Author: Humas Unwaha
UNWAHA dan PWI Jombang Jalin Kerja Sama Penguatan Literasi Jurnalistik Kampus
Jombang – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang menjalin kerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jombang. Kerja sama tersebut ditandai melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dalam kegiatan PWI Jombang Goes to Campus: Safari Edukasi Jurnalistik & Literasi Digital di Ruang Rapat Gedung F, Senin (4/5/2026). Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Dr. Mohammad Fatchulloh, M.Pd.I., menyampaikan bahwa kerja sama dengan PWI Jombang menjadi bagian dari upaya kampus dalam kolaborasi di bidang jurnalistik, literasi digital, publikasi, serta pengembangan kapasitas mahasiswa. “UNWAHA menyambut baik kerja sama ini. Kehadiran PWI Jombang menjadi kesempatan penting bagi lembaga dalam memberikan kesempatan khususnya bagi mahasiswa dalam bentuk program-program penguatan literasi,” ujar beliau. Ia menambahkan, kerja sama tersebut memiliki relevansi besar dengan kebutuhan mahasiswa di era digital. Kampus, menurutnya, perlu mendorong mahasiswa agar mampu menjadi penyampai informasi yang positif, kritis, dan bertanggung jawab di tengah derasnya arus informasi publik. “Di era keterbukaan informasi, kemampuan menulis dan berpikir analitis menjadi sangat penting. Mahasiswa harus mampu menyampaikan informasi yang benar, bermanfaat, dan memiliki nilai edukatif bagi masyarakat,” tambahnya. Sementara itu, Ketua PWI Jombang, Muhammad Mufid, menyampaikan apresiasi kepada UNWAHA atas terjalinnya kerja sama tersebut. Ia berharap sinergi antara PWI Jombang dan UNWAHA dapat menjadi wadah bersama dalam memperkuat literasi jurnalistik di lingkungan perguruan tinggi. “Kami menyampaikan terima kasih kepada UNWAHA atas kepercayaan dan kerja sama ini. Semoga MoU ini menjadi langkah awal yang membawa manfaat bagi kedua pihak, khususnya dalam pengembangan literasi jurnalistik dan digital bagi mahasiswa,” ungkapnya. Melalui MoU tersebut, UNWAHA menegaskan komitmennya untuk terus membangun jejaring kelembagaan dengan berbagai pihak. Kolaborasi dengan PWI Jombang diharapkan mampu menghadirkan ekosistem kampus yang lebih produktif, informatif, dan adaptif terhadap perkembangan dunia media serta komunikasi digital. Hadir pada kegiatan ini, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. M. Wafiyul Ahdi, S.H., M.Pd.I., Kabiro Kemahasiswaan, Septian Ragil Anandita, M.Pd., dan Kabag Humas, Rohmat Hidayat, S.S., M.Pd. Red: Ibrahim
PWI Jombang Goes to Campus Perkuat Literasi Digital Mahasiswa UNWAHA
Jombang – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang menjadi tuan rumah kegiatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jombang Goes to Campus: Safari Edukasi Jurnalistik & Literasi Digital dengan tema “Membangun Personal Branding & Kompetensi Digital Lewat Jurnalistik”. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin-Selasa (4-5/5/2026) di Ruang Rapat Gedung F UNWAHA Jombang. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. M. Wafiyul Ahdi, S.H., M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran PWI Jombang di lingkungan kampus. Menurutnya, kegiatan ini menjadi kesempatan penting bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari para praktisi jurnalistik. “Kami mengucapkan selamat datang kepada PWI Jombang yang berkenan hadir di UNWAHA untuk berbagi keilmuan dan pengalaman jurnalistik dengan mahasiswa. Ini merupakan kesempatan yang langka dan istimewa,” ujarnya. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami peran penting jurnalistik dalam membangun citra diri, meningkatkan kapasitas komunikasi, serta menyebarkan informasi yang benar dan bermanfaat di ruang publik digital. Beliau juga menegaskan bahwa keterampilan menulis memiliki peran penting di tengah era keterbukaan informasi. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan itu juga menambahkan, tulisan yang baik lahir dari kemampuan berpikir analitis, sikap kritis, serta tanggung jawab sosial dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. “Di era post-truth, kebenaran menjadi hal yang sangat penting. Kita memiliki tanggung jawab sosial untuk menyampaikan informasi dan tulisan yang baik. Saya berharap selama dua hari kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan wawasan yang luas dan mampu mengikutinya dengan sungguh-sungguh,” tuturnya. Sementara itu, Ketua PWI Jombang, Muhammad Mufid, menyampaikan terima kasih kepada UNWAHA atas ruang kolaborasi yang diberikan. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi awal yang baik dalam memperkuat sinergi antara dunia kampus dan insan pers. “Kami menyampaikan terima kasih kepada UNWAHA. Semoga kegiatan ini menjadi kebaikan bagi kita semua, sekaligus menjadi ruang pembelajaran bersama dalam bidang jurnalistik dan literasi digital,” ungkapnya. Hal ini dibuktikan dengan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara UNWAHA dengan PWI Jombang. Kerjasama ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperkuat kerja sama kelembagaan, khususnya pada bidang pengembangan literasi, publikasi, jurnalistik kampus, dan peningkatan kompetensi mahasiswa. Hadir pada kegiatan ini, Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Dr. Mohammad Fatchulloh, MPd,I., Kabiro Kemahasiswaan, Septian Ragil Anandita, M.Pd., dan Kabag Humas, Rohmat Hidayat, S.S., M.Pd. Red: Ibrahim
Haflatul Wada’ 2026 Jadi Momen Simbolis Penguatan Sinergi UNWAHA dan MMA Bahrul Ulum
Jombang – Dalam suasana bahagia para lulusan Madrasah Muallimin Muallimat (MMA) 6 Tahun Bahrul Ulum Tambakberas Jombang pada Haflatul Wada’ 2026, menjadi ruang penting bagi penguatan sinergi antara Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang dan MMA Bahrul Ulum. Momen tersebut ditandai dengan penegasan kerja sama Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) secara simbolis, Minggu (3/5/2026), di Gedung Serbaguna (GSG) KH. Hasbullah Sa’id Tambakberas. Kegiatan simbolis ini menjadi penanda komitmen kedua lembaga dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi alumni madrasah berbasis pesantren. Kehadiran UNWAHA dalam Haflatul Wada’ juga mencerminkan kedekatan perguruan tinggi dengan ekosistem pendidikan pesantren, khususnya dalam mendampingi alumni untuk melanjutkan studi ke jenjang pendiidikan tinggi. Rektor, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng., menyampaikan bahwa Haflatul Wada’ bukan hanya menjadi ruang pelepasan peserta didik, tetapi juga momentum strategis untuk membuka jalan masa depan pendidikan alumni MMA. “Momentum Haflatul Wada’ ini menjadi simbol bahwa perjalanan pendidikan para santri tidak berhenti di madrasah. UNWAHA hadir untuk memberikan ruang, dukungan, dan kesempatan agar alumni MMA dapat melanjutkan pendidikan tinggi dengan lebih mudah dan terarah,” ujarnya. Dalam kerja sama tersebut, UNWAHA memberikan sejumlah dukungan, antara lain dana pengembangan sebesar Rp10.000.000 untuk MMA, beasiswa bebas SPP selama masa studi bagi tiga mahasiswa S1 dan satu mahasiswa S2, kuota 25 penerima Beasiswa KIP, serta Beasiswa Generasi Muda NU yang disetarakan dengan Beasiswa NU Gelombang 1. Selain itu, seluruh alumni MMA yang akan melanjutkan studi ke UNWAHA memperoleh fasilitas bebas tes, kecuali untuk jalur Beasiswa Tahfidz Qur’an. Alumni MMA yang mengambil jalur Beasiswa NU juga cukup melampirkan surat keterangan dari MMA tanpa perlu surat rekomendasi dari kantor atau pengurus NU. Melalui momentum Haflatul Wada’ 2026, UNWAHA Jombang menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi berbasis pesantren yang terus membuka akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Nahdlatul Ulama. Sinergi ini diharapkan menjadi jembatan keberlanjutan pendidikan santri dari madrasah menuju perguruan tinggi. Red: Ibrahim
Menyejahterakan Pendidik = Menguatkan Masa Depan Indonesia
Oleh : Khotim Fadhli, M.Pd.Dosen Fakultas Ekonomi UNWAHA Jombang Pendidikan adalah proses panjang membentuk manusia. Di dalamnya, seseorang belajar berpikir jernih, memahami kehidupan, menghargai orang lain, bekerja sama, bertanggung jawab, dan membangun masa depan. Karena itu, mutu pendidikan tidak cukup diukur dari megahnya gedung, lengkapnya teknologi, atau seringnya kurikulum berganti. Pendidikan yang baik selalu bertumpu pada satu kekuatan utama, yaitu pendidik yang bermutu, berintegritas, dan sejahtera. Guru dan dosen memiliki posisi yang sangat strategis dalam kehidupan bangsa. Mereka bukan hanya penyampai materi, melainkan pembimbing, pengarah, pendamping, sekaligus teladan bagi peserta didik. Dari ruang kelas hingga ruang kuliah, guru dan dosen ikut membentuk cara berpikir, karakter, dan masa depan generasi muda. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 menegaskan bahwa guru dan dosen merupakan tenaga profesional yang memiliki fungsi, peran, dan kedudukan strategis dalam pembangunan nasional bidang pendidikan (Republik Indonesia, 2005). Namun, di balik peran besar tersebut, masih ada persoalan yang belum selesai. Banyak guru dan dosen bekerja dengan beban berat. Mereka menghadapi tuntutan administrasi, target kinerja, kebutuhan adaptasi teknologi, serta tekanan sosial yang tidak sederhana. Pada saat yang sama, kesejahteraan mereka belum sepenuhnya merata. Sebagian pendidik memang telah memperoleh penghasilan yang lebih layak, tetapi sebagian lainnya, terutama guru non-ASN, guru honorer, dosen muda, dosen tetap yayasan, dan dosen di perguruan tinggi kecil, masih menghadapi keterbatasan ekonomi. Wajah Pendidikan Indonesia: Bergerak Maju, tetapi Masih Punya Pekerjaan Rumah Pendidikan Indonesia saat ini sedang berada dalam masa perubahan. Salah satu perubahan penting adalah penerapan kurikulum yang diarahkan agar pembelajaran lebih fleksibel, berfokus pada materi esensial, serta mendorong peserta didik menjadi pembelajar sepanjang hayat yang berkarakter Pancasila. Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 menjelaskan bahwa kurikulum merupakan pedoman penyelenggaraan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, 2024). Arah perubahan ini penting karena pendidikan tidak bisa lagi hanya mengandalkan hafalan. Peserta didik perlu dilatih berpikir kritis, kreatif, komunikatif, kolaboratif, dan adaptif terhadap perubahan zaman. Mereka akan hidup dalam dunia yang dipengaruhi teknologi digital, kecerdasan buatan, perubahan ekonomi, krisis lingkungan, dan dinamika sosial yang semakin kompleks. Dalam situasi seperti ini, guru dan dosen tidak hanya dituntut mengajar, tetapi juga perlu menjadi fasilitator pembelajaran yang mampu menumbuhkan daya pikir dan karakter peserta didik. Meski demikian, tantangan pendidikan Indonesia masih besar. Hasil PISA 2022 menunjukkan bahwa skor siswa Indonesia masih berada di bawah rata-rata OECD dalam matematika, membaca, dan sains. Dalam matematika, siswa Indonesia memperoleh skor 366, sedangkan rata-rata OECD adalah 472. Dalam membaca, Indonesia memperoleh skor 359, sedangkan rata-rata OECD adalah 476 (Organisation for Economic Co-operation and Development [OECD], 2023a). Angka ini menunjukkan bahwa masih banyak siswa mengalami kesulitan memahami bacaan, menggunakan penalaran matematika, dan menerapkan pengetahuan sains dalam kehidupan sehari-hari. Persoalan literasi dan numerasi tidak bisa dianggap kecil. Keduanya merupakan fondasi penting bagi masa depan seseorang. Jika kemampuan dasar ini lemah, peserta didik akan lebih sulit melanjutkan pendidikan, memasuki dunia kerja, dan bersaing dalam ekonomi modern. Karena itu, peningkatan mutu pembelajaran harus menjadi prioritas. Namun, upaya ini tidak boleh hanya dibebankan kepada siswa. Guru membutuhkan pelatihan yang bermutu, waktu yang cukup untuk menyiapkan pembelajaran, fasilitas yang mendukung, serta lingkungan kerja yang menghargai profesionalitas mereka. Selain itu, pendidikan Indonesia juga masih menghadapi persoalan pemerataan. Badan Pusat Statistik menerbitkan Statistik Pendidikan 2025 yang memuat indikator proses dan capaian pendidikan berdasarkan Susenas Maret 2025 serta data registrasi sekolah tahun ajaran 2024/2025. Di dalamnya terdapat informasi mengenai jumlah sekolah, kondisi ruang kelas, sanitasi sekolah, dan guru (Badan Pusat Statistik, 2025). Data semacam ini menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kurikulum, tetapi juga dengan fasilitas, lingkungan belajar, tenaga pendidik, dan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Indonesia dapat belajar dari negara lain di Asia Tenggara. Singapura, misalnya, menjadi salah satu negara dengan capaian pendidikan terbaik dalam PISA 2022. Kementerian Pendidikan Singapura menyatakan bahwa Singapura menjadi sistem pendidikan dengan kinerja tertinggi dalam membaca, matematika, dan sains dari 81 sistem pendidikan yang berpartisipasi (Ministry of Education Singapore, 2023). Keberhasilan ini tidak terjadi secara tiba-tiba. Singapura menempatkan guru sebagai profesi strategis. Guru dipilih, dilatih, didampingi, dan diberi jalur pengembangan karier yang jelas. Vietnam juga memberi contoh menarik. Dengan tingkat pembangunan ekonomi yang tidak setinggi negara maju, Vietnam mampu menunjukkan hasil belajar yang kuat. Pada PISA 2022, Vietnam memperoleh skor 469 dalam matematika dan 462 dalam membaca, mendekati rata-rata OECD dan lebih tinggi daripada Indonesia (OECD, 2023b). Dari Singapura dan Vietnam, Indonesia dapat mengambil pelajaran bahwa pendidikan tidak cukup diperbaiki dengan mengganti kurikulum atau menambah perangkat teknologi. Kurikulum dan teknologi memang penting, tetapi keduanya hanyalah alat. Kunci utamanya tetap manusia: guru yang memahami peserta didik, dosen yang mengembangkan ilmu, kepala sekolah dan pimpinan kampus yang mendukung, keluarga yang terlibat, serta pemerintah yang memastikan kebijakan berjalan adil dan konsisten. Guru dan Dosen: Ujung Tombak yang Tidak Boleh Dibiarkan Kelelahan Guru dan dosen adalah orang-orang yang berada di garis depan pendidikan. Kurikulum sebagus apa pun tidak akan bermakna jika tidak diterjemahkan dengan baik oleh guru di ruang kelas. Kebijakan pendidikan setinggi apa pun tidak akan terasa manfaatnya jika tidak dijalankan oleh pendidik dalam pertemuan sehari-hari dengan siswa dan mahasiswa. Karena itu, membicarakan mutu pendidikan berarti juga membicarakan mutu, beban kerja, dan kesejahteraan guru serta dosen. Beban kerja guru hari ini sangat luas. Guru menyiapkan perangkat pembelajaran, mengajar, menilai, mengelola kelas, membimbing siswa yang mengalami kesulitan, berkomunikasi dengan orang tua, mengikuti pelatihan, mengisi laporan, dan menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan peserta didik. Di banyak tempat, guru juga harus menangani persoalan karakter, kedisiplinan, kesehatan mental siswa, hingga kegiatan teknis sekolah. Semua itu membutuhkan energi, waktu, dan ketenangan batin. Dosen pun menghadapi beban yang tidak ringan. Mereka mengajar, meneliti, menulis karya ilmiah, membimbing skripsi, menguji mahasiswa, melakukan pengabdian kepada masyarakat, mengikuti kegiatan akademik, memenuhi tuntutan akreditasi, menyusun laporan kinerja, dan menjalankan berbagai tugas institusi. Regulasi terbaru tentang profesi, karier, dan penghasilan dosen juga menegaskan bahwa pengelolaan profesi dosen mencakup karier, kinerja, promosi, serta penghasilan berupa gaji dan penghasilan lain (Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, 2025). Beban tersebut sebenarnya merupakan bagian dari profesi pendidik. Namun, beban itu dapat menjadi masalah jika tidak diatur secara manusiawi. Guru dan dosen tidak hanya membutuhkan tuntutan, tetapi juga dukungan.
Unwaha Jombang Jalin Sinergi Strategis dengan MMA Bahrul Ulum untuk Penguatan PMB dan Keberlanjutan Pendidikan
Jombang – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang terus memperkuat jejaring kelembagaan dalam rangka optimalisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) melalui kolaborasi strategis dengan Madrasah Muallimin-Muallimat 6 Tahun (MMA) Bahrul Ulum Tambakberas. Hal ini ditandai dengan kunjungan resmi Unwaha ke MMA sebagai langkah awal koordinasi dan penjajakan kerja sama yang lebih terstruktur, pada Minggu (19/4/2025), di Ruang Literasi MMA. Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaboratif. Agenda utama yang dibahas mencakup rencana pemberian apresiasi dari Unwaha kepada MMA atas kontribusinya dalam mengantarkan lulusan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, khususnya ke Unwaha Jombang. Dalam diskusi tersebut, MMA dinilai sebagai lembaga pendidikan yang memiliki konsistensi tinggi dalam mencetak lulusan berkualitas. Tidak hanya unggul secara akademik, para alumni juga dibekali karakter keIslaman yang kuat, sehingga memiliki kesiapan yang baik dalam melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam membangun sinergi antara pendidikan menengah dan pendidikan tinggi melalui penguatan jalur keberlanjutan pendidikan (educational pipeline). Selain fokus pada apresiasi institusional, kedua belah pihak juga menjajaki peluang kerja sama yang lebih luas, seperti pembinaan akademik, sosialisasi pendidikan tinggi, serta program-program kolaboratif lain yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada simbolis kerja sama semata, tetapi berkembang menjadi kemitraan strategis yang berkelanjutan. Dengan sinergi yang semakin kuat antara MMA dan Unwaha Jombang, diharapkan dapat tercipta ekosistem pendidikan yang mampu melahirkan generasi unggul, berdaya saing, serta berakar pada nilai-nilai keislaman. Red: Septian RagilEditor: Ibrahim
Aktualisasi Kompetensi Mahasiswa FTI Unwaha melalui Program Magang di Pemkab Jombang
Jombang – Mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang melaksanakan program magang di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pembkab) Jombang sebagai bentuk aktualisasi kompetensi akademik sekaligus penguatan keterampilan praktis di bidang teknologi informasi. Kegiatan ini berada di bawah bimbingan dosen pembimbing, Munawarah, S.Kom., M.Si. Program magang diawali dengan sesi pengenalan sistem website yang digunakan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jombang. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh pemaparan mengenai fitur-fitur utama, alur operasional, serta struktur sistem yang diterapkan. Proses pembelajaran berlangsung interaktif melalui diskusi langsung, sehingga peserta magang mendapatkan pemahaman komprehensif terkait penggunaan dan pengelolaan website sebagai dasar sebelum memasuki tahap pengembangan lebih lanjut. Memasuki tahap implementasi, mahasiswa terlibat secara langsung dalam kegiatan pemeliharaan dan pengembangan sistem, salah satunya melalui penambahan kategori pada sistem Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP). Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mendukung pembaruan data serta optimalisasi fungsi website. Selain itu, mahasiswa juga aktif melakukan konsultasi dan diskusi bersama dosen pembimbing guna menyempurnakan sistem yang sedang dikembangkan. Sebagai rangkaian akhir, kegiatan penutupan magang dilaksanakan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jombang bersama dosen pembimbing. Momen ini dimanfaatkan sebagai sarana evaluasi terhadap seluruh proses dan hasil kerja mahasiswa selama pelaksanaan magang, khususnya dalam pengembangan sistem website. Evaluasi mencakup capaian yang telah diraih, hambatan yang dihadapi, serta penyusunan rekomendasi perbaikan sebagai bahan pembelajaran ke depan. Program magang ini diikuti oleh Rendy Choiruddin, Helmi Hendrawan, Nanda Ade Fahreza, Maulana Fajar, Toriq Andana Teguh, dan Abi Muhammad Wahid. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa mampu mengintegrasikan pengetahuan teoritis dengan praktik di lapangan, serta memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan instansi pemerintah dalam pengembangan teknologi informasi yang berkelanjutan. Red: Fakultas Teknologi Informasi
Dosen FAI Unwaha Paparkan Etika Perang dalam Al-Qur’an di Forum Internasional
Jombang – Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang, Irwan Ahmad Akbar, M.A., berperan aktif dalam forum internasional yang diselenggarakan Hamad Bin Khalifa University (HBKU) Qatar melalui Research Center for Islamic Legislation and Ethics (CILE), Minggu – Selasa (16-18/11/2025). Keikutsertaan dosen FAI ini tidak lepas dari kepakarannya di bidang studi Al-Qur’an dan Tafsir, sehingga berhasil lolos dalam call for paper yang bertema “War and Armed Conflict Ethics in Islamic” yang diikuti oleh berbagai akademisi dunia. Dalam forum tersebut, terdapat sekitar 12 bidang kajian yang membahas konflik bersenjata dari beragam perspektif keilmuan. Dalam papernya, Irwan Ahmad Akbar, M.A., mengkaji secara komprehensif ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan peperangan dengan judul paper “Reconstructing Qur’anic Ethics of War: A Semantic-Hermeneutical Approach“. Melalui pendekatan semantic relational, beliau mengidentifikasi lebih dari 90 ayat yang memiliki keterkaitan tematik dengan isu perang. “Saya mengangkat seluruh ayat-ayat yag dikaitkan dengan peperangan, seperti jihad, qitl, harb,” katanya. Hasil kajian tersebut menunjukkan bahwa narasi peperangan dalam Al-Qur’an tidak mengarah pada agresi atau penaklukkan, melainkan bersifat defensif dan responsif. Lebih lanjut, analisis relasi biner dalam ayat-ayat tersebut mengungkapkan bahwa pesan peperangan selalu diakhiri dengan nilai-nilai Islah (perdamaian) dan rekonsiliasi sebagai tujuan utama. “Bisa disimpulkan bahwa anggapan para (kelompok) ekstrimis bahwa Qur’an melegitimasi peperangan agresif ini tidak bisa dibenarkan. Secara historis dan kontekstual, termasuk dalam asbabun nuzul, peperangan pada masa Nabi Muhammad bukan ekspansif,” terang beliau. Sebagai informasi, paper tersebut saat ini masih dalam proses review untuk dipublikasikan pada jurnal Journal of Islamic Ethics. Meskipun demikian, presentasi yang disampaikan mendapatkan respons positif dari peserta forum yang berasal dari berbagai latar belakang agama dan disiplin ilmu. “Hasil dari riset yang saya paparkan bisa menjadi khazanah baru bagi mereka,” imbuh dosen FAI tersebut. Partisipasi ini tidak hanya menjadi capaian akademik personal, tetapi juga membawa misi institusional. Pria yang akrab disapa “Gus Irwan” ini juga menegaskan bahwa keikutsertaannya bertujuan untuk mengharumkan nama Unwaha di tingkat internasional, sekaligus memotivasi sivitas akademika untuk aktif menulis dan berpartisipasi dalam forum global, terlebih dengan adanya peluang pendanaan yang mendukung. “Harapannya, ini bisa menjadi pemicu semangat bagi rekan-rekan dosen untuk meningkatkan kualitas publikasi internasional. Lebih dari itu, saya ingin memperkenalkan bahwa ajaran Islam pada dasarnya bukan marah, tetapi ramah,” pungkasnya. Red: Ibrahim
Selamat! Dosen Unwaha Jombang Raih Pendanaan Hibah Kemendiktisaintek 2026
Jombang – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang kembali menorehkan prestasi membanggakan. Sejumlah dosen berhasil lolos pendanaan hibah Kemendiktisaintek 2026, yang mencakup tiga skema: Pengabdian kepada Masyarakat, Penelitian Dosen Pemula, dan Penelitian Fundamental Reguler. Prestasi ini menegaskan dedikasi kampus dalam mendorong inovasi, penelitian berkualitas, dan pengembangan ilmu pengetahuan yang berdampak nyata bagi masyarakat. Rektor, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS., IPU., ASEAN Eng., memberikan apresiasi tinggi terhadap pencapaian ini. “Keberhasilan dosen-dosen kita mendapatkan pendanaan hibah ini adalah bukti nyata dedikasi, inovasi, dan semangat pengabdian mereka. Semoga hasil penelitian dan pengabdian ini tidak hanya memperkaya ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” ujar Prof. Gatot. Skema Pendanaan dan Dosen Penerima Pengabdian kepada Masyarakat: Penelitian Dosen Pemula: Penelitian Fundamental Reguler: Pencapaian ini menjadi langkah awal untuk lebih banyak prestasi gemilang di masa depan, sekaligus memacu seluruh civitas akademika untuk terus berkarya, menginspirasi, dan memberi manfaat bagi bangsa dan negara. Red: Ibrahim
Unwaha Jombang “Level Up”! Beberapa Jurnal Raih Akreditasi SINTA 2026
Jombang – Prestasi membanggakan kembali datang dari Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang. Beberapa jurnal terbaru kampus berhasil meraih akreditasi SINTA, menandai pencapaian penting dalam kualitas publikasi ilmiah dan kontribusi nyata Unwaha terhadap dunia riset nasional. Dengan akreditasi ini, UNWAHA menunjukkan bahwa karya ilmiah yang lahir dari kampus ini tidak hanya berkualitas, tetapi juga memiliki pengaruh dan daya saing yang semakin tinggi di tingkat nasional maupun internasional. Berikut jurnal-jurnal UNWAHA yang berhasil menembus akreditasi SINTA tahun 2026: Pencapaian ini adalah hasil kerja keras para editor, penulis, dan seluruh civitas akademika UNWAHA yang konsisten menghadirkan riset berkualitas tinggi. Setiap jurnal yang terakreditasi menjadi bukti nyata bahwa Unwaha serius mendorong inovasi dan penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan. “Kami bangga atas pencapaian ini. Hal ini menjadi bukti atas dedikasi dan kualitas riset yang terus kami tingkatkan. Semoga keberhasilan ini menginspirasi seluruh dosen dan mahasiswa untuk semakin kreatif dan produktif dalam berkarya,” ujar Ketua LPPM Unwaha Jombang, Dr. Dr. Zulfikar, S.P., M.Si.
Dosen Unwaha Jombang Raih Juara 3 Anugerah LPTNU 2026 Bidang Komputer dan AI
Jombang – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang kembali mencatat prestasi gemilang di kancah nasional. Dr. Zulfikar, S.P., M.Si., Dosen Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknologi Informasi, berhasil meraih Juara 3 dalam kategori dosen dengan karya ilmiah berpengaruh di bidang Komputer dan Kecerdasan Buatan (AI) pada Anugerah LPTNU 2026. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi ilmiah Dr. Zulfikar yang dinilai memiliki dampak signifikan dalam perkembangan teknologi komputer dan AI. Prestasi ini tidak hanya menegaskan kualitas akademik dosen Unwaha, tetapi juga mengangkat nama universitas di tingkat nasional. Rektor Unwaha Jombang, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS., IPU., ASEAN Eng., menyampaikan rasa bangga dan selamat atas pencapaian ini. “Keberhasilan ini adalah kebanggaan bagi seluruh civitas akademika Unwaha. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi dosen dan mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berinovasi,” ujar beliau. Anugerah LPTNU merupakan ajang tahunan yang memberikan penghargaan kepada dosen dan peneliti yang karya ilmiahnya memiliki pengaruh luas di bidangnya masing-masing. Kategori yang diraih Dr. Zulfikar menekankan kontribusi di bidang Komputer dan AI, yang saat ini menjadi bidang yang sangat strategis dan berkembang pesat. Red: Ibrahim