Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Author: Humas Unwaha

Ramadan in Campus 2024: Menjadi Manusia yang Berkualitas

Jombang – Manusia merupakan makhluk Allah SWT yang diciptakan dengan berbagai macam kelebihan di antara sekalian makhluk lainnya. Namun apakah kelebihan tersebut lantas dapat menjadikan seorang manusia berkualitas?. Tentu tidak. Hal ini yang diungkapkan oleh Dr. H. M. Wafiyul Ahdi, S.H., M.Pd.I saat mengisi Ramadan in Campus di Masjid Al-Haromain Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang, Minggu (17/3/2024). Menurutnya, musabab seorang pribadi manusia berkualitas yaitu dipengaruhi oleh lima unsur. “Pertama yaitu fisik, nilai tambah bagi seorang manusia tentu dipengaruhi oleh fisik. Kedua adalah roh atau rohaniah yang merupakan tiupan Allah terhadap fisik manusia. Ketiga Akal, inilah yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya,” kata Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan tersebut. Berbeda dengan naluri, melalui penggunaan akal tersebut maka manusia bisa mencari tahu dan juga dapat memahami kebaikan serta keburukan. Manusia dapat menentukan untuk menjadi pribadi seperti apa. “Unsur keempat adalah nafsu, hal ini yang menjadikan manusia dinamis, sebab nafsu ini menjadi suatu pendorong bagi manusia baik ke arah positif maupun negatif. Terakhir yaitu kalbu (hati, red) yang merupakan pangkal perasaan batin. Melalui kalbu, seorang manusia dapat menghasilkan pengetahuan yang benar, intuisi menyeluruh dalam mengenal dan beriman kepada Allah SWT,” imbuhnya. Gus Wafi sapaan akrabnya, juga menuturkan bahwa kelima unsur tersebut saling berkaitan dan tidak berdiri sendiri. Terlebih di momentum bulan suci Ramadan ini, seseorang manusia hendaknya dapat menyempurnakan nilai-nilai moralitas dan ibadahnya melalui peningkatan kelima unsur tersebut. “Kita menjadi manusia tidak kemudian diam saja untuk meningkatkan potensi yang dimiliki. Seperti halnya akal, akal kita terus ditingkatkan melalui belajar. Begitu juga nafsu, dengan kita berpuasa seperti saat ini maka nafsu amarah (keinginan untuk mendorong kepada hal negatif, red) dapat ditekan,” kata Gus Wafi. Menurutnya, bulan suci Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk dapat merawat serta meningkatkan potensi diri guna menjadi manusia yang berkualitas. “Puasa inilah yang kemudian yang dapat mendorong kita untuk melakukan amaliyah baik dengan gampang. Sebab ada fisik dan akal yang dilatih, ada nafsu yang dilawan dan ada kalbu yang dikuatkan,” pungkasnya. Sebagai informasi, Ramadan in Campus diselenggarakan setiap hari aktif perkuliahan di Masjid Al-Haromain. Jadwal selengkapnya dapat dilihat melalui tautan ini. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow

Tumbuhkan Jiwa Entrepreneur, HMP-ES Turut Berpartisipasi dalam Pasar Ramadan

Jombang – Bulan suci Ramadan merupakan momentum yang penuh keberkahan dan memiliki dampak bagi segala aspek kehidupan. Tidak hanya dari aspek ubudiyah saja, aspek kesehatan dan aspek lainnya tak terkecuali aspek ekonomi pun ikut terdampak. Hal ini terbukti dengan menjamurnya para pelaku usaha yang menjajahkan menu berbuka atau takjil di mana-mana. Salah satunya yang terlihat di Pasar Ramadan yang terletak di komplek Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jalan Merpati Gg. 4, Jombang. Tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk berpartisipasi. Himpunan Mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah (HMP-ES) juga turut meramaikan perhelatan Pasar Ramadan tahun ini. “Ini sebagai bentuk perwujudan kami dalam menumbuhkan jiwa entrepreneur sebagai mahasiswa,” ujar Ketua HMP Ekonomi Syariah, Mohamad Lutfi Fatkur Rohmat, saat ditemui di lokasi, Jumat (15/3/2024). Menurutnya, dalam memupuk jiwa entrepreneur bagi mahasiswa tidak cukup menguasai teori semata. Melainkan perlu aktualisasi dalam mempraktikkannya. “Kita melibatkan semua kepengurusan untuk dapat ikut andil dalam membuka stand di Pasar Ramadan ini,” imbuhnya. Adapun produk yang dijajahkan di antaranya adalah Risol Mayo dan Cireng Mercon. Tidak hanya berjualan di stand, HMP-ES juga membuka layanan Pre-Order bagi mereka yang hendak memesan produk tersebut. Lanjut Lutfi sapaan akrabnya, kedepan HMP-ES juga akan menggelar dan berpartisipasi dalam kegiatan serupa. Tidak hanya bertujuan untuk ranah implementatif keilmuan saja, menurutnya hal tersebut juga bermanfaat untuk pertumbuhan kas organisasi. “Selain untuk praktik kewirausahaan, program ini juga berdampak pada kas kami (HMP-ES, red),” pungkasnya. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.  

Jadwal Imsakiyah Wilayah Unwaha Jombang – Ramadhan 1445 H / 2024 M

Jombang – Bagi Anda yang tinggal di Kabupaten Jombang, simpan dan bagikan halaman ini untuk mengetahui jadwal imsakiyah dan waktu buka puasa di kota Anda. Jadwal imsakiyah ini juga memuat jadwal shalat 5 waktu untuk shalat subuh, shalat dzuhur, shalat ashar, shalat maghrib, dan shalat isya. Berikut ini jadwal imsakiyah dan waktu buka puasa di Kabupaten Jombang : JADWAL IMSAKIYAH UNWAHA JOMBANG 1445H [pdfjs-viewer url=”https://unwaha.ac.id/wp-content/uploads/2024/03/JADWAL-IMSAKIYAH-UNWAHA-JOMBANG-1445H.pdf” attachment_id=”3808″ viewer_width=100% viewer_height=800px fullscreen=false download=true print=true] Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.

Kuliah Perdana, Program Pascasarjana PAI Laksanakan Orientasi Kampus

Jombang – Program Pascasarjana Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang melangsungkan kuliah perdana. Sebanyak 11 mahasiswa Pascasarjana mengikuti pembekalan atau masa orientasi kampus. Kepala Bagian Humas, Septian Ragil A., M.Pd. bertugas menjadi narasumber di kuliah perdana tersebut. Dia menyampaikan, agenda orientasi ini dilaksanakan untuk membuka rangkaian kegiatan perkuliahan di semester satu Tahun Akademik 2024/2025. “Orientasi ini kita lakukan agar nantinya para mahasiswa Program Pascasarjana PAI dapat mengikuti perkuliahan dengan lancar. Harapannya, para mahasiswa dapat memanfaatkan  fasiilitas yang ada di kampus untuk menunjang segala proses perkuliahan,” kata Ragil sapaan akrabnya. Sementara itu, Rektor Unwaha Jombang, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng. menyambut dengan senang seluruh mahasiswa baru program Pascasarjana tersebut. “Kami harap seluruh mahasiswa Pasca ini bisa menjadi lulusan-lulusan yang dapat mengabdikan dirinya untuk kemajuan bangsa dan agama,” ungkap Rektor Unwaha tersbut. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru UNWAHA Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.

Pelantikan Ormawa Unwaha Jombang 2024: Wujudkan Pengurus yang Militan dan Progresif

Jombang – Pengurus Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) di lingkungan Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang masa khidmat 2024 telah resmi dilantik. Pelantikan Raya Ormawa dilaksanakan di Aula Gedung F Unwaha Jombang, Minggu (10/03/2024). Pelantikan tersebut memiliki tema “Revitalisasi Nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam Mewujudkan Pengurus yang Militan dan Progresif”. Mewakili Rektor Unwaha Jombang, Dr. Saihul Atho Alaul Huda, M.Pd.I. memberikan sambutan serta sekaligus melantik pengurus baru Ormawa di lingkungan Unwaha Jombang. Beliau menyampaikan, tentang pentingnya keberlanjutan bagi organisasi kemahasiswaan di lingkungan kampus. “Alhamdulillah, saudara-saudara telah resmi dilantik, ini merupakan sesuatu yang istimewa dikarenakan Ormawa merupakan miniatur dalam bermasyarakat. Di tempat ini, anda akan belajar dan berporses untuk nantinya siap terjun ke dalam dunia yang sesungguhnya,” kata Atho dalam sambutannya. Menurutnya, menjadi mahsiswa yang aktif di dalam organisasi merupakan nilai lebih bagi para agent of change. Pasalanya, suatu perubahan memerlukan proses yang panjang. “Kalian adalah kader-kader produktif, pengurus yang dilantik hari ini merupakan para penerus yang akan mengambil alih kepemimpinan di masa yang akan datang, menjadikan suatu peradaban yang lebih baik, dan membawa kebermanfaatan bagi masyarakat,” imbuhnya.   Sementara itu, Presiden Mahsiswa (Presma) Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEM U), Yusuf Wibisono berharap, dengan dilantiknya seluruh pengurus Ormawa Unwaha Jombang ini dapat membawa perubahan bagi kampus di bidang kemahasiswaan. “Dedikasi dan loyalitas bagi setiap pengurus merupakan hal yang sangat penting untuk dapat menguatkan kembali nilai-nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi. Harapan kedepannya, program-program yang akan kita lakukan nantinya baik dari BEM U, Fakultas, dan HMP dapat berkontribusi terhadap eksposur Unwaha Jombang,” ujar mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Arab tersebut. Hadir dalam pelantikan sebagai keynote speaker, Bupati Jombang (2018-2023), Ibu Nyai. Hj. Mundjidah Wahab, Pimpinan Prodi dan Fakultas Unwaha Jombang, serta para narasumber dan tamu undangan. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru UNWAHA Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.

Pengumuman Libur Hari Suci Nyepi dan Awal Ramadan Tahun 2024

Pengumuman libur Hari Suci Nyepi 2024, Senin (11/03/2024) dan libur dalam rangka menyambut bulan Ramadan 1445 H, Selasa (12/03/2024). Selengkapnya: [pdfjs-viewer url=”https://unwaha.ac.id/wp-content/uploads/2024/03/111-Pengumuman-Libur.pdf” attachment_id=”3784″ viewer_width=100% viewer_height=800px fullscreen=false download=true print=true]  

SELAMAT..!!! Prof. Mudawamah Resmi Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Fakultas Peternakan Unisma

Malang – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang dengan bangga mengucapkan selamat atas dikukuhkannya Prof. Dr. Ir. Hj. Mudawamah, M.Si., IPM., ASEAN Eng. sebagai Guru Besar di bidang ilmu Genetika dan Pemuliaan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Islam Malang (Unisma). Sidang Pengukuhan Guru Besar ini dilaksanakan di Hall. KH. Abdurrahman Wahid, Gedung Ali Bin Abi Thalib. Lt. 7 Unisma, Sabtu (9/3/2024). Tidak sendiri, Prof Mudawamah dikukuhkan bersama Prof. Dr. Ir. H. Badat Muwakhid, M.P., IPM sebagai Guru Besar di bidang Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Pertanian Unisma. Ucapan syukur atas dikukuhkannya sebagai Guru Besar Fakultas Peternakan Unisma mengawali orasi ilmiah Prof. Mudawamah. Adapun judul orasi ilmiah yang disampaikan adalah “Peningkatan Produktivitas Ternak Ruminansia melalui Implementasi Teknologi Breeding dan Ilmu Genetika yang Berkelanjutan”. Beliau menjelaskan secara gamblang tentang urgensi dan kebermanfaatan yang berkelanjutan dari hasil penelitiannya tersebut. “Peran penting ternak ruminansia sebagai penghasil protein hewan dengan jumlah tertinggi dalam makanan manusia. Disamping itu yang menarik, ternak ruminansia ini memiliki kemampuan mengolah limbah pertanian menjadi kebutuhan hidupnya dan produksi,” tutur Prof. Mudawamah. Selain itu, peningkatan produktivitas ternak dapat dilakukan dengan introdusir teknologi breeding dan genetik ternak tunjang dengan recording yang akurat dan pengembangan software aplikatif. ” Selanjutnya, program breeding dan genetik pada ternak ruminansi direkomendasikan menggunakan program seleksi dan perkawinan crossbreeding dan outcrossing. Ditunjang dengan teknologi reproduksi dan biomolekuler dan pengembangan early selection pada sifat pertumbuhan sapi dan sifat twinning pada kambing dan domba,” lanjutnya. Menutup orasi ilmiahnya, Prof. Mudawamah juga tak lupa mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang terlibat di setiap proses pengajuan Guru Besarnya tersebut. Dilanjutkan dengan penyerahan naskah orasi ilmiah dan penyematan tanda pengukuhan jabatan Guru Besar oleh Rektor Unisma, Prof. Dr. H Maskuri Msi. Di kesempatan yang sama, Rektor Unwaha Jombang, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng. yang merupakan suami dari Prof. Mudawamah turut mendampingi dalam sidang pengukuhan tersebut. Prof. Gatot menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas capaian yang diraih oleh Prof. Mudawamah. “Kami yakin dengan segala kedalaman ilmu yang dimiliki beliau, tentu ini akan menjadi suatu kebermanfaatan di masa yang akan datang. Terlebih dalam pengembangan di bidang akademik bagi Universitas Islam Malang, khususnya bagi Fakultas Peternakan,” tutur beliau yang juga merupakan Guru Besar di bidang ilmu Genetika dan Pemuliaan Ternak tersebut. Hadir dalam Sidang Pengukuhan Guru Besar Fakultas Peternakan Unisma Malang, di antaranya adalah Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., MM. Pimpinan Pengurus Yayasan Universitas Islam Malang, Ketua PC Muslimat NU Kota Malang, Ibu Nyai Hj. Mutammimah Hasyim Muzadi,  Mantan Anggota DPR RI, Dra. Hj. Lathifah Shohib, dan seluruh undangan Pengukuhan Guru Besar Fakultas Peternakan Unisma. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru UNWAHA Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.

Ilustrasi Hari Perempuan Internasional. (Sumber: Slidesgo.com)
Hari Perempuan Internasional 2024

Jombang – Hari ini, tepat tanggal 8 Maret menjadi suatu momentum penting bagi setiap kaum hawa di dunia. International Women’s Day (IWD) atau Hari Perempuan Internasional menjadi perayaan untuk merefleksikan, dan mengadvokasi segela pemenuhan hak-hak dan menghapus ketimpangan bagi perempuan. Tidak jarang kampanye yang menyerukan hal tersebut terus didengungkan, hinggap di telinga bahkan kita saksikan di berbagai platform media sosial. Gerakan-gerakan mengenai kesetaraan gender (gender equality) hingga kini masih menjadi pembahasan yang seksi untuk diperbincangkan. Bagaimana tidak, jika kehadiran perempuan dan haknya masih jauh dari kata setara. Lebih parahnya, intimidasi dan kekerasan bagi perempuann (verbal dan non-verbal) kini masih subur terjadi. Berdasarkan catatan tahunan yang dirilis oleh Komnas Perempuan sehari sebelum perayaan ini. Menyatakan, terdapat 289.111 kasus kekerasan yang menimpa perempuan selama tahun 2023, 12% lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Kendati pun demikian, layaknya fenomena gunung es, angka hanyalah angka semata. Namun nyatanya masih banyak perempuan dalam hal ini yang menjadi korban kekerasan yang tidak berani bersuara dan melaporkannya, sebab kekerasan terhadap perempuan bisa terjadi dimanapun, di ranah personal bahkan di ranah publik. Hari Perempuan Internasional 2024 Dilansir dari laman UN Women, tema perayaan Hari Perempuan Internasional tahun ini adalah “Invest in Women: Accelerate Progress”. Tema ini dimaksudkan untuk mereflesikan langkah konkret yang perlu dilakukan dalam kesetaraan gender serta ancaman yang terus-menerus menghinggapi perempuan. Terdapat tiga poin utama yang menjadi sorotan dalam tema tersebut; setidaknya sebanyak $360 miliar diperlukan untuk pendidikan dalam pemenuhan kesetaraan gender. Kedua, dengan menghapus kesenjangan gender di dunia pekerjaan dapat meningkatkan PDB sebesar 20%. Ketiga, menciptakan 300 lapangan pekerjaan yang layak hingga tahun 2035. Baca juga artikel lainnya: Kehadiran AI Bagi Industri Kreatif, Peluang atau Ancaman? Dalam pernyataan tertulis di laman tersebut, ketiga poin utama dan tema tersebut merupakan cara terbaik untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan masyarakat yang lebih makmur dan adil. “Satu dari sepuluh perempuan di dunia, hidup dalam (ancaman) kemiskinan ekstrem”. Terdapat tiga kondisi yang mengafirmasi pernyataan tersebut: Lebih dari 614 juta perumpuan dan anak perempuan yang terdampak dan tinggal di daerah konflik. Sebanyak 236 juta perempuan dan anak perempuan kelaparan yang disebabkan oleh krisis iklim di tahun 203o mendatang. Hanya 61 persen perempuan yang berada dalam angkatan kerja dibandingkan 90 persen laki-laki. Terlepas dari agenda global dan segala tema yang diusung, menciptakan lingkungan yang bebas terhadap diskriminasi dan aman bagi perempuan dapat dimulai dari setiap individu. Dalam merangkul suatu kesetaraan perlu adanya kepercayaan yang mendalam tentang bagaimana menghargai dan menghadapi suatu perbedaan dalam bingkai positif. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru UNWAHA Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.

Ilustrasi Industri Kreatif (Sumber: Pexels.com)
Kehadiran AI Bagi Industri Kreatif, Peluang atau Ancaman?

Jombang – Perkembangan teknologi saat ini bergerak begitu pesat, beragam inovasi pun banyak lahir dari buah daya kreasi manusia. Salah satunya adalah kehadiran Artifical Intellegence (AI). Singkatnya, AI merupakan sistem di bidang ilmu komputer yang dapat meniru kecerdasan manusia dalam hal pengambilan keputusan dan menganalisis informasi. Sejak awal kemunculannya, AI telah banyak menyita perhatian masyarakat. Sebagian pihak menyambut dengan tangan terbuka atas kemudahan dan manfaat dalam menyelesaikan tugas-tugasnya. Sebagian lagi, malah was-was dengan kehadiran AI yang dapat mengaburkan keberlangsungan sebagian profesi pekerjaan. Salah satunya industri kreatif, banyak dari pelaku di sektor ini yang memandang AI sebagai potensi besar yang memiliki peluang keberlangsungan bisnis (suistainable business) di masa yang akan datang. Namun dari sisi pekerja, kehadiran AI merupakan suatu ancaman yang serius. Pasalnya, AI akan secara perlahan mengikis ketergantungan industri terhadap mereka. Berdasarkan data yang dipublikasi oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI, sektor industri kreatif mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 19,2 juta orang. Tentu angka ini memiliki kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan jumlah ini dimungkinkan akan terus meningkat di masa yang akan datang. Sebab, selama tahun 2018-2021, jumlah tenaga kerja industri kreatif cenderung mengalami peningkatan, dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 5,29 persen per tahun. Menyikapi Kehadiran AI di Industri Kreatif Menyikapi tren dilematis tersebut, Khotim Fadhli, M.Pd selaku dosen dan Ketua Prodi Manajemen Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang menuturkan pandangannya. Menurutnya, pergerakan teknologi dewasa ini acap kali menjadi daya tarik bagi para pelaku bisnis, khususnya industri kreatif. “Era industri sekarang ini pasti memanfaatkan teknologi. Karena teknologi ini dianggap sebagai media yang memudahkan dan meringkas pekerjaan manual seseorang agar lebih mudah dan bisa beralih fokus pada bidang yang lainnya,” katanya. Memanfaatkan teknologi seperti AI ke dalam operasional bisnis tentu dapat mengubah cara industri bekerja.  Dengan demikian, hal tersebut akan berdampak pada perubahan perilaku masyarakat serta dapat meningkatkan permintan yang mengarah pada penciptaan peluang bisnis baru. “Transformasi digital memungkinkan bisnis untuk bertahan dan menjadi lebih efektif dan efisien,” imbuhnya.  Dari hasil penelitiannya yang berjudul “The Influence of Artificial Intelligence and Content Marketing Against Purchase Interest in the Creative Industry” (baca di sini) mengungkapkan, bahwa AI berdampak terhadap suatu proses bisnis yaitu kepada minat beli konsumen. Dengan menampilkan suatu produk di berbagai etalase market place dan media sosial, pemanfaatan AI yang diterapkan dapat membantu dalam hal penggunaan algoritma dan hastag. Sehingga hasilnya, produk yang ditampilkan dan diiklankan dapat dijangkau konsumen. “Terlebih lagi saat ini persaingan bisnis berjalan begitu ketat. Di mana hal tersebut beririsan dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat,” ungkap Khotim. Peluang atau Ancaman? Keterjangkauan dan kemudahan atas kehadiran AI di industri kreatif rupanya tidak perlu diperdebatkan lagi. Menurut Kaprodi Manajemen Unwaha Jombang tersebut, dari segi kebermanfaatan AI sangat jelas dan berdampak ke arah positif terhadap industri kreatif. “Namun kekurangannya di saat ini mungkin masih banyak Sumber Daya Manusia (SDM) yang belum bisa menggunakan, terbiasa atau siap memanfaatkan AI itu,” lanjutnya. Artinya, peningkatan kompetensi SDM menjadi salah satu batu sandungan yang serius untuk menyikapi kehadiran AI bagi industri kreatif. Kendati demikian, kondisi tersebut dapat teratasi dengan bertahap. Misalnya memanfaatkan lembaga-lembaga yang menyediakan sarana pelatihan dalam peningkatan skill penggunaan AI. Meskipun untuk biayanya sendiri terbilang tidak murah, sehingga kehadiran Perguruan Tinggi menjadi solusi atas kondisi ini. Menurutnya, Perguruan Tinggi menjadi salah satu lembaga  yang selalu terbuka untuk menjalin kerjasama dengan berbagai pihak. “Kondisi ini (perkembangan teknologi, red) sudah pasti tidak bisa dihindari lagi. Jadi basisnya harus adaptasi, kemudian penyiapan SDM itu harus ditingkatkan (penguatan skill kompetensi, red),” pungkasnya. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru UNWAHA Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.