Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Author: Humas Unwaha

Simak!, Lima Waktu Pembayaran Zakat Fitrah: Momen yang Dianjurkan hingga yang Diharamkan

Jombang – Tidak terasa kita sudah berada di penghujung Bulan Suci Ramadan. Di momen ini, kita juga semakin dekat dengan ambang batas sebagai umat muslim dalam menunaikan zakat fitrah. Kewajiban berzakat, sebegamaimana yang telah difirmankan oleh Allah SWT dalam Al-Quran Surat Al-Baqarah (43): وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱرْكَعُوا۟ مَعَ ٱلرَّٰكِعِينَ Artinya: Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’. Dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI), Muhammad Fodhil, S.Pd.I., M.Pd. mengatakan, zakat fitrah diwajibkan kepada umat muslim yang merdeka. Memiliki kelebihan kebutuhan pokok pada saat Hari Raya, dan hidup selama bulan Ramadan. “Kemudian ukuran zakat fitrah itu menurut madzhab kita (Imam Syafi’i) adalah 2,7 kg. Itu ukuran yang paling aman, walaupun ada 2,5 kg-2,6kg. Ukuran ini adalah ukuran dari satu sha’,” jelas Dosen PAI tersebut. Berdasarkan penjelasannya, zakat fitrah yang diberikan yaitu berupa makanan pokok yang dikonsumsi sehari-hari di daerah penerima zakat. Kita juga dapat menunaikan zakat fitrah dengan uang, dengan ketentuan nominalnya senilai harga beras satu sha’. Berdasarkan ketetapan Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur, yaitu senilai Rp36.000 – Rp42.000. “Jika makanan pokok di daerah penerima zakat adalah beras, maka beras itulah yang kita berikan. Menyesuaikan pada makanan pokok mereka,” imbuhnya. Fadil sapaan akrabnya juga mengatakan, jenis-jenis waktu beserta hukumnya dalam membayarkan zakat. Sebagaimana hukum di dalam Syari’at Islam, yaitu wajib, sunah, mubah, makruh, dan haram. “Waktu mubah, yaitu kita diperbolehkan mengeluarkan zakat dengan menta’jilnya (menyegerakan, red) yaitu dimulainya 1 Ramadan hingga di akhir bulan tersebut. Ada waktu yang diwajibkan bagi kita untuk membayarkan zakat fitrah, yaitu ketika terbenamnya matahari (malam 1 Syawal),” kata Fadil. Selanjutnya, waktu yang disunahkan untuk membayar zakat fitrah. Ketika terbitnya fajar sampai naiknya imam (Salat Id) ke atas mimbar. “Kemudian waktu makruh, yaitu setelah turunnya imam dari mimbar atau selesainya salat Id hingga sore atau sebelum matahari terbenam. Terakhir, kita diharamkan membayarkan zakat fitrah ketika selepas waktu makruh, yaitu sesudah terbenamnya matahari di Hari Raya,” lanjut Fadil. Beliau juga berpesan, sebagai muslim yang taat hendaklah menyegerkan untuk menunaikan zakat fitrah. Selain diwajibkan, zakat fitrah merupakan penyempurna untuk ibadah puasa kita selama satu bulan penuh. “Logikanya, apabila kita menunaikan zakat maka harta kita secara nominal akan berkurang. Tetapi Allah SWT akan memberikan berkah pada harta yang kita zakatkan, sehingga terus bertambah,” tutup Dosen PAI ini. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.

Wujud Kepedulian Mahasiswa, BEM FAI Gelar Safari Ramadan di Desa Daditunggal Ploso

Jombang – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Agama Islam (BEM FAI) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang menggelar Safari Ramadan, di Desa Daditunggal, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Sabtu-Rabu (30/3-3/4/2024) lalu. Ketua BEM FAI, Abdul Ghofar mengungkapkan, kegiatan yang berlangsung selama lima hari ini merupakan wujud rasa kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat desa. Di mana kegiatan ini juga bertujuan untuk membangun hubungan civitas akademika Unwaha Jombang dengan masyarakat, khususnya di Desa Daditunggal. “Kegiatan ini merupakan pengejawantahan peran kami sebagai mahasiswa, yaitu sebagai jembatan antara dunia kampus dan sosial masyarakat. Keterlibatan kami di masyarakat, tentu untuk memberikan dampak langsung kepada lingkungan sosial.” kata Ghofar. Sementara itu, Ketua Pelaksana Safari Ramadan, Nurfaiq Nurdiyanto menjelaskan, jika kegiatan ini memiliki tema “Ramadhan Peduli: Berbagi Rizki, Menebar Empati”. Di hari pertama, pengurus BEM menggelar buka bersama juga pemaparan tentang tujuan kegiatan kepada masyarakat desa. “Di hari selanjutnya, peserta Safari Ramadan melakukan kegiatan sosial, pendidikan, dan keagamaan. Seperti mengajar di TPQ, tadarus, tarawih, juga pembagian takjil. Kemudian Safari Ramadan ditutup dengan pengajian umum di hari terakhir,” jelas Nurfaiq. Sementara itu, Drs. Waslah, M.Pd.I selaku Dekan FAI, mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh BEM FAI tersebut. Beliau juga berterimakasih kepada masyarakat yang secara rela telah menerima dan menyambut baik kegiatan mahasiswa tersebut. “Alhamdulillah kegiatan Safari Ramadan ini terlaksana dengan lancar. Terimakasih kepada masyarakat dan perangkat Desa Daditunggal, khususnya takmir Masjid Al-Kautsar  yang secara baik menerima kehadiran mahasiswa kami,” tutur Drs. Waslah. Turut hadir dan mendampingi di acara penutupan Safari Ramadan yang diselenggarakan oleh BEM FAI. Di antaranya, Ketua Prodi (Kaprodi) Pendidikan Bahasa Arab, Rina Dian Rahmawati, M.Pd.I. dan Kaprodi Ekonomi Syariah, Ashliah, S.E., M.M.   Rangkaian kegiatan Safari Ramadan BEM FAI Unwaha Jombang di Desa Daditunggal, Ploso. (Foto: Istimewa) Rangkaian kegiatan Safari Ramadan BEM FAI Unwaha Jombang di Desa Daditunggal, Ploso. (Foto: Istimewa) Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.

Kukuhkan Pejabat Baru, Begini Pesan Rektor Unwaha Jombang

Jombang – Rektor Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng. resmi kukuhkan lima pejabat baru di lingkungan Unwaha Jombang. Pengukuhan tersebut berlangsung di sela-sela agenda silaturahmi dan buka bersama civitas akademika, di Gedung F, Kamis (4/4/2024). Di hadapan pejabat baru dan seluruh civitas akademika, Prof. Gatot mengungkapkan, dengan dilantiknya para pejabat baru ini tentu diharapkan dapat membawa Unwaha Jombang untuk terus berinovasi dan berkarya. “Saya harapkan dengan dikukuhkan beberapa pejabat baru ini dapat memberikan kemajuan bagi kampus tercinta kita. Semoga kedepannya, beliau-beliau ini dapat memberikan sesuatu yang lebih baik lagi bagi Unwaha Jombang.” pesan Rektor Unwaha Jombang. Sebagai informasi, adapun nama-nama pejabat baru yang secara simbolis dikukuhkan langsung oleh Rektor Unwaha Jombang di antaranya: Dr. Zulfikar, S.P., M.Si (Ketua LPMM Unwaha Jombang). Dr. M. Qoyum Zuhriawan, M.Pd. (Koord. Penelitian & Pengabdian LPPM Unwaha Jombang). Wisnu Mahendri, M.M. (Koord. Publikasi & Kerjasama LPPM Unwaha Jombang). Dr. Amin Awal Amarudin, S.Sy., M.S.I. (Ketua Halal Center Unwaha Jombang). Rohmat Hidayat, S.S., M.Pd. (Ketua Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual). Dr. Saihul Atho Alaul Huda, M.Pd.I. (Direktur Pascasarjana Unwaha Jombang). Selain itu, Rektor Unwaha Jombang juga memberikan apresiasi kepada ketua LPPM sebelumnya, yaitu Dr. M. Kris Yuan Hidayatulloh, M.Pd.i. “Kami ucapkan juga terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kris, yang telah mengabdi dan dedikasinya dalam membawa nama kampus meraih berbagai prestasi,” kata Prof. Gatot. Beliau juga mengungkapkan, dalam waktu dekat ini Unwaha Jombang akan memiliki unit baru, yaitu Halal Center. Unit Kerja ini memiliki tugas dalam penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi berkenaan dengan isu halal. Baik tentang regulasi halal, sertifikasi halal, pengembangan produk halal dan lain sebagainya. “Insyaallah dalam waktu dekat ini, Halal Center Unwaha Jombang akan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak. Salah satunya yang akan dilaksanakan yaitu MoU dengan Bank Indonesia (BI),” tutup Rektor Unwaha Jombang tersebut. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.

Pererat silahturahmi, YPT. Bahrul Ulum dengan Pimpinan dan Civitas Akademika Unwaha Jombang Gelar Buka Bersama

Jombang – Di penghuung bulan suci Ramadan serta menjelang masa libur, Yayasan Pendidikan Tinggi Bahrul Ulum (YPTBU) Tambakberas menggelar buka bersama dengan pimpinan dan seluruh civitas akademika Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang, di Gedung F lt. 1, Kamis (4/4/2024). Ketua Umum YPTBU, Nyai Hj. Hizbiyah Rochim Wahab, MA. dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan buka bersama ini sebagai ajang untuk mempererat tali silaturahmi dengan seluruh civitas akademika Unwaha Jombang. “Di momentum yang mulia ini yaitu bulan suci Ramadan, mari kita pererat lagi tali silaturahmi. Mari bersama-sama kita besarkan lembaga kita ini untuk lebih baik. Bangun dan tambah semangatnya dalam mengabdikan diri untuk kemajuan universitas,” tutur Ibu Nyai Hizbiyah. Sementara itu, Rektor Unwaha Jombang, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng. juga berpesan, acara silaturahmi dan acara buka bersama bisa menguatkan solidaritas antar pegawai di lingkungan Unwaha. Tidak hanya itu, beliau juga berharap agar momen ini dapat meningkatkan kinerja masing-masing bagian. “Saya kira momen seperti ini dapat menjalin keakraban sekaligus untuk bersama-sama meningkatkan semangat kita untuk Unwaha Jombang yang lebih baik kedepannya,” harap beliau. Kegiatan dilanjutkan dengan pengukuhan beberapa pejabat baru di lingkungan Unwaha Jombang. Di antaranya, (Ketua LPPM) Dr. Zulfikar, S.P., M.Si., (Koordinator Penelitian & Pengabdian LPPM) Dr. M. Qoyum Zuhriawan, M.Pd. dan (Koord. Publikasi & Kerjasama LPPM) Wisnu Mahendri, M.M. Selanjutnya, (Ketua Halal Center) Dr. Amin Awal Amarudin, S.Sy., M.S.I. dan (Ketua Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS)) Rohmat Hidayat, S.S., M.Pd. serta Dr. Saihul Atho Alaul Huda, M.Pd.I. (Direktur Pascasarjana Unwaha Jombang). Acara ditutup dengan ramah tamah dan buka bersama seluruh civitas akademika Unwaha Jombang. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.

Komitmen Ciptakan Lingkungan Bebas Kekerasan Seksual, Satgas PPKS Unwaha Jombang Resmi Dibentuk

Jombang – Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang telah resmi dibentuk. Hal ini berdasarkan data Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) tentang Pembentukan Satgas PPKS yang diterbitkan Selasa, (4/4/2024) lalu. Pembentukan Satgas PPKS di Unwaha Jombang, ini sejalan dengan mandat Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021 Tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi. “Alhamdulillah Satgas PPKS di Unwaha Jombang telah secara resmi terbentuk. Semoga Satgas ini bisa diterima oleh warga kampus dan kita bisa bekerja secara maksimal, sehingga hal-hal yang berkaitan dengan kekerasan seksual dan perundungan jangan sampai terjadi di kampus kita,” seru Ketua Satgas PPKS Unwaha Jombang, Rohmat Hidayat, S.S., M.Pd. Rohmat sapaan akrabnya, menyampaikan jika Satgas PPKS di Unwaha Jombang sebenarnya sudah terbentuk sejak tahun 2023 lalu. Berdasarkan regulasi yang ada, keanggotaan Satgas terdiri dari unsur pendidik/dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. “Sebenarnya prosesnya (pembentukan Satgas PPKS) sudah mulai sejak tahun lalu. Setelah kita lakukan rekruitmen melalui Pansel (panitia seleksi, red) ternyata minat dari ketiga unsur tersebut masih kurang. Sehingga ini yang menjadi catatan bagi kami, dan akhirnya baru April tahun ini bisa secara resmi terbentuk. Hal ini tidak lepas dari pendampingan dan percepatan yang dilakukan oleh pusat kepada kampus-kampus di berbagai regional,” ungkapnya. Upaya Pencegahan yang Telah Dilakukan oleh Satgas PPKS Unwaha Jombang Dosen Prodi Agribisnis, Fakultas Pertanian ini juga mengungkapkan, sejak tahun lalu pihaknya telah melakukan upaya pencegahan kekerasan seksual di lingkungan kampus. Seperti sosialisasi secara masif dan membuka hotline pengaduan. “Mengawalinya kita laksanakan sosialisasi di berbagai kesempatan, baik kepada mahasiswa, dosen, dan juga staff di Unwaha Jombang. Kita sampaikan terkait pentingnya untuk mawas diri agar tidak sampai terjadi segala bentuk tindak kekerasan. Karena yang namanya kekerasan seksual, itu bisa terjadi kepada siapa saja dan kapan saja,” imbuhnya. Tidak hanya di lingkup internal saja, sosialisasi di lingkup eksternal juga telah dilakukan oleh Satgas PPKS Unwaha Jombang. “Sebagai kampus yang merdeka dari kekerasan, Satgas PPKS Unwaha Jombang juga melaksankan sosialisasi di lingkungan eksternal. Ada beberapa lembaga pendidikan dasar yang meminta kita untuk melaksanakan sosialisasi anti kekerasan seksual dan juga anti perunduangan,” jelas Rohmat. Alami Tindak Kekerasan di Lingkungan Unwaha Jombang? Segera Laporkan! Rohmat juga menekankan bahwa tujuan utama dibentuknya Satgas ini adalah untuk membantu para korban. Ia juga menghimbau, agar para korban tidak perlu takut untuk melaporkan kepada pihaknya apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan di lingkungan kampus. “Kita di sini hadir dan ada untuk korban, juga menjadi media bagia mereka untuk menyampaikan keluh kesah perihal kekerasan dan perundungan. Namun yang kita harapkan bersama yaitu stop di proses pencegahan saja, sehingga tidak ada yang namanya penanganan. Apalagi kita merupakan kampus yang berada di naungan Pesantren,” tegas Rohmat. Kedepan, Satgas PPKS Unwaha Jombang akan melakukan berbagai program kerja dengan masif. *) Layanan pengaduan tindak kekerasan seksual dan perundungan di lingkungan Unwaha Jombang klik link berikut: Hallo Satgas PPKS Unwaha Jombang. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.

Tingkatkan Literasi Keuangan, Mahasiswa Fakultas Ekonomi Diarahkan Bijak Mengelola Keuangan

Jombang – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) Manajamen menggelar Kajian Ekonomi dan Buka Bersama, di Aula Gedung F Unwaha Jombang, Minggu (31/3/2024) lalu. Kegiatan ini diiukuti oleh 140 peserta dari unsur dosen maupun mahasiswa. Ketua Pelaksana, Veni Ainun Masruroh mengungkapkan, kegiatan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi dosen dengan mahasiswa. “Kegiatan ini memiliki tema ‘Bijak Mengelola Keuangan dalam Menghadapi Lebaran’. Tujuannya juga untuk meningkatkan literasi keuangan kita sebagai mahasiswa,” ujar Veni dalam sambutannya. Narasumber dalam kajian tersebut di antaranya Khotim Fadhli, M.Pd., Ketua Prodi (Kaprodi) Manajamen dan Sugeng Widiarto, MM., dosen Fakultas Ekonomi. Saat menyampaikan materi, Khotim Fadhli mengatakan, literasi keuangan bagi mahasiswa merupakan sesuatu yang sangat penting. Dalam artian, mahasiswa harus bijak dalam mengelola keuangannya. “Pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang memengaruhi sikap dan perilaku untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan. Sehingga mahasiswa memiliki kemampuan perencanaan yang lebih baik,” tuturnya. Pria yang akrab disapa Khotim itu juga menyampaikan, keputusan keuangan saat ini yang dilakukan akan berdampak pada masa depan. Terlebih keputusan keuangan saat Ramadan atau menjelang lebaran Idul Fitri. Di mana saat momen-momen tersebut, masyarakat cenderung mengalami impulsive buying. “Situasi ini memiliki dampak kurang baik apabila kita kurang cermat mengatur keuangan selama bulan Ramadan ini. Maka harus dipilah mana kebutuhan dan mana yang sebatas keinginan,” tambahnya. Senada dengan Khotim, Sugeng Widiarto menyampaikan, bijak dalam mengelola keuangan berarti harus tahu mana yang didahulukan dan mana yang harus ditunda. Terlebih di momentum saat menjelang lebaran contohnya, perilaku (konsumtif) masyarakat juga terpengaruh seiring berkembangnya tren. “Bulan Ramadan sebenarnya juga bisa menjadi momentum bagi kita untuk mengevaluasi cara mengelola keuangan kita. Namun, seringkali tabungan kita justru lebih cepat berkurang untuk memenuhi beragam keperluan menjelang lebaran nantinya,” kata Sugeng. Sebagai mahasiswa tentunya mengetahui mana yang menjadi skala prioritas. Seperti kebutuhan di bidang pendidikan, kesehatan dan kebutuhan dasar lainnya. “Sehingga penting sekali bagi kita untuk menahan diri dengan tidak secara hedon menghabiskan uang yang kita peroleh hanya untuk kesenangan sesaat,” pesannya. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.

Semarakkan Ramadan, Unwaha Jombang Bagikan Ratusan Paket Takjil Gratis

Jombang – Bulan suci Ramadan menjadi momentum untuk menebar kebaikan kepada sesama. Salah satunya yaitu dengan berbagi takjil kepada masyarakat yang membutuhkan di jalan. Hal ini lah yang dilakukan oleh civitas akademika Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang. Berlokasi di Jalan Laksda. Adi Sucipto, Denanyar, ratusan paket takjil disalurkan kepada masyarakat sekitar. Penanggungjawab Kegiatan Bagi-Bagi Takjil Unwaha Jombang, M. Abdu Naim, S.P mengatakan, kegiatan sosial ini dilakukan untuk yang kedua kalinya. “Sebelumnya pada hari Minggu kemarin kita lakukan di tengah-tengah kota tepatnya di Jalan KH. Abdurrahman Wahid. Alhamdulillah semua paket takjil tersalurkan kepada masyarakat sekitar dan pengguna jalan,” ucap Naim, Selasa (2/4/2024). Naim juga menambahkan, dalam kegiatan sosial berupa bagi-bagi takjil ini juga melibatkan seluruh dosen dan staff di lingkungan Unwaha Jombang. “Semoga ini menjadi ladang keberkahan bagi kita semua, khususnya civitas akademika Unwaha Jombang yang turut terlibat. Kegiatan bagi-bagi takjil ini semata-mata hanya bentuk kepedulian kami kepada masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya. Terpisah, Rektor Unwaha Jombang, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng. mengungkapkan apresiasinya kepada seluruh dosen dan staff yang terlibat dalam kegiatan tersebut. “Terimakasih atas partisipasinya, semoga melalui kegiatan ini menjadi tambahan keberkahan bagi keluarga besar Unwaha Jombang di bulan Ramadan tahun ini,” tutur Prof Gatot. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.

Mekanisme Pelaksanaan TA Lanjutan Bagi Mahasiswa Semester VIII Tahun 2024

Pengumuman. Mekanisme Pelaksanaan Tugas Akhir (TA) Lanjutan Bagi Mahasiswa Semester VIII (delapan) Unwaha Jombang Tahun 2024. [pdfjs-viewer url=”https://unwaha.ac.id/wp-content/uploads/2024/04/Monitoring-Pelaksanaan-Tugas-Akhir-Mahasiswa-Semester-8.pdf” attachment_id=”3980″ viewer_width=100% viewer_height=800px fullscreen=false download=true print=true] Download file pengumuman.

Lailatul Qadar, Berburu Kemuliaan Malam Seribu Bulan

Jombang – Bulan Ramadan merupakan bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT. Salah satu di antara kemuliaannya terdapat malam yang istimewa, yaitu lailatul qadar. Pada malam tersebut, Allah akan mengabulkan permintaan dan mengampuni dosa-dosa hamba yang beribadah kepada-Nya. Dosen Pendidikan Agama Islam (PAI), Muhammad Fodhil, S.Pd.I., M.Pd. mengatakan, kemuliaan lailatul qadar adalah memiliki nilai yang lebih baik dibandingkan seribu bulan. “Malam ini (lailatul qadar, red) adalah termasuk yang istimewa dari seluruh malam di dalam satu tahun. Jadi ketika kita beribadah pada saat malam tersebut, maka ibadah kita (tercatat) lebih baik dari ibadah selama seribu bulan,” kata pria yang akrab disapa Fadil tersebut. Sebagaimana firman Allah SWT di dalam Al-Qur’an Surat Al-Qadr. اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ. وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ. لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ. تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ. سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ Artinya: Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam qadar. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?. Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar. Tanda-Tanda Munculnya Lailatul Qadar. Dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Aisyah Radiyallahu’anha tentang kemunculan lailatul qadar. تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِفِي الْوِتْرِمِنَ الْعَشْرِالْأَوَاخِرِمِنْ رَمَضَانَ Artinya: Carilah Lailatul Qadar itu pada malam-malam ganjil dari sepuluh hari terakhir (bulan Ramadan). (HR. Al-Bukhari dari Aisyah radliyallahu ‘anha) Fadil melanjutkan, adapun ciri-ciri datangnya lailatul qadar yaitu ditandai dengan suasana malam yang tenang, dan paginya yang cerah. “Malamnya itu hening, dan paginya itu cerah tidak begitu panas dan juga tidak dingin. Kenapa malam lailatul qadar ini disembunyikan oleh Allah SWT?, supaya kita bisa berlomba-lomba dalam memburunya, juga sebagai ujian bagi kita,” jelasnya. Meraih Lailatul Qadar Dosen PAI ini juga menjelaskan, di dalam malam seribu bulan tersebut tidak ada amalan-amalan khusus yang harus kita lakukan. Segala amalan baik itu yang diwajibkan maupun yang disunahkan, ketika malam lailatul qadar maka akan dilipat gandakan. “Termasuk yang paling utama adalah ibadah fardhu, amalan-amalan sunah seperti memperbanyak berdzikir dan membaca Al-Quran. Apalagi ketika ditambahkan dengan amalan seperti shodaqoh, sehingga dapat menambah pundi-pindi amalan kita saat bulan Ramadan,” imbuhnya. Kendati demikian, beliau juga menghimbau agar beribadah tidak hanya mengharapkan lailatul qadar semata. Melainkan hanya untuk mengharap Rahmat dan ampunan-Nya. “Secara adab, tidak baik kita beribadah hanya untuk mengharapkan itu (lailatul qadar). Karena level tertinggi dalam beribadah, yang kita harapkan hanya Rahmat-Nya,” pungkasnya. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.

Ramadan Berkah, Unwaha Jombang Bagi-Bagi Takjil Gratis

Jombang – Masih di suasana bulan suci Ramadan yang penuh berkah, Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang menggelar kegiatan sosial dengan membagikan takjil gratis kepada masyarakat, di Jalan KH. Abdurrahman Wahid, Minggu (31/3/2024). Dalam kegiatan ini, seluruh civitas akademika Unwaha Jombang turut terlibat. Hal tersebut sebagai perwujudan kepedulian Unwaha Jombang terhadap sesama. “Semuanya terlibat, dosen dan juga tenaga pendidik di lingkungan kampus. Kami berharap, melalui kegiatan ini dapat memberikan kebahagian bagi masyarakat yang membutuhkan,” kata Rektor Unwaha Jombang, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng. Di lokasi kegiatan, perwakilan Unwaha Jombang juga turut membagikan brosur dan informasi mengenai Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2024. Sebagai informasi, Unwaha Jombang masih membuka PMB tahun 2024 gelombang II hingga 31 Mei 2024 mendatang. Informasi selengkapnya dapat dilihat pada link ini. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.