Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Category: Berita

Ramadan in Campus 2024: Tujuh Amalan Penyebab Malaikat Jibril Ingin Menjadi Manusia

Jombang – Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah yang mulia dibandingkan makhluk lainnya. Manusia diciptkan dan diberikan berbagai kelebihan seperti akal, panca indera dan hati nurani. Dengan berbagai macam anugerah itu, hidup manusia tidak ada yang sia-sia. Tergantung bagaimana manusia itu sendiri yang merupakan seorang hamba dapat menggunakan dan memelihara anugerah tersebut. Begitulah kira-kira pengantar yang diberikan oleh Muhammad Fodhil, S.Pd.I., M.Pd. dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI) Unwaha Jombang dalam menyampaikan kuliah ramadan di Masjid Al-Haromain, Rabu (20/3/2024). Di dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW pernah berkata kepada Sahabat Ali bin Abi Thalib. يَا عَلِيُّ، تَمَنَّى جِبْرِيْلُ أَنْ يَكُوْنَ مِنْ بَنِيْ آدَمَ لِسَبْعِ خِصَالٍ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ مَعَ الْإِمَامِ وَمُجَالَسَةِ الْعُلَمَاءِ وَعِيَادَةِ الْمَرِيْضِ وَتَشْيِيْعِ الْجَنَازَةِ وَسَقْيِ الْمَاءِ وَالصُّلْحِ بَيْنَ الْإِثْنَيْنِ وَإِكْرَامِ الْجَارِ وَالْيَتِيْمِ فَاحْرِصْ عَلَى ذَلِكَ Berdasarkan riwayat ini, Muhammad Fodhil menjelaskan, malaikat Jibril pada suatu hari pernah berharap untuk menjadi manusia (anak adam) dan umat Nabi Muhammad SAW. Keinginan Jibril tersebut, disebabkan dengan adanya tujuh amalan yang sering dilakukan manusia. “Pertama adalah salat berjamaah, fadilah salat berjamaah ini sudah kita ketahui bersama yaitu lebih utama dua puluh tujuh derajat dibandingkan salat sendirian,” ungkap dosen prodi PAI tersebut. Amalan kedua, yaitu bermujalasah dengan para ulama. Menurutnya bercengkerama dengan para ulama ini merupakan suatu amalan yang sangat mulia. Ini dikarenakan seorang ulama memiliki keistimewaan baik di hadapan manusia maupun di hadapan sang Pencipta. Sebagaimana yang pernah disabdakan oleh sahabat Ibnu Abbas. “Para ulama mempunyai derajat yang lebih tinggi daripada orang-orang mukmin pada umumnya dengan selisih 700 derajat dan di antara dua derajat terpaut selisih 500 tahun.” Amalan selanjutnya yang membuat Jibril ingin menjadi umat Nabi Muhammad yaitu menjenguk orang sakit, mengiringi jenazah, memberi minum kepada orang lain. Selanjutnya mendamaikan dua orang yang sedang berselisih, kemudian memuliakan tetangga dan menjaga anak yatim. “Inilah beberapa keistimewan yang dimiliki oleh manusia, dimiliki oleh umat Nabi Muhammad SAW. Sampai-sampai Malaikat Jibril berharap untuk menjadi manusia,” tuturnya. Muhammad Fodhil juga menjelaskan kepada para mahasiswa tentang keutamaan dan hikmah masing-masing ketujuh poin tersebut. Salah satunya yaitu bercengkerama dengan para ulama. Menurutnya, dalam poin ini dapat juga diartikan dengan menuntut ilmu. “Kita ini jangan sampai putus belajar, belajar ilmu apapun itu tidak hanya tentang agama. Karena Allah SWT menciptakan kita dengan berbeda-beda dan kelebihan berbeda-beda. Lalu kita harus saling melengkapi itu, dan inilah makanya ada Hadis yang berbunyi, sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain,” pesannya. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.

Ramadan in Campus 2024: Salat Malam dalam Bulan Ramadan

Jombang – Suasana perkuliahan di Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang saat Ramadan berjalan dengan tenang. Masih sama dengan hari-hari sebelumnya, yaitu Ramadan in Campus yang secara rutin dilaksanakan di Masjid Al-Haromain. Kali ini, Selasa (19/3/2024) yang bertugas untuk mengisi Kuliah Ramadan yaitu Dr. M. Dzikrul Hakim Al Ghozali, M.Pd.I. Adapun materi yang beliau bawa yaitu mengenai Salat Malam dalam Bulan Ramadan. Landasan Hukum Dzikrul Hakim mengungkapkan, mengerjakan salat malam di bulan Ramadan (Tarawih dan Witir), hukumnya sunnah muakkad (sunnah yang sangat dianjurkan, red). Baik dikerjakan secara berjamaah atau sendiri-sendiri. “Waktunya dikerjakan sesudah salat Isya sampai akhir malam. Salat malam bulan Ramadan dinamai Salat Tarawih. Diambil dari kata “Tarwihah” yang artinya rileks atau bersenang-senang. Sebagaimana  hadis sahih yang diriwayatkan oleh Bukhari:36 dan Muslim;1267. teks hadis riwayat Al-Bukhari: Rasulullah s.a.w menganjurkan agar mengerjakan salat malam pada bulan Ramadan, akan tetapi tidak mewajibkannya. Beliau berdabda “siapa yang mengerjakan salat malam pada bulan Ramadan dengan iman dan ikhlas, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu,”. Tata Cara Beliau juga mengungkapkan cara-cara dalam mengerjakan salat tarawh. Dalam penjelasannya, yaitu mengenai tata cara dan jumlah rakaat berdasarkan hadis yang banyak dijumpai dari berbagai riwayat. Adapun tata caranya yaitu seperti mengerjakan salat-salat malam lainnya. Di mana setiap dua rakaat satu salam dan kemudian ditutup dengan salat witir. “Banyak dijumpai riwayat yang menjelaskan mengenai bilangan-bilangan rakaat yang harus dilakukan. Perbedaaan pendapat yang ada di masyarakat saat ini semuanya benar, sudah berdasarkan sunnah,” imbuhnya. Meniru Sifat Salat Nabi Kendati jumlah rakaat yang dilaksanakan berbeda-beda, yang perlu digaris bawahi yaitu tiga sifat salat nabi. Menurutnya, ketiga sifat ini perlu dilakukan untuk mendapatkan pahala salat tarawih secara utuh dan salat yang telah kita laksanakan tidak sia-sia. “Sifat pertama adalah rileks atau istirahat sejenak, sebagaimana arti secara filosofis salat tarawih itu sendiri. Kedua adalah memperbanyak ayat bacaan saat salat, dan ketiga adalah pelaksanaannya dilakukan dengan tidak adanya paksaan dan (niat) bermuhasabah diri,” ucapnya. Terakhir, beliau berpesan kepada mahasiswa untuk mengamalkan sifat-sifat salat nabi tersebut. “Ini sebagai bekal kita masing-masing, bagaimana kita mengetahui tentang keutamaan sunnah di bulan Ramadan ini serta dapat mengamalkannya,” pesannya. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow

Ramadan in Campus 2024: Hikmah di Balik Tiga Fase Ramadan

Jombang – ‘Ramadan in Campus’ Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang di Masjid Al-Haromain, Senin (18/3/2024)  disampaikan oleh H. Mochammad Syafiuddin Shobirin, M.Pd.I. Dalam kuliah Ramadan kali ini, beliau menyampaikan tiga fase di bulan suci Ramadan dan keutamaannya. Gus Din sapaan akrabnya, menyampaikan beberapa keutamaan dan hikmah dari masing-masing ketiga fase tersebut. Tiga fase itu adalah 10 hari pertama, 10 hari kedua, dan 10 hari terakhir di bulan Ramadan. “Fase pertama adalah fase rahmat. Rahmat itu adalah belas kasih, kasih sayang, karunia dari Allah SWT. Jika kita ingin memperoleh kasih sayang lebih dari Allah SWT, maka beribadah dan bertakwalah kepada-Nya,” seru dosen Fakultas Pertanian tersebut. Menurutnya, sebagaimana yang telah di firmankan dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah 183, yang berbunyi: يٰٓـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا كُتِبَ عَلَيۡکُمُ الصِّيَامُ کَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيۡنَ مِنۡ قَبۡلِکُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُوۡنَۙ‏ Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman. Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,”. Kemudian, beliau mengutip dari kitab Bidayatul Hidayah karangan Imam Al-Ghazali mengenai ciri orang yang bertambah tingkat ketaqwaannya. “Yaitu sesorang yang bisa ngempet (mempertahankan, red) nafsu untuk kepentingan diri sendiri. Namun lebih mementingkan keperluan orang lain,” ujarnya. Lanjut Gus Din, fase kedua adalah fase maghfirah (ampunan, red). Pintu ampunan pada 10 hari kedua di bulan Ramadan akan dibukakan seluas-luasnya. “10 hari ketiga di bulan Ramadan adalah fase yang disebut sebagai itqun minan nar (terbebas dari neraka, red). Fase ini merupakan akhir di bulan Ramadan, hendaknya untuk menutup Ramadan dengan memperbanyak amalan-amalan baik,” lanjutnya. Di akhir, beliau berharap agar senantiasa memanfaatkan segala keutamaan dan  hikmah tersebut dengan memperbanyak amal-amal baik. Seperti bersedekah, memperbanyak membaca Al-Quran, berdzikir, dan melakukan kesunahan lainnya. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow

Ramadan in Campus 2024: Menjadi Manusia yang Berkualitas

Jombang – Manusia merupakan makhluk Allah SWT yang diciptakan dengan berbagai macam kelebihan di antara sekalian makhluk lainnya. Namun apakah kelebihan tersebut lantas dapat menjadikan seorang manusia berkualitas?. Tentu tidak. Hal ini yang diungkapkan oleh Dr. H. M. Wafiyul Ahdi, S.H., M.Pd.I saat mengisi Ramadan in Campus di Masjid Al-Haromain Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang, Minggu (17/3/2024). Menurutnya, musabab seorang pribadi manusia berkualitas yaitu dipengaruhi oleh lima unsur. “Pertama yaitu fisik, nilai tambah bagi seorang manusia tentu dipengaruhi oleh fisik. Kedua adalah roh atau rohaniah yang merupakan tiupan Allah terhadap fisik manusia. Ketiga Akal, inilah yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya,” kata Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan tersebut. Berbeda dengan naluri, melalui penggunaan akal tersebut maka manusia bisa mencari tahu dan juga dapat memahami kebaikan serta keburukan. Manusia dapat menentukan untuk menjadi pribadi seperti apa. “Unsur keempat adalah nafsu, hal ini yang menjadikan manusia dinamis, sebab nafsu ini menjadi suatu pendorong bagi manusia baik ke arah positif maupun negatif. Terakhir yaitu kalbu (hati, red) yang merupakan pangkal perasaan batin. Melalui kalbu, seorang manusia dapat menghasilkan pengetahuan yang benar, intuisi menyeluruh dalam mengenal dan beriman kepada Allah SWT,” imbuhnya. Gus Wafi sapaan akrabnya, juga menuturkan bahwa kelima unsur tersebut saling berkaitan dan tidak berdiri sendiri. Terlebih di momentum bulan suci Ramadan ini, seseorang manusia hendaknya dapat menyempurnakan nilai-nilai moralitas dan ibadahnya melalui peningkatan kelima unsur tersebut. “Kita menjadi manusia tidak kemudian diam saja untuk meningkatkan potensi yang dimiliki. Seperti halnya akal, akal kita terus ditingkatkan melalui belajar. Begitu juga nafsu, dengan kita berpuasa seperti saat ini maka nafsu amarah (keinginan untuk mendorong kepada hal negatif, red) dapat ditekan,” kata Gus Wafi. Menurutnya, bulan suci Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk dapat merawat serta meningkatkan potensi diri guna menjadi manusia yang berkualitas. “Puasa inilah yang kemudian yang dapat mendorong kita untuk melakukan amaliyah baik dengan gampang. Sebab ada fisik dan akal yang dilatih, ada nafsu yang dilawan dan ada kalbu yang dikuatkan,” pungkasnya. Sebagai informasi, Ramadan in Campus diselenggarakan setiap hari aktif perkuliahan di Masjid Al-Haromain. Jadwal selengkapnya dapat dilihat melalui tautan ini. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow

Tumbuhkan Jiwa Entrepreneur, HMP-ES Turut Berpartisipasi dalam Pasar Ramadan

Jombang – Bulan suci Ramadan merupakan momentum yang penuh keberkahan dan memiliki dampak bagi segala aspek kehidupan. Tidak hanya dari aspek ubudiyah saja, aspek kesehatan dan aspek lainnya tak terkecuali aspek ekonomi pun ikut terdampak. Hal ini terbukti dengan menjamurnya para pelaku usaha yang menjajahkan menu berbuka atau takjil di mana-mana. Salah satunya yang terlihat di Pasar Ramadan yang terletak di komplek Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jalan Merpati Gg. 4, Jombang. Tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk berpartisipasi. Himpunan Mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah (HMP-ES) juga turut meramaikan perhelatan Pasar Ramadan tahun ini. “Ini sebagai bentuk perwujudan kami dalam menumbuhkan jiwa entrepreneur sebagai mahasiswa,” ujar Ketua HMP Ekonomi Syariah, Mohamad Lutfi Fatkur Rohmat, saat ditemui di lokasi, Jumat (15/3/2024). Menurutnya, dalam memupuk jiwa entrepreneur bagi mahasiswa tidak cukup menguasai teori semata. Melainkan perlu aktualisasi dalam mempraktikkannya. “Kita melibatkan semua kepengurusan untuk dapat ikut andil dalam membuka stand di Pasar Ramadan ini,” imbuhnya. Adapun produk yang dijajahkan di antaranya adalah Risol Mayo dan Cireng Mercon. Tidak hanya berjualan di stand, HMP-ES juga membuka layanan Pre-Order bagi mereka yang hendak memesan produk tersebut. Lanjut Lutfi sapaan akrabnya, kedepan HMP-ES juga akan menggelar dan berpartisipasi dalam kegiatan serupa. Tidak hanya bertujuan untuk ranah implementatif keilmuan saja, menurutnya hal tersebut juga bermanfaat untuk pertumbuhan kas organisasi. “Selain untuk praktik kewirausahaan, program ini juga berdampak pada kas kami (HMP-ES, red),” pungkasnya. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.  

Jadwal Imsakiyah Wilayah Unwaha Jombang – Ramadhan 1445 H / 2024 M

Jombang – Bagi Anda yang tinggal di Kabupaten Jombang, simpan dan bagikan halaman ini untuk mengetahui jadwal imsakiyah dan waktu buka puasa di kota Anda. Jadwal imsakiyah ini juga memuat jadwal shalat 5 waktu untuk shalat subuh, shalat dzuhur, shalat ashar, shalat maghrib, dan shalat isya. Berikut ini jadwal imsakiyah dan waktu buka puasa di Kabupaten Jombang : JADWAL IMSAKIYAH UNWAHA JOMBANG 1445H [pdfjs-viewer url=”https://unwaha.ac.id/wp-content/uploads/2024/03/JADWAL-IMSAKIYAH-UNWAHA-JOMBANG-1445H.pdf” attachment_id=”3808″ viewer_width=100% viewer_height=800px fullscreen=false download=true print=true] Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.

Kuliah Perdana, Program Pascasarjana PAI Laksanakan Orientasi Kampus

Jombang – Program Pascasarjana Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang melangsungkan kuliah perdana. Sebanyak 11 mahasiswa Pascasarjana mengikuti pembekalan atau masa orientasi kampus. Kepala Bagian Humas, Septian Ragil A., M.Pd. bertugas menjadi narasumber di kuliah perdana tersebut. Dia menyampaikan, agenda orientasi ini dilaksanakan untuk membuka rangkaian kegiatan perkuliahan di semester satu Tahun Akademik 2024/2025. “Orientasi ini kita lakukan agar nantinya para mahasiswa Program Pascasarjana PAI dapat mengikuti perkuliahan dengan lancar. Harapannya, para mahasiswa dapat memanfaatkan  fasiilitas yang ada di kampus untuk menunjang segala proses perkuliahan,” kata Ragil sapaan akrabnya. Sementara itu, Rektor Unwaha Jombang, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng. menyambut dengan senang seluruh mahasiswa baru program Pascasarjana tersebut. “Kami harap seluruh mahasiswa Pasca ini bisa menjadi lulusan-lulusan yang dapat mengabdikan dirinya untuk kemajuan bangsa dan agama,” ungkap Rektor Unwaha tersbut. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru UNWAHA Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.

Pelantikan Ormawa Unwaha Jombang 2024: Wujudkan Pengurus yang Militan dan Progresif

Jombang – Pengurus Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) di lingkungan Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang masa khidmat 2024 telah resmi dilantik. Pelantikan Raya Ormawa dilaksanakan di Aula Gedung F Unwaha Jombang, Minggu (10/03/2024). Pelantikan tersebut memiliki tema “Revitalisasi Nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam Mewujudkan Pengurus yang Militan dan Progresif”. Mewakili Rektor Unwaha Jombang, Dr. Saihul Atho Alaul Huda, M.Pd.I. memberikan sambutan serta sekaligus melantik pengurus baru Ormawa di lingkungan Unwaha Jombang. Beliau menyampaikan, tentang pentingnya keberlanjutan bagi organisasi kemahasiswaan di lingkungan kampus. “Alhamdulillah, saudara-saudara telah resmi dilantik, ini merupakan sesuatu yang istimewa dikarenakan Ormawa merupakan miniatur dalam bermasyarakat. Di tempat ini, anda akan belajar dan berporses untuk nantinya siap terjun ke dalam dunia yang sesungguhnya,” kata Atho dalam sambutannya. Menurutnya, menjadi mahsiswa yang aktif di dalam organisasi merupakan nilai lebih bagi para agent of change. Pasalanya, suatu perubahan memerlukan proses yang panjang. “Kalian adalah kader-kader produktif, pengurus yang dilantik hari ini merupakan para penerus yang akan mengambil alih kepemimpinan di masa yang akan datang, menjadikan suatu peradaban yang lebih baik, dan membawa kebermanfaatan bagi masyarakat,” imbuhnya.   Sementara itu, Presiden Mahsiswa (Presma) Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEM U), Yusuf Wibisono berharap, dengan dilantiknya seluruh pengurus Ormawa Unwaha Jombang ini dapat membawa perubahan bagi kampus di bidang kemahasiswaan. “Dedikasi dan loyalitas bagi setiap pengurus merupakan hal yang sangat penting untuk dapat menguatkan kembali nilai-nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi. Harapan kedepannya, program-program yang akan kita lakukan nantinya baik dari BEM U, Fakultas, dan HMP dapat berkontribusi terhadap eksposur Unwaha Jombang,” ujar mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Arab tersebut. Hadir dalam pelantikan sebagai keynote speaker, Bupati Jombang (2018-2023), Ibu Nyai. Hj. Mundjidah Wahab, Pimpinan Prodi dan Fakultas Unwaha Jombang, serta para narasumber dan tamu undangan. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru UNWAHA Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.

SELAMAT..!!! Prof. Mudawamah Resmi Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Fakultas Peternakan Unisma

Malang – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang dengan bangga mengucapkan selamat atas dikukuhkannya Prof. Dr. Ir. Hj. Mudawamah, M.Si., IPM., ASEAN Eng. sebagai Guru Besar di bidang ilmu Genetika dan Pemuliaan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Islam Malang (Unisma). Sidang Pengukuhan Guru Besar ini dilaksanakan di Hall. KH. Abdurrahman Wahid, Gedung Ali Bin Abi Thalib. Lt. 7 Unisma, Sabtu (9/3/2024). Tidak sendiri, Prof Mudawamah dikukuhkan bersama Prof. Dr. Ir. H. Badat Muwakhid, M.P., IPM sebagai Guru Besar di bidang Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Pertanian Unisma. Ucapan syukur atas dikukuhkannya sebagai Guru Besar Fakultas Peternakan Unisma mengawali orasi ilmiah Prof. Mudawamah. Adapun judul orasi ilmiah yang disampaikan adalah “Peningkatan Produktivitas Ternak Ruminansia melalui Implementasi Teknologi Breeding dan Ilmu Genetika yang Berkelanjutan”. Beliau menjelaskan secara gamblang tentang urgensi dan kebermanfaatan yang berkelanjutan dari hasil penelitiannya tersebut. “Peran penting ternak ruminansia sebagai penghasil protein hewan dengan jumlah tertinggi dalam makanan manusia. Disamping itu yang menarik, ternak ruminansia ini memiliki kemampuan mengolah limbah pertanian menjadi kebutuhan hidupnya dan produksi,” tutur Prof. Mudawamah. Selain itu, peningkatan produktivitas ternak dapat dilakukan dengan introdusir teknologi breeding dan genetik ternak tunjang dengan recording yang akurat dan pengembangan software aplikatif. ” Selanjutnya, program breeding dan genetik pada ternak ruminansi direkomendasikan menggunakan program seleksi dan perkawinan crossbreeding dan outcrossing. Ditunjang dengan teknologi reproduksi dan biomolekuler dan pengembangan early selection pada sifat pertumbuhan sapi dan sifat twinning pada kambing dan domba,” lanjutnya. Menutup orasi ilmiahnya, Prof. Mudawamah juga tak lupa mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang terlibat di setiap proses pengajuan Guru Besarnya tersebut. Dilanjutkan dengan penyerahan naskah orasi ilmiah dan penyematan tanda pengukuhan jabatan Guru Besar oleh Rektor Unisma, Prof. Dr. H Maskuri Msi. Di kesempatan yang sama, Rektor Unwaha Jombang, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng. yang merupakan suami dari Prof. Mudawamah turut mendampingi dalam sidang pengukuhan tersebut. Prof. Gatot menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas capaian yang diraih oleh Prof. Mudawamah. “Kami yakin dengan segala kedalaman ilmu yang dimiliki beliau, tentu ini akan menjadi suatu kebermanfaatan di masa yang akan datang. Terlebih dalam pengembangan di bidang akademik bagi Universitas Islam Malang, khususnya bagi Fakultas Peternakan,” tutur beliau yang juga merupakan Guru Besar di bidang ilmu Genetika dan Pemuliaan Ternak tersebut. Hadir dalam Sidang Pengukuhan Guru Besar Fakultas Peternakan Unisma Malang, di antaranya adalah Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., MM. Pimpinan Pengurus Yayasan Universitas Islam Malang, Ketua PC Muslimat NU Kota Malang, Ibu Nyai Hj. Mutammimah Hasyim Muzadi,  Mantan Anggota DPR RI, Dra. Hj. Lathifah Shohib, dan seluruh undangan Pengukuhan Guru Besar Fakultas Peternakan Unisma. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru UNWAHA Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.