Skip to main content

Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Author: Humas Unwaha

Inovasi Sabun Organik dari Limbah Pisang Hantarkan Mahasiswa Pendidikan Biologi dan Manajemen Lolos Pendanaan PKM 2024

Jombang – Mahasiswa Pendidikan Biologi dan Manajemen  berhasil menorehkan prestasi yang membanggakan setelah lolos dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2024. Kelompok yang terdiri dari Indah Nurhidayah selaku ketua, Novi Zahrotul Chasanah, Nudiya Amburika, Rohmad Lukman Hakim, dan Muhammad Jalu Bagas Putra dibimbing langsung oleh dosen, Ospa Pea Yuanita Meishanti, M. Pd. Sebagaimana yang diketahui, PKM merupakan program yang diselenggarakan oleh Dirjen Pendiidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbud Ristek. Program ini bertujuan untuk membentuk pribadi mahasiswa yang tahu dan taat aturan, kreatif, inovatif, dan objektif kooperatif dalam membangun keragaman intelektual. Berdasarkan Surat Keputusan No. 2546/E2/DT.01.00/2024, mahasiswa Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang tersebut berhasil lolos dan meraih pendanaan PKM bidang Kewirausahaan. Adapun judul penelitian kelompok ini adalah “Inovasi Berkelanjutan Limbah Musa Paradisiaca L. untuk Meningkatkan Green Enterpreneurship”. Memanfaatkan Limbah di Sekitar untuk Meningkatkan Green Entrepreneurship Ketua kelompok, Indah Nurhidayah mengungkapkan, penelitiannya tersebut bermula dari permasalahan yang ia temui di lingkungan sekitar. Kulit pisang yang merupakan limbah industri rumahan di lingkungannya menjadi awal ia dan temannya untuk melakukan penelitian ilmiah tersebut. “Jadi sayang kalau tidak dimanfaatkan, kan selama ini banyak produk-produk inovasi yang berbahan utama limbah organik. Seperti halnya kopi, yang sudah banyak dimanfaatkan menjadi produk inovatif, dibuat sabun, masker, dan juga scrub,” kata Indah. Produksi sabun batang organik ini yang berbahan dari limbah pisang merupakan salah satu konsep green entrepreunership yang inovatif. Di mana produk ini tidak hanya berorientasi pada nilai tambah saja, melainkan juga sebagai komitmen untuk menjaga keberlanjutan lingkungan. “Selama ini kan limbah-limbah organik oleh masyarakat atau industri dengan skala besar dijadikan sebagai pupuk. Jadi kita melihat ini menjadi peluang untuk meningkatkan nilai tambah dari limbah kulit pisang,” lanjut mahsiswi semester enam tersebut. Sementara itu, Anggota Kelompok, Novi Zahrotul Chasanah menuturkan, capaian ini tidak lepas dari suport dan peran dosen pembimbing. Mereka memperoleh bimbingan intens dari dosen sejak awal proses penelitian hingga akhir. “Awal proses setelah kita mendapatkan ide ini, kita langsung konsultasi dan bimbingan ke dosen. Alhamdulillah kami dibimbing dan diarahkan, mulai dari tahap persiapan, mencari referensi berbagai penelitian terdahulu, dan juga praktik pembuatannya,” kata Novi. Berdasarkan pengakuannya, selama proses penelitian, pihaknya tidak menemukan hambatan. Namun tantangan yang mereka hadapi yaitu proses pemasaran produk yang dinilai masih sulit. “Tantangannya mungkin di proses penjualan produk, karena kebanyakan dari masyarakat masih asing dengan produk sabun organik. Dalam segi harga juga kita harus bersaing dengan sabun-sabun batangan yang telah terjual secara luas di masyarakat,” imbuhnya. Kendati demikian, pihaknya akan terus berusaha untuk mengenalakan produk organik serta manfaatnya. Sehingga tujuan penelitian ini dapat dirasakan langsung untuk keberlanjutan lingkungan dan memberikan edukasi kepada masyarakat dalam menciptakan nilai tambah pada limbah-limbah sekitar. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.

Yuk Ketahui Prodi Agroekoteknologi: Mata Kuliah, Kompetensi Lulusan, hingga Pengembangan Karir

Jombang – Mau kuliah dan masih bingung dalam memilih Program Studi (Prodi) untuk melanjutkan pendidikan?. Tenang, masih banyak kok Prodi atau jurasan yang dapat meningkatkan pengetahuan dan mengembangkan skill sesuai dengan minat kalian, salah satunya adalah Prodi Agroekoteknologi. Mungkin sebagian dari kita asing dengan prodi satu ini. Namun jangan salah, banyak kampus di Indonesia yang telah membuka Prodi Agroekoteknoligi, salah satunya Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang. Agroekoteknologi merupakan Prodi yang menyelenggarakan pendidikan tentang teknologi pengelolaan lingkungan pertanian yang berkelanjutan. Prodi satu ini merupakan gabungan dari beberapa rumpun keilmuan di Fakultas Pertanian pada umumnya. Seperti Agronomi, Ilmu Tanah, dan juga Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan. Jika kalian memiliki minat di bidang keilmuan tersebut, suka mempelajari perihal botanikal, memiliki inovasi dalam pengelolaan keberlanjutan lingkungan dan meningkatkan produksi hasil pertanian, maka Prodi Agroekoteknologi merupakan pilihan yang sangat tepat. Hal ini dibenarkan oleh Kaprodi Agroekoteknologi, Mohamad Nasirudin, S.Si., M.Ling. “Sebenarnya tidak ada spesifikasi latar belekang pendidikan calon mahasiswa baru. Dari semua jurusan bisa masuk semua, dengan syarat memiliki komitmen dalam mempelajari dan pengembangan di dunia pertanian,” tutur Kaprodi Agroekoteknologi ini. Kuliah di Agroekoteknologi Unwaha Jombang Nasir sapaan akrabnya mengungkapkan, Prodi Agroekoteknoligi Unwaha Jombang ini memiliki berbagai tujuan. Salah satunya yaitu menghasilkan lulusan yang menguasai dan mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian. “Tentu juga mampu menjadi penggerak dalam pembangunan di sektor pertanian. Harapannya para lulusan mampu mengimplementasikan keilmuannya di tengah masyarakat,” imbuhnya. Para mahasiswa Prodi Agroekoteknologi juga dibentuk untuk dapat menghasilkan publikasi ilmiah berbasis kegiatan penelitian. Kemudian mahasiswa juga diarahkan mengembangkan ilmu dan teknologi pertanian di tengah masyarakat melalui program pengabdian. Mata Kuliah di Prodi Agroekoteknologi Kalau kuliah di Prodi ini akan mempelajari apa saja sih?. Kaprodi Agroekoteknologi kepada tim Humas Unwaha Jombang menjelaskan beberapa mata kuliah yang akan diajarkan berdasarkan jenisnya, seperti berikut ini: Mata Kuliah Universitas: Mahasiswa akan dibekali mata kuliah wajib Universitas. Di mana mata kuliah ini, secara umum terdapat di berbagai Prodi di Unwaha Jombang. Seperti; Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Arab, Pancasila, Aswaja, dan Agama Islam. Mata Kuliah Fakultas Pertanian: Adapun mata kuliah wajib fakultas di antaranya; Pengantar Ilmu Pertanian, Statistik, dan Metodologi Ilmiah. Mata Kuliah Prodi: Di sini, kalian akan mempelajari mata kuliah yang secara spesifik berfokus pada Agroekoteknologi. Beberapa di antaranya adalah; Botani, Biokimia Tanaman, Peramalan Hama dan Epidemi Penyakit, Manajemen Agroekosistem, dan masih banyak lainnya. Mata Kuliah Pilihan Prodi: Mahasiswa Agroekoteknologi dapat memilih beberapa mata kuliah. Di antaranya; Manajemen Hama dan Penyakit Terpadu, Analisis Pertumbuhan Tanaman, Pestisida dan Aplikasinya, dan Teknologi Pasca Panen. Kompetensi Lulusan Prodi Agroekoteknologi Lalu nanti selesai kuliah di Prodi ini kalian ngapain dan bisa jadi apa saja sih?. Kaprodi Agroekoteknologi juga menjelaskan beberapa profil lulusan Prodi Agroekoteknologi Unwaha Jombang. Di antaranya adalah menjadi seorang peneliti. “Ini dikarenakan lulusan Agroekoteknologi mampu melakukan riset pertanian berkelanjutan yang berwawasan lingkungan dan berbasis sumberdaya dan kearifan lokal,” lanjut alumnus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tersebut. Kemudian, kalian bisa menjadi penguasaha dan manajer di bidang pertanian tentunya. Pasalnya, kalian sudah dapat menguasai tentang keilmuan manajemen agroekosistem serta dapat menerapkan pengelolaan sistem pertanian terpadu. “Lulusan kami juga bisa menjadi seorang penyuluh, karena para lulusan dinilai mampu memberikan penyuluhan pertanian berkelanjutan,” pungkas pria yang memiliki latar belakang pendidikan di bidang Pengelolaan Sumberdaya Lingkungan dan Pembangunan tersebut. Bagimana? tertarik kuliah di Prodi Agroekoteknologi Unwaha Jombang?. Buruan, segera daftarkan diri anda dan menjadi bagian dari salah satu Kampus NU terbaik. Informasi selengkapnya untuk pendaftaran mahasiswa baru dapat diakses melalui tautan ini. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.

Refleksi Peringatan Hari Bumi, Begini Pandangan Dosen Unwaha Jombang Tentang Keberlanjutan Lingkungan

Jombang – Hari Bumi selalu diperingati setiap tanggal 22 April, peringatan ini sebagai wujud untuk meningkatkan kesadaran dan perlindungan terhadap lingkungan. Setiap tahunnya peringatan Hari Bumi dirayakan dengan tema yang berbeda, sesuai dengan pokok permasalahan lingkungan terkini dan ancaman bagi Bumi di masa yang akan datang. Dilansir dari laman Earth Day, Hari Bumi 2024 memiliki tema “Planet vs Plastik”. Tema ini menjadi seruan sekaligus kampanye atas produksi dan penggunaan plastik sekali pakai. Selain mengancam kerusakan Bumi, limbah plastik juga dapat mengancam kondisi kesehatan manusia. Menyikapi hal ini, Dosen sekaligus Dekan Fakultas Pertanian, Ambar Susanti, S.P., M.P memberikan pandangannya perihal refleksi peringatan Hari Bumi. Kerakusan Manusia Vs Kerusakan Iklim Kondisi perubahan yang begitu pesat dan perkembangan penduduk kian meningkat berdampak terhadap tingkat penggunaan sumber daya alam. Kondisi ini terlihat di berbagai sektor, tingkat konsumsi manusia semakin tinggi seiring dengan kebutuhan yang kian meningkat. “Perkembangan penduduk juga berpengaruh terhadap kebutuhan masyarakat saat ini, terlebih lagi gaya hidup saat ini yang bermacam-macam jenisnya. Sehingga kita perlu untuk meningkatkan upaya dalam mengelola sumber daya alam,” kata dosen yang memiliki latar belakang pendidikan di bidang Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan itu. Akibatnya, perilaku masyarakat yang seperti itu dapat berpengaruh terhadap kerusakan iklim. Ambar sapaan akrabnya, menjelaskan jika kerusakan iklim memiliki dampak yang sangat seirus. Pasalnya, Bumi memiliki sistemnya sendiri dan jika di suatu area terdapat kerusakan maka akan berdampak terhadap area lainnya. Ancaman nyata saat ini adalah bencana terjadi di mana-mana akibat kerusakan tersebut. Seperti bencana hidrometeorologi, kebakaran hutan, kekeringan, kelangkaan air dan semacamnya. “Kondisi ini merupakan konsekuensi nyata, karena isu perubahan iklim sudah terprediksi satu dekade sebelumnya, tepatnya sekitar tahun 2010. Prediksinya yaitu dunia akan menghadapi kondisi kenaikan suhu sekitar 4 derajat celcius, kenaikan suhu ini adalah bagian kecil dampak kerusakan iklim. Dampak secara luas yaitu pada kerusakan ekosistem,” tutur Dekan Fakultas Pertanian ini. Menjaga Bumi Mulai Dari Diri Sendiri Ambar juga mengatakan, dalam melestarikan ekosistem di Bumi bukan tanggung jawab satu pihak saja, melainkan merupakan tanggung jawab bersama sebagai manusia. ”Perihal menjaga lingkungan ini perlu peran dari semua stakeholder. Menjaga Bumi tidak hanya tanggung jawab satu dua generasi saja, tapi semuanya. Terutama bagi para generasi muda, yang dimana nantinya mereka akan menghadapi dampak lingkungan yang lebih besar lagi dibandingkan dengan sekarang,” ucapnya. Terakhir, beliau berharap melalui peringatan Hari Bumi ini ada kesadaran bagi masing-masing pribadi untuk sadar terhadap lingkungan. “Untuk menjaga bumi tidak perlu tindakan yang muluk-muluk, bisa dengan hal-hal kecil tadi. Khususnya kegiatan penghijauan kembali juga perlu dilakukan untuk keberlanjutan lingkungan,” pungkasnya. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.

Jelang UTS, Mahasiswa Prodi Sistem Informasi Ziarah ke Makam Muasis NU

Jombang – Menjelang Ujian Tengah Semester (UTS) Genap yang akan dilaksnakan mulai 8 Mei mendatang, para mahasiswa Program Studi (Prodi) Sistem Informasi (SI) menggelar ziarah bersama ke makam para muasis Nahdlatul Ulama (NU), Minggu (21/4/2024) kemarin. Kegiatan yang dikoordinir oleh Himpunan Mahasiswa Prodi Sistem Informasi (HMP SI) ini bertujuan untuk mendapatkan keberkahan keilmuan para ulama. Ziarah makam ini juga sebagai bentuk syukur dan terimakasih kepada para guru dan pendiri NU dalam mewariskan keilmuan dan nilai-nilai spiritualitas. “Ziarah ke makam para muasis bisa menjadi momen untuk merenungkan perlanan hidup, juga bisa memberikan ketenangan, dan motivasi spiritual kepada kami. Selain itu, kami juga memohon do’a restu serta berharap mendapat berkah keilmuan muasis dalam menghadapi ujian dengan lancar dan baik,” kata Ketua HMP SI, A’tini Hidayatika. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi seluruh mahasiswa Prodi Sistem Informasi. “Apalagi masih di momen bulan Syawal, satu dengan yang lainnya saling bermaaf-maafan,” lanjut Ketua HMP SI tersebut. Ziarah dilaksanakan di tiga lokasi yang berbeda, dimulai dari makam KH. A. Wahab Hasbullah (Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas), KH. Bisri Syansuri (Pondok Pesantren Mamba’ul  Maarif Denanyar), dan Makam KH. Hasyim Asyari juga KH. Abdurrahman Wahid (Pondok Pesantren Tebuireng). Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.

Gelar Halal Bihalal, YPTBU dan Pimpinan Unwaha Jombang Bahas Kemajuan Kampus

Jombang – Keluarga besar Yayasan Pendidikan Tinggi Bahrul Ulum (YPPTBU) dan civitas akademika Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang menggelar Halal Bihalal Idul Fitri 1445 Hijriah, di Aula Gedung F, Minggu (21/4/2024). Momen ini diharapkan kepada seluruh pihak yang ada di lingkungan Unwaha Jombang agar tetap menjaga silaturahmi dan terus memperkuat sinergi demi kemajuan kampus. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Umum dan jajaran YPTBU, jajaran Rektorat, pimpinan fakultas dan lembaga, dosen, dan tenaga kependidikan Unwaha Jombang. Di suasana kegembiraan tersebut, semua pihak lebur dalam satu bingkai dalam merayakan silaturahmi. Ketua Umum YPTBU, Ibu Nyai Hj. Hizbiyah Rochim Wahab, MA. dalam sambutannya mengungkapkan, rasa syukur yang tiada batas sehingga semua pihak dapat berkumpul di agenda Halal Bihalal tersebut. Sehingga momen ini diharapkan menjadi spirit untuk kemajuan Unwaha Jombang kedepannya. “Termasuk dengan pengabdian kita, sehingga harapannya di Halal Bihalal ini bisa meningkatkan semangat bersama-sama. Kedepannya, kita harus maju dengan semangat silaturahmi ini, sehingga kita bisa memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat,” tutur Ketua Umum YPTBU tersebut. Hal tersebut juga diamini oleh Rektor Unwaha Jombang, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng. Beliau mengatakan, forum Halal Bihalal ini selain sebagai fasilitasi silaturahmi tentu juga bertujuan untuk meningkatkan semangat dalam meraih berbagai prestasi yang lebih gemilang lagi bagi lembaga. “Dengan forum ini semoga kita bisa mengambil hikmah, paling tidak kita bisa menjadi lebih baik dari hari-hari sebelumnya. Di bidang akademik maupun non-akademik kita kedepannya harus lebih baik. Sehingga ini menjadi do’a kita bersama kedepannya bahwa Unwaha ini harus lebih maju lagi,” pesan Rektor Unwaha Jombang tersebut. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.

Simak!, Lima Waktu Pembayaran Zakat Fitrah: Momen yang Dianjurkan hingga yang Diharamkan

Jombang – Tidak terasa kita sudah berada di penghujung Bulan Suci Ramadan. Di momen ini, kita juga semakin dekat dengan ambang batas sebagai umat muslim dalam menunaikan zakat fitrah. Kewajiban berzakat, sebegamaimana yang telah difirmankan oleh Allah SWT dalam Al-Quran Surat Al-Baqarah (43): وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱرْكَعُوا۟ مَعَ ٱلرَّٰكِعِينَ Artinya: Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’. Dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI), Muhammad Fodhil, S.Pd.I., M.Pd. mengatakan, zakat fitrah diwajibkan kepada umat muslim yang merdeka. Memiliki kelebihan kebutuhan pokok pada saat Hari Raya, dan hidup selama bulan Ramadan. “Kemudian ukuran zakat fitrah itu menurut madzhab kita (Imam Syafi’i) adalah 2,7 kg. Itu ukuran yang paling aman, walaupun ada 2,5 kg-2,6kg. Ukuran ini adalah ukuran dari satu sha’,” jelas Dosen PAI tersebut. Berdasarkan penjelasannya, zakat fitrah yang diberikan yaitu berupa makanan pokok yang dikonsumsi sehari-hari di daerah penerima zakat. Kita juga dapat menunaikan zakat fitrah dengan uang, dengan ketentuan nominalnya senilai harga beras satu sha’. Berdasarkan ketetapan Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur, yaitu senilai Rp36.000 – Rp42.000. “Jika makanan pokok di daerah penerima zakat adalah beras, maka beras itulah yang kita berikan. Menyesuaikan pada makanan pokok mereka,” imbuhnya. Fadil sapaan akrabnya juga mengatakan, jenis-jenis waktu beserta hukumnya dalam membayarkan zakat. Sebagaimana hukum di dalam Syari’at Islam, yaitu wajib, sunah, mubah, makruh, dan haram. “Waktu mubah, yaitu kita diperbolehkan mengeluarkan zakat dengan menta’jilnya (menyegerakan, red) yaitu dimulainya 1 Ramadan hingga di akhir bulan tersebut. Ada waktu yang diwajibkan bagi kita untuk membayarkan zakat fitrah, yaitu ketika terbenamnya matahari (malam 1 Syawal),” kata Fadil. Selanjutnya, waktu yang disunahkan untuk membayar zakat fitrah. Ketika terbitnya fajar sampai naiknya imam (Salat Id) ke atas mimbar. “Kemudian waktu makruh, yaitu setelah turunnya imam dari mimbar atau selesainya salat Id hingga sore atau sebelum matahari terbenam. Terakhir, kita diharamkan membayarkan zakat fitrah ketika selepas waktu makruh, yaitu sesudah terbenamnya matahari di Hari Raya,” lanjut Fadil. Beliau juga berpesan, sebagai muslim yang taat hendaklah menyegerkan untuk menunaikan zakat fitrah. Selain diwajibkan, zakat fitrah merupakan penyempurna untuk ibadah puasa kita selama satu bulan penuh. “Logikanya, apabila kita menunaikan zakat maka harta kita secara nominal akan berkurang. Tetapi Allah SWT akan memberikan berkah pada harta yang kita zakatkan, sehingga terus bertambah,” tutup Dosen PAI ini. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.

Wujud Kepedulian Mahasiswa, BEM FAI Gelar Safari Ramadan di Desa Daditunggal Ploso

Jombang – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Agama Islam (BEM FAI) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang menggelar Safari Ramadan, di Desa Daditunggal, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Sabtu-Rabu (30/3-3/4/2024) lalu. Ketua BEM FAI, Abdul Ghofar mengungkapkan, kegiatan yang berlangsung selama lima hari ini merupakan wujud rasa kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat desa. Di mana kegiatan ini juga bertujuan untuk membangun hubungan civitas akademika Unwaha Jombang dengan masyarakat, khususnya di Desa Daditunggal. “Kegiatan ini merupakan pengejawantahan peran kami sebagai mahasiswa, yaitu sebagai jembatan antara dunia kampus dan sosial masyarakat. Keterlibatan kami di masyarakat, tentu untuk memberikan dampak langsung kepada lingkungan sosial.” kata Ghofar. Sementara itu, Ketua Pelaksana Safari Ramadan, Nurfaiq Nurdiyanto menjelaskan, jika kegiatan ini memiliki tema “Ramadhan Peduli: Berbagi Rizki, Menebar Empati”. Di hari pertama, pengurus BEM menggelar buka bersama juga pemaparan tentang tujuan kegiatan kepada masyarakat desa. “Di hari selanjutnya, peserta Safari Ramadan melakukan kegiatan sosial, pendidikan, dan keagamaan. Seperti mengajar di TPQ, tadarus, tarawih, juga pembagian takjil. Kemudian Safari Ramadan ditutup dengan pengajian umum di hari terakhir,” jelas Nurfaiq. Sementara itu, Drs. Waslah, M.Pd.I selaku Dekan FAI, mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh BEM FAI tersebut. Beliau juga berterimakasih kepada masyarakat yang secara rela telah menerima dan menyambut baik kegiatan mahasiswa tersebut. “Alhamdulillah kegiatan Safari Ramadan ini terlaksana dengan lancar. Terimakasih kepada masyarakat dan perangkat Desa Daditunggal, khususnya takmir Masjid Al-Kautsar  yang secara baik menerima kehadiran mahasiswa kami,” tutur Drs. Waslah. Turut hadir dan mendampingi di acara penutupan Safari Ramadan yang diselenggarakan oleh BEM FAI. Di antaranya, Ketua Prodi (Kaprodi) Pendidikan Bahasa Arab, Rina Dian Rahmawati, M.Pd.I. dan Kaprodi Ekonomi Syariah, Ashliah, S.E., M.M.   Rangkaian kegiatan Safari Ramadan BEM FAI Unwaha Jombang di Desa Daditunggal, Ploso. (Foto: Istimewa) Rangkaian kegiatan Safari Ramadan BEM FAI Unwaha Jombang di Desa Daditunggal, Ploso. (Foto: Istimewa) Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.

Kukuhkan Pejabat Baru, Begini Pesan Rektor Unwaha Jombang

Jombang – Rektor Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng. resmi kukuhkan lima pejabat baru di lingkungan Unwaha Jombang. Pengukuhan tersebut berlangsung di sela-sela agenda silaturahmi dan buka bersama civitas akademika, di Gedung F, Kamis (4/4/2024). Di hadapan pejabat baru dan seluruh civitas akademika, Prof. Gatot mengungkapkan, dengan dilantiknya para pejabat baru ini tentu diharapkan dapat membawa Unwaha Jombang untuk terus berinovasi dan berkarya. “Saya harapkan dengan dikukuhkan beberapa pejabat baru ini dapat memberikan kemajuan bagi kampus tercinta kita. Semoga kedepannya, beliau-beliau ini dapat memberikan sesuatu yang lebih baik lagi bagi Unwaha Jombang.” pesan Rektor Unwaha Jombang. Sebagai informasi, adapun nama-nama pejabat baru yang secara simbolis dikukuhkan langsung oleh Rektor Unwaha Jombang di antaranya: Dr. Zulfikar, S.P., M.Si (Ketua LPMM Unwaha Jombang). Dr. M. Qoyum Zuhriawan, M.Pd. (Koord. Penelitian & Pengabdian LPPM Unwaha Jombang). Wisnu Mahendri, M.M. (Koord. Publikasi & Kerjasama LPPM Unwaha Jombang). Dr. Amin Awal Amarudin, S.Sy., M.S.I. (Ketua Halal Center Unwaha Jombang). Rohmat Hidayat, S.S., M.Pd. (Ketua Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual). Dr. Saihul Atho Alaul Huda, M.Pd.I. (Direktur Pascasarjana Unwaha Jombang). Selain itu, Rektor Unwaha Jombang juga memberikan apresiasi kepada ketua LPPM sebelumnya, yaitu Dr. M. Kris Yuan Hidayatulloh, M.Pd.i. “Kami ucapkan juga terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kris, yang telah mengabdi dan dedikasinya dalam membawa nama kampus meraih berbagai prestasi,” kata Prof. Gatot. Beliau juga mengungkapkan, dalam waktu dekat ini Unwaha Jombang akan memiliki unit baru, yaitu Halal Center. Unit Kerja ini memiliki tugas dalam penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi berkenaan dengan isu halal. Baik tentang regulasi halal, sertifikasi halal, pengembangan produk halal dan lain sebagainya. “Insyaallah dalam waktu dekat ini, Halal Center Unwaha Jombang akan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak. Salah satunya yang akan dilaksanakan yaitu MoU dengan Bank Indonesia (BI),” tutup Rektor Unwaha Jombang tersebut. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.

Pererat silahturahmi, YPT. Bahrul Ulum dengan Pimpinan dan Civitas Akademika Unwaha Jombang Gelar Buka Bersama

Jombang – Di penghuung bulan suci Ramadan serta menjelang masa libur, Yayasan Pendidikan Tinggi Bahrul Ulum (YPTBU) Tambakberas menggelar buka bersama dengan pimpinan dan seluruh civitas akademika Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang, di Gedung F lt. 1, Kamis (4/4/2024). Ketua Umum YPTBU, Nyai Hj. Hizbiyah Rochim Wahab, MA. dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan buka bersama ini sebagai ajang untuk mempererat tali silaturahmi dengan seluruh civitas akademika Unwaha Jombang. “Di momentum yang mulia ini yaitu bulan suci Ramadan, mari kita pererat lagi tali silaturahmi. Mari bersama-sama kita besarkan lembaga kita ini untuk lebih baik. Bangun dan tambah semangatnya dalam mengabdikan diri untuk kemajuan universitas,” tutur Ibu Nyai Hizbiyah. Sementara itu, Rektor Unwaha Jombang, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng. juga berpesan, acara silaturahmi dan acara buka bersama bisa menguatkan solidaritas antar pegawai di lingkungan Unwaha. Tidak hanya itu, beliau juga berharap agar momen ini dapat meningkatkan kinerja masing-masing bagian. “Saya kira momen seperti ini dapat menjalin keakraban sekaligus untuk bersama-sama meningkatkan semangat kita untuk Unwaha Jombang yang lebih baik kedepannya,” harap beliau. Kegiatan dilanjutkan dengan pengukuhan beberapa pejabat baru di lingkungan Unwaha Jombang. Di antaranya, (Ketua LPPM) Dr. Zulfikar, S.P., M.Si., (Koordinator Penelitian & Pengabdian LPPM) Dr. M. Qoyum Zuhriawan, M.Pd. dan (Koord. Publikasi & Kerjasama LPPM) Wisnu Mahendri, M.M. Selanjutnya, (Ketua Halal Center) Dr. Amin Awal Amarudin, S.Sy., M.S.I. dan (Ketua Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS)) Rohmat Hidayat, S.S., M.Pd. serta Dr. Saihul Atho Alaul Huda, M.Pd.I. (Direktur Pascasarjana Unwaha Jombang). Acara ditutup dengan ramah tamah dan buka bersama seluruh civitas akademika Unwaha Jombang. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.

Komitmen Ciptakan Lingkungan Bebas Kekerasan Seksual, Satgas PPKS Unwaha Jombang Resmi Dibentuk

Jombang – Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang telah resmi dibentuk. Hal ini berdasarkan data Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) tentang Pembentukan Satgas PPKS yang diterbitkan Selasa, (4/4/2024) lalu. Pembentukan Satgas PPKS di Unwaha Jombang, ini sejalan dengan mandat Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021 Tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi. “Alhamdulillah Satgas PPKS di Unwaha Jombang telah secara resmi terbentuk. Semoga Satgas ini bisa diterima oleh warga kampus dan kita bisa bekerja secara maksimal, sehingga hal-hal yang berkaitan dengan kekerasan seksual dan perundungan jangan sampai terjadi di kampus kita,” seru Ketua Satgas PPKS Unwaha Jombang, Rohmat Hidayat, S.S., M.Pd. Rohmat sapaan akrabnya, menyampaikan jika Satgas PPKS di Unwaha Jombang sebenarnya sudah terbentuk sejak tahun 2023 lalu. Berdasarkan regulasi yang ada, keanggotaan Satgas terdiri dari unsur pendidik/dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. “Sebenarnya prosesnya (pembentukan Satgas PPKS) sudah mulai sejak tahun lalu. Setelah kita lakukan rekruitmen melalui Pansel (panitia seleksi, red) ternyata minat dari ketiga unsur tersebut masih kurang. Sehingga ini yang menjadi catatan bagi kami, dan akhirnya baru April tahun ini bisa secara resmi terbentuk. Hal ini tidak lepas dari pendampingan dan percepatan yang dilakukan oleh pusat kepada kampus-kampus di berbagai regional,” ungkapnya. Upaya Pencegahan yang Telah Dilakukan oleh Satgas PPKS Unwaha Jombang Dosen Prodi Agribisnis, Fakultas Pertanian ini juga mengungkapkan, sejak tahun lalu pihaknya telah melakukan upaya pencegahan kekerasan seksual di lingkungan kampus. Seperti sosialisasi secara masif dan membuka hotline pengaduan. “Mengawalinya kita laksanakan sosialisasi di berbagai kesempatan, baik kepada mahasiswa, dosen, dan juga staff di Unwaha Jombang. Kita sampaikan terkait pentingnya untuk mawas diri agar tidak sampai terjadi segala bentuk tindak kekerasan. Karena yang namanya kekerasan seksual, itu bisa terjadi kepada siapa saja dan kapan saja,” imbuhnya. Tidak hanya di lingkup internal saja, sosialisasi di lingkup eksternal juga telah dilakukan oleh Satgas PPKS Unwaha Jombang. “Sebagai kampus yang merdeka dari kekerasan, Satgas PPKS Unwaha Jombang juga melaksankan sosialisasi di lingkungan eksternal. Ada beberapa lembaga pendidikan dasar yang meminta kita untuk melaksanakan sosialisasi anti kekerasan seksual dan juga anti perunduangan,” jelas Rohmat. Alami Tindak Kekerasan di Lingkungan Unwaha Jombang? Segera Laporkan! Rohmat juga menekankan bahwa tujuan utama dibentuknya Satgas ini adalah untuk membantu para korban. Ia juga menghimbau, agar para korban tidak perlu takut untuk melaporkan kepada pihaknya apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan di lingkungan kampus. “Kita di sini hadir dan ada untuk korban, juga menjadi media bagia mereka untuk menyampaikan keluh kesah perihal kekerasan dan perundungan. Namun yang kita harapkan bersama yaitu stop di proses pencegahan saja, sehingga tidak ada yang namanya penanganan. Apalagi kita merupakan kampus yang berada di naungan Pesantren,” tegas Rohmat. Kedepan, Satgas PPKS Unwaha Jombang akan melakukan berbagai program kerja dengan masif. *) Layanan pengaduan tindak kekerasan seksual dan perundungan di lingkungan Unwaha Jombang klik link berikut: Hallo Satgas PPKS Unwaha Jombang. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.