Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Category: Berita

Dosen UNWAHA Ikuti Bimtek Integrasi Budidaya Jagung dan Pemanfaatan Limbah Peternakan di Mojokerto

Mojokerto – Dosen Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang, yakni Rif’an Hariri, S.TP., M.P. dan Azhar Irfana Gangsar, M.Sc., mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Integrasi Budidaya Jagung dengan Ternak dan Pemanfaatan Limbah Peternakan Sebagai Pupuk Organik yang diselenggarakan oleh Kebun Percobaan BRMP Jawa Timur di Kecamatan Mojosari, Kamis (30/10/2025). Kegiatan ini berfokus pada penerapan konsep integrasi antara sektor pertanian dan peternakan, khususnya dalam memanfaatkan limbah ternak sebagai sumber daya bernilai guna tinggi. Melalui pelatihan tersebut, peserta memperoleh wawasan teknis mengenai pengelolaan budidaya jagung terpadu dengan ternak, yang dinilai mampu memberikan manfaat ekonomi, ekologis, dan sosial secara berkelanjutan. Selaku peserta, Rif’an Hariri, S.TP., M.P., menyampaikan kesan positifnya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. “Kegiatan ini sangat bermanfaat terutama dalam memperluas wawasan tentang integrasi sistem pertanian dan peternakan. Banyak praktik yang dapat diaplikasikan dalam kegiatan pembelajaran maupun penelitian di kampus,” ujar dosen Prodi Agribisnis itu. Model integrasi ini diharapkan dapat mendukung program swasembada pangan nasional, dengan menghasilkan produk pertanian yang efisien sekaligus ramah lingkungan. Pemanfaatan limbah ternak tidak hanya mengurangi pencemaran, tetapi juga dapat diolah menjadi pupuk organik, biogas, dan pakan ternak alternatif. Beliau berharap dengan diselenggarakannya Bimtek ini dapat menjadi jembatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga penelitian. “Selain menambah pengetahuan, ini juga membuka peluang kerja sama untuk mewujudkan pertanian yang mandiri dan berkelanjutan,” pungkas beliau. Red: Ibrahim

UNWAHA Jombang Resmi Buka Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027

Jombang – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang secara resmi membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027. Pendaftaran dibuka dalam tiga gelombang, dimulai pada 1 November 2025 hingga 31 Agustus 2026, sebagai bentuk komitmen UNWAHA Jombang dalam memberikan kesempatan luas bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan tinggi yang berkarakter religius, unggul, dan berdaya saing. Proses pendaftaran dilakukan secara online melalui laman resmi pmb.unwaha.ac.id. Calon mahasiswa cukup mengisi formulir pendaftaran, melakukan pembayaran biaya pendaftaran sebesar Rp300.000, dan melakukan konfirmasi kepada admin PMB. Periode Pendaftaran Persyaratan Pendaftaran Calon mahasiswa diwajibkan menyiapkan berkas administrasi sebagai berikut: Program Beasiswa Sebagai bentuk dukungan terhadap pemerataan akses pendidikan dan apresiasi bagi calon mahasiswa berprestasi, UNWAHA menyediakan beragam program beasiswa, di antaranya: Melalui berbagai program tersebut, UNWAHA terus berkomitmen melahirkan lulusan yang unggul dalam ilmu, berakhlak dalam amal, serta berkontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa. Untuk informasi lebih lanjut, calon pendaftar dapat menghubungi Narahubung Resmi PMB UNWAHA Jombang di nomor:📞 0851-6363-6325 / 0851-4384-4403

Dosen PBA UNWAHA Dibekali Strategi Pembelajaran Adaptif dan Personalisasi di UM

Malang – Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang, Ibu Amrini Shofiyani, S.Pd., M.Pd.I., dan Bapak Afif Kholisun Nashoih, S.Pd., M.Hum., mengikuti perkuliahan bertema “Strategi Pembelajaran Adaptif dan Personalisasi” di Universitas Negeri Malang (UM), Senin (7/10/2025). Perkuliahan yang dilaksanakan di Gedung Sekolah Pascasarjana UM ini merupakan bagian dari mata kuliah Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab pada Program Doktor Pendidikan Bahasa Arab. Mata kuliah ini diampu oleh Prof. Dr. Hanik Mahliatussikah, M.Hum., yang merupakan pakar di bidang linguistik dan inovasi pembelajaran. Perkuliahan yang diampu beliau tidak kering akan teori, diskusi, dan suasana akademik. Materi disampaikan oleh ustadzah Fatimah yang merupakan mahasiswa S3 PBA. Penyaji menjelaskan bahwa dua pendekatan tersebut memungkinkan proses belajar yang menyesuaikan diri dengan kebutuhan, kemampuan, dan gaya belajar setiap individu. Hal itu diamini oleh Prof. Hanik, di mana beliau menjelaskan bahwa pembelajaran adaptif dengan memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) dapat menjadi mitra cerdas bagi pendidik dalam menganalisis data peserta didik menyesuaikan materi, dan memberi umpan balik secara real-time. “Di era ini, tidak ada satu cara belajar yang cocok untuk semua,” tutur Prof. Hanik. “Tugas kita adalah merancang sistem yang peka terhadap perbedaan, agar pembelajaran benar-benar menyentuh potensi unik tiap individu.” imbuh beliau. Di era yang deras akan informasi dan kemajuan teknologi ini mengharuskan metode pembelajaran lebih inklusif dan berbasis data. Dengan bantuan AI, guru kini dapat memantau perkembangan siswa secara lebih akurat dan merancang jalur belajar individual (Individual Learning Path). “Teknologi seharusnya tidak menggantikan peran guru,” jelas beliau, “tetapi memperkuatnya dan menjadikan guru lebih peka, adaptif, dan mampu menuntun siswa sesuai ritme belajarnya,” tutur beliau. Pendekatan ini sekaligus memperkuat prinsip keadilan pendidikan, memberikan peluang belajar yang setara bagi setiap individu, tanpa mengabaikan keragaman kemampuan dan latar belakang. Tak hanya itu, pendekatan ini juga efektif untuk meningkatkan pembelajaran, retensi pengetahuan, memberi kesempatan setara bagi setiap siswa sesuai potensinya dan meningkatkan motivasi belajar melalui umpan balik real-time dan jalur belajar individual. Kelas berlangsung dengan interaksi intensif antara dosen dan mahasiswa. Sesi dimulai dengan pengantar konsep teoritis, dilanjutkan dengan diskusi kelompok kecil. Suasana akademik terasa kolaboratif dan reflektif, sebuah ruang belajar yang benar-benar menumbuhkan nalar ilmiah. Keikutsertaan Ibu Amrini Shofiyani dalam program doktoral di UM merupakan wujud komitmen UNWAHA dalam pengembangan sumber daya manusia, khususnya di bidang pendidikan bahasa Arab. Dengan mengikuti perkuliahan berkualitas dan berinovasi seperti ini, beliau berharap dapat membawa pembaruan dan peningkatan mutu pembelajaran di Prodi PBA UNWAHA Jombang. “Wawasan tentang Strategi Pembelajaran Adaptif dan Personalisasi sangat berharga untuk perkembangan metode pembelajaran di UNWAHA Jombang,” katanya. Red: Oleh: Amrini Shofiyani & Rizkiyatul MahmudaEditor: Ibrahim

UNWAHA Jombang Jalin Kerja Sama Internasional dengan Perusahaan Halal Food Terkemuka di Jepang

Jepang – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang memperluas jejaring internasionalnya dengan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) bersama Sari Raya Co.Ltd., perusahaan pelopor bisnis makanan halal di Nagoya, Jepang. Penandatangan dilakukan secara langsung oleh Rektor UNWAHA Jombang, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN, Eng., bersama Direktur sekaligus pemilik Sari Raya Co.Ltd., Bapak Teguh Wahyudi pada Selasa (24/9/2025) lalu. Prof. Gatot mengungkapkan, kerjasama yang dijalin tersebut mencakup pengembangan kompetensi mahasiswa, peluang magang internasional, serta penempatan kerja bagi lulusan terbaik UNWAHA di industri Halal Food Global. “Kerja sama dengan perusahaan internasional seperti Sari Raya Co. Ltd. sangat penting dan strategis untuk merealisasikan program kampus UNWAHA yang go international dan berwawasan global,” ujar Rektor UNWAHA Jombang ini. Sari Raya Co. Ltd. merupakan perusahaan retail dan distribusi produk halal yang berdiri sejak 2005 di Nagoya, Jepang. Perusahaan yang didirikan oleh warga negara Indonesia ini menjadi pelopor bisnis makanan halal di Jepang dengan produk unggulan berupa pabrik tempe, online shop, dan halal fried chicken. Rektor bersama tim berkesempatan mengunjungi beberapa fasilitas perusahaan, termasuk restoran, toko retail, dan gudang distribusi yang tersebar di beberapa kota seperti Toyota City dan Yunezocho, Nishio, Prefektur Aichi. Sari Raya Siap Menerima Lulusan UNWAHA Jombang Direktur Sari Raya Co.Ltd., Bapak Teguh Wahyudi berkesempatan memberikan orasi ilmiah pada prosesi Wisuda Sarjana S-1 UNWAHA Tahun 2025 yang digelar pada Minggu (19/10/2025) lalu. Dalam orasinya tersebut, beliau memberikan kiat sukses kepada 560 wisudawan. Tak hanya itu, Bapak Teguh juga secara langsung menawarkan kepada para lulusan untuk bergabung di perusahaannya. “Silahkan adik-adik UNWAHA yang mau bergabung dengan kami,” ajak beliau pada kesempatan tersebut. Ekspansi Kerja Sama Internasional UNWAHA Jombang Kerja sama dengan Sari Raya Co. Ltd. melengkapi jejaring internasional UNWAHA yang terus berkembang. Sebelumnya, pada awal September 2025, UNWAHA juga menandatangani MoU dengan Thai Global Business Administration Technological College, Thailand, yang ditindaklanjuti dengan pengiriman 20 mahasiswa untuk mengikuti workshop di negara tersebut. “Langkah-langkah strategis ini menjadi bukti komitmen UNWAHA dalam mempersiapkan lulusannya menghadapi tantangan global dan membuka akses seluas-luasnya bagi civitas akademika untuk berkiprah di kancah internasional,” lanjut Prof. Gatot. Red: Ibrahim

Aktif Organisasi Tak Halangi Famung Lulus sebagai Wisudawan Terbaik

Jombang – Banyak mahasiswa percaya bahwa aktif organisasi adalah musuh IPK tinggi. Famung Gangga membuktikan sebaliknya. Minggu (19/10/2025), mahasiswi asal Kecamatan Peterongan ini menutup perjalanan akademiknya di UNWAHA Jombang dengan prestasi gemilang. Ia didapuk sebagai wisudawan terbaik Fakultas Ekonomi dengan IPK 3,81. Putri ketiga dari pasangan Alm. Bapak Abidin Albadar dan Ibu Endang Sujiati ini bukan tipe mahasiswa yang mengurung diri di kamar demi mengejar nilai sempurna. Sebaliknya, ia memilih jalan yang penuh tantangan. Tercatat enam organisasi yang ia tekuni, yaitu HMP Manajemen, Bendahara UKM Seni Budaya (Tari), Sekretaris BEM Fakultas Ekonomi, Sekretaris PMII Rayon Ekonomi Wahab Hasbullah, Ketua BEM Fakultas Ekonomi, hingga Bendahara BEM UNWAHA. Manajemen Waktu yang Baik Mungkin ratusan rapat dan banyak tanggung jawab yang ia lalui selama kuliah di UNWAHA. Namun dengan manajemen waktu yang tepat, ia berhasil menuntaskan semuanya. “Saya memilih aktif dalam organisasi karena kuliah bukan hanya tentang nilai akademik, tetapi juga tentang membentuk karakter, kepemimpinan, dan kemampuan bekerja sama,” ujar Famung. Dengan mengerutkan dahi, ia merasa bahwa aktif berorganisasi bukan penghambat untuk lulus gemilang. Tapi justru proses terbaik untuk mengasah kemampuan diri dalam berpikir dan memutuskan. “Yang saya dapatkan di organisasi tidak saya temukan di dalam kelas. Karena saya langsung mempraktikkannya sendiri tentang kedisiplinan, konflik, dan manajemen lainnya,” tutur mahasiswi Prodi Manajemen ini. Prinsip Hidup: Jangan Bandingkan Prosesmu Di tengah kesibukan yang luar biasa, Famung punya pegangan hidup yang membuatnya tetap waras. “Jangan bandingkan prosesmu dengan orang lain, semua ada alurnya sendiri-sendiri,” motto dirinya. Dalam era media sosial yang penuh dengan pamer pencapaian, prinsip ini menjadi tameng mentalnya. “Kadang kita lihat teman yang kelihatannya sukses, terus kita merasa kurang. Padahal kita tidak tahu apa yang mereka lalui. Jadi, fokus saja pada proses kita sendiri,” ujarnya bijak. Bukan berarti ia tidak kompetitif, tapi ia memilih untuk berkompetisi dengan versi dirinya yang kemarin, bukan dengan orang lain. Bagi mahasiswa yang masih ragu ikut organisasi karena takut IPK turun, Famung punya pesan yang tegas dan jelas. “Jangan takut mencoba, karena dari organisasi kita belajar hal-hal yang tidak pernah diajarkan dalam teori. Jika kuliah memberimu ilmu, maka organisasi memberimu arah dan makna,” katanya. Red: Ibrahim

Dari Jambi ke Jombang, Kisah Zaki Mengejar Ketertinggalan Hingga Jadi Wisudawan Terbaik

Jombang – Momen wisuda Universitas KH. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang tahun 2025 menjadi hari istimewa bagi Zakiyuddin Al Afdholi. Mahasiswa yang akrab disapa Zaki ini dinobatkan sebagai wisudawan terbaik Fakultas Agama Islam (FAI), berkat capaian akademiknya yang gemilang. Prestasi tersebut menjadi buah dari ketekunan dan semangat belajarnya sepanjang masa perkuliahan. Zaki mengaku tak pernah membayangkan sebelumnya akan meraih predikat itu. Perjalanan studinya penuh dinamika dan tantangan, namun tekad kuat dan konsistensinya membawanya pada titik keberhasilan yang membanggakan. Dari Jambi ke Jombang Berburu Berkah Cerita pemuda kelahiran Parit Pudin, Jambi ini dimulai dari sebuah kebimbangan. Setelah lulus MA, ia sebenarnya belum berniat melanjutkan kuliah. Namun, mengingat usianya yang masih muda, ia memutuskan untuk tidak menyia-nyiakan waktu. “Awalnya belum ada niat kuliah. Tapi karena masih muda, akhirnya saya putuskan kuliah sambil mondok. Dan saya niatkan pondok di Jombang,” ujarnya mengenang keputusan besar itu. Pilihan jatuh pada UNWAHA Jombang, bukan tanpa alasan. Bagi Zaki, nama kampus yang dinisbatkan kepada tokoh besar seperti KH. A. Wahab Hasbullah membawa makna spiritual tersendiri. “Saya yakin dan mantap untuk berproses di kampus dengan nama tokoh besar, yaitu Mbah Wahab Hasbullah. Harapannya saya bisa memperoleh keberkahan dari beliau dan tokoh lainnya, insyaallah,” katanya. Dari Nol: Tantangan Mahasiswa Perantauan Realitas perkuliahan ternyata lebih keras dar yang ia bayangkan. Manajemen waktu antara kuliah dan mondok, mobilitas, hingga adaptasi, semuanya jadi pembelajaran tersendiri. Bayangkan, seorang mahasiswa tanpa laptop di era digital, bukan halangan kecil. “Alhamdulillah, saya dikelilingi teman-teman yang baik dan siap membantu. Bersyukur, saya bisa mengatasi keterbatasan,” ungkapnya dengan syukur. Di awal masa perkuliahan di Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI), ia menaruh harapan besar ketika ia lulus nantinya. Dengan cakupan keilmuan yang luas, ia berpeluang untuk mendalami lebih banyak ilmu di bidang keagamaan. Yang lebih berat lagi, di semester awal ia benar-benar mulai dari nol. “Saya belum kenal sama sekali dengan jurnal, makalah, dan segala macamnya,” kenangnya jujur. Lulus Cepat, Langsung Lanjut S2 di UNWAHA Kerja keras membuahkan hasil manis. Zaki berhasil menyelesaikan Tugas Akhirnya di semester 7, lebih cepat dari rata-rata mahasiswa pada umumnya. Pencapaian ini tidak lepas dari dukungan teman-temannya. Tepat setelah yudisium, Zaki lantas langsung memenuhi persayaratan dokumen pendaftaran untuk melanjutkan studi S2 PAI di Pascasarjana UNWAHA. Hal ini ia lakukan penuh keyakinan dan tanpa keraguan. “Saya bersyukur masih bisa berkesempatan dan berproses di UNWAHA. Dari segi penunjang sangat mendukung proses perkuliahan saya,” ungkapnya dengan antusias. Keputusan melanjutkan studi di kampus yang sama menunjukkan kepuasannya terhadap kualitas pendidikan yang diterimanya. Sebuah testimoni otentik dari seorang mahasiswa yang pernah merasakan langsung prosesnya. Kisah Zakiyuddin Al Afdholi adalah narasi tentang keberanian mengambil keputusan, keteguhan dalam menghadapi kesulitan, dan kejernihan dalam memilih jalan hidup. Ia datang ke Jombang dengan niat mencari berkah, dan pulang dengan ilmu, prestasi, serta tekad melanjutkan perjalanan akademisnya. Bagi mahasiswa perantauan lainnya yang mungkin masih ragu, Zaki adalah bukti nyata. Berani melangkah ke tempat yang asing, berjuang dengan keterbatasan, dan pada akhirnya menemukan berkah yang tidak terduga. Red: Ibrahim

Dulu Tanpa Ekspektasi, Kini Lulus Jadi Wisudawan Terbaik FTI

Jombang – Ketika ratusan wisudawan memenuhi Gedung Serba Guna KH. Hasbullah Said pada Minggu (9/10/2025), nama Dwi Agung Sunaryo dipanggil sebagai wisudawan terbaik Fakultas Teknologi Informasi (FTI) tahun 2025. Dengan perolehan IPK 3,83 ia berdiri di depan bersama empat wisudawan lainnya. Pemuda asal Desa Ngogri, Kecamatan Megaluh itu berdiri dengan senyum tipis, mungkin teringat perjalanan panjangnya. Dari awalnya masuk kuliah tanpa ekspektasi apa-apa, hingga akhirnya membawa pulang dengan semangat membanggakan. Masuk UNWAHA Tanpa Ekspektasi Apa-Apa Jujur saja, Dwi mengaku tidak pernah bermimpi besar soal UNWAHA. Kampus ini bukan pilihan pertama yang glamor, bukan yang paling ramai dibicarakan. Tapi justru di situlah ia menemukan sesuatu yang lebih berharga dari sekadar gengsi. “Awalnya biasa saja, saya pikir semua kampus sama, yang beda mungkin cuma grade atau fasilitas. Tapi ilmu, penelitian, pengabdian? Sama saja. Dan UNWAHA justru membuktikan, sebagai kampus yang layak diunggulkan,” ujarnya dengan nada meyakinkan. Anak kedua dari Ibu Sunartin dan Alm. Bapak Muhajir ini menyelesaikan studinya dengan riset bertajuk “Perancangan Pengiriman Pesan Singkat Berbasis LoRa“. Sebuah teknologi komunikasi yang relevan menjawab berbagai persoalan. Pilihan topik yang praktis, sesuai dengan karakternya yang realistis. Berbeda dengan cerita sukses yang sering digambarkan mulus tanpa hambatan, Dwi justru blak-blakan soal pasang-surutnya. “Setiap mahasiswa pasti ada naik-turunnya. Semangat ada pasang-surutnya juga. Itu biasa,” katanya santai. Semester-semester awal memang lancar, tapi saat memasuki fase akhir dengan Tugas Akhir dan magang, tekanannya nyata. Yang membuatnya berbeda bukan karena tidak pernah lelah, tapi karena tetap berdiri meskipun hampir menyerah. Pengalaman Dulu, Gelar Belakangan Saat ditanya soal rencana setelah wisuda, jawaban Dwi cukup mengejutkan untuk ukuran wisudawan terbaik. Ia tidak langsung melanjutkan S2, melainkan mematangkan diri di dunia profesi. “Saya mau cari pengalaman dulu. Studi lanjut itu perlu persiapan matang, jadi tidak buru-buru,” jelasnya. Bukan tanpa alasan, ia menunjukkan bahwa keputusan ini adalah buah dari kematangan berpikir. Bahwa gelar akademis memang penting, tapi tidak harus dikejar tanpa fondasi pengalaman yang kuat. Kuliah Murah, Kualitas dan Hasilnya Tidak Murahan Kesan ini yang ia lontarkan saat ditanya pengalaman studinya. Ia menyaksikan langsung bagaimana UNWAHA peduli pada masyarakat sekitar dengan memberikan akses pendidikan berkualitas dengan biaya terjangkau. “Kampus benar-benar care dengan masyarakat. Biayanya murah, tapi hasilnya tidak murahan,” jelasnya. Sebuah testimoni yang lebih kuat dari ribuan lembar brosur promosi. Dwi menutup perbincangan dengan filosofi hidup yang simpel namun tajam. “Saya berharap tetap punya motivasi tinggi, tidak putus asa. Dan kalau ada peluang, saya tidak akan ragu ambil,” seru Dwi. Tidak ada kata-kata bombastis, tidak ada janji-janji muluk. Hanya tekad seorang pemuda desa yang sudah membuktikan bahwa kesuksesan bukan soal dari mana kamu berasal atau kampus mana yang kamu pilih, tapi seberapa serius kamu menjalani prosesnya. Kisah Dwi Agung Sunaryo adalah pengingat bahwa di era yang sering mengagungkan prestise dan kemewahan, substansi tetaplah yang paling berharga. Dan kadang, kampus yang biasa saja justru melahirkan lulusan yang luar biasa. Red: Ibrahim

Cerita Inspiratif Muhammad Zainal Menjadi Wisudawan Terbaik FIP 2025

Jombang – Wisuda tahun 2025 Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) tahun 2025 menjadi panggung bagi 650 lulusan untuk menapak babak baru dalam hidup mereka. Namun, di antara toga dan senyum kebanggaan, satu nama mencuri perhatian: Muhammad Zainal Dwi Wahyudi, putra bungsu dari pasangan Bapak Supono dan Ibu Sumini yang ditetapkan sebagai wisudawan terbaik Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP). Bangga menjadi Lulusan Prodi Pendidikan Biologi UNWAHA Muhammad Zainal berhasil menyandang sebagai lulusan terbaik dengan perolehan IPK 3,82. Dalam keterangannya, ia mengaku bangga menjadi lulusan dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Biologi. “Di Jombang, Pendidikan Biologi yang ada hanya di UNWAHA saja. Di sini kita memiliki tantangan tersendiri sebagai mahasiswa biologi,” ungkapnya dengan antusias. Salah satu momen paling berkesan selama kuliah adalah kesempatan mengikuti praktikum lapang. Bagi Zain, pengalaman ini menjadi titik balik yang memperkaya wawasan dan keterampilan praktisnya sebagai calon pendidik biologi. “Banyak sekali pengalaman yang saya dapat, mulai dari praktikum yang awalnya tidak pernah di luar dan akhirnya saya berkesempatan praktikum lapang,” tuturnya. Pengalaman langsung di lapangan tidak hanya memperdalam pemahaman teori, tetapi juga melatihnya untuk menghadapi tantangan nyata dalam dunia pendidikan biologi. Transformasi dari Mahasiswa Biasa Menjadi Pemimpin Selama menjalani proses akademik di Prodi tersebut, ia mendapatkan banyak pembelajaran. Menurutnya, kuliah tidak hanya sekedar mengejar nilai tinggi di bangku kuliah semata. Ia membuktikan bahwa menjadi mahasiswa berkualitas berarti mampu memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan akademik. Ini terbukti ketika keputusannya untuk terjun dalam organisasi kemahasiswaan membawa dampak signifikan, terutama saat ia dipercaya sebagai Ketua BEM FIP. “Dari situ (BEM, red), saya berusaha untuk merangkul seluruh elemen di FIP, baik dosen maupun mahasiswa semester awal hingga akhir,” kenang lulusan yang biasa dipanggil Zain itu. Baginya, sinergitas antara dosen dan mahasiswa bukan sekadar wacana, melainkan kunci utama untuk memajukan fakultas. Prinsip kepemimpinan inklusif yang ia terapkan berhasil menciptakan kolaborasi positif di lingkungan FIP. Dukungan Penuh Dosen untuk Studi Lanjut Keberhasilan Zain melanjutkan pendidikan ke Program Magister Pendidikan Biologi Universitas Negeri Surabaya (UNESA) tidak terlepas dari dukungan penuh para dosen UNWAHA. Ia mengapresiasi bagaimana kampus memberikan arahan konkret bagi mahasiswa yang berminat melanjutkan studi. “Di kampus, memang benar-benar disiapkan untuk ke depannya. Misalnya, para mahasiswa yang berminat untuk studi lanjut, para dosen sangat membantu dengan memberikan arahan pada kami,” ungkapnya. Persiapan matang yang diberikan UNWAHA terbukti efektif membekali mahasiswa untuk bersaing di jenjang pendidikan lebih tinggi. Zain kini tengah menjalani studi S2 dengan modal pengetahuan dan pengalaman yang kuat dari almamaternya. Pesan untuk Kemajuan UNWAHA Sebagai alumni yang telah merasakan langsung proses pendidikan di UNWAHA, Zain menitipkan harapan konkret untuk perkembangan kampus dan program studinya. Ia menekankan pentingnya kampus untuk terus menunjang mahasiswa dari segi prestasi maupun akademik. “Saya berharap kampus dan khususnya prodi lebih terus berkembang, dan memperhatikan bakat serta prestasi para mahasiswa,” tegasnya. Perhatian terhadap pengembangan bakat dan potensi mahasiswa, menurutnya, akan menjadi investasi jangka panjang bagi kualitas lulusan UNWAHA. Kebanggaannya menjadi lulusan Pendidikan Biologi UNWAHA Jombang sekaligus menjadi pesan inspiratif: bahwa institusi pendidikan yang tepat, didukung oleh dosen berkualitas dan kesempatan berkembang, akan melahirkan lulusan yang siap menghadapi tantangan masa depan. Muhammad Zain kini melangkah maju dengan bekal solid dari UNWAHA, membawa harapan untuk terus berkontribusi dalam dunia pendidikan biologi di Indonesia. Red: Ibrahim

HMP Pendidikan Biologi Sukses Gelar EFORSOBI 2025

Jombang – Program Studi (Prodi) Pendidikan Biologi Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang sukses menyelenggarakan Education For Sobat Biologi (EFORSOBI) 2025 pada Sabtu-Minggu (27-28/92025) dan Sabtu Minggu (4-5/10/2025). Kegiatan ini menghadirkan rangkaian acara edukatif yang memadukan pelatihan kepemimpinan, keterampilan praktis, dan kepedulian lingkungan. Dekan FIP, M. Farid Nasrulloh, S.Pd.Si., M.Pd., membuka kegiatan dengan memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurut penuturan beliau, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan jiwa kepemimpanan. “Leadership itu sangat penting bagi kita, untuk kehidupan berorganisasi maupun sehari-hari. Kepemimpinan itu bisa dimulai dari diri sendiri,” kata beliau. Di akhir sambutannya, beliau juga menyampaikan harapan besar agar Prodi Pendidikan Biologi dapat terus berkembang dan mencapai akreditasi yang lebih unggul di masa mendatang. Sementara itu, Ketua HMP Pendidikan Biologi, Alfina Damayanti mengatakan, sebagaimana yang telah disampakan oleh Dekan sebelumnya, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan. “Kegiatan seminar ini dapat menjadi wadah pembelajaran bagi seluruh peserta dalam mengasah potensi kepemimpinan, menambah wawasan, serta memperkuat karakter sebagai calon pemimpin di masa depan,” katanya. Rangkaian EFORSOBI 2025 Selama Empat Hari Pada hari pertama, peserta mengikuti seminar dengan dua materi inspiratif. Materi Leadership disampaikan oleh Muhammad Faizul Huda, S.Si., M.Pd., yang menekankan pentingnya jiwa kepemimpinan, kolaborasi, dan tanggung jawab dalam berorganisasi. Sementara itu, Aisyah Septia Nur Hidayah, selaku BPH IKAHIMBI Wilayah Kerja 5 Jawa 3, membawakan materi Ke-IKAHIMBI-an yang mengulas peran strategis mahasiswa Biologi dalam wadah organisasi nasional tersebut. Memasuki hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan Eko Biodiversity Project yang menghadirkan dua narasumber muda inspiratif. Muhammad Zainal Dwi Wahyudi, S.Pd. membimbing peserta dalam praktik pembuatan awetan basah, sedangkan Ibu Ospa Pea Yuanita Meishanti, M.Pd., Kaprodi Pendidikan Biologi UNWAHA, memberikan materi pengelolaan limbah organik. Pelatihan ini bertujuan membekali mahasiswa dengan keterampilan konservasi dan kesadaran terhadap isu lingkungan. Hari ketiga diisi dengan praktik langsung pembuatan awetan basah bagi mahasiswa baru, di bawah pendampingan alumni. Kegiatan ini diakhiri dengan sesi sharing bersama pengurus IKAHIMBI yang mendorong mahasiswa memperluas jejaring organisasi biologi nasional. Sebagai penutup, hari keempat menampilkan pemaparan produk pengolahan limbah organik hasil karya mahasiswa. Produk kreatif tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengubah limbah rumah tangga menjadi barang bernilai guna. Rangkaian kegiatan ditutup dengan outbound dan sesi berbagi pengalaman bersama alumni, yang menumbuhkan semangat kebersamaan dan motivasi untuk terus berkontribusi bagi lingkungan. Red: HMP BiologiEditor: Ibrahim

Khusnul Khotimah, Wisudawan Terbaik Fakultas Pertanian: Dari Ketertarikan pada Cendawan hingga Kompetisi Nasional

Jombang – Gedung Serba Guna KH. Hasbullah Said dipenuhi kebanggaan pada Minggu, (19/10/2025), saat wisuda Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) tahun 2025 berlangsung khidmat. Di antara ratusan wisudawan yang hadir, satu nama mencuri perhatian. Adalah Khusnul Khotimah, wisudawan terbaik dari Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,82. Bermula dari Ketertarikan pada Cendawan Perjalanan akademik Khusnul di Fakultas Pertanian dimulai dengan cara yang tidak biasa. Ia mengaku awalnya tidak memiliki minat khusus di bidang pertanian. Namun, ketertarikannya pada cendawan mengubah segalanya. “Tidak ada minat di pertanian sebenarnya. Tapi ada satu hal yang menarik bagi saya, yaitu mengenai cendawan,” ungkap Khusnul saat diwawancarai usai upacara wisuda. Ketertarikan tersebut membawanya pada penelitian tugas akhir berjudul “Uji Cendawan Entomopatogen sebagai Biostimulator untuk Mendukung Pertumbuhan Tanaman Cabai“. “Ini penelitian yang masih sangat minim, dan saya mengambil referensi dari beberapa jurnal internasional,” kata anak ke 2 dari pasangan Bapak Sunaryo dan Almh. Ibu Damimah itu. Prestasi Gemilang di Berbagai Kompetisi Nasional Prestasi Khusnul tidak hanya terukir dalam catatan akademik yang cemerlang. Mahasiswi yang mengaku memiliki jiwa ambisius ini juga aktif mengikuti berbagai kompetisi tingkat nasional dan menorehkan pencapaian membanggakan. Rata-rata kompetisi yang diikutinya berada di bidang videografi, di mana ia berperan sebagai penulis ide. Selain itu, ia juga terjun dalam lomba business plan dan berhasil menjadi finalis di salah satu ajang prestisius. Salah satu yang paling berkesan baginya ketika tim dokumenternya tembus dalam ajang yang diselenggarakan oleh Center for Transdisciplinary and Sustainability Sciences (CTSS) Institut Pertanian Bogor (IPB). “Dokumenter kami tembus di CTSS IPB, dan masuk 15 besar dari seluruh Indonesia kategori mahasiswa. Pesertanya lebih dari 400,” ujarnya bangga. Perjalanannya mengikuti kompetisi membawanya ke berbagai daerah, mulai dari Malang, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Cimahi. Tidak Lepas dari Dukungan Penuh dari Kampus Khusnul tidak henti-hentinya mengucapkan syukur atas dukungan yang diberikan UNWAHA Jombang selama masa studinya. Menurutnya, kampus memberikan kesempatan luas bagi mahasiswa untuk berprestasi. “Alhamdulillah sangat berkesan, karena kampus memberikan kesempatan saya untuk berprestasi. Saat mengikuti perlombaan, sangat didukung sekali,” tuturnya. Dukungan tersebut tidak hanya bersifat moral, tetapi juga mencakup aspek finansial. Untuk beberapa kompetisi yang diikutinya, kampus memberikan dukungan dana hingga 100 persen. Harapan untuk Generasi Penerus Menutup wawancara, putri ke 2 dari pasangan Bapak Sunaryo dan Almh. Ibu Damimah ini menyampaikan harapannya kepada para mahasiswa junior. Ia berharap lebih banyak mahasiswa yang sadar dan termotivasi untuk meraih prestasi. “Untuk mahasiswa, semoga bisa lebih sadar untuk meraih prestasi. Karena beberapa teman-teman memang sangat sulit termotivasi. Padahal dari para dosen sangat mendukung banget untuk lomba atau kegiatan penelitian,” pesannya. Dengan prinsip hidupnya yang ambisius, Khusnul meyakini bahwa setiap kemampuan yang dimiliki harus dimaksimalkan dan direalisasikan menjadi pencapaian nyata. “Saya merupakan orang yang ambisius, dan ketika punya kemampuan, harus tercapai,” tegasnya. Kisah Khusnul Khotimah menjadi inspirasi bahwa prestasi gemilang lahir dari ketertarikan yang dikembangkan dengan serius, didukung oleh lingkungan akademik yang kondusif, serta semangat pantang menyerah dalam mengejar cita-cita. Red: Ibrahim