Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Category: Berita

Mahasiswa KKN-PPM 2025 Tanam Budaya Menabung Sejak Dini bagi Siswa di Desa Nglele

Jombang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Kelompok 3 Desa Ngelele melaksanakan program edukasi literasi keuangan dan gemar menabung, Rabu (20/8/2025). Kegiatan yang diinisiasi oleh bidang ekonomi kelompok 3 menyasar siswa kelas 4 dan 5 sekolah dasar di desa setempat. Kegiatan berjalan interaktif dan diiukuti puluhan peserta didik dengan antusias. Salah satu mahasiwa anggota Kelompok 3, Indah Nur Suryani mengatakan, program ini bertujuan untuk mengajarkan pengelolaan uang saku secara bijak bagi peserta didik sejak dini. Tidak hanya pengenalan secara teori, mahasiswa juga mengajak peserta didik dalam pembuatan celengan kreatif. “Dengan pendekatan interaktif, kami berhasil menumbuhkan antusiasme anak-anak. Celengan yang mereka buat sendiri akan menjadi pengingat untuk terus menabung, sekaligus menanamkan nilai kedisiplinan dan tanggung jawab,” ujar Indah. Sebelum pemberian materi, anak-anak terlebih dahulu mengisi angket untuk memetakan kebiasaan mereka dalam menggunakan uang saku. Setelah itu, mahasiswa menyampaikan literasi keuangan sederhana, seperti membedakan kebutuhan dan keinginan, serta pentingnya tujuan menabung. Program ditutup dengan apresiasi terhadap celengan terbaik serta penyerahan seluruh karya kepada masing-masing siswa untuk digunakan di rumah. Kehadiran mahasiswa KKN UNWAHA mendapat respon positif dari guru dan orang tua yang menilai program ini memberi manfaat nyata bagi pembentukan karakter anak. Pada kesempatan yang berbeda, Dosen Pendamping Lapangan Kelompok 3, Bapak M. Farid Nasrulloh, S.Pd.Si., M.Pd., menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai bentuk pengabdian yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. “Edukasi literasi keuangan ini merupakan investasi sosial jangka panjang. Dengan membiasakan anak-anak menabung sejak dini, kita tidak hanya melatih keterampilan mengelola uang, tetapi juga membentuk pola pikir mandiri dan disiplin,” katanya. Red: Kelompok 3Editor: Ibrahim

KKN-PPM UNWAHA 2025 Dorong Penguatan Pendidikan Keagamaan di Desa Plemahan

Jombang – Kontribusi nyata dalam penguatan pendidikan keagamaan di lingkungan masyarakat ditunjukkan oleh Mahasiswa Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) di Desa Plemahan. Melalui program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Tahun 2025 bidang keagamaan, mahasiwa melaksanakan kegiatan pendidikan di TPQ desa setempat selama program KKN-PPM berlangsung. Salah satu anggota Kelompok 7 KKN-PPM UNWAHA 2025 Desa Plemahan, Afwa Elfira Zulfa mengatakan, program ini bukan sekedar ajang pengabdian mahasiswa saja, melainkan juga bagian dari ikhtiar kampus dalam membumikan nilai keilmuan dan keagamaan di tengah masyarakat. “Melalui kegiatan ini, kami terlibat langsung dalam proses pembelajaran Al-Qur’an, mulai dari pengenalan huruf hijaiyah hingga pembenahan tajwid,” ungkapnya. Ia juga menyampaikan bahwa misi mereka adalah memotivasi anak-anak agar tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an, tetapi juga mengamalkannya dalam perilaku sehari-hari. “Kami berharap apa yang kami tanamkan menjadi langkah kecil yang menumbuhkan generasi berakhlak mulia sekaligus mencintai ilmu,” ujarnya. Sementara itu, salah satu Tokoh Agama Desa Plemahan menyambut baik atas kehadiran mahasiswa UNWAHA. Kehadiran mereka bukan hanya sekadar membantu proses belajar mengajar, tetapi juga membawa semangat baru bagi anak-anak dan masyarakat. “Dengan ilmu yang mereka miliki, teman-teman mahasiswa bisa memberikan tambahan wawasan, metode pembelajaran yang lebih kreatif, serta membangun motivasi bagi anak-anak untuk lebih giat belajar membaca Al-Qur’an dan memperdalam ilmu agama,” katanya. Selain pembelajaran Al-Qur’an, mahasiswa juga menyampaikan materi tentang doa-doa harian dan akhlak mulia sebagai bekal anak-anak dalam kehidupan sehari-hari. Kehadiran mahasiswa KKN UNWAHA mendapat apresiasi dari pengurus TPQ dan wali santri, yang menilai program ini berhasil mempererat sinergi antara dunia kampus dengan masyarakat desa. Red: Kelompok 7Editor: Ibrahim

Dorong Digitalisasi, Mahasiswa KKN-PPM UNWAHA 2025 Kembangkan Website Profil Desa Plosokerep

Jombang – Transformasi digital tidak hanya terjadi di kota besar, tetapi juga mulai menyentuh desa. Hal ini ditunjukkan oleh mahasiswa Kelompok 1 Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) yang mengembangkan Website Profil Desa Plosokerep, Senin (18/8/2025), di Kantor Desa Plosokerep. Salah satu anggota Bidang IT Kelompok 1, Samsudin mengungkapkan, dengan memanfaatkan framework Laravel, website ini memiliki keamanan yang lebih baik, performa optimal, serta fleksibilitas tinggi dalam pengembangan fitur. “Website ini dapat meningkatkan pelayanan publik, memperkuat identitas digital Desa Plosokerep, dan mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan desa yang lebih efektif dan transparan,” katanya. Kehadiran website resmi ini, diharapkan menjadi sarana resmi pemerintah desa dalam menyampaikan informasi publik, mempromosikan UMKM, hingga memperkenalkan sejarah dan potensi lokal secara luas. Kepala Desa Plosokerep, Syahbihan Alam Saputro, S.H., menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa Kelompok 1 KKN-PPM UNWAHA 2025 tersebut. “Penyerahan website ini merupakan bagian dari upaya kami untuk membawa Desa Plosokerep lebih dikenal di dunia maya. Dengan adanya website, masyarakat bisa lebih mudah mengakses informasi tentang desa, termasuk UMKM yang ada di sini,” ujarnya. Terpisah, Dosen Pendamping Lapangan Kelompok 1 KKN-PPM, Ibu Dyah Ayu Sri Hartanti, S.Si., M.Si., menyampaikan bahwa langkah ini menjadi bukti bahwa pengabdian mahasiswa tidak hanya berorientasi pada pendidikan, tetapi juga memberi dampak nyata bagi pembangunan desa. “Semoga website dan program pelatihan pendukung lainnya, dapat memberikan kebermanfaatan berkelanjutan bagi pemerintah desa serta masyarakat Desa Plosokerep,” harapnya. Red: Kelompok 1Editor: Ibrahim

KKN-PPM UNWAHA 2025 Sulap Limbah Kulit Semangka Jadi Mie Inovatif di Desa Sumobito

Jombang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Tahun 2025 menghadirkan terobosan kreatif dengan memanfaatkan potensi lokal. Melalui program kerja Bidang Pertanian, Kelompok 15 KKN-PPM berhasil mengolah limbah kulit semangka (Citrullus lanatus) menjadi produk mie sehat bernilai ekonomi bersama warga Desa Sumobito. Program yang dilaksanakan pada Selasa (19/8/2025), di rumah Ketua RW, Ibu Kurotin, disambut antusias oleh warga Desa Sumobito, khususnya para ibu rumah tangga. Antusiasme itu terlihat dari partisipasi aktif mereka dalam setiap tahap kegiatan, mulai dari persiapan bahan, pembuatan adonan, hingga pengolahan mie siap konsumsi. Dosen Pendaming Lapangan Kelompok 15, ibu Ashlihah, SE, M.M, mengatakan bahwa program inovatif ini merupakan hasil analisa kebutuhan serta potensi masyarakat lokal di desa tersebut. Beliau juga menyampaikan pentingnya kolaborasi mahasiswa dengan masyarakat dalam setiap proses kegiatan. “Mahasiswa tidak hanya belajar, tetapi juga membersamai warga mulai dari sosialisasi, percobaan, hingga praktik langsung mengolah kulit semangka menjadi mie sehat,” ujarnya. Salah satu anggota tim Bidang Pertanian, Ragil Andri Setiawan menuturkan, program ini memiliki manfaat ganda. Selain mengurangi limbah organik, juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat pedesaan. “Kulit semangka yang biasanya dibuang, ternyata mengandung serat dan antioksidan yang baik. Jika diolah dengan benar, bisa menjadi mie sehat sekaligus menambah pemasukan keluarga,” ungkapnya. Adapun tim Bidang Pertanian Kelompok 15 KKN-PPM UNWAHA Tahun 2025 terdiri dari Fitrotul Khasanah (Pendidikan Biologi), Ragil Andri Setiawan (Agribisnis), Khabib Akbar (Manajemen), dan Anik Nur Fahriyati (Pendidikan Agama Islam). Respon positif datang dari warga yang mengikuti praktik pembuatan mie. Beberapa di antaranya bahkan berencana melanjutkan produksi secara mandiri setelah program KKN berakhir. Red: Fitrotul khasanahEditor: Ibrahim

Yudisium FE 2025: 82 Lulusan Resmi Dikukuhkan, Siap Hadapi Tantangan Indonesia Emas 2045

Jombang – Fakultas Ekonomi (FE) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) resmi melaksanakan prosesi yudisium bagi 82 mahasiswa Program Studi S-1 Manajemen, Selasa (26/8/2025). Kegiatan yang berlangsung di Auditorium UNWAHA tersebut mengusung tema “Manifestasi Generasi Ekonomi Kreatif dan Inovatif Menuju Indonesia Emas 2045”. Dekan FE, Ita Rahmawati, S.E., M.Si., dalam sambutannya menekankan bahwa yudisium bukan sekadar agenda administratif, melainkan momentum bersejarah yang menandai awal perjalanan baru para lulusan. Menurut beliau, tantangan yang akan dihadapi generasi muda semakin kompleks di era revolusi industri 5.0, perkembangan kecerdasan buatan, serta dinamika ekonomi global. “Jagalah integritas, karena itu adalah modal yang paling berharga. Berani berinovasi, jangan takut gagal, dan jadikan ilmu yang diperoleh sebagai kebermanfaatan bagi masyarakat. Tunjukkan bahwa lulusan UNWAHA adalah pribadi unggul, beretika, dan siap memimpin,” imbuh Dekan FE tersebut. Senada dengan itu, Wakil Rektor Bidang Akademik, Ino Angga Putra, M.Pd., menyoroti tantangan bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045. Beliua menjelaskan, pemerintah telah melakukan berbagai penyesuaian, termasuk transformasi kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), yang menekankan pada profil lulusan sesuai kebutuhan zaman. “Di Prodi Manajemen, profil lulusan diarahkan menjadi ekonom, entrepreneur, dan manajer yang berkualitas. Melalui uji kompetensi tahunan, mahasiswa dibekali keterampilan praktis sehingga mampu bersaing di dunia kerja. Jangan pernah berhenti belajar, sebab kehidupan tidak akan pernah berhenti mengajar,” kata Wakil Rektor Bidang Akademik itu. Sementara itu, salah satu perwakilan peserta yudisium, Famung Gangga juga menyampaikan apresiasi kepada dosen dan civitas akademika yang telah membimbing selama masa studi. Ia menegaskan komitmen seluruh lulusan untuk menjaga nama baik almamater serta memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat. Prosesi yudisium kemudian ditutup dengan momen salam perpisahan antara peserta yudisium dengan para dosen serta civitas akademika FE. Suasana berlangsung penuh keharuan, sekaligus menjadi penanda eratnya ikatan emosional antara mahasiswa dan para pendidik yang telah mendampingi mereka selama masa studi. Dokumentasi Yudisium FE 2025 Red: Ibrahim

UNWAHA Serahkan SK Jabatan Fungsional kepada 25 Dosen

Jombang – Setelah sebelumnya 25 dosen UNWAHA memperoleh persetujuan kenaikan jabatan fungsional akademik Gelombang I Tahun 2025, kini proses tersebut resmi ditindaklanjuti dengan penyerahan Surat Keputusan (SK), di ruang Rapat UNWAHA, Minggu (24/8/2025). SK diserahkan secara langsung oleh Rektor UNWAHA, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng., didampingi Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Kerumahtanggaan, Prof. Dr. H. Abdul Kholid, M.Ag. Dalam kesempatan tersebut, Rektor menegaskan kembali bahwa penyerahan SK ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bentuk pengakuan atas dedikasi dan prestasi akademik para dosen. “Dengan diterimanya SK jabatan fungsional ini, saya berharap Bapak-Ibu dosen dapat semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas tridharma perguruan tinggi. Kenaikan jabatan adalah amanah sekaligus tantangan baru untuk berkontribusi lebih besar bagi UNWAHA,” pesan Rektor. Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Kerumahtanggaan, Prof. Dr. H. Abdul Kholid, M.Ag., juga menyampaikan apresiasi dan dorongan agar para dosen dapat menjadikan momentum ini sebagai pijakan untuk menorehkan karya yang lebih luas, baik dalam bentuk publikasi ilmiah, riset kolaboratif, maupun pengabdian masyarakat yang berdampak nyata. Acara penyerahan SK berlangsung khidmat dengan dihadiri para dosen penerima SK serta jajaran pimpinan universitas. Para dosen yang menerima SK menyampaikan rasa syukur dan berkomitmen untuk terus mengembangkan diri, serta memperkuat reputasi akademik UNWAHA di tingkat regional maupun nasional. Momentum ini sekaligus menandai langkah penting universitas dalam mendorong penguatan sumber daya manusia (SDM) akademik yang berdaya saing, sejalan dengan visi UNWAHA untuk menjadi perguruan tinggi yang unggul dalam inovasi dan bertaraf internasional dengan berbasis nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah.

Beasiswa KIP Kuliah 2025 Tahap Kedua UNWAHA Resmi Dibuka

Jombang – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) kembali membuka kesempatan emas bagi calon mahasiswa melalui program Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Tahun 2025 Tahap ke-2. Program beasiswa ini ditujukan bagi lulusan SMA sederajat yang memiliki potensi akademik baik namun terkendala dalam pembiayaan pendidikan. Dengan akreditasi institusi “Baik Sekali” dari BAN-PT, UNWAHA terus berkomitmen menghadirkan akses pendidikan tinggi berkualitas yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Pendaftaran Beasiswa KIP Kuliah Tahap ke-2 ini resmi dibuka dan akan berlangsung hingga 31 Agustus 2025. Mengingat kuota terbatas, pihak kampus menghimbau kepada calon pendaftar untuk segera memanfaatkan kesempatan ini. Informasi pendaftaran dapat diakses melalui tautan resmi berikut: KIP Kuliah 2025 UNWAHA. Program ini merupakan bentuk nyata kepedulian kampus dalam mendukung pemerataan pendidikan tinggi. Seperti yang diketahui, KIP Kuliah merupakan program bantuan biaya pendidikan dari Kemendikbudristek untuk lulusan SMA sederajat yang berprestasi namun kurang mampu. Informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran dan syarat teknis lainnya dapat diakses melalui laman resmi PMB UNWAHA atau menghubungi kontak Customer Service PMB.

UNWAHA Selesaikan Proses BKD Semester Genap 2024/2025, Seluruh Dosen Lolos Asesmen

Jombang – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) resmi menuntaskan proses Beban Kerja Dosen (BKD) untuk semester genap tahun akademik 2024/2025. Proses ini melibatkan seluruh 15 program studi (Prodi) di UNWAHA, dengan seluruh dosen yang terlibat berhasil mendapatkan pengesahan dari asesor. Kepala Bagian Kepegawaian, M. Aliyul Wafa, M.Pd., menyampaikan laporan resmi terkait kinerja dosen UNWAHA pada semester genap ini telah memenuhi peraturan BKD yang ada. “Alhamdulillah, dari 15 Prodi yang ada, semua dosen telah mendapatkan pengesahan dari asesor dengan status memenuhi. Jadi semuanya dinyatakan lolos,” ujar Wafa, menjelaskan hasil rekap terakhir per 15 Agustus 2025. BKD merupakan salah satu indikator utama dalam menilai kinerja akademik dosen, meliputi kegiatan tri-dharma perguruan tinggi, seperti pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Proses pengesahan oleh asesor dilakukan secara cermat, memastikan setiap dosen telah memenuhi standar akademik yang ditetapkan universitas. Keberhasilan ini mencerminkan komitmen UNWAHA untuk meningkatkan profesionalisme dosen dan menjaga kualitas pendidikan. Dengan seluruh dosen resmi dinyatakan lolos BKD, universitas memastikan kelancaran evaluasi akademik dan mendukung peningkatan kinerja institusi secara keseluruhan. Selain itu, penyelesaian BKD ini juga menjadi dasar bagi pengembangan karier dosen dan pemenuhan hak akademik mereka, sekaligus memperkuat akuntabilitas serta transparansi dalam tata kelola perguruan tinggi. Red: Ibrahim

Harlah UNWAHA ke-12, Teguhkan Komitmen Menjadi Kampus Unggul dan Berdaya Saing Global

Jombang – Memasuki usia ke-12, Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) meneguhkan komitmen untuk terus berkembang menjadi perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing. Pada momentum peringatan hari lahirnya tahun ini, Rektor dan Ketua Yayasan Pendidikan Tinggi Bahrul Ulum (YPTBU) menyampaikan pesan dan harapan bagi masa depan kampus. Rektor, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng., menyampaikan perjalanan 12 tahun sejak berdirinya kampus ini telah diwarnai tantangan sekaligus pencapaian yang membanggakan. Beliau mengajak seluruh civitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas Tri-Dharma perguruan tinggi dan memperluas jejaring kerja sama. “Usia 12 tahun adalah tonggak penting untuk memperkuat pondasi akademik dan tata kelola. Kita harus terus berinovasi, beradaptasi dengan perkembangan zaman, dan menyiapkan lulusan yang unggul serta berakhlak mulia,” pesannya. Sementara itu, Ketua YPTBU, Ibu Hj. Hizbiyah Rochim Wahab, M.A., mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran UNWAHA dalam mengembangkan kampus hingga seperti sekarang. Beliau menegaskan bahwa dukungan yayasan akan terus mengalir demi terwujudnya visi UNWAHA sebagai pusat keilmuan yang bermanfaat bagi masyarakat. “UNWAHA memiliki potensi besar untuk menjadi universitas rujukan di tingkat nasional. Harapan kami, di usia yang ke-12 ini, UNWAHA semakin mantap melangkah dan tetap berpijak pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah sesuai dengan nilai-nilai yang diwariskan oleh Mbah Wahab,” ungkapnya. Peringatan Harlah tahun ini menjadi momentum untuk mempertegas arah pengembangan kampus di masa depan, sekaligus menguatkan semangat kebersamaan seluruh unsur di UNWAHA dalam mewujudkan cita-cita pendidikan yang berkemajuan. Sebagai informasi, UNWAHA beroperasi melayani pendidikan tinggi secara resmi sejak Selasa, 13 Agustus 2013. Red: Ibrahim

Tim PKM Unwaha Sulap Botol Bekas Jadi Kebun Vertikultur Pintar untuk Warga Desa Betek

Jombang – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) membuktikan perannya sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Melalui program Inovasi Pertanian Modern: Edukasi dan Implementasi Ekosistem Vertikultur dengan IoT untuk Mendukung Hilirisasi Ketahanan Pangan di Lahan Terbatas, mereka membawa teknologi pertanian cerdas berbasis Internet of Things (IoT) ke Desa Betek, Mojoagung, Minggu-Selasa (03/05/2025). Tim yang diketuai oleh Ibu Anggun Wulandari, S.Si., M.Pd. bersama dua anggota, ibu Umi Kulsum Nur Qomariah, S.Si., M.Sc. dan ibu Kartika Wulandari, M.Pd., mengedukasi warga untuk mengubah botol plastik bekas menjadi rak vertikultur yang hemat tempat, sekaligus mengintegrasikan sistem penyiraman otomatis dengan sensor kelembapan tanah yang terkoneksi ke ponsel pintar. “Kegiatan ini bukan hanya soal menanam, tapi juga mengubah sampah plastik menjadi solusi pangan. Model ini bisa menjadi jawaban bagi keluarga di lahan sempit untuk memproduksi sayuran sehat secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar ibu Anggun. Materi pelatihan meliputi pembuatan rak vertikultur dari botol plastik bekas, pemilihan media tanam, penanaman sayur cepat panen seperti selada, kangkung, dan pakcoy, hingga instalasi alat penyiram otomatis. Tak hanya soal teknis, peserta juga dibekali pengetahuan hilirisasi produk, pengemasan sayuran organik, pemasaran lokal, dan peluang pembentukan koperasi desa. Program yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Ditjen Riset dan Pengembangan, Kemendikti Sains dan Teknologi RI ini diakhiri dengan komitmen pendampingan teknis selama tiga bulan. Tim PKM Unwaha berharap, inisiatif ini menjadi model percontohan yang bisa direplikasi di berbagai desa untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengurangi limbah plastik. Sementara itu, salah satu peserta, Aminatus Sa’adah, mengaku terinspirasi dari materi praktis pelatihan yang disimulasikan oleh tim PKM Unwaha. “Saya tak menyangka botol bekas bisa jadi kebun vertikal yang rapi. Teknologi penyiraman otomatis membuat saya tak khawatir tanaman kekurangan air meski sedang sibuk,” kata warga Desa Betek itu. Dengan inovasi ini, tim PKM Unwaha tak hanya menanam benih sayuran di halaman warga, tetapi juga menanam semangat kemandirian pangan dan kesadaran lingkungan di hati masyarakat. Red: IbrahimEditor: Septian Ragil