Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Category: Berita

Wisuda UNWAHA 2025: 560 Lulusan Dilepas, Rektor Ingatkan “Ini Bukan Akhir, Tapi Awal Pengabdian”

Jombang – Momen wisuda bukanlah akhir dari perjalanan. Sebaliknya, wisuda menjadi langkah awal bagi alumni untuk terus mengabdi dan memberikan yang terbaik bagi bangsa, negara, dan agama. Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) resmi mengukuhkan 560 putra-putri terbaiknya sebagai wisudawan tahun 2025, di Gedung Serba Guna KH. Hasbullah Said, pada Minggu (19/10/2025). Dalam sambutannya, Rektor UNWAHA, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng., memberikan pesan inspiratif kepada para wisudawan. Beliau menekankan bahwa ijazah yang digenggam para lulusan bukan tanda akhir perjuangan, melainkan awal perjalanan baru. “Dunia hari ini bergerak begitu cepat, teknologi berkembang begitu dahsyat. Jangan berhenti belajar karena sudah diwisuda, jadilah manusia pembelajar sepanjang hayat,” ujar Rektor. Beliau juga mengungkapkan pentingnya integritas di tengah perubahan zaman. Kejujuran dan bekal nilai merupakan jangkar hidup di masa yang akan datang. “Masa depan adalah milik mereka yang berani melangkah lebih jauh, bekerja lebih keras, dan berpikir lebih luas. Jadilah generasi yang tak hanya siap menghadapi perubahan, tetapi sanggup memimpin dan mengelola perubahan itu,” sambung Rektor. Suasana wisuda makin emosional, ketika Rektor mengajak seluruh wisudawan menundukkan kepala sejenak untuk mendoakan orang tua. Beliau mengingatkan, bahwa keberhasilan wisudawan tidak lepas dari do’a dan kasih para orang tua. “Di balik toga yang Anda kenakan hari ini, ada peluh dan doa yang tak pernah putus. Ada ayah dan ibu yang rela berkorban, mungkin diam-diam menahan lelah, bahkan menahan lapar, demi melihat anda berdiri di panggung ini,” tutur beliau. UNWAHA Jombang Terus Bekomitmen dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Dalam kesempatan ini, Prof. Gatot juga melaporkan capaian membanggakan dalam peningkatan kualitas dosen. Sepanjang tahun 2025, sebanyak 35 dosen atau 34,31% dari total dosen UNWAHA sedang menempuh studi doktoral di berbagai institusi terkemuka, beberapa bahkan meraih beasiswa prestisius. “Semua dilakukan untuk memastikan bahwa setiap lulusan tidak hanya memiliki ilmu pengetahuan, tetapi juga keterampilan, karakter, kompetensi, dan daya saing yang tinggi,” tegasnya. UNWAHA berkomitmen terus memperkuat kurikulum, meningkatkan kompetensi dosen, membangun kualitas riset, serta memperluas kerja sama dengan dunia industri dan lembaga internasional. Hadir pada prosesi wisuda tahun 2025 ini, Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Tinggi Bahrul Ulum (YPTBU), KH. M. Hasib Wahab Hasbullah, Ketua YPTBU, Ibu Nyai. Hj. Hizbiyah Rochim Wahab, M.A., yang juga turut memberikan pesan kepada para wisudawan. Beberapa undangan penting lainnya, seperti perwakilan LLDIKTI Wilayah VII, Forkopimda Kabupaten Jombang, dan pengasuh serta keluarga besar PP. Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. Di sesi akhir, para wisudawan dan para tamu undangan juga turut mendengarkan orasi ilmiah yang disampaikan oleh Teguh Wahyudi, Presiden Direktur Sariraya Group Japan. Red: Ibrahim

Wakil Rektor Kemahasiswaan Jadi Dewan Hakim pada MQK Internasional 2025

Sulawesi Selatan – Pondok Pesantren As’adiyah Wajo menjadi tuan rumah penyelenggaraan Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Internasional 2025, Kamis (2/10/2025). Kegiatan prestisius tingkat internasional ini diikuti oleh 798 peserta untuk seluruh cabang perlombaan. Pada kesempatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha), Dr. M. Wafiyul Ahdi, S.H., M.Pd.I, menjadi salah satu Dewan Hakim pada cabang Hifdzil Mutun Kitab Alfiyah Ibnu Malik tingkat Ulya. Beliau menjadi bagian dari jajaran dewan hakim bersama Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Prof. Muhammad Ishom, serta Direktur Pascasarjana IAI Situbondo, Dr. H. Imam Nakhei. Dr. Wafiyul Ahdi menyampaikan bahwa pelaksanaan MQK ini merupakan langkah strategis dalam menjaga tradisi intelektual pesantren. “Musabaqah Qiraatil Kutub Internasional pertama ini menjadi momentum untuk merawat tradisi kajian turats di pesantren, sekaligus memberikan semangat kepada para santri agar terus mengkaji karya para ulama terdahulu,” ujar beliau. Dalam cabang lomba ini diikuti oleh 58 peserta dari seluruh daerah Indonesia. Seperti yang diketahui, MQK Internasional 2025 menghadirkan para santri terbaik dari seluruh Indonesia, bahkan dari beberapa negara ASEAN, seperti Thailand. Lebih lanjut, Wakil Rektor Kemahasiswaan tersebut menegaskan, MQK tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi sarana untuk meneguhkan identitas pesantren sebagai pusat pengembangan ilmu-ilmu Islam klasik yang relevan dengan tantangan zaman modern. Sebelumnya, pada Rabu (1/10/2025), Dr. Wafiyul Ahdi resmi dilantik sebagai Dewan Hakim MQK oleh Menteri Agama RI, Prof. Nasaruddin Umar, bersama 89 tokoh lainnya dari berbagai perguruan tinggi dan pesantren di Indonesia. Dalam sambutannya pada pelantikan tersebut, Menteri Agama RI menegaskan pentingnya peran MQK dalam menjaga warisan keilmuan Islam. “MQK tidak hanya menjadi ajang adu kecerdasan santri, tetapi juga menjadi wadah penting untuk melestarikan nilai-nilai yang terkandung dalam kitab kuning,” ujar Prof. Nasaruddin Umar. Red: Ibrahim

Selamat dan Sukses, Serah Terima Jabatan Kabag Humas dan Pengangkatan Kabiro Kemahasiswaan

Jombang – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) kembali melakukan penyegaran organisasi dengan menggelar serah terima jabatan Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) serta pengangkatan Kepala Biro Kemahasiswaan, di Ruang Rektor, Minggu (28/9/2025). Dalam hal ini, jabatan Kepala Bagian Humas resmi diserahterimakan dari Bapak Septian Ragil A, M.Pd. kepada pejabat baru, Bapak Rohmat Hidayat, S.S., M.Pd.. Sementara itu, Bapak Septian Ragil A, M.Pd. juga resmi diangkat sebagai Kepala Biro Kemahasiswaan. Rektor UNWAHA, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada pejabat lama atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan, serta memberikan ucapan selamat kepada pejabat baru yang telah dipercaya mengemban amanah penting dalam pengembangan lembaga. “Rotasi jabatan merupakan hal yang wajar dalam sebuah organisasi, sebagai upaya penyegaran dan penguatan tata kelola universitas. Kami berharap pejabat yang baru dapat melanjutkan dan meningkatkan program kerja yang sudah berjalan dengan baik, serta membawa inovasi baru untuk kemajuan kampus,” ujar Rektor. Beliau juga menambahkan harapan agar kedua pejabat yang dilantik mampu menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara universitas dengan masyarakat, serta menciptakan ekosistem kemahasiswaan yang dinamis, produktif, dan berdaya saing. Dengan adanya serah terima jabatan dan pengukuhan ini, UNWAHA berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola kelembagaan, meningkatkan pelayanan, serta mencetak generasi mahasiswa yang unggul sesuai dengan visi dan misi universitas. Red: Ibrahim

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Lulus Sertifikasi Asesor Kompetensi LSP Manajer Pendidikan Indonesia

Bandung – Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA), Dr. M. Wafiyul Ahdi, S.H., M.Pd.I., berhasil meraih sertifikasi sebagai Asesor Kompetensi dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Manajer Pendidikan Indonesia. Sertifikasi ini diperoleh setelah mengikuti Pelatihan Asesor Kompetensi yang diselenggarakan di Hotel Golden Flower Bandung, Senin-Jumat (08-12/09/2025). Pelatihan intensif selama lima hari ini dirancang khusus untuk meningkatkan kompetensi para pemimpin pendidikan dalam melaksanakan asesmen yang berkualitas. Program pelatihan mencakup berbagai komponen penting, mulai dari pengenalan instrumen asesmen, praktik langsung dengan asesi sesuai skema okupasi kepala satuan pendidikan, hingga pelaksanaan tes kompetensi yang komprehensif. Acara dibuka dengan sambutan dari dua tokoh penting dalam dunia pendidikan Indonesia. Ketua Dewan Pengawas Manajer Pendidikan Indonesia, Prof. Dr. Aan Qomariyah, M.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi terhadap komitmen para peserta pelatihan dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional. “Kehadiran para pemimpin pendidikan dalam pelatihan ini menunjukkan dedikasi nyata untuk membangun sistem asesmen yang lebih baik dan terstandar,” ujar Prof. Dr. Aan Qomariyah dalam sambutannya. Sementara itu, Direktur Manajer Pendidikan Indonesia, Prof. Dr. H. Badruddin, menekankan pentingnya peran asesor kompetensi dalam menjaga kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan. Beliau berharap para peserta yang telah tersertifikasi dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk kemajuan institusi masing-masing. Sertifikasi ini memberikan pengakuan resmi, melalui lisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), yang memungkinkan asesor menjadi penguji dalam proses sertifikasi kompetensi untuk memastikan kualitas sumber daya manusia. Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan sekaligus dosen tetap Pascasarjana UNWAHA, Dr. M. Wafiyul Ahdi S.H., M.Pd.I., menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian sertifikasi ini. “Sertifikasi sebagai Asesor Kompetensi LSP Manajer Pendidikan Indonesia ini merupakan amanah besar yang harus saya emban dengan penuh tanggung jawab,” ungkap beliau. Beliau berharap sertifikasi ini dapat memberikan kontribusi signifikan dalam peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di lingkungan UNWAHA. “Saya berkomitmen untuk mengimplementasikan ilmu dan kompetensi yang telah diperoleh guna memajukan sistem pendidikan di universitas kita, serta turut berkontribusi dalam pengembangan pendidikan nasional,” pungkas beliau. Dengan diraihnya sertifikasi ini, diharapkan UNWAHA dapat semakin memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan yang berkomitmen tinggi terhadap kualitas dan standar pendidikan nasional. Sertifikasi asesor kompetensi ini juga menjadi modal penting dalam pengembangan berbagai program kemahasiswaan yang lebih berkualitas dan terstandar. Red: Ibrahim

Yudisium FAI 2025: Tekankan Pentingnya Ilmu, Akhlak, dan Tanggung Jawab

Jombang – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) menggelar Yudisium pada Minggu, 21 September 2025, bertempat di Auditorium Unwaha. Yudisium kali ini mengusung tema “Menebar Rahmatan Lil’alamin melalui Akhlakul Karimah, Karya, dan Ilmu yang Berdampak Positif bagi Bangsa dan Negara“. Sebanyak 265 mahasiswa resmi dinyatakan lulus dalam kegiatan yudisium ini, terdiri dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) sebanyak 209, Pendidikan Bahasa Arab (PBA) 25, dan Ekonomi Syariah 31 mahasiswa. Dalam sambutannya, Dekan FAI, Drs. Waslah, M.Pd.i., menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh mahasiswa yang telah menyelesaikan studinya. Menurutnya, proses akademik yang telah dilalui mahasiswa bukanlah perjalanan singkat, melainkan perjuangan panjang yang membutuhkan kesabaran, tenaga, dan pikiran. “Kurang lebih empat tahun kalian berjuang, dan hari ini kalian merasakan buah dari kerja keras itu. Selamat kepada kalian, teristimewa kepada orang tua yang setiap langkahnya terselip doa dan harapan,” tutur Dekan FAI itu. Beliau juga menyampaikan bahwa tema yudisium tahun ini sangat relevan dengan tantangan zaman saat ini. Rahmatan lil’alamin bukan hanya semboyan, tetapi harus diwujudkan melalui akhlakul karimah, karya nyata, dan ilmu yang bermanfaat. “Gelar sarjana yang kalian sandang hendaknya menjadi bekal untuk menebarkan kebaikan, memberikan dampak positif bagi bangsa dan negara, serta menjadi generasi muslim yang unggul dalam akhlak, intelektual, dan kontribusi sosial,” sambungnya. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa gelar sarjana bukan sekadar kebanggaan, tetapi juga tanggung jawab besar untuk menghadapi persaingan global. “Kalian adalah calon pemimpin masa depan. Jaga nama baik almamater Unwaha, jangan menjadi generasi rapuh, dan gunakan waktu sebaik mungkin untuk berkarya,” pesannya. Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Kerumahtanggaan, Prof. Dr. KH. Kholid, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh dosen FAI atas dedikasi dan pengabdian dalam mencetak generasi sarjana muslim yang berilmu dan berakhlak. “Atas nama pimpinan, saya menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada dosen FAI yang telah mencurahkan ilmu untuk membentuk sarjana muslim yang bermanfaat,” tutur beliau. Beliau juga menegaskan pentingnya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan terus mengembangkan kemampuan. “Dunia kerja saat ini tidak cukup hanya dengan gelar S1. Tantangan nyata era sekarang menuntut kalian untuk meningkatkan kapasitas diri, baik melalui studi lanjut maupun pengembangan keterampilan,” tambah Prof. Kholid. Kegiatan yudisium FAI Unwaha 2025 ini berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, serta alumni. Acara ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas keberhasilan para lulusan dan harapan agar mereka dapat mengamalkan ilmu yang diperoleh dengan penuh tanggung jawab. Red: Ibrahim

Pameran Produk KKN-PPM UNWAHA 2025, Tampilkan Inovasi Mahasiswa

Jombang – Beragam produk unggulan hasil karya inovasi mahasiswa Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) dipamerkan dalam ajang Pameran Produk KKN-PPM 2025, Senin (15/9/2025). Bertempat di lorong dan halaman Gedung F, kegiatan ini diikuti 25 kelompok mahasiswa yang sebelumnya melaksanakan program KKN-PPM. Produk-produk yang ditampilkan mencerminkan hasil pendampingan mahasiswa kepada masyarakat desa, mulai dari olahan pangan lokal, inovasi pertanian, produk kreatif, hingga teknologi tepat guna. Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNWAHA, Dr. Zulfikar, S.P., M.Si., mengapresiasi peningkatan kualitas karya mahasiswa di tahun ini. Menurutnya, variasi produk yang dihasilkan semakin beragam dan berpotensi dikembangkan lebih lanjut. “Kedepannya kita harapkan produk yang dihasilkan melalui program KKN-PPM bisa lebih unggul lagi. Ini momen yang bagus, karena kita lihat variasi produk semakin meningkat,” ujarnya. Ketua LPPM itu menambahkan, sejumlah produk unggulan terbaik akan dipilih dan terus dikawal pengembangannya. Beliau juga menegaskan pentingnya tindak lanjut kerja sama dengan desa-desa mitra KKN agar produk dan program yang telah dirintis tidak berhenti begitu saja. Beliau juga berharap, pameran ini tidak hanya menjadi ruang apresiasi, tetapi juga ajang kreativitas bagi mahasiswa untuk menunjukkan potensi nyata mereka dalam mengolah ide menjadi produk bernilai. “Kehadiran produk unggulan mahasiswa diharapkan bisa memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat serta menjadi model pemberdayaan yang berkelanjutan,” pungkasnya. Red: Ibrahim.

Yudisium FTI 2025: Cetak Lulusan Humanis, Beretika, dan Berdampak Nyata

Jombang – Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) menggelar yudisium pada Minggu (14/9/2025) di Auditorium UNWAHA. Sebanyak 87 peserta dinyatakan lulus dan resmi menyandang gelar sarjana. Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran pimpinan universitas, dekanat, pengurus Yayasan Pesantren Tinggi Bahrul Ulum (YPTBU), serta dosen di lingkungan FTI UNWAHA. Dalam sambutannya, Dekan FTI, Tholib Hariono, S.Kom., M.Kom., menekankan pentingnya membangun generasi teknologi informasi yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan etika. Hal ini sejalan dengan tema yang diangkat, “Membangun Generasi Teknologi Informasi yang Humanis, Beretika, dan Berdampak pada Kehidupan Bermasyarakat,” menurutnya harus menjadi kompas moral bagi seluruh lulusan. “Era disrupsi digital membutuhkan teknolog yang humanis. Setiap baris kode, sistem, atau data yang diolah, harus dipahami sebagai sesuatu yang berdampak pada masyarakat,” tegasnya. Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga amanah dalam mengelola data, menghormati privasi, dan menjunjung tinggi etika profesi. “Nilai-nilai Aswaja seperti tawasuth (moderat), tawazun (keseimbangan), dan tasamuh (toleransi) harus menjadi landasan dalam setiap karya yang dihasilkan lulusan FTI,” pesannya. Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Kerumahtanggaan, Prof. Dr. KH. Kholid, M.Ag., mengamini apa yang disampaikan oleh Dekan FTI sebelumnya. Beliau berpesan agar para lulusan dapat menghadirkan kebermanfaatan. “Semoga ilmu yang diperoleh membawa manfaat lebih besar daripada mudaratnya, baik bagi diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat. Teknologi adalah bagian penting dalam kehidupan kita, maka gunakanlah dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya. Pada kesempatan yang sama, Ketua YPTBU, Ibu Nyai Hizbiyah, memberikan apresiasi sekaligus pesan moral kepada para lulusan. Beliau menegaskan bahwa keberadaan FTI di UNWAHA menjadi kebanggaan tersendiri bagi lembaga. “Kalian harus punya peran untuk menjadikan Indonesia aman dan tentram. Jangan mudah terpengaruh oleh informasi provokatif. Sebaliknya, sampaikanlah informasi yang benar kepada masyarakat. Itu bagian dari dakwah kita,” pesan beliau. Red: Ibrahim

Student Visit dan Penandatanganan MoU bersama TGBC Thailand

Jombang – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) mengirimkan delegasi mahasiswa dalam program Student Visit ke Thai Global Business Administration Technological College (TGBC), Thailand pada 31 Agustus-3 September 2025. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, menghadirkan pengalaman akademik sekaligus pertukaran budaya bagi mahasiswa. Perjalanan dimulai pada hari pertama dengan ziarah ke makam pendiri NU, KH. A. Wahab Hasbullah. Rombongan juga bersilaturahmi ke kediaman Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Bahrul Ulum (YPTBU), Ibu Hj. Hizbiyah Rochim Wahab, M.A., sebelum bertolak menuju Thailand. Memasuki hari kedua, agenda utama adalah Welcoming Ceremony serta penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara UNWAHA dan TGBC. Penandatanganan dilakukan langsung oleh Rektor UNWAHA, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng., dan Direktur TGBC, Dr. Prattana Srisuk. MoU ini menjadi landasan kerja sama jangka panjang di bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi. Rektor UNWAHA, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini menjadi langkah awal memperluas jejaring internasional kampus. “Kami berharap kerja sama dengan TGBC dapat terus berlanjut, membuka peluang riset, pertukaran dosen, maupun program bersama di masa mendatang,” ungkapnya. Sebagaimana disampaikan TGBC melalui akun media sosial resminya, pihaknya merasa terhormat menyambut delegasi UNWAHA. “This collaboration is a meaningful opportunity for cultural exchange and lays a strong foundation for sustainable cooperation between Thailand and Indonesia,” tulis TGBC dalam unggahan resminya. Selain itu, mahasiswa UNWAHA juga mengikuti kuliah tamu, pertukaran bahasa, serta menampilkan pertunjukan budaya khas Indonesia yang mendapat sambutan hangat dari civitas akademika TGBC. Melalui kegiatan ini, kedua institusi saling memperkaya pemahaman budaya dan mempererat persahabatan. Selama rangkaian kegiatan, mahasiswa UNWAHA juga berkesempatan mengikuti Short Course Program di TGBC, meliputi pembelajaran bahasa Thai, kelas memasak makanan khas Thailand, hingga eksplorasi tarian dan adat tradisional. Sebagai penutup, diadakan upacara penyerahan sertifikat bagi seluruh peserta program. Pada hari ketiga, mahasiswa diajak mengunjungi Bank of Agriculture and Agricultural Cooperatives Museum di Thailand. Mereka belajar langsung mengenai sejarah pengelolaan pertanian, budidaya, serta inovasi dalam pengembangan sektor pertanian di Negeri Gajah Putih itu. Rombongan UNWAHA dipimpin langsung oleh Rektor, Prof. Gatot, bersama Kepala Biro Kerja Sama, Mazidatul Faizah, S.Si., M.Si. Melalui kegiatan ini, UNWAHA menegaskan komitmennya dalam penguatan kerja sama internasional serta pembekalan mahasiswa dengan pengalaman global yang relevan dengan perkembangan dunia pendidikan tinggi. Red: Ibrahim

Pengajaran Bahasa Pegon di TPQ Al Mursyidah oleh Anggota KKN Dusun Joho Clumprit

Jombang – Mahasiswa Universitas KH. A. Wahab Hasbullah melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sumobito dengan Dosen Pendamping Lapangan (DPL) ibu Ashlihah, SE, M.M, mengadakan kegiatan pengajaran bahasa Pegon di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Al Mursyidah. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan melestarikan tulisan Pegon sebagai bagian dari warisan budaya Islam di Indonesia. Pengajaran Pegon dilaksanakan pada Jum’at (15/8/2025) di TPQ Al Mursyidah dengan metode yang interaktif dan menyenangkan. Para peserta didik, yang mayoritas anak-anak dan remaja, diajarkan cara membaca dan menulis huruf Pegon yang merupakan aksara Arab yang dimodifikasi untuk menulis bahasa Jawa dan bahasa daerah lainnya. Mahasiswa KKN juga memberikan buku materi pegon dengan desain dan warna yang menarik sehingga dapat meningkatkan semangat minat belajar santri serta memudahkan dalam memahami materi.Sementara itu, Ella Dwi Octavia menyampaikan bahwa program ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman keagamaan sekaligus menjaga keberlangsungan tradisi budaya lokal. “Melalui pengajaran Pegon, kami ingin anak-anak di Dusun Joho Clumprit tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an, tetapi juga mengenal aksara tradisional yang memiliki nilai sejarah dan keagamaan yang tinggi,” ujarnya. Adapun anggota Bidang Agama Kelompok 15 KKN-PPM UNWAHA tahun 2025 terdiri dari Aulia Ulfa (Pendidikan Bahasa Ingris), M. Nuru Faukonuri (Pendiidkan Bahasa Ingris), Nisrotul Ulumin Nafi’ah (Pendidikan Bahasa Arab), Ella Dwi Octavia (Pendiidkan Agama Islam). Kegiatan ini juga mendapat sambutan positif dari pengurus TPQ Al Mursyidah. Mereka berharap program ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi muda di desa tersebut.Dengan adanya pengajaran Pegon ini, diharapkan TPQ Al Mursyidah semakin berkembang sebagai pusat pendidikan agama yang tidak hanya mengajarkan Al-Qur’an, tetapi juga melestarikan budaya Islam Nusantara. Red: Fitrotul khasanah

PKKMB Gelombang II 2025: Junjung Nilai Kemandirian dan Berdaya Guna

Jombang – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) kembali melaksanakan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Gelombang II tahun 2025 pada Rabu (10/9/2025). Kegiatan dibuka dengan apel di halaman Gedung Jokowi dan diikuti oleh 230 mahasiswa baru dari berbagai program studi. Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Dr. H. Fatkhullah, M.Pd.I., selaku pembina apel menyampaikan beberapa pesan penting kepada mahasiswa baru. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya kemandirian dan kedewasaan dalam menempuh pendidikan di perguruan tinggi. “Jika di sekolah kalian masih membutuhkan arahan guru, maka ketika memasuki perguruan tinggi kalian harus mandiri untuk menyelami luasnya ilmu. Kedewasaan dalam bertindak dan berperilaku adalah syarat utama bagi seorang mahasiswa,” tuturnya. Lebih lanjut, Dr. Fatkhullah menggarisbawahi tiga kunci sukses bagi mahasiswa dalam menjalani dunia kampus, yaitu doa, penguasaan teknologi informasi, dan sikap. Menurutnya, berdoa menjadi pondasi spiritual dalam belajar, sementara kemampuan mengelola dan memanfaatkan informasi sangat menentukan keberhasilan akademik di era digital. “Informasi hari ini sangat mudah diakses, maka manfaatkanlah dengan bijak. Selain itu, sikap yang dewasa, saling menghormati, dan memberi kebermanfaatan melalui ilmu yang dimiliki juga harus dijunjung tinggi,” jelasnya. Menutup amanatnya, beliau berpesan agar mahasiswa baru tidak mengabaikan tiga hal tersebut dan senantiasa menjadi kebanggaan bagi orang tua serta masyarakat. “Mari menata masa depan yang lebih hebat dan bermanfaat. Saya berharap kalian semua dapat menjadi generasi yang mandiri, cerdas, dan berakhlak mulia,” pungkasnya. Hadir pada kegiatan apel pembukaan ini di antaranya Dekan Fakultas Teknologi Informasi, Tholib Hariono, M.Kom., Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan, M. Farid Nasrulloh, S.Pd.Si., M.Pd. Red: Ibrahim