Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Author: Humas Unwaha

UNWAHA Perkuat Kapasitas Kehumasan dan Protokoler melalui Workshop LLDIKTI Wilayah VII 2026

Sidoarjo – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang terus memperkuat kualitas layanan kelembagaan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kehumasan dan protokoler. Komitmen tersebut diwujudkan dengan keikutsertaan UNWAHA dalam Workshop Protokoler bagi Perguruan Tinggi Swasta di Lingkungan LLDIKTI Wilayah VII Tahun 2026 yang diselenggarakan pada Kamis (21/5/2026), di Universitas Anwar Medika. Pada kegiatan yang diinisiasi oleh LLDIKTI Wilayah VII tersebut, UNWAHA diwakili oleh Kepala Bagian Humas, Rohmat Hidayat, S.S., M.Pd. Workshop ini diikuti oleh berbagai perwakilan perguruan tinggi swasta di Jawa Timur sebagai forum penguatan kompetensi kehumasan, tata protokoler, dan komunikasi publik di lingkungan pendidikan tinggi. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala LLDIKTI Wilayah VII, Dyah Sawitri. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa fungsi protokoler di perguruan tinggi harus terintegrasi dalam seluruh pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. “Protokoler tidak hanya hadir dalam kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola, profesionalitas, dan citra institusi,” katanya. Materi workshop menghadirkan Kepala Humas dan Protokoler Universitas Airlangga, Pulung Siswantara, yang memaparkan pentingnya sinergi antara humas dan protokoler dalam mendukung reputasi perguruan tinggi. Ia menjelaskan bahwa humas memiliki peran strategis dalam membangun komunikasi publik dan citra institusi, sementara protokoler memastikan tata tempat, tata upacara, dan tata penghormatan berjalan sesuai ketentuan. “Insan humas dan protokoler dituntut menjadi pihak yang paling memahami institusinya, mulai dari mengenali tamu, memahami kebutuhan pimpinan, mengatur tata tempat, hingga memastikan seluruh rangkaian acara berjalan tertib, lancar, dan bermartabat. Keberhasilan sebuah kegiatan, lanjutnya, tidak hanya ditentukan oleh kemeriahan acara, tetapi juga oleh ketepatan tata kelola serta kemampuan mengantisipasi berbagai dinamika di lapangan,” ungkapnya. Selain itu, materi mengenai public speaking disampaikan oleh Imam Fawaid. Ia menekankan bahwa kemampuan berbicara di depan publik merupakan kompetensi penting bagi insan humas dan protokoler perguruan tinggi. Kemampuan komunikasi yang efektif dinilai mampu meningkatkan kepercayaan publik sekaligus memperkuat citra positif institusi. “Komunikasi publik harus mampu menginformasikan, menjelaskan, meyakinkan, menghibur, sekaligus memengaruhi audiens secara positif. Ia juga menyoroti pentingnya penguasaan unsur-unsur komunikasi seperti pilihan kata, intonasi suara, energi, bahasa tubuh, hingga kemampuan membangun umpan balik dengan audiens,” jelasnya. Sebagai peserta dan bagian yang bertanggung jawab dalam hal ini, Rohmat Hidayat, S.S., M.Pd., menjelaskan bawah Humas UNWAHA berkomitmen untuk terus meningkatkan profesionalitas layanan kehumasan dan protokoler kampus. “Penguatan kapasitas tersebut diharapkan dapat mendukung penyelenggaraan kegiatan akademik maupun nonakademik secara lebih tertib, profesional, dan terintegrasi, sekaligus memperkuat citra positif UNWAHA di tengah masyarakat,” tuturnya. Red: Rohmat HidayatEditor: Ibrahim

Pengumuman Pelaksanaan UAS Genap 2025/2026

Diberitahukan kepada seluruh mahasiswa Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang bahwa pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) Genap Tahun Akademik 2025/2026 dilaksanakan pada tanggal 20-25 Juni 2026. Informasi selengkapnya dapat dilihat pada surat pengumuman berikut: Pengumuman UAS Genap 2025/2026.

Gandeng Polsek Megaluh, HMP PAI Gelar Seminar Kenakalan Remaja

Jombang – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang menggelar Seminar Kenakalan Remaja bertema “Kenakalan Remaja di Era Modernisasi” di Balai Desa Pacarpeluk, Kecamatan Megaluh, Sabtu (17/5/2026). Kegiatan ini menghadirkan Ps. Kanit Binmas Polsek Megaluh, Aiptu Bambang Herdayana sebagai pemateri. Kegiatan yang diikuti oleh pemuda Desa Pacarpeluk ini bertujuan meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap dampak kenakalan remaja di tengah perkembangan zaman dan media digital. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua BEM UNWAHA Jombang, Ridho Danu Muslikham. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Kepala Desa Pacarpeluk, Ibu Diah Kusnowati. Beliau menyampaikan bahwa seminar ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kondisi sosial generasi muda saat ini. “Remaja hari ini hidup di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat. Jika tidak dibarengi dengan kesadaran moral dan lingkungan yang baik, maka berbagai bentuk kenakalan remaja dapat dengan mudah muncul dan memengaruhi masa depan generasi muda,” ujarnya. Memasuki agenda inti seminar, Aiptu Bambang Herdayana menyampaikan pentingnya peran keluarga, lingkungan, serta kesadaran pribadi dalam menjaga perilaku remaja di era modernisasi. “Generasi muda harus mampu memilih lingkungan yang baik dan bijak dalam menggunakan media sosial dan bergaul. Jangan sampai pergaulan dan teknologi justru membawa kita pada tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,” jelasnya. Beliau juga menegaskan bahwa kenakalan remaja bukan hanya persoalan pelanggaran hukum, tetapi juga berkaitan dengan menurunnya kesadaran moral, disiplin, dan tanggung jawab sosial di kalangan generasi muda. Melalui kegiatan ini, HMP PAI berharap seminar tidak hanya menjadi ruang penyampaian materi, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan refleksi bersama agar generasi muda mampu tumbuh menjadi pribadi yang lebih sadar, bertanggung jawab, dan berakhlak baik. Kegiatan berlangsung dengan antusias dan ditutup dengan sesi diskusi interaktif bersama peserta seminar. Red: HarisEditor: Ibrahim

Mau Tembus Jurnal Bereputasi? Yuk Ikuti Workshop Ini!

Jombang – Mempublikasikan artikel ilmiah di jurnal bereputasi menjadi impian banyak mahasiswa, dosen, dan peneliti. Menjawab kebutuhan tersebut, Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang akan menggelar workshop bertema “Mastering The Art of Publication: Bedah Tuntas Teknik Penulisan Artikel Standar Q1 dan SINTA 2”, pada Minggu, (24/5/2026), bertempat di Auditorium UNWAHA. Narasumber pada workshop ini di antaranya, Rektor UNWAHA Jombang, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS., IPU., ASEAN Eng., dan Direktur Pascasarjana, Dr. Saihul Atho Alalul Huda, M.Pd.I. Selain itu, UNWAHA Jombang mengundang Guru Besar Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof. Dr. Husniyatus Salamah Zainiyati, M.Ag., sebagai narasumber utama. Melalui kegiatan ini, peserta akan memperoleh E-sertifikat, materi seputar teknik menulis artikel ilmiah yang baik, cara memilih jurnal yang sesuai, hingga tips agar artikel memiliki peluang lebih besar diterima di jurnal bereputasi. Kuota terbatas!Buruan, jangan tinggalkan kesempatan ini dengan melakukan pendaftaran melalui link berikut: Pendaftaran: Mastering The Art of PublicationNarahubung: Teguh /KhusnulHTM: 50K Red: IndiEditor: Ibrahim

Wapres Gibran Apresiasi Pengembangan Pendidikan Tinggi di Bahrul Ulum Tambakberas

Kampus Pesantren Adaptif terhadap Kebutuhan Zaman Jombang – Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI), Gibran Rakabuming Raka, B.Sc., menyampaikan apresiasi terhadap upaya Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas dalam mengembangkan pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan zaman. Apresiasi tersebut disampaikan dalam momentum Pengajian Umum Haul ke-55 KH. A. Wahab Hasbullah di Halaman Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Minggu (10/5/2026). Dalam sambutannya, Wapres Gibran menilai pengembangan pendidikan tinggi di lingkungan pesantren menjadi langkah penting dalam menjawab tantangan perubahan zaman. Menurutnya, kampus di Tambakberas tidak hanya mengembangkan bidang keilmuan agama Islam, tetapi juga membuka ruang kajian pada bidang pertanian, ekonomi, pendidikan, dan teknologi informasi. “Saya juga sangat mengapresiasi upaya dari pondok untuk mengembangkan pendidikan tinggi melalui kampusnya. Saya dengar, selain jurusan agama Islam, ada juga jurusan pertanian, ekonomi, pendidikan, dan juga teknologi informasi,” ujar Wapres Gibran. Wapres menilai keragaman bidang keilmuan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan tinggi di Tambakberas memiliki perhatian terhadap perkembangan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, hal ini menjadi cerminan bahwa kampus berbasis pesantren mampu bergerak adaptif tanpa meninggalkan akar nilai keislaman dan kepesantrenan. “Saya kira ini adalah salah satu cerminan bahwa kampus di Tambakberas benar-benar mengikuti perkembangan zaman,” lanjutnya. Komitmen UNWAHA Jombang: Adaptif terhadap Kebutuhan Zaman Meskipun Wapres tidak menyebutkan nama kampus secara eksplisit, perguruan tinggi di lingkungan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas yang memiliki bidang keilmuan sebagaimana disebutkan dalam sambutan tersebut adalah Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang. Tayangan videotron di lokasi acara juga menampilkan visual UNWAHA sebagai bagian dari ekosistem pendidikan tinggi Tambakberas. Hal ini semakin menegaskan peran UNWAHA sebagai kampus berbasis pesantren yang adaptif terhadap perkembangan zaman, dengan penguatan keilmuan pada bidang agama Islam, pertanian, ekonomi, pendidikan, dan teknologi informasi. Dalam kesempatan yang sama, Wapres Gibran juga menyoroti keberadaan program studi atau bidang keilmuan pertanian yang dinilai sejalan dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mendukung agenda swasembada pangan. Menurutnya, keterlibatan pendidikan tinggi dalam bidang pertanian memiliki arti strategis karena dapat memperkuat kontribusi pesantren dan kampus dalam menjawab kebutuhan bangsa. “Karena di sini ada jurusan pertanian, ini sejalan juga dengan program prioritas dari Bapak Presiden, yaitu swasembada pangan,” ungkapnya. Pernyataan Wapres tersebut menjadi atensi penting bagi dunia pendidikan tinggi pesantren, khususnya di lingkungan Tambakberas. Pendidikan tinggi tidak hanya dipandang sebagai ruang pengembangan ilmu agama, tetapi juga sebagai pusat penguatan kapasitas sumber daya manusia dalam bidang pangan, ekonomi, pendidikan, teknologi, dan pembangunan masyarakat. Bagi UNWAHA Jombang, momentum ini menjadi dorongan moral untuk terus memperkuat peran perguruan tinggi berbasis pesantren dalam menghasilkan lulusan yang religius, berilmu, adaptif, dan mampu berkontribusi terhadap agenda pembangunan nasional. Red: Ibrahim

Haul ke-55 KH. A. Wahab Hasbullah, Wapres Gibran Ajak Santri Teladani Semangat Persatuan dan Inovasi

Jombang – Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI), Gibran Rakabuming Raka, B.Sc., mengajak para santri untuk meneladani semangat persatuan, cinta tanah air, keberanian berpikir maju, serta sikap inovatif yang diwariskan oleh KH. A. Wahab Hasbullah. Pesan tersebut disampaikan dalam Pengajian Umum Haul ke-55 KH. A. Wahab Hasbullah yang digelar di Halaman Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Minggu (10/5/2026). Kegiatan pengajian umum ini menjadi puncak dari rangkaian peringatan haul KH. A. Wahab Hasbullah yang sebelumnya telah diisi dengan berbagai kegiatan, antara lain Tahlil Keluarga, Santunan Anak Yatim, Lailatul Hadrah ISHARI, dan Manaqib Kubro. Dalam sambutannya, Wapres Gibran menyampaikan bahwa KH. A. Wahab Hasbullah merupakan tokoh besar yang telah memberikan warisan penting bagi umat, pesantren, dan bangsa Indonesia. “Wajib untuk semua santri di Tambakberas untuk meneladani Mbah ‘Kiai Wahab‘. Jadi santri-santri sebagai generasi muda, generasi penerus wajib meneladani beliau,” ujar Wapres ke-14 itu. Wapres juga menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan generasi muda yang berakhlak mulia, memiliki kecintaan terhadap tanah air, berani berinovasi, serta mampu beradaptasi dengan perubahan global. Ia menyebut berbagai tantangan seperti konflik geopolitik, perang dagang, perang tarif, disrupsi teknologi, hingga perubahan iklim sebagai kondisi yang harus direspons dengan kesiapan ilmu dan karakter yang kuat. Menurut Wapres, pondok pesantren memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi penerus bangsa. Sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim yang besar, Indonesia memiliki aset penting berupa santri yang dapat menjadi kekuatan moral, intelektual, dan sosial dalam pembangunan nasional. “Di sinilah peran penting pondok pesantren. Indonesia memiliki aset yang sangat penting, yaitu santri. Pesantren Tambakberas telah melahirkan banyak tokoh besar, seperti Presiden ke-4 RI KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Rais Aam KH. Miftachul Akhyar, dan banyak tokoh lainnya,” imbuhnya. Pada kesempatan tersebut, Wapres Gibran juga menyampaikan apresiasi kepada para kiai, pengasuh pondok pesantren, dan guru yang telah berkontribusi dalam melahirkan generasi yang berilmu, beriman, dan memiliki keterbukaan berpikir. “Oleh sebab itu, saya ingin mengucapkan terimakasih banyak pada para kiai pengasuh pondok dan guru atas kontribusinya dalam melahirkan generasi penerus yang berilmu, beriman, dan memiliki keterbukaan berpikir,” katanya.  Peringatan Haul ke-55 KH. A. Wahab Hasbullah menjadi momentum penting untuk mengenang perjuangan salah satu ulama besar bangsa. Melalui kegiatan ini, nilai-nilai perjuangan, keilmuan, nasionalisme, dan pengabdian KH. A. Wahab Hasbullah diharapkan terus menjadi inspirasi bagi santri, alumni, masyarakat, serta civitas akademika Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang. Turut hadir pada acara tersebut sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Kapolri Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa., Bupati Jombang, Warsubi, S.H., M.Si., dan Rektor UNWAHA Jombang, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng. Red: Ibrahim

BEM UNWAHA Gelar Seminar Nasional, Hadirkan Ketua KPI Pusat Bahas Literasi Media Digital

Jombang – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang menggelar Seminar Nasional bertema “Membangun Generasi Cerdas Media dalam Era Penyiaran Digital” di Auditorium Gedung F, Sabtu (9/5/2026). Kegiatan ini menghadirkan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Ubaidillah, S.Sos., M.Pd., sebagai narasumber utama. Kegiatan dibuka oleh Kepala Biro Kemahasiswaan, Septian Ragil Anandita, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, melalui kegiatan ini para mahasiswa diharapkan menjadi agent of change yang mampu menggunakan media secara cerdas, etis, dan bertanggung jawab. “Bijaklah dalam bermedia sosial. Jangan memberikan komentar negatif yang tidak perlu, dan pastikan untuk selalu memfilter informasi yang kita konsumsi,” ujarnya. Memasuki agenda utama, yaitu seminar nasional yang disampaikan oleh Ketua KPI Pusat, Ubaidillah, S.Sos., M.Pd. Dalam paparannya, Ubaidillah menekankan pentingnya generasi muda memiliki kecerdasan bermedia di tengah perkembangan teknologi penyiaran dan media digital. “Gunakan media sosialmu untuk sesuatu yang bermanfaat. Jadikan itu mimbar dakwah dan edukasi. Jangan sampai kecerdasan akademik kalian luntur hanya karena ikut-ikutan membuat gaduh di media sosial,” tegasnya. Menurutnya, masih banyak platform digital yang menampilkan konten kurang bijak untuk dikonsumsi semua kalangan akibat keterbatasan regulasi dibanding media konvensional seperti televisi dan radio. Sebagai solusi, mahasiswa didorong untuk mengisi ruang digital dengan konten yang edukatif, menyejukkan, dan bermanfaat bagi masyarakat. Dalam kesempatan ini, Ubaidillah juga mengaitkan pentingnya komunikasi digital dengan nilai perjuangan Mbah Wahab (KH. Abdul Wahab Hasbullah, red). Menurutnya, Mbah Wahab dikenal bukan hanya sebagai pejuang fisik, tetapi juga arsitek organisasi yang memiliki kemampuan komunikasi yang kuat dalam membangun jaringan perjuangan dan dakwah.  “Komunikasi yang dibangun beliau seharusnya menjadi jiwa bagi kita. Meskipun model komunikasinya berbeda dengan zaman sekarang, nilai-nilainya tetap relevan untuk diimplementasikan dalam dakwah dan penyebaran gagasan pesantren di era digital,” katanya. Melalui seminar nasional ini, diharapkan generasi muda mampu meneruskan nilai-nilai perjuangan dan komunikasi yang diwariskan oleh Mbah Wahab dengan pendekatan yang kreatif, bijak, serta tetap menjunjung tinggi etika komunikasi di era penyiaran digital. Red: Indi Ihda Nuriyah/ErlinaEditor: M. Haris Firdaus/Ibrahim

UNWAHA dan PWI Jombang Jalin Kerja Sama Penguatan Literasi Jurnalistik Kampus

Jombang – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang menjalin kerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jombang. Kerja sama tersebut ditandai melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dalam kegiatan PWI Jombang Goes to Campus: Safari Edukasi Jurnalistik & Literasi Digital di Ruang Rapat Gedung F, Senin (4/5/2026). Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Dr. Mohammad Fatchulloh, M.Pd.I., menyampaikan bahwa kerja sama dengan PWI Jombang menjadi bagian dari upaya kampus dalam kolaborasi di bidang jurnalistik, literasi digital, publikasi, serta pengembangan kapasitas mahasiswa. “UNWAHA menyambut baik kerja sama ini. Kehadiran PWI Jombang menjadi kesempatan penting bagi lembaga dalam memberikan kesempatan khususnya bagi mahasiswa dalam bentuk program-program penguatan literasi,” ujar beliau. Ia menambahkan, kerja sama tersebut memiliki relevansi besar dengan kebutuhan mahasiswa di era digital. Kampus, menurutnya, perlu mendorong mahasiswa agar mampu menjadi penyampai informasi yang positif, kritis, dan bertanggung jawab di tengah derasnya arus informasi publik. “Di era keterbukaan informasi, kemampuan menulis dan berpikir analitis menjadi sangat penting. Mahasiswa harus mampu menyampaikan informasi yang benar, bermanfaat, dan memiliki nilai edukatif bagi masyarakat,” tambahnya. Sementara itu, Ketua PWI Jombang, Muhammad Mufid, menyampaikan apresiasi kepada UNWAHA atas terjalinnya kerja sama tersebut. Ia berharap sinergi antara PWI Jombang dan UNWAHA dapat menjadi wadah bersama dalam memperkuat literasi jurnalistik di lingkungan perguruan tinggi. “Kami menyampaikan terima kasih kepada UNWAHA atas kepercayaan dan kerja sama ini. Semoga MoU ini menjadi langkah awal yang membawa manfaat bagi kedua pihak, khususnya dalam pengembangan literasi jurnalistik dan digital bagi mahasiswa,” ungkapnya. Melalui MoU tersebut, UNWAHA menegaskan komitmennya untuk terus membangun jejaring kelembagaan dengan berbagai pihak. Kolaborasi dengan PWI Jombang diharapkan mampu menghadirkan ekosistem kampus yang lebih produktif, informatif, dan adaptif terhadap perkembangan dunia media serta komunikasi digital. Hadir pada kegiatan ini, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. M. Wafiyul Ahdi, S.H., M.Pd.I., Kabiro Kemahasiswaan, Septian Ragil Anandita, M.Pd., dan Kabag Humas, Rohmat Hidayat, S.S., M.Pd. Red: Ibrahim

PWI Jombang Goes to Campus Perkuat Literasi Digital Mahasiswa UNWAHA

Jombang – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang menjadi tuan rumah kegiatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jombang Goes to Campus: Safari Edukasi Jurnalistik & Literasi Digital dengan tema “Membangun Personal Branding & Kompetensi Digital Lewat Jurnalistik”. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin-Selasa (4-5/5/2026) di Ruang Rapat Gedung F UNWAHA Jombang. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. M. Wafiyul Ahdi, S.H., M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran PWI Jombang di lingkungan kampus. Menurutnya, kegiatan ini menjadi kesempatan penting bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari para praktisi jurnalistik. “Kami mengucapkan selamat datang kepada PWI Jombang yang berkenan hadir di UNWAHA untuk berbagi keilmuan dan pengalaman jurnalistik dengan mahasiswa. Ini merupakan kesempatan yang langka dan istimewa,” ujarnya. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami peran penting jurnalistik dalam membangun citra diri, meningkatkan kapasitas komunikasi, serta menyebarkan informasi yang benar dan bermanfaat di ruang publik digital. Beliau juga menegaskan bahwa keterampilan menulis memiliki peran penting di tengah era keterbukaan informasi. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan itu juga menambahkan, tulisan yang baik lahir dari kemampuan berpikir analitis, sikap kritis, serta tanggung jawab sosial dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. “Di era post-truth, kebenaran menjadi hal yang sangat penting. Kita memiliki tanggung jawab sosial untuk menyampaikan informasi dan tulisan yang baik. Saya berharap selama dua hari kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan wawasan yang luas dan mampu mengikutinya dengan sungguh-sungguh,” tuturnya. Sementara itu, Ketua PWI Jombang, Muhammad Mufid, menyampaikan terima kasih kepada UNWAHA atas ruang kolaborasi yang diberikan. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi awal yang baik dalam memperkuat sinergi antara dunia kampus dan insan pers. “Kami menyampaikan terima kasih kepada UNWAHA. Semoga kegiatan ini menjadi kebaikan bagi kita semua, sekaligus menjadi ruang pembelajaran bersama dalam bidang jurnalistik dan literasi digital,” ungkapnya. Hal ini dibuktikan dengan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara UNWAHA dengan PWI Jombang. Kerjasama ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperkuat kerja sama kelembagaan, khususnya pada bidang pengembangan literasi, publikasi, jurnalistik kampus, dan peningkatan kompetensi mahasiswa. Hadir pada kegiatan ini, Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Dr. Mohammad Fatchulloh, MPd,I., Kabiro Kemahasiswaan, Septian Ragil Anandita, M.Pd., dan Kabag Humas, Rohmat Hidayat, S.S., M.Pd. Red: Ibrahim

Haflatul Wada’ 2026 Jadi Momen Simbolis Penguatan Sinergi UNWAHA dan MMA Bahrul Ulum

Jombang – Dalam suasana bahagia para lulusan Madrasah Muallimin Muallimat (MMA) 6 Tahun Bahrul Ulum Tambakberas Jombang pada Haflatul Wada’ 2026, menjadi ruang penting bagi penguatan sinergi antara Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang dan MMA Bahrul Ulum. Momen tersebut ditandai dengan penegasan kerja sama Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) secara simbolis, Minggu (3/5/2026), di Gedung Serbaguna (GSG) KH. Hasbullah Sa’id Tambakberas. Kegiatan simbolis ini menjadi penanda komitmen kedua lembaga dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi alumni madrasah berbasis pesantren. Kehadiran UNWAHA dalam Haflatul Wada’ juga mencerminkan kedekatan perguruan tinggi dengan ekosistem pendidikan pesantren, khususnya dalam mendampingi alumni untuk melanjutkan studi ke jenjang pendiidikan tinggi. Rektor, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng., menyampaikan bahwa Haflatul Wada’ bukan hanya menjadi ruang pelepasan peserta didik, tetapi juga momentum strategis untuk membuka jalan masa depan pendidikan alumni MMA. “Momentum Haflatul Wada’ ini menjadi simbol bahwa perjalanan pendidikan para santri tidak berhenti di madrasah. UNWAHA hadir untuk memberikan ruang, dukungan, dan kesempatan agar alumni MMA dapat melanjutkan pendidikan tinggi dengan lebih mudah dan terarah,” ujarnya. Dalam kerja sama tersebut, UNWAHA memberikan sejumlah dukungan, antara lain dana pengembangan sebesar Rp10.000.000 untuk MMA, beasiswa bebas SPP selama masa studi bagi tiga mahasiswa S1 dan satu mahasiswa S2, kuota 25 penerima Beasiswa KIP, serta Beasiswa Generasi Muda NU yang disetarakan dengan Beasiswa NU Gelombang 1. Selain itu, seluruh alumni MMA yang akan melanjutkan studi ke UNWAHA memperoleh fasilitas bebas tes, kecuali untuk jalur Beasiswa Tahfidz Qur’an. Alumni MMA yang mengambil jalur Beasiswa NU juga cukup melampirkan surat keterangan dari MMA tanpa perlu surat rekomendasi dari kantor atau pengurus NU. Melalui momentum Haflatul Wada’ 2026, UNWAHA Jombang menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi berbasis pesantren yang terus membuka akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Nahdlatul Ulama. Sinergi ini diharapkan menjadi jembatan keberlanjutan pendidikan santri dari madrasah menuju perguruan tinggi. Red: Ibrahim