Author: Humas Unwaha
Tingkatkan Literasi Keuangan, Mahasiswa Fakultas Ekonomi Diarahkan Bijak Mengelola Keuangan
Jombang – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) Manajamen menggelar Kajian Ekonomi dan Buka Bersama, di Aula Gedung F Unwaha Jombang, Minggu (31/3/2024) lalu. Kegiatan ini diiukuti oleh 140 peserta dari unsur dosen maupun mahasiswa. Ketua Pelaksana, Veni Ainun Masruroh mengungkapkan, kegiatan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi dosen dengan mahasiswa. “Kegiatan ini memiliki tema ‘Bijak Mengelola Keuangan dalam Menghadapi Lebaran’. Tujuannya juga untuk meningkatkan literasi keuangan kita sebagai mahasiswa,” ujar Veni dalam sambutannya. Narasumber dalam kajian tersebut di antaranya Khotim Fadhli, M.Pd., Ketua Prodi (Kaprodi) Manajamen dan Sugeng Widiarto, MM., dosen Fakultas Ekonomi. Saat menyampaikan materi, Khotim Fadhli mengatakan, literasi keuangan bagi mahasiswa merupakan sesuatu yang sangat penting. Dalam artian, mahasiswa harus bijak dalam mengelola keuangannya. “Pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang memengaruhi sikap dan perilaku untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan. Sehingga mahasiswa memiliki kemampuan perencanaan yang lebih baik,” tuturnya. Pria yang akrab disapa Khotim itu juga menyampaikan, keputusan keuangan saat ini yang dilakukan akan berdampak pada masa depan. Terlebih keputusan keuangan saat Ramadan atau menjelang lebaran Idul Fitri. Di mana saat momen-momen tersebut, masyarakat cenderung mengalami impulsive buying. “Situasi ini memiliki dampak kurang baik apabila kita kurang cermat mengatur keuangan selama bulan Ramadan ini. Maka harus dipilah mana kebutuhan dan mana yang sebatas keinginan,” tambahnya. Senada dengan Khotim, Sugeng Widiarto menyampaikan, bijak dalam mengelola keuangan berarti harus tahu mana yang didahulukan dan mana yang harus ditunda. Terlebih di momentum saat menjelang lebaran contohnya, perilaku (konsumtif) masyarakat juga terpengaruh seiring berkembangnya tren. “Bulan Ramadan sebenarnya juga bisa menjadi momentum bagi kita untuk mengevaluasi cara mengelola keuangan kita. Namun, seringkali tabungan kita justru lebih cepat berkurang untuk memenuhi beragam keperluan menjelang lebaran nantinya,” kata Sugeng. Sebagai mahasiswa tentunya mengetahui mana yang menjadi skala prioritas. Seperti kebutuhan di bidang pendidikan, kesehatan dan kebutuhan dasar lainnya. “Sehingga penting sekali bagi kita untuk menahan diri dengan tidak secara hedon menghabiskan uang yang kita peroleh hanya untuk kesenangan sesaat,” pesannya. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.
Semarakkan Ramadan, Unwaha Jombang Bagikan Ratusan Paket Takjil Gratis
Jombang – Bulan suci Ramadan menjadi momentum untuk menebar kebaikan kepada sesama. Salah satunya yaitu dengan berbagi takjil kepada masyarakat yang membutuhkan di jalan. Hal ini lah yang dilakukan oleh civitas akademika Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang. Berlokasi di Jalan Laksda. Adi Sucipto, Denanyar, ratusan paket takjil disalurkan kepada masyarakat sekitar. Penanggungjawab Kegiatan Bagi-Bagi Takjil Unwaha Jombang, M. Abdu Naim, S.P mengatakan, kegiatan sosial ini dilakukan untuk yang kedua kalinya. “Sebelumnya pada hari Minggu kemarin kita lakukan di tengah-tengah kota tepatnya di Jalan KH. Abdurrahman Wahid. Alhamdulillah semua paket takjil tersalurkan kepada masyarakat sekitar dan pengguna jalan,” ucap Naim, Selasa (2/4/2024). Naim juga menambahkan, dalam kegiatan sosial berupa bagi-bagi takjil ini juga melibatkan seluruh dosen dan staff di lingkungan Unwaha Jombang. “Semoga ini menjadi ladang keberkahan bagi kita semua, khususnya civitas akademika Unwaha Jombang yang turut terlibat. Kegiatan bagi-bagi takjil ini semata-mata hanya bentuk kepedulian kami kepada masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya. Terpisah, Rektor Unwaha Jombang, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng. mengungkapkan apresiasinya kepada seluruh dosen dan staff yang terlibat dalam kegiatan tersebut. “Terimakasih atas partisipasinya, semoga melalui kegiatan ini menjadi tambahan keberkahan bagi keluarga besar Unwaha Jombang di bulan Ramadan tahun ini,” tutur Prof Gatot. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.
Mekanisme Pelaksanaan TA Lanjutan Bagi Mahasiswa Semester VIII Tahun 2024
Pengumuman. Mekanisme Pelaksanaan Tugas Akhir (TA) Lanjutan Bagi Mahasiswa Semester VIII (delapan) Unwaha Jombang Tahun 2024. [pdfjs-viewer url=”https://unwaha.ac.id/wp-content/uploads/2024/04/Monitoring-Pelaksanaan-Tugas-Akhir-Mahasiswa-Semester-8.pdf” attachment_id=”3980″ viewer_width=100% viewer_height=800px fullscreen=false download=true print=true] Download file pengumuman.
Lailatul Qadar, Berburu Kemuliaan Malam Seribu Bulan
Jombang – Bulan Ramadan merupakan bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT. Salah satu di antara kemuliaannya terdapat malam yang istimewa, yaitu lailatul qadar. Pada malam tersebut, Allah akan mengabulkan permintaan dan mengampuni dosa-dosa hamba yang beribadah kepada-Nya. Dosen Pendidikan Agama Islam (PAI), Muhammad Fodhil, S.Pd.I., M.Pd. mengatakan, kemuliaan lailatul qadar adalah memiliki nilai yang lebih baik dibandingkan seribu bulan. “Malam ini (lailatul qadar, red) adalah termasuk yang istimewa dari seluruh malam di dalam satu tahun. Jadi ketika kita beribadah pada saat malam tersebut, maka ibadah kita (tercatat) lebih baik dari ibadah selama seribu bulan,” kata pria yang akrab disapa Fadil tersebut. Sebagaimana firman Allah SWT di dalam Al-Qur’an Surat Al-Qadr. اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ. وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ. لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ. تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ. سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ Artinya: Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam qadar. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?. Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar. Tanda-Tanda Munculnya Lailatul Qadar. Dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Aisyah Radiyallahu’anha tentang kemunculan lailatul qadar. تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِفِي الْوِتْرِمِنَ الْعَشْرِالْأَوَاخِرِمِنْ رَمَضَانَ Artinya: Carilah Lailatul Qadar itu pada malam-malam ganjil dari sepuluh hari terakhir (bulan Ramadan). (HR. Al-Bukhari dari Aisyah radliyallahu ‘anha) Fadil melanjutkan, adapun ciri-ciri datangnya lailatul qadar yaitu ditandai dengan suasana malam yang tenang, dan paginya yang cerah. “Malamnya itu hening, dan paginya itu cerah tidak begitu panas dan juga tidak dingin. Kenapa malam lailatul qadar ini disembunyikan oleh Allah SWT?, supaya kita bisa berlomba-lomba dalam memburunya, juga sebagai ujian bagi kita,” jelasnya. Meraih Lailatul Qadar Dosen PAI ini juga menjelaskan, di dalam malam seribu bulan tersebut tidak ada amalan-amalan khusus yang harus kita lakukan. Segala amalan baik itu yang diwajibkan maupun yang disunahkan, ketika malam lailatul qadar maka akan dilipat gandakan. “Termasuk yang paling utama adalah ibadah fardhu, amalan-amalan sunah seperti memperbanyak berdzikir dan membaca Al-Quran. Apalagi ketika ditambahkan dengan amalan seperti shodaqoh, sehingga dapat menambah pundi-pindi amalan kita saat bulan Ramadan,” imbuhnya. Kendati demikian, beliau juga menghimbau agar beribadah tidak hanya mengharapkan lailatul qadar semata. Melainkan hanya untuk mengharap Rahmat dan ampunan-Nya. “Secara adab, tidak baik kita beribadah hanya untuk mengharapkan itu (lailatul qadar). Karena level tertinggi dalam beribadah, yang kita harapkan hanya Rahmat-Nya,” pungkasnya. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.
Ramadan Berkah, Unwaha Jombang Bagi-Bagi Takjil Gratis
Jombang – Masih di suasana bulan suci Ramadan yang penuh berkah, Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang menggelar kegiatan sosial dengan membagikan takjil gratis kepada masyarakat, di Jalan KH. Abdurrahman Wahid, Minggu (31/3/2024). Dalam kegiatan ini, seluruh civitas akademika Unwaha Jombang turut terlibat. Hal tersebut sebagai perwujudan kepedulian Unwaha Jombang terhadap sesama. “Semuanya terlibat, dosen dan juga tenaga pendidik di lingkungan kampus. Kami berharap, melalui kegiatan ini dapat memberikan kebahagian bagi masyarakat yang membutuhkan,” kata Rektor Unwaha Jombang, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng. Di lokasi kegiatan, perwakilan Unwaha Jombang juga turut membagikan brosur dan informasi mengenai Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2024. Sebagai informasi, Unwaha Jombang masih membuka PMB tahun 2024 gelombang II hingga 31 Mei 2024 mendatang. Informasi selengkapnya dapat dilihat pada link ini. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.
Gebyar Ramadan 2024 HMP Ekonomi Syariah
Jombang – Himpunan Mahasiswa Program Studi Ekonomi Syari’ah (HMP ES) menggelar Gebyar Ramadan 2024, di Aula Gedung F Unwaha Jombang Rabu (20/3/24) lalu. Gebyar Ramadan tahun ini memiliki tema “Mendekatkan Hati, Menjalin Ukhuwah Islamiyah”. Ketua HMP ES, Mohamad Lutfi Fatkur Rohmat mengungkapkan, kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa Ekonomi Syariah lintas semester, alumni dan juga para dosen. “Sebegaimana tema kegiatan, Gebyar Ramadan ini digelar untuk mempererat tali silaturahmi bagi mahasiswa dan dosen. Dan juga dengan para alumni yang turut hadir,” ungkap Lutfi. Terdapat beberapa rangkaian kegiatan di dalam Gebyar Ramadan kali ini. Pertama, dibuka dengan Khotmil Qur’an, dilanjut berbagi takjil kepada masyarakat di sekitar kampus. “Selanjutnya sarasehan dengan alumni, di mana para alumni berbagi pengalaman dan inspirasi kepada mahasiswa. Kemudian kegiatan dilanjut dengan kultum yang disampaikan oleh dosen Ekonomi Syariah, H. Amin Awal Amarudin, S.Psi., S.Sy,” imbuhnya. Gebyar Ramadan 2024 HMP Ekonomi Syariah ditutup dengan berbuka puasa bersama. Turut hadir dalam kegiatan ini, Kaprodi Ekonomi Syariah, Ashlihah, S.E, M.M. Dalam sambutannya, beliau memberikan apresiasi kepada HMP atas suksesnya gelaran Gebyar Ramadan tersebut. “Acara Gebyar Ramadan ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahim antar mahasiswa, dosen, dan juga para alumni Ekonomi Syariah Unwaha Jombang. Terlebih lagi, membawa manfaat yang besar bagi seluruh peserta,” harap Kaprodi Ekonomi Syariah tersebut. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.
Apa yang Salah Dari Generasi Strawberry?
Jombang – Generasi muda merupakan generasi yang memiliki segudang perspektif baru, ide-ide inovatif, kreatif, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan saat ini. Sehingga generasi ini diharapkan menjadi agen perubahan demi kemajuan dan masa depan bangsa. Namun pada kenyataannya, generasi muda saat ini sangat rentan dengan berbagai tekanan, memiliki mentalitas rapuh, dan mudah menyerah . Sehingga tidak sedikit yang mengatakan bahwa generasi yang lahir di antara tahun 1990 an – 2010 an (bervariasi berdasarkan sumber) merupakan generasi yang lembek. Maka timbullah sebutan “Generasi Strawberry”. Layaknya buah strawberry yang memiliki tampilan indah dan menyegarkan, namun buah ini mudah rusak dan lembek. Begitu juga stereotip terhadap generasi muda saat ini, memiliki segudang inovasi dan tingkat kreativitas tinggi, namun rentan terhadap tekanan. Menyikapi kondisi ini, salah satu dosen Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha Jombang) memberikan pandangannya. Rina Dian Rahmawati, M.Pd.I., yang merupakan dosen Pendidikan Bahasa Arab (PBA) sedikit menyinggung apa yang salah dari generasi strawberry tersebut, dan bagaimana pandangan berdasarkan kacamata pendidikan. Rina, sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa generasi strawberry ini merupakan generasi yang harus diperhatikan. Pasalnya, banyak dari kasus-kasus kekerasan dan bunuh diri di dominasi oleh kalangan remaja. Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, selama 1 dekade terakhir tercatat ada 2.112 kasus bunuh diri di Indonesia, dan sebanyak 985 kasus (46 persen) dilakukan oleh anak muda (sumber, Kompas.com). Indonesia berada di posisi keempat dengan tingkat kasus bunuh diri tertinggi di Asia Tenggara dengan jumlah 6.2 (per 100.000 populasi), (Sumber, Kemenkes RI Dirjen Pelayanan Kesehatan). “Generasi sekarang ini memang berani-berani (dalam melakukan hal negatif seperti bunuh diri) atau istilahnya bondo nekat. Banyak dari keberanian untuk bertindak sedemikian memang disebabkan oleh depresi,” kata Rina. Kaprodi PBA ini juga menjelaskan, sebagaimana yang dimaksudkan untuk generasi strawberry, anak muda sekarang cenderung memiliki karakteristik yang dapat mempengaruhi kesehatan mental. “Mereka memang rentan terhadap gangguan mental. Banyak kondisi yang bisa menjadi penyebab, seperti lingkungan sosialnya, pendidikan, bahkan mungkin keluarga,” imbuhnya. Pendidikan Karakter Kaprodi PBA ini juga mengatakan, pokok permasalahan dan penyebab terjadinya fenomena di atas adalah kurangnya pendidikan karakter. “Secara mentalitas dan kepribadian, generasi muda saat ini sudah terbentuk berani bertindak. Tapi semua itu tidak didasari oleh moral yang kuat,” jelas Rina. Ia juga memberikan beberapa kasus percontohan yang disaksikannya sendiri mengenai kemerosotan nilai moral yang terjadi pada generasi strawberry ini. Salah satunya yaitu disebabkan oleh gaya hidup masyarakat yang lebih nyaman dengan penggunaan teknologi. “Di era perkembangan teknologi yang modern ini, kita sebagai orang tua bahkan sebagai pendidik sedikit kecolongan dan tidak bisa mengkontrol. Informasi saat ini dapat menyebar dengan cepat, apa-apa dapat diperoleh dengan instan. Sehingga dampak negatifnya kepada tingkat emosional dan moral yang kurang,” katanya. Berdasarkan landskap pendidikan, degradasi moral ini dapat ditekan dengan pendidikan karakter. Menurut Rina, pendidikan ini sangat penting untuk membentuk moral anak muda di masa depan. “Pendidikan moral atau karakter itu harus disisipi di setiap proses pembelajaran. Tidak hanya di lingkungan kampus saja, melainkan sejak pendidikan dasar, anak-anak kita ini mendapatkannya,” ujar Kaprodi PBA ini. Terlebih pendidikan karakter yang diberikan oleh orang tua. Menurutnya, orang tua memiliki peranan yang sangat penting dalam membentuk moral anak. Dengan demikian, jika moralitas anak muda sudah bagus maka tidak ada lagi sebutan “Generasi Strawberry”. “Sebagai orang tua, kita menjadi pendengar yang baik dan mampu berdialog dengan baik. Sehingga anak-anak kita ini memiliki rasa saling menghormati, menerima perbedaan dan memikirkan dampak yang ditimbulkan akibat perbuatan masing-masing,” pungkasnya. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.
Kuliah Perdana Pascasarjana: Pendidik Harus Mampu Melakukan Transformasi Digital
Jombang – Kemajuan teknologi saat ini tak ubahnya berkembang begitu pesat. Di era yang terus bertransformasi, tentu berdampak pada pandangan kita dalam memainkan peran di berbagai aspek kehidupan, mengolah informasi, berinteraksi, hingga pada proses pendidikan. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Keuangan & Kerumahtanggaan, Prof. Dr. H. Abdul Kholid, M. Ag., saat mengisi perkuliahan Program Pascasarjana Pendidikan Agama Islam (PAI), di Ruang Perkuliahan Pasca, Selasa (24/3/2024). Beliau menyampaikan, dunia pendidikan harus siap dalam menghadapi kemajuan teknologi saat ini. Dengan kemajuan ini, akses informasi dapat dengan mudah didapatkan, begitu juga informasi yang digunakan untuk proses pendidikan. “Mustinya kita sebagai pendidik harus menerima dengan antusias perubahan itu. Kita harus memiliki kesadaran untuk terus meng-upgrade wawasan keilmuan yang kita miliki saat ini,” ujar Prof. Abdul Kholid. Tingkat aksesibilitas yang tinggi ini, menjadi peluang bagi para pendidik di masa yang akan datang. Hal ini terbukti ketika pada tahun-tahun sebelumnya, saat dunia dilanda krisis pandemi, sehingga ranah pendidikan pun ikut terdampak. “Saat pandemi, proses belajar-mengajar ikut terdampak. Pembelajaran dialihkan dari metode luring menjadi daring. Buktinya kita bisa menghadapi transisi itu,” imbuhnya. Manfaatkan Media dalam Transformasi Digital Pendidikan Gus Kholid sapaan akrabnya membeberkan, proses belajar-mengajar dengan menggunakan media teknologi tersebut merupakan salah satu transformasi digital dalam dunia pendidikan. “Saat ini, dengan kemajuan teknologi, kita tidak perlu lagi memberikan materi kepada siswa maupun mahasiswa dengan metode yang begitu-begitu saja. Tapi harus dibumbui dengan inovasi, teknologi informasi, agar apa? agar anak didik itu memiliki semangat belajar dan lain sebagainya,” kata Gus Kholid. Selain mudahnya akses, dengan digitalisasi ini maka proses belajar mengajar dapat dilakukan di mana pun dan kapan pun. Menurut Gus Kholid, ini merupakan suatu hal yang dapat diterapkan di segala jenjang pendidikan. “Kita juga tekankan kepada bapak-ibu mahasiswa Pasca ini untuk memanfaatkan media yang ada. Seperti kanal YouTube, dan berbagai platform media sosial lainnya. Sehingga kita dapat memberikan bahan ajar ke anak didik kita lebih flesibel,” terangnya. Di akhir perkulihan, Gus Kholid berharap agar para mahasiswa Pasca Unwaha Jombang ini dapat menjadi pendidik yang melek teknologi. Tidak hanya itu, beliau juga memberikan arahan agar para mahasiswa bisa produktif dengan berbagai macam karya ilmiahnya. “Pendidikan saat ini dan dulu tentu jauh berbeda, maka dari itu jika bapak-ibu sudah lulus S2 nanti, maka metodenya juga harus berbeda. Baik itu pengetahuannya, sumber-sumber yang dijadikan bahan ajar, metodenya, kemudian sikapnya, bagaimana cara mengajak anak didik kita berpikir,” pesan Wakil Rektor Bidang Keuangan & Kerumahtanggan tersebut. Sebagai pembuka di perkuliahan Program Pascasarjana PAI Unwaha Jombang, Gus Kholid sebagai dosen Pengampu mata kuliah Al-Quran dan Hadist melakukan brainstorming untuk proses perkuliahan-perkuliahan selanjutnya. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.
Pererat Tali Silaturahmi Lintas Angkatan, HMP PAI Gelar Talkshow dan Buka Bersama
Jombang – Himpunan Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam (HMP PAI) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang menggelar kegiatan Talkshow dan buka bersama di Aula Gedung F Unwaha Jombang, Sabtu (24/3/2024). Kegiatan Talkshow dan buka bersama yang diselenggarakan HMP PAI ini merupakan sarana silaturahmi antar mahasiswa PAI lintas angkatan. Pada kesempatan ini juga turut dihadiri Ketua Prodi (Kaprodi) PAI, Dr. Didin Sirodjudin, M.Pd.I., Dekan Fakultas Agama Islam, Drs. Waslah, M.Pd.I. dan juga para dosen. “Tujuannya untuk mempererat ukhuwah antara mahasiswa PAI Unwaha Jombang. Biar semua mahasiswa ini saling kenal, adik tingkat dengan kakak tingkatnya, begitu sebaliknya. Jadi ini ajang silaturahmi yang telah difasilitasi oleh HMP PAI,” ujar Kaprodi PAI tersebut. Kegiatan Talkshow ini menghadirkan narasumber tokoh Nahdlatul Ulama (NU), yaitu Pimpinan Aswaja Center Jawa Timur, Dr. Yusuf Suharto, M.Pd.I yang menjelaskan wawasan ke-Aswajaan. Selanjutnya, kegiatan ditutup dengan buka bersama. “Kita undang beliau untuk mengisi tentang Aswaja, bagaimana kita harus bermadzhab dan seterusnya. Sehingga mahasiswa Unwaha ini khususnya mahasiswa PAI diharapkan dapat meneruskan nilai-nilai yang diperjuangkan para Muassis NU, khususnya KH. A. Wahab Hasbullah,” imbuh Dr. Didin Sirodjudin. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.
Tebar Kebaikan, HMP-SI Gandeng HIMA-TLM ITSKes ICME Jombang Bagi-Bagi Takjil
Jombang – Di momentum bulan yang penuh berkah ini, seluruh umat muslim berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan. Tak terkecuali Himpunan Mahasiswa Prodi Sistem Informasi (HMP-SI) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang. HMP-SI Unwaha Jombang berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Teknologi Laboratorium Medis Institut Teknologi dan Kesehatan Insan Cendekia Medika (HIMA TLM ITSKes ICME) Jombang melaksanakan kegiatan berbagi takjil, Sabtu (23/3/2024). Kegiatan ini digelar di dua titik, yaitu di Jl. KH. Wahid Hasyim tepatnya di sekitar Lapas Kelas IIB Jombang. Kedua, berlokasi di simpang empat Jl. Brigjen Kretarto, atau yang lebih dikenal Perempatan Sambong. “Tujuan kegitan bagi-bagi takjil ini adalah untuk menumbuhkan kebaikan dan menebarkan rahmat kepada sesama. Terutama kepada masyarakat yang masih beraktivitas di jalan menjelang berbuka puasa,” ucap Ketua HMP-SI, A’tini Hidayatika. Tidak hanya itu, kegiatan berbagi takjil ini juga bertujuan untuk menjalin relasi dengan organisasi kemahasiswaan lintas kampus. Dalam hal ini yaitu HIMA-TLM ITSKes ICME Jombang. “Kita juga perlu memperluas relasi dengan pihak-pihak eksternal. Harapannya yaitu dapat berkolaborasi dan melakukan program-program yang memiliki kebermanfaatan nantinya,” kata A’tini sapaan akrabnya. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.