Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Category: Berita

Tingkatkan Literasi Pertanian Modern, Mahasiswa Pertanian Studi Tiru ke BIOME UNAIR dan Kebun Sayur Surabaya

Surabaya – Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas KH. A Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang melaksanakan kegiatan studi tiru ke Pusat Rekayasa Molekul Hayati (BIOME) Universitas Airlangga Surabaya dan Kebun Sayur Surabaya, Rabu (14/5/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkaya pengetahuan mahasiswa terkait teknologi molekuler dan sistem pertanian hidroponik sebagai bagian dari penerapan pertanian modern. Mahasiswa yang mengikuti kunjungan berasal dari empat program studi, yakni Rekayasa Pertanian dan Biosistem, Teknologi Hasil Pertanian, Agribisnis, dan Agroekoteknologi. Mereka didampingi oleh Kapordi Rekayasa Pertanian dan Biosistem, Ibu Yessita Puspaningrum, S.Si., M.Pd, serta Kaprodi Teknologi Hasil Pertanian, Ibu Dyah Ayu Sri Hartanti, S.Si., M.Si. Kunjungan diawali ke BIOME Universitas Airlangga yang disambut hangat oleh Kepala BIOME, Bapak Rico Ramadhan, S.Si., M.P., Ph.D., serta Prof. Dr. Ni’matuzahro, Dra. Dalam sambutannya, kedua tokoh ini menyampaikan apresiasi atas kunjungan mahasiswa UNWAHA dan mengungkapkan harapan agar terjalin kerja sama lebih intens ke depan, khususnya dalam bidang pengabdian masyarakat, magang mahasiswa, dan riset bioteknologi pertanian. Selama berada di BIOME, mahasiswa menyaksikan langsung proses penelitian dan pengembangan teknologi molekuler, serta berdiskusi langsung dengan para peneliti. Mereka mendapatkan wawasan tentang penerapan bioteknologi dalam pertanian, termasuk potensi peningkatan produktivitas dan kualitas hasil pertanian melalui pendekatan ilmiah. Kegiatan kemudian dilanjutkan ke Kebun Sayur Surabaya yang berlokasi di Ketintang, Gayungan. Di tempat ini, mahasiswa belajar secara praktis tentang sistem pertanian hidroponik. Mereka terlibat dalam pengamatan proses budidaya, panen, hingga pasca-panen sayuran hidroponik, serta memperoleh gambaran tentang manajemen bisnis dan pemasaran hasil pertanian ramah lingkungan ini. Selain aspek teknis, mahasiswa juga diajak berdialog langsung dengan pemilik kebun terkait peluang dan tantangan dalam bisnis hidroponik. Diskusi ini membuka wawasan baru bagi mahasiswa tentang pentingnya inovasi dan strategi pemasaran dalam membangun pertanian berkelanjutan. Kegiatan studi tiru ini diharapkan dapat memperluas pengetahuan serta menumbuhkan semangat kolaboratif dan inovatif di kalangan mahasiswa dalam menjawab tantangan sektor pertanian masa depan. Fakultas Pertanian UNWAHA terus berkomitmen membekali mahasiswa dengan pengalaman praktis yang relevan dan aplikatif dalam menghadapi era pertanian modern berbasis teknologi. Red: Dyah Ayu Sri Hartanti, S.Si., M.Si.Editor: Ibrahim

HIMATIKA BETA Gelar Studi Lapang di BPS Jombang, Tingkatkan Literasi dan Akses Data Statistik

Jombang – Himpunan Mahasiswa Pendidikan Matematika (HIMATIKA) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang menggelar Studi Lapang di Badan Pusat Statistik (BPS) Jombang, Kamis (19/06/2025). Kegiatan yang bertema “Peningkatan Literasi dan Akses Data Statistik” ini diikuti oleh seluruh pengurus HIMATIKA masa abdi tahun 2025. Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Bapak Farid Nasrulloh, M.Pd., memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Beliau menyampaikan bahwa program Studi Lapang merupakan bentuk nyata dari implementasi kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang mendorong mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari di bangku kuliah ke dalam praktik nyata. “Dengan adanya studi lapang, setidaknya akan menambah wawasan dan pengetahuan mahasiswa terkait dengan implementasi ilmu Statistika yang sdh dipelajari di kelas. Mahasiswa juga semakin paham akan manfaat statistik pada kehidupan sehari-hari terutama di dunia kerja nanti,” kata beliau. Dekan FIP juga berkomitmen menciptakan iklim pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada teori semata. Melainkan mahasiswa juga dituntut untuk langsung mengaplikasikan pengetahuannya sehingga dapat mewujudkan “Kampus Berdampak”. Senada dengan beliau, Kaprodi Pendidikan Matematika, Ibu Wisnu Siwi Satiti, S.Pd., M.Sc., memberikan dukungannya. Beliau menyampaikan, kegiatan Studi Lapang merupakan bagian dari strategi pembelajaran kolaboratif yang mengintegrasikan teori dan praktik secara seimbang. “Kami berharap kegiatan ini mampu membentuk pola pikir kritis dan analitis mahasiswa serta meningkatkan keterampilan mereka dalam mengakses dan memanfaatkan data statistik secara tepat,” ujar Kaprodi Pendidikan Matematika itu. Sebagai informasi, dalam Studi Lapang ini materi disampaikan oleh praktisi BPS Jombang, Bapak Dr. Agus Budi Santoso. Dalam paparannya, beliau memberikan pemahaman praktis mengenai proses pengumpulan, pengolahan, dan penyajian data yang dilakukan oleh BPS. Mahasiswa juga diperkenalkan pada metode membaca dan menganalisis data statistik secara benar untuk mendukung kegiatan akademik dan penelitian. Red: Ibrahim

Penandatanganan MoU PBA UNWAHA–Markaz Arabiyah Pare: Komitmen Peningkatan Kompetensi Mahasiswa

Pare – Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang resmi menjalin kerjasama dengan Markaz Arabiyah Kampung Inggris Pare. Kerjasama ini ditandai dengan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) pada agenda Study Visit di Markaz Arabiyah, Sabtu (31/05/2025). Kaprodi PBA, Ibu Rina Dian Rahmawati, M.Pd.I, mengungkapkan bahwa penandatanganan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam penguasaan bahasa Arab praktis dan akademik. “Dengan kerja sama ini, mahasiswa tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi juga mendapatkan pengalaman nyata dalam menghadapi ujian sertifikasi bahasa Arab seperti TOAFL,” ujarnya. Sebagai bentuk implementasi dari kerja sama tersebut, sebanyak 44 mahasiswa Prodi PBA langsung mengikuti sesi praktik mengerjakan soal Test of Arabic as a Foreign Language (TOAFL). Kegiatan ini berlangsung dengan antusias dan penuh semangat dari para peserta. Selain praktik, mahasiswa juga diajak untuk mengulas butir-butir soal TOAFL secara mendalam. Pembahasan soal dipandu dewan CEO Markaz Arabiyah, Ustadz H. Titis Trilaksito, Lc., M.Pd. Beliau juga memberikan berbagai tips dan trik menjawab soal secara tepat dan efisien, sehingga mahasiswa dapat lebih memahami karakteristik soal TOAFL dan strategi menjawab yang efektif. Lebih lanjut, Ibu Rina menambahkan, Prodi PBA terus berupaya dalam menghadirkan pembelajaran yang aplikatif dan selaras dengan kebutuhan dunia kerja. “Melalui MoU ini, diharapkan mahasiswa PBA dapat semakin siap dalam menghadapi tantangan akademik dan profesional, khususnya di bidang kebahasaan Arab,” tutup Kaprodi PBA tersebut. Hadir pada agenda tersebut, beberapa dosen pimpinan di lingkungan Fakultas Agama Islam (FAI) UNWAHA Jombang. Red: Ibrahim

Kerja Sama dengan Pemprov Jatim, UNWAHA Jombang Resmi Buka Program Beasiswa S2 Madin

Jombang – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang dengan bangga mengumumkan pembukaan pendaftaran program beasiswa Madrasah Diniyah (Madin) untuk jenjang Magister (S2) tahun akademik 2025/2026. Progeam ini adalah hasil kerja sama strategis dengan Lembaga Pengembangan Pendidikan Diniyah (LPPD) Provinsi Jawa Timur. Beasiswa ini diberikan secara khusus kepada para pengabdi di lingkungan Madin dan Ma’had Aly yang berdomisili di Provinsi Jawa Timur, sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi mereka dalam membangun pendidikan keagamaan di masyarakat. Persyaratan: Jadwal Seleksi: Beasiswa ini hanya tersedia untuk 15 orang mahasiswa terbaik yang lolos seluruh tahapan seleksi. Untuk itu, kami mengundang para guru Madin, pengasuh pesantren, dan dosen Ma’had Aly yang memenuhi syarat untuk segera mendaftar. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi situs resmi LPPD Provinsi Jawa Timur di https://lppdjatim.org atau hubungi langsung Pascasarjana UNWAHA Jombang.

Penelitian Dosen UNWAHA Lolos Skema Hibah PPS-PDD: Angkat Inovasi Ekonomi Sirkular Berbasis Nanoteknologi

Jombang – Prestasi membanggakan ditorehkan oleh salah satu dosen Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang, Septian Ragil Anandita, M.Pd. Di mana penelitianya telah dinyatakan lolos hibah penelitian oleh Kemendikbudristek Skema Program Penelitian Pascasarjana- Penelitian Disertasi Doktor (PPS-PDD) tahun 2025. Seperti yang diketahui, penelitian ini didanai atas nama promotor yaitu Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng., sebagai bentuk dukungan terhadap penyelesaian disertasi doktoral yang tengah ditempuh. Adapun judul penelitiannya adalah “Optimalisasi Pengelolaan Limbah Air Wudhu Berbasis Nanoteknologi untuk Budidaya Ikan dan Hidroponik dalam Perspektif Ekonomi Sirkular dan Pemberdayaan SDM”. Bapak Ragil mengatakan, penelitian ini menjadi kontribusi nyata dalam menjawab tantangan lingkungan melalui pendekatan multidisipliner yang menggabungkan teknologi, ekonomi sirkular, dan pemberdayaan masyarakat. Inovasi pengelolaan limbah air wudhu yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, memiliki potensi besar untuk diolah menjadi sumber daya produktif. “Dengan sentuhan nanoteknologi, air limbah wudhu dapat disterilisasi dan dimanfaatkan kembali untuk budidaya ikan dan tanaman hidroponik. Ini menjadi solusi ramah lingkungan sekaligus bernilai ekonomi,” ungkapnya. Lebih lanjut, penelitian ini juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat sekitar pesantren, sebagai bentuk implementasi dari pemberdayaan sumber daya manusia berbasis lokal. Ia berharap hasil penelitiannya dapat memberikan model pengelolaan limbah sederhana yang dapat diterapkan secara luas, khususnya di lingkungan pesantren dan tempat ibadah lainnya. Red: Ibrahim

17 Dosen UNWAHA Raih Pendanaan Penelitian dan Pengabdian Kemdiktisaintek 2025

Jombang – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang kembali mencatatkan prestasi membanggakan. Sebanyak 17 dosen berhasil lolos seleksi dan menerima pendanaan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2025 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Hal ini tertuang dalam SK No. 0070/C3/AL.04/2025 tentang Pengumuman Penerimaan Pendanaan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Tahun Anggaran 2025. Prestasi ini menunjukkan komitmen UNWAHA dalam mengembangkan riset dan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui berbagai program inovatif dan aplikatif. Berikut daftar dosen penerima pendanaan berdasarkan skema masing-masing: A. Skema Penelitian Fundamental Reguler (PFR) B. Skema Penelitian Dosen Pemula (PDP) C. Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) D. Skema Program Penelitian Pascasarjana- Penelitian Disertasi Doktor (PPS-PDD) Rektor UNWAHA, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng., menyampaikan apresiasi atas capaian ini. “Kami sangat bangga dan mengapresiasi kerja keras para dosen UNWAHA yang berhasil meraih pendanaan ini. Ini membuktikan bahwa UNWAHA terus berkembang sebagai pusat riset dan pengabdian yang memberi dampak langsung pada masyarakat,” kata beliau. Beliau juga terus mendorong agar para dosen untuk aktif dalam kegiatan riset dan pengabdian, serta memperluas jejaring kolaborasi dengan berbagai institusi demi mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat. Red: Ibrahim

Gandeng UNWAHA Jombang, Puskesmas Tambakrejo Galakkan Cek Kesehatan Gratis

Jombang – Puskesmas Tambakrejo bekerjasama dengan Universitas KH. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang berlangsung selama dua hari di lingkungan kampus, Senin – Selasa, (05-06/05/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional yang digagas pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Kepala Puskesmas Tambakrejo, dr. Noer Hajati, M.M., mengungkapkan apresiasinya terhadap kerja sama ini. Menurutnya, animo civitas akademika UNWAHA Jombang sangat tinggi dalam mensukseskan program tersebut. “Saya berterima kasih sekali kepada UNWAHA yang telah bersedia bekerja sama dengan Puskesmas dalam pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis ini. Program ini bertujuan untuk mendeteksi dini berbagai penyakit agar dapat segera diberikan pengobatan dan saran pola hidup sehat,” ujarnya. Program CKG menyasar seluruh kelompok usia, mulai dari balita, usia produktif, hingga lansia. Menurut dr. Hajati, pada awalnya program ini hanya ditujukan bagi masyarakat yang sedang berulang tahun. Namun, melihat tingginya antusiasme masyarakat, program ini kini dibuka lebih luas. “Target kami adalah seluruh masyarakat dapat melakukan cek kesehatan, agar kita bisa mengetahui secara dini jika ada gangguan kesehatan seperti gula darah tinggi, tekanan darah, dan sebagainya,” jelasnya. Dalam kegiatan hari pertama di UNWAHA Jombang, sebanyak 148 orang telah menjalani pemeriksaan dari total target 300 peserta. Diharapkan pada hari kedua, target tersebut dapat tercapai. Sementara itu, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) UNWAHA Jombang, Ragil Septian, M.Pd., berharap civitas akademika dapat memanfaatkan kesempatan ini. Ia juga menyampaikan terimakasihnya atas kepercayaan Puskesmas Tambakrejo yang telah memilih UNWAHA Jombang sebagai salah satu lokasi pelaksanaan CKG. Red: Ibrahim

Hardiknas 2025: Pendidikan yang Adil untuk Semua

Jombang – Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) bukan hanya peringatan seremonial saja, melainkan momentum penting untuk merenungkan kembali arah dan cita-cita pendidikan nasional. Hardiknas tahun ini mengusung tema besar, yaitu “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua“. Berdasarkan pernyataan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI, Prof. Brian Yuliarto mengatakan, pemerintah telah menaruh atensi penuh terhadap sektor pendidikan. Bukan hanya sekedar retorika semata, tetapi diwujudkan dalam kebijakan nyata yang relevan dan tepat sasaran. “Kami terus bekerja untuk meningkatkan kualifikasi akademik dan profesionalisme guru dan dosen, agar pendidikan Indonesia benar-benar mampu bersaing di tingkat global,” seru Brian, dalam pidatonya di upacara peringatan Hardiknas 2025. Dari Kesejahteraan Dosen PTS hingga Mahasiswa Bijak Berteknologi Menanggapi pernyataan tersebut, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang, M. Farid Nasrulloh, S.Pd.Si., M.Pd., menyambut baik komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi nasional. Namun, beliau juga mengingatkan bahwa atensi pemerintah perlu menyentuh semua lapisan, termasuk dosen-dosen di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang hingga kini masih menghadapi tantangan kesejahteraan dan akses terhadap program peningkatan kualifikasi. “Kami mendukung penuh langkah-langkah pemerintah, namun pelaksanaannya harus merata. Banyak dosen PTS yang belum tersentuh program pengembangan kompetensi maupun jaminan sosial dasar ,” ujarnya. Beliau juga menyatakan bahwa kondisi seperti ini merupakan bentuk keprihatinan tersendiri, di mana dosen di lingkungan PTS masih banyak yang belum menikmati kesejahteraan layak. Di sisi lain, perkembangan teknologi menjadi tantangan dan peluang tersendiri, terutama bagi mahasiswa. Kecanggihan Artifical Intelligence (AI) yang kini semakin mudah diakses harus dijadikan alat bantu, bukan jalan pintas. “Mahasiswa perlu bersikap bijak dalam menggunakan AI. Gunakan sebagai alat untuk belajar, bukan sebagai pengganti proses belajar. Generasi emas Indonesia harus dibentuk dari karakter yang kuat dan semangat belajar yang tinggi,” pesan Bapak Farid sapaan akrab beliau. Beliau juga menambahkan, Hardiknas tahun ini menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Dari pemerintah, dosen, hingga mahasiswa, semua memiliki peran untuk memastikan bahwa cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa benar-benar terwujud. Red: Ibrahim

Sosialisasi Pelaksanaan Field Study Oleh Program Studi Magister UNWAHA Jombang

Seumur jagung, ialah kata tepat bagi program studi S2 Pendidikan Agama Islam (PAI) di Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang, namun program pengembangan kurikulum berbasis riset, praktik lapangan dan aksi didalamnya, yaitu melakukan observasi, merencanakan, mengelola, mengajar, hingga melakukan evaluasi atau refleksi. Selanjutnya, tidak sampai disitu, sering kita jumpai pada jenjang S1, terdapat Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) yang dilakukan pada jenjang Pendidikan Dasar dan atau menengah, Field Study disini adalah mata kuliah dalam kurikulum Magister PAI yang memberikan pengalaman mengajar para mahasiswa pascasarjana PAI UNWAHA pada jenjang lebih tinggi levelnya, yaitu kepada mahasiswa S1. Sebagai percobaan program kurikulum awal ini, Muhammad Iqbal selaku Ka. Prodi Magister PAI menyatakan, masih melakukan percobaan field study di lingkungan internal UNWAHA sendiri, yaitu pada Prodi S1 PAI UNWAHA sendiri. Sehingga kontrol, evaluasi, dan pengembangan kedepannya mampu memberikan dan menjamin kualitas profesionalisme mahasiswa pasca untuk selanjutnya mampu dipertanggung jawabkan pasca mengeluarkan lulusannya. Program ini bisa menjadi para calon mahasiswa yang hendak mendaftarkan di Pascasarjana UNWAHA, ketika hendak memiliki keinginan mengembangkan karirnya menjadi guru agar lebih professional, atau hendak menginginkan berprofesi menjadi dosen di perguruan tinggi yang lain. Sebab, pendekatan pembelajaran di SD, SMP hingga SMA, agak lebih berbeda ketika ia mengajar pada jenjang perkuliahan. Sehingga dirasa perlu bagi prodi magister untuk memunculkan mata kuliah field study. Harapan kedepan, program kurikulum field study ini menjadi program unggulan dan hal yang berbeda bagi program studi Magister PAI Universitas KH. A. Wahab Hasbullah agar masyarakat mengetahui dan memahami bagaimana kontribusi aktif prodi baru ini memberikan warna yang berbeda pada stake holder dikemudian harinya. Yuk gabung dan mendaftarkan diri bersama Pascasarjana UNWAHA … !!! Red: Ragil Septian

Mahasiswa Agroekoteknologi Berperan Aktif sebagai Fasilitator Pengabdian Masyarakat di Bali

Bali – Mahasiswa Program Studi (Prodi) Agroekoteknologi Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang, Abdul Qadir turut berperan aktif dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan tersebut bertajuk Paras Action Vol. 2 yang digelar 11-17 April 2025 di Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Bali dengan NGO Pilar Generasi Emas Indonesia, Global Education. Program ini merupakan program nasional yang berbasis kerelawanan yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat di lima bidang, yakni pendidikan, kesehatan, lingkungan pariwisata, ekonomi kreatif, serta media kreatif. Sebagai fasilitator, Abdul Qadir berperan aktif dalam berbagai kegiatan. Seperti, menyusun materi, memandu jalannya acara, serta menjembatani komunikasi antar peserta dan masyarakat lokal. “Saya juga memastikan kegiatan berjalan dengan interaktif, efektif, dan sesuai dengan tujuan yang telah dirancang,” ujarnya. Kegiatan ini diikuti oleh 28 pelajar dari berbagai daerah di Indonesia dan berjalan dengan lancar. Melalui kegiatan ini, menjadi bukti nyata partisipasi generasi muda dalam berkontribusi di bidang pemberdayaan masyarakat serta penerapan ilmu yang dimiliki di luar lingkungan kampus. Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. H. Wafiyul Ahdi, M.Pd.I., mengapresiasi keikutsertaan mahasiswa semester empat tersebut dalam kegiatan positif di tingkat nasional. “Kami mengapresiasi dan selalu mendukung program-program mahasiswa dan terus mendorong dalam berkarya. Sehingga pembelajaran yang diperoleh tidak hanya di dalam kegiatan perkeluiahan saja,” kata beliau. Red: IbrahimEditor: Septian Ragil