian BKD ini juga menjadi dasar bagi pengembangan karier dosen dan pemenuhan hak akademik mereka, sekaligus memperkuat akuntabilitas serta transparansi dalam tata kelola perguruan tinggi. Red: Ibrahim

Harlah UNWAHA ke-12, Teguhkan Komitmen Menjadi Kampus Unggul dan Berdaya Saing Global

Jombang – Memasuki usia ke-12, Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) meneguhkan komitmen untuk terus berkembang menjadi perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing. Pada momentum peringatan hari lahirnya tahun ini, Rektor dan Ketua Yayasan Pendidikan Tinggi Bahrul Ulum (YPTBU) menyampaikan pesan dan harapan bagi masa depan kampus. Rektor, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng., menyampaikan perjalanan 12 tahun sejak berdirinya kampus ini telah diwarnai tantangan sekaligus pencapaian yang membanggakan. Beliau mengajak seluruh civitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas Tri-Dharma perguruan tinggi dan memperluas jejaring kerja sama. “Usia 12 tahun adalah tonggak penting untuk memperkuat pondasi akademik dan tata kelola. Kita harus terus berinovasi, beradaptasi dengan perkembangan zaman, dan menyiapkan lulusan yang unggul serta berakhlak mulia,” pesannya. Sementara itu, Ketua YPTBU, Ibu Hj. Hizbiyah Rochim Wahab, M.A., mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran UNWAHA dalam mengembangkan kampus hingga seperti sekarang. Beliau menegaskan bahwa dukungan yayasan akan terus mengalir demi terwujudnya visi UNWAHA sebagai pusat keilmuan yang bermanfaat bagi masyarakat. “UNWAHA memiliki potensi besar untuk menjadi universitas rujukan di tingkat nasional. Harapan kami, di usia yang ke-12 ini, UNWAHA semakin mantap melangkah dan tetap berpijak pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah sesuai dengan nilai-nilai yang diwariskan oleh Mbah Wahab,” ungkapnya. Peringatan Harlah tahun ini menjadi momentum untuk mempertegas arah pengembangan kampus di masa depan, sekaligus menguatkan semangat kebersamaan seluruh unsur di UNWAHA dalam mewujudkan cita-cita pendidikan yang berkemajuan. Sebagai informasi, UNWAHA beroperasi melayani pendidikan tinggi secara resmi sejak Selasa, 13 Agustus 2013. Red: Ibrahim

Tim PKM Unwaha Sulap Botol Bekas Jadi Kebun Vertikultur Pintar untuk Warga Desa Betek

Jombang – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) membuktikan perannya sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Melalui program Inovasi Pertanian Modern: Edukasi dan Implementasi Ekosistem Vertikultur dengan IoT untuk Mendukung Hilirisasi Ketahanan Pangan di Lahan Terbatas, mereka membawa teknologi pertanian cerdas berbasis Internet of Things (IoT) ke Desa Betek, Mojoagung, Minggu-Selasa (03/05/2025). Tim yang diketuai oleh Ibu Anggun Wulandari, S.Si., M.Pd. bersama dua anggota, ibu Umi Kulsum Nur Qomariah, S.Si., M.Sc. dan ibu Kartika Wulandari, M.Pd., mengedukasi warga untuk mengubah botol plastik bekas menjadi rak vertikultur yang hemat tempat, sekaligus mengintegrasikan sistem penyiraman otomatis dengan sensor kelembapan tanah yang terkoneksi ke ponsel pintar. “Kegiatan ini bukan hanya soal menanam, tapi juga mengubah sampah plastik menjadi solusi pangan. Model ini bisa menjadi jawaban bagi keluarga di lahan sempit untuk memproduksi sayuran sehat secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar ibu Anggun. Materi pelatihan meliputi pembuatan rak vertikultur dari botol plastik bekas, pemilihan media tanam, penanaman sayur cepat panen seperti selada, kangkung, dan pakcoy, hingga instalasi alat penyiram otomatis. Tak hanya soal teknis, peserta juga dibekali pengetahuan hilirisasi produk, pengemasan sayuran organik, pemasaran lokal, dan peluang pembentukan koperasi desa. Program yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Ditjen Riset dan Pengembangan, Kemendikti Sains dan Teknologi RI ini diakhiri dengan komitmen pendampingan teknis selama tiga bulan. Tim PKM Unwaha berharap, inisiatif ini menjadi model percontohan yang bisa direplikasi di berbagai desa untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengurangi limbah plastik. Sementara itu, salah satu peserta, Aminatus Sa’adah, mengaku terinspirasi dari materi praktis pelatihan yang disimulasikan oleh tim PKM Unwaha. “Saya tak menyangka botol bekas bisa jadi kebun vertikal yang rapi. Teknologi penyiraman otomatis membuat saya tak khawatir tanaman kekurangan air meski sedang sibuk,” kata warga Desa Betek itu. Dengan inovasi ini, tim PKM Unwaha tak hanya menanam benih sayuran di halaman warga, tetapi juga menanam semangat kemandirian pangan dan kesadaran lingkungan di hati masyarakat. Red: IbrahimEditor: Septian Ragil

Spesial HUT RI ke-80, Dapatkan Cashback Rp1 Juta untuk Pendaftar Gelombang III

Jombang – Dalam semangat memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) membuka kesempatan emas bagi calon mahasiswa baru. Melalui program Beasiswa Generasi Muda Nahdlatul Ulama, UNWAHA memberikan insentif khusus berupa cashback sebesar Rp1 juta bagi pendaftar Gelombang III yang memenuhi syarat. Program cashback ini merupakan bagian dari komitmen UNWAHA dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang berkualitas, khususnya bagi kalangan pemuda NU yang memiliki semangat belajar dan ingin berkontribusi bagi bangsa. Adapun syarat untuk mendapatkan cashback ini cukup mudah: Program Beasiswa Generasi Muda NU sendiri telah menjadi salah satu jalur favorit di UNWAHA. Selain meringankan beban biaya pendidikan, beasiswa ini juga menjadi pintu masuk bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi akademik maupun spiritual dalam lingkungan kampus yang bernafaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah. Dengan lokasi kampus yang strategis di Kabupaten Jombang, serta dukungan tenaga pengajar dari berbagai disiplin ilmu, UNWAHA kini terus tumbuh menjadi pilihan utama generasi muda di Jawa Timur dan sekitarnya. Informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran dan syarat teknis lainnya dapat diakses melalui laman resmi PMB UNWAHA atau menghubungi kontak Customer Service PMB.

Peninjauan Kurikulum Berbasis OBE Prodi Manajemen ke UMM

Malang – Dalam rangka penguatan mutu kurikulum dan implementasi pembelajaran berbasis Outcome Based Education (OBE), Program Studi Manajemen Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang melakukan studi tiru dan laboratory visit ke Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu (30/7/2025). Kegiatan yang dipusatkan di lingkungan Prodi Manajemen FEB UMM ini diikuti oleh seluruh dosen Prodi Manajemen UNWAHA. Studi tiru ini bertujuan untuk menggali best practice dalam penyusunan dan pelaksanaan kurikulum OBE, serta memperkaya perspektif dalam pengembangan laboratorium pembelajaran di lingkungan Prodi Manajemen. Dekan FE UNWAHA, Ita Rahmawati, S.E., M.Si., dalam sambutannya berterimakasih kepada pihak Prodi Manajemen FEB UMM, yang telah menyambut baik kunjungan tersebut. “Kegiatan ini menjadi kesempatan berharga bagi kami untuk belajar langsung dari institusi yang telah menerapkan kurikulum OBE secara terstruktur dan konsisten. Semoga kunjungan ini dapat menjadi langkah awal kerja sama yang lebih luas di masa mendatang,” kata beliau. Sementara itu, Kaprodi Manajemen UNWAHA, Khotim Fadhli, M.Pd., menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari strategi akselerasi pengembangan kurikulum Prodi Manajemen yang sedang berproses menuju implementasi penuh OBE. “UMM kami pilih sebagai mitra studi tiru karena dinilai telah memiliki sistem kurikulum OBE yang matang dan teringegrasi,” kata Kaprodi Manejemen itu. Selama kunjungan, para dosen UNWAHA berdiskusi langsung dengan jajaran Prodi ManajemenUMM mengenai visi akademik, profil lulusan, kurikulum, hingga pelayanan. Studi dokumen, kunjungan laboratorium dan observasi perangkat pembelajaran juga dilakukan sebagai bagian dari proses benchmarking. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memperkaya referensi akademik, tetapi juga membuka peluang kerja sama lanjutan dalam pengembangan program Tri-Dharma antar kedua institusi. Red: Ibrahim

Siap Mengabdi, KKN-PPM UNWAHA 2025 Resmi Dibuka

Jombang – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) resmi membuka kegiatan Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Tahun 2025. Acara pembukaan digelar di Aula Kecamatan Sumobito, pada Senin (04/08/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Sumobito, seluruh kepala desa, dosen pendamping lapangan (DPL), serta perwakilan mahasiswa dari seluruh kelompok. Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Kerumahtanggaan, Prof. Dr. KH. Abdul Kholid, M.Ag., dalam sambutannya menegaskan bahwa KKN bukan hanya bagian dari Tri-Dharma Perguruan Pinggi (pengabdian kepada masyarakat, red), tetapi juga bentuk nyata kontribusi kampus terhadap pembangunan masyarakat. “Mahasiswa hadir bukan untuk menggurui, tapi untuk belajar bersama masyarakat,” ujarnya. Beliau juga berterimakasih atas sambutan hangat pemerintah Kecamatan untuk bersinergi dengan kampus dalam program KKN-PPM tahun ini. “Penghargaan setinggi-tingginya atas terbukanya Camat dan seluruh jajaran dalam menerima kehadiran anak-anak kami,” imbuh Wakil Rektor tersebut. Sementara itu, Ketua KKN-PPM UNWAHA 2025, Dr. Zulfikar, S.P., M.Si., KKN tahun ini mengusung tema “Pemberdayaan Produktivitas Masyarakat Mandiri Pangan”. “Tema tersebut diharapkan mampu mendorong peran aktif mahasiswa dalam mendukung ketahanan dan kemandirian pangan di tingkat desa,” terang beliau. Camat Sumobito, Heru Cahyono, S.Sos., M.Si., menyambut baik pelaksanaan KKN-PPM UNWAHA di wilayahnya. Ia berharap kehadiran mahasiswa bisa memperkuat kolaborasi pihaknya dengan perguruan tinggi. “Kami sangat terbuka untuk bersinergi. Ini bagian dari upaya bersama membangun desa dari berbagai sektor,” kata Heru. Sebanyak 550 mahasiswa akan diterjunkan ke 25 desa di Kecamatan Sumobito Kabupaten Jombang dan Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto selama satu bulan kedepan. Red: Ibrahim

Tingkatkan Mutu Pendidikan Tinggi, UNWAHA Selenggarakan Workshop Kurikulum Berbasis OBE

Jombang – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) menyelenggarakan Workshop Kurikulum Perguruan Tinggi Berbasis Outcome Based-Education (OBE), di Ruang Rapat Gedung F, Minggu (03/08/2025). Kegiatan ini digelar sebagai upaya penguatan mutu kurikulum agar sejalan dengan standar nasional pendidikan tinggi serta kebutuhan dunia kerja dan industri. Workshop ini menghadirkan narasumber utama, Prof. Dr. Hj. Husniyatus S. Zainiyati, M.Ag., pakar pendidikan UIN Sunan Ampel Surabaya. Dalam sesi paparannya, Prof. Husniyatus menekankan bahwa kurikulum berbasis OBE merupakan sebuah keharusan yang sejalan dengan amanat Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN DIKTI). “Pengembangan kurikulum berbasis OBE ini sebenarnya adalah tuntutan dari SN DIKTI. KKNI pun sebenarnya mengarah ke sana, karena tujuannya adalah agar lulusan perguruan tinggi mampu menjawab kebutuhan zaman dan dunia industri,” ujarnya saat diwawancarai seusai kegiatan. Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa pendekatan OBE dimulai dari perumusan profil lulusan, lalu diturunkan ke capaian pembelajaran lulusan (CPL), hingga akhirnya dibreakdown ke mata kuliah dan proses pembelajaran. “UNWAHA memiliki kekhasan, yakni pemikiran ala KH. Wahab Hasbullah yang harus terintegrasi dalam visi dan misi keilmuan di kampus. Inilah yang akan membedakan lulusan UNWAHA dengan perguruan tinggi lainnya,” jelasnya. Dengan pendekatan ini, setiap mata kuliah disusun secara sistematis untuk mencapai profil lulusan yang diinginkan. Evaluasi ketercapaian CPL pun menjadi bagian penting dalam penyusunan laporan akademik yang dilaporkan ke LLDIKTI. Prof. Husniyatus juga mengapresiasi komitmen pimpinan UNWAHA yang dinilai telah menunjukkan langkah progresif dalam peningkatan mutu pendidikan. “Pimpinan UNWAHA sangat mendukung dan telah berkomitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi. Evaluasi akan menjadi tolok ukur apakah CPL universitas bisa tercapai,” pungkasnya. Melalui kegiatan ini, UNWAHA menegaskan keseriusannya dalam membangun kurikulum pendidikan tinggi yang relevan, adaptif, dan berbasis nilai-nilai keislaman khas Ahlussunnah Wal Jamaah, sebagaimana yang diwariskan oleh KH. A. Wahab Hasbullah. Red: Ibrahim

Wujudkan Kemandirian Pangan dan Kampus Berdampak, UNWAHA Resmi Lepas Mahasiswa KKN-PPM 2025

Jombang – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) secara resmi melepas ratusan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Tahun 2025 sebagai bagian dari komitmen nyata dalam mewujudkan kemandirian pangan dan memperkuat peran kampus yang berdampak. Apel pelepasan dipimpin langsung oleh Rektor UNWAHA, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng., beserta jajaran Wakil Rektor, Dekan, Ketua Program Studi, dan Dosen Pendamping Lapangan (DPL), di Halaman Gedung Jokowi, Minggu (03/08/2025). Dalam amanatnya, Rektor UNWAHA menyampaikan bahwa KKN bukanlah sekedar kewajiban akademik yang perlu anda tuntaskan semata. Melainkan, proses ini adalah wujud bagi seorang mahasiswa dalam memenuhi Tri-Dharma Perguruan Tinggi, yaitu di bidang Pengabdian Kepada Masyarakat. “Melalui program ini, anda sekalian membawa misi untuk mengimplementasikan ilmu, keterampilan, dan semangat perubahan dari kampus ke tengah-tengah masyarakat,” ujar Rektor di hadapan mahasiswa peserta KKN-PPM kali ini. Beliau juga berpesan kepada mahasiswa untuk tidak sekedar hadir secara fisik. Melainkan juga hadir secara empatik, yaitu mendengar, memahami, membantu dan membangun. “Dalam setiap tindakan dan interaksi anda, singkirkan sikap angkuh, dan kesombongan intelektual. Justru sebaliknya, bangunlah kolaborasi, tunjukkan empati, dan hadirkan solusi yang mencerahkan bagi masyarakat,” pesan Rektor. Sebanyak 550 mahasiswa dari berbagai fakultas akan diterjunkan ke berbagai desa di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Sumobito Kabupaten Jombang dan Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto. Program KKN ini akan berlangsung selama satu bulan, dimulai pada 4 Agustus dan berakhir 4 September mendatang. Red: Ibrahim

Muslimah Cerdas di Era Digital: Kajian Kolaboratif KSEI UNWAHA dan UNESA Bangkitkan Semangat Menebar Manfaat

Jombang – Semangat menuntut ilmu dan menebar manfaat di kalangan muslimah kembali bergema dalam kegiatan bertajuk Kajian Muslimah Berdaya II yang dilaksanakan secara daring pada Sabtu, (19/07/2025). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi inspiratif antara Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) HMPES UNWAHA dan KSEI EkSys FEB UNESA dengan mengusung tema “Muslimah Cerdas: Menuntut Ilmu dan Menebar Manfaat”. Lebih dari 100 peserta dari berbagai perguruan tinggi yang termasuk dalam jaringan Forum Silaturahmi Studi Ekonomi Islam (FoSSEI), turut ambil bagian dalam forum ini. Kegiatan ini bukan sekadar kajian biasa, namun menjadi ruang perjumpaan ide, semangat, dan harapan agar muslimah masa kini tampil berdaya dan cerdas dalam ilmu, bijak dalam teknologi, dan aktif dalam kontribusi sosial. Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Dr. Adzini Rofiqo, S.E.I., M.E., Pembina KSEI EkSys FEB UNESA. Beliau menyampaikan apresiasi atas terwujudnya sinergi antar-KSEI lintas kampus, seraya mengingatkan pentingnya membumikan nilai-nilai Islam yang moderat dan berkemajuan. Hal senada diungkapkan Najwatul Lailia, Wakil Ketua KSEI HMPES UNWAHA, yang berharap kolaborasi ini menjadi awal dari jalinan silaturahmi yang lebih kuat dan berkelanjutan. Sementara itu, Safadillah, Ketua Umum KSEI EkSys FEB UNESA, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa dakwah intelektual muslimah dapat menjembatani semangat dan gerakan lintas kampus secara positif. Hadir sebagai pemateri, Dewi Masita menyampaikan pesan mendalam mengenai peran krusial muslimah dalam menyikapi era digital. Ia mengajak peserta untuk menjadi pribadi yang selektif dan cerdas dalam menggunakan media sosial, bukan hanya sebagai konsumen konten, melainkan juga sebagai pembuat konten positif dan inspiratif. “Jangan terpancing oleh komentar negatif. Jadikan itu evaluasi, bukan penghalang,” tutur Dewi, sembari menekankan pentingnya manajemen waktu, seleksi konten, menjaga lingkungan pertemanan, dan mempererat hubungan spiritual kepada Allah SWT sebagai pilar utama menjadi Muslimah Cerdas. Kegiatan Kajian Muslimah Berdaya II dirancang tidak hanya sebagai ajang transfer ilmu, tetapi juga sebagai wadah penguatan karakter dan semangat kontribusi. Melalui pendekatan yang membumi dan relevan dengan tantangan digital saat ini, para peserta didorong untuk terus menuntut ilmu, menyebarkan kebaikan, dan menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.