Author: Humas Unwaha
Menyejahterakan Pendidik = Menguatkan Masa Depan Indonesia
Oleh : Khotim Fadhli, M.Pd.Dosen Fakultas Ekonomi UNWAHA Jombang Pendidikan adalah proses panjang membentuk manusia. Di dalamnya, seseorang belajar berpikir jernih, memahami kehidupan, menghargai orang lain, bekerja sama, bertanggung jawab, dan membangun masa depan. Karena itu, mutu pendidikan tidak cukup diukur dari megahnya gedung, lengkapnya teknologi, atau seringnya kurikulum berganti. Pendidikan yang baik selalu bertumpu pada satu kekuatan utama, yaitu pendidik yang bermutu, berintegritas, dan sejahtera. Guru dan dosen memiliki posisi yang sangat strategis dalam kehidupan bangsa. Mereka bukan hanya penyampai materi, melainkan pembimbing, pengarah, pendamping, sekaligus teladan bagi peserta didik. Dari ruang kelas hingga ruang kuliah, guru dan dosen ikut membentuk cara berpikir, karakter, dan masa depan generasi muda. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 menegaskan bahwa guru dan dosen merupakan tenaga profesional yang memiliki fungsi, peran, dan kedudukan strategis dalam pembangunan nasional bidang pendidikan (Republik Indonesia, 2005). Namun, di balik peran besar tersebut, masih ada persoalan yang belum selesai. Banyak guru dan dosen bekerja dengan beban berat. Mereka menghadapi tuntutan administrasi, target kinerja, kebutuhan adaptasi teknologi, serta tekanan sosial yang tidak sederhana. Pada saat yang sama, kesejahteraan mereka belum sepenuhnya merata. Sebagian pendidik memang telah memperoleh penghasilan yang lebih layak, tetapi sebagian lainnya, terutama guru non-ASN, guru honorer, dosen muda, dosen tetap yayasan, dan dosen di perguruan tinggi kecil, masih menghadapi keterbatasan ekonomi. Wajah Pendidikan Indonesia: Bergerak Maju, tetapi Masih Punya Pekerjaan Rumah Pendidikan Indonesia saat ini sedang berada dalam masa perubahan. Salah satu perubahan penting adalah penerapan kurikulum yang diarahkan agar pembelajaran lebih fleksibel, berfokus pada materi esensial, serta mendorong peserta didik menjadi pembelajar sepanjang hayat yang berkarakter Pancasila. Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 menjelaskan bahwa kurikulum merupakan pedoman penyelenggaraan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, 2024). Arah perubahan ini penting karena pendidikan tidak bisa lagi hanya mengandalkan hafalan. Peserta didik perlu dilatih berpikir kritis, kreatif, komunikatif, kolaboratif, dan adaptif terhadap perubahan zaman. Mereka akan hidup dalam dunia yang dipengaruhi teknologi digital, kecerdasan buatan, perubahan ekonomi, krisis lingkungan, dan dinamika sosial yang semakin kompleks. Dalam situasi seperti ini, guru dan dosen tidak hanya dituntut mengajar, tetapi juga perlu menjadi fasilitator pembelajaran yang mampu menumbuhkan daya pikir dan karakter peserta didik. Meski demikian, tantangan pendidikan Indonesia masih besar. Hasil PISA 2022 menunjukkan bahwa skor siswa Indonesia masih berada di bawah rata-rata OECD dalam matematika, membaca, dan sains. Dalam matematika, siswa Indonesia memperoleh skor 366, sedangkan rata-rata OECD adalah 472. Dalam membaca, Indonesia memperoleh skor 359, sedangkan rata-rata OECD adalah 476 (Organisation for Economic Co-operation and Development [OECD], 2023a). Angka ini menunjukkan bahwa masih banyak siswa mengalami kesulitan memahami bacaan, menggunakan penalaran matematika, dan menerapkan pengetahuan sains dalam kehidupan sehari-hari. Persoalan literasi dan numerasi tidak bisa dianggap kecil. Keduanya merupakan fondasi penting bagi masa depan seseorang. Jika kemampuan dasar ini lemah, peserta didik akan lebih sulit melanjutkan pendidikan, memasuki dunia kerja, dan bersaing dalam ekonomi modern. Karena itu, peningkatan mutu pembelajaran harus menjadi prioritas. Namun, upaya ini tidak boleh hanya dibebankan kepada siswa. Guru membutuhkan pelatihan yang bermutu, waktu yang cukup untuk menyiapkan pembelajaran, fasilitas yang mendukung, serta lingkungan kerja yang menghargai profesionalitas mereka. Selain itu, pendidikan Indonesia juga masih menghadapi persoalan pemerataan. Badan Pusat Statistik menerbitkan Statistik Pendidikan 2025 yang memuat indikator proses dan capaian pendidikan berdasarkan Susenas Maret 2025 serta data registrasi sekolah tahun ajaran 2024/2025. Di dalamnya terdapat informasi mengenai jumlah sekolah, kondisi ruang kelas, sanitasi sekolah, dan guru (Badan Pusat Statistik, 2025). Data semacam ini menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kurikulum, tetapi juga dengan fasilitas, lingkungan belajar, tenaga pendidik, dan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Indonesia dapat belajar dari negara lain di Asia Tenggara. Singapura, misalnya, menjadi salah satu negara dengan capaian pendidikan terbaik dalam PISA 2022. Kementerian Pendidikan Singapura menyatakan bahwa Singapura menjadi sistem pendidikan dengan kinerja tertinggi dalam membaca, matematika, dan sains dari 81 sistem pendidikan yang berpartisipasi (Ministry of Education Singapore, 2023). Keberhasilan ini tidak terjadi secara tiba-tiba. Singapura menempatkan guru sebagai profesi strategis. Guru dipilih, dilatih, didampingi, dan diberi jalur pengembangan karier yang jelas. Vietnam juga memberi contoh menarik. Dengan tingkat pembangunan ekonomi yang tidak setinggi negara maju, Vietnam mampu menunjukkan hasil belajar yang kuat. Pada PISA 2022, Vietnam memperoleh skor 469 dalam matematika dan 462 dalam membaca, mendekati rata-rata OECD dan lebih tinggi daripada Indonesia (OECD, 2023b). Dari Singapura dan Vietnam, Indonesia dapat mengambil pelajaran bahwa pendidikan tidak cukup diperbaiki dengan mengganti kurikulum atau menambah perangkat teknologi. Kurikulum dan teknologi memang penting, tetapi keduanya hanyalah alat. Kunci utamanya tetap manusia: guru yang memahami peserta didik, dosen yang mengembangkan ilmu, kepala sekolah dan pimpinan kampus yang mendukung, keluarga yang terlibat, serta pemerintah yang memastikan kebijakan berjalan adil dan konsisten. Guru dan Dosen: Ujung Tombak yang Tidak Boleh Dibiarkan Kelelahan Guru dan dosen adalah orang-orang yang berada di garis depan pendidikan. Kurikulum sebagus apa pun tidak akan bermakna jika tidak diterjemahkan dengan baik oleh guru di ruang kelas. Kebijakan pendidikan setinggi apa pun tidak akan terasa manfaatnya jika tidak dijalankan oleh pendidik dalam pertemuan sehari-hari dengan siswa dan mahasiswa. Karena itu, membicarakan mutu pendidikan berarti juga membicarakan mutu, beban kerja, dan kesejahteraan guru serta dosen. Beban kerja guru hari ini sangat luas. Guru menyiapkan perangkat pembelajaran, mengajar, menilai, mengelola kelas, membimbing siswa yang mengalami kesulitan, berkomunikasi dengan orang tua, mengikuti pelatihan, mengisi laporan, dan menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan peserta didik. Di banyak tempat, guru juga harus menangani persoalan karakter, kedisiplinan, kesehatan mental siswa, hingga kegiatan teknis sekolah. Semua itu membutuhkan energi, waktu, dan ketenangan batin. Dosen pun menghadapi beban yang tidak ringan. Mereka mengajar, meneliti, menulis karya ilmiah, membimbing skripsi, menguji mahasiswa, melakukan pengabdian kepada masyarakat, mengikuti kegiatan akademik, memenuhi tuntutan akreditasi, menyusun laporan kinerja, dan menjalankan berbagai tugas institusi. Regulasi terbaru tentang profesi, karier, dan penghasilan dosen juga menegaskan bahwa pengelolaan profesi dosen mencakup karier, kinerja, promosi, serta penghasilan berupa gaji dan penghasilan lain (Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, 2025). Beban tersebut sebenarnya merupakan bagian dari profesi pendidik. Namun, beban itu dapat menjadi masalah jika tidak diatur secara manusiawi. Guru dan dosen tidak hanya membutuhkan tuntutan, tetapi juga dukungan.
Unwaha Jombang Jalin Sinergi Strategis dengan MMA Bahrul Ulum untuk Penguatan PMB dan Keberlanjutan Pendidikan
Jombang – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang terus memperkuat jejaring kelembagaan dalam rangka optimalisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) melalui kolaborasi strategis dengan Madrasah Muallimin-Muallimat 6 Tahun (MMA) Bahrul Ulum Tambakberas. Hal ini ditandai dengan kunjungan resmi Unwaha ke MMA sebagai langkah awal koordinasi dan penjajakan kerja sama yang lebih terstruktur, pada Minggu (19/4/2025), di Ruang Literasi MMA. Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaboratif. Agenda utama yang dibahas mencakup rencana pemberian apresiasi dari Unwaha kepada MMA atas kontribusinya dalam mengantarkan lulusan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, khususnya ke Unwaha Jombang. Dalam diskusi tersebut, MMA dinilai sebagai lembaga pendidikan yang memiliki konsistensi tinggi dalam mencetak lulusan berkualitas. Tidak hanya unggul secara akademik, para alumni juga dibekali karakter keIslaman yang kuat, sehingga memiliki kesiapan yang baik dalam melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam membangun sinergi antara pendidikan menengah dan pendidikan tinggi melalui penguatan jalur keberlanjutan pendidikan (educational pipeline). Selain fokus pada apresiasi institusional, kedua belah pihak juga menjajaki peluang kerja sama yang lebih luas, seperti pembinaan akademik, sosialisasi pendidikan tinggi, serta program-program kolaboratif lain yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada simbolis kerja sama semata, tetapi berkembang menjadi kemitraan strategis yang berkelanjutan. Dengan sinergi yang semakin kuat antara MMA dan Unwaha Jombang, diharapkan dapat tercipta ekosistem pendidikan yang mampu melahirkan generasi unggul, berdaya saing, serta berakar pada nilai-nilai keislaman. Red: Septian RagilEditor: Ibrahim
Aktualisasi Kompetensi Mahasiswa FTI Unwaha melalui Program Magang di Pemkab Jombang
Jombang – Mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang melaksanakan program magang di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pembkab) Jombang sebagai bentuk aktualisasi kompetensi akademik sekaligus penguatan keterampilan praktis di bidang teknologi informasi. Kegiatan ini berada di bawah bimbingan dosen pembimbing, Munawarah, S.Kom., M.Si. Program magang diawali dengan sesi pengenalan sistem website yang digunakan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jombang. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh pemaparan mengenai fitur-fitur utama, alur operasional, serta struktur sistem yang diterapkan. Proses pembelajaran berlangsung interaktif melalui diskusi langsung, sehingga peserta magang mendapatkan pemahaman komprehensif terkait penggunaan dan pengelolaan website sebagai dasar sebelum memasuki tahap pengembangan lebih lanjut. Memasuki tahap implementasi, mahasiswa terlibat secara langsung dalam kegiatan pemeliharaan dan pengembangan sistem, salah satunya melalui penambahan kategori pada sistem Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP). Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mendukung pembaruan data serta optimalisasi fungsi website. Selain itu, mahasiswa juga aktif melakukan konsultasi dan diskusi bersama dosen pembimbing guna menyempurnakan sistem yang sedang dikembangkan. Sebagai rangkaian akhir, kegiatan penutupan magang dilaksanakan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jombang bersama dosen pembimbing. Momen ini dimanfaatkan sebagai sarana evaluasi terhadap seluruh proses dan hasil kerja mahasiswa selama pelaksanaan magang, khususnya dalam pengembangan sistem website. Evaluasi mencakup capaian yang telah diraih, hambatan yang dihadapi, serta penyusunan rekomendasi perbaikan sebagai bahan pembelajaran ke depan. Program magang ini diikuti oleh Rendy Choiruddin, Helmi Hendrawan, Nanda Ade Fahreza, Maulana Fajar, Toriq Andana Teguh, dan Abi Muhammad Wahid. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa mampu mengintegrasikan pengetahuan teoritis dengan praktik di lapangan, serta memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan instansi pemerintah dalam pengembangan teknologi informasi yang berkelanjutan. Red: Fakultas Teknologi Informasi
Dosen FAI Unwaha Paparkan Etika Perang dalam Al-Qur’an di Forum Internasional
Jombang – Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang, Irwan Ahmad Akbar, M.A., berperan aktif dalam forum internasional yang diselenggarakan Hamad Bin Khalifa University (HBKU) Qatar melalui Research Center for Islamic Legislation and Ethics (CILE), Minggu – Selasa (16-18/11/2025). Keikutsertaan dosen FAI ini tidak lepas dari kepakarannya di bidang studi Al-Qur’an dan Tafsir, sehingga berhasil lolos dalam call for paper yang bertema “War and Armed Conflict Ethics in Islamic” yang diikuti oleh berbagai akademisi dunia. Dalam forum tersebut, terdapat sekitar 12 bidang kajian yang membahas konflik bersenjata dari beragam perspektif keilmuan. Dalam papernya, Irwan Ahmad Akbar, M.A., mengkaji secara komprehensif ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan peperangan dengan judul paper “Reconstructing Qur’anic Ethics of War: A Semantic-Hermeneutical Approach“. Melalui pendekatan semantic relational, beliau mengidentifikasi lebih dari 90 ayat yang memiliki keterkaitan tematik dengan isu perang. “Saya mengangkat seluruh ayat-ayat yag dikaitkan dengan peperangan, seperti jihad, qitl, harb,” katanya. Hasil kajian tersebut menunjukkan bahwa narasi peperangan dalam Al-Qur’an tidak mengarah pada agresi atau penaklukkan, melainkan bersifat defensif dan responsif. Lebih lanjut, analisis relasi biner dalam ayat-ayat tersebut mengungkapkan bahwa pesan peperangan selalu diakhiri dengan nilai-nilai Islah (perdamaian) dan rekonsiliasi sebagai tujuan utama. “Bisa disimpulkan bahwa anggapan para (kelompok) ekstrimis bahwa Qur’an melegitimasi peperangan agresif ini tidak bisa dibenarkan. Secara historis dan kontekstual, termasuk dalam asbabun nuzul, peperangan pada masa Nabi Muhammad bukan ekspansif,” terang beliau. Sebagai informasi, paper tersebut saat ini masih dalam proses review untuk dipublikasikan pada jurnal Journal of Islamic Ethics. Meskipun demikian, presentasi yang disampaikan mendapatkan respons positif dari peserta forum yang berasal dari berbagai latar belakang agama dan disiplin ilmu. “Hasil dari riset yang saya paparkan bisa menjadi khazanah baru bagi mereka,” imbuh dosen FAI tersebut. Partisipasi ini tidak hanya menjadi capaian akademik personal, tetapi juga membawa misi institusional. Pria yang akrab disapa “Gus Irwan” ini juga menegaskan bahwa keikutsertaannya bertujuan untuk mengharumkan nama Unwaha di tingkat internasional, sekaligus memotivasi sivitas akademika untuk aktif menulis dan berpartisipasi dalam forum global, terlebih dengan adanya peluang pendanaan yang mendukung. “Harapannya, ini bisa menjadi pemicu semangat bagi rekan-rekan dosen untuk meningkatkan kualitas publikasi internasional. Lebih dari itu, saya ingin memperkenalkan bahwa ajaran Islam pada dasarnya bukan marah, tetapi ramah,” pungkasnya. Red: Ibrahim
Selamat! Dosen Unwaha Jombang Raih Pendanaan Hibah Kemendiktisaintek 2026
Jombang – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang kembali menorehkan prestasi membanggakan. Sejumlah dosen berhasil lolos pendanaan hibah Kemendiktisaintek 2026, yang mencakup tiga skema: Pengabdian kepada Masyarakat, Penelitian Dosen Pemula, dan Penelitian Fundamental Reguler. Prestasi ini menegaskan dedikasi kampus dalam mendorong inovasi, penelitian berkualitas, dan pengembangan ilmu pengetahuan yang berdampak nyata bagi masyarakat. Rektor, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS., IPU., ASEAN Eng., memberikan apresiasi tinggi terhadap pencapaian ini. “Keberhasilan dosen-dosen kita mendapatkan pendanaan hibah ini adalah bukti nyata dedikasi, inovasi, dan semangat pengabdian mereka. Semoga hasil penelitian dan pengabdian ini tidak hanya memperkaya ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” ujar Prof. Gatot. Skema Pendanaan dan Dosen Penerima Pengabdian kepada Masyarakat: Penelitian Dosen Pemula: Penelitian Fundamental Reguler: Pencapaian ini menjadi langkah awal untuk lebih banyak prestasi gemilang di masa depan, sekaligus memacu seluruh civitas akademika untuk terus berkarya, menginspirasi, dan memberi manfaat bagi bangsa dan negara. Red: Ibrahim
Unwaha Jombang “Level Up”! Beberapa Jurnal Raih Akreditasi SINTA 2026
Jombang – Prestasi membanggakan kembali datang dari Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang. Beberapa jurnal terbaru kampus berhasil meraih akreditasi SINTA, menandai pencapaian penting dalam kualitas publikasi ilmiah dan kontribusi nyata Unwaha terhadap dunia riset nasional. Dengan akreditasi ini, UNWAHA menunjukkan bahwa karya ilmiah yang lahir dari kampus ini tidak hanya berkualitas, tetapi juga memiliki pengaruh dan daya saing yang semakin tinggi di tingkat nasional maupun internasional. Berikut jurnal-jurnal UNWAHA yang berhasil menembus akreditasi SINTA tahun 2026: Pencapaian ini adalah hasil kerja keras para editor, penulis, dan seluruh civitas akademika UNWAHA yang konsisten menghadirkan riset berkualitas tinggi. Setiap jurnal yang terakreditasi menjadi bukti nyata bahwa Unwaha serius mendorong inovasi dan penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan. “Kami bangga atas pencapaian ini. Hal ini menjadi bukti atas dedikasi dan kualitas riset yang terus kami tingkatkan. Semoga keberhasilan ini menginspirasi seluruh dosen dan mahasiswa untuk semakin kreatif dan produktif dalam berkarya,” ujar Ketua LPPM Unwaha Jombang, Dr. Dr. Zulfikar, S.P., M.Si.
Dosen Unwaha Jombang Raih Juara 3 Anugerah LPTNU 2026 Bidang Komputer dan AI
Jombang – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang kembali mencatat prestasi gemilang di kancah nasional. Dr. Zulfikar, S.P., M.Si., Dosen Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknologi Informasi, berhasil meraih Juara 3 dalam kategori dosen dengan karya ilmiah berpengaruh di bidang Komputer dan Kecerdasan Buatan (AI) pada Anugerah LPTNU 2026. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi ilmiah Dr. Zulfikar yang dinilai memiliki dampak signifikan dalam perkembangan teknologi komputer dan AI. Prestasi ini tidak hanya menegaskan kualitas akademik dosen Unwaha, tetapi juga mengangkat nama universitas di tingkat nasional. Rektor Unwaha Jombang, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS., IPU., ASEAN Eng., menyampaikan rasa bangga dan selamat atas pencapaian ini. “Keberhasilan ini adalah kebanggaan bagi seluruh civitas akademika Unwaha. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi dosen dan mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berinovasi,” ujar beliau. Anugerah LPTNU merupakan ajang tahunan yang memberikan penghargaan kepada dosen dan peneliti yang karya ilmiahnya memiliki pengaruh luas di bidangnya masing-masing. Kategori yang diraih Dr. Zulfikar menekankan kontribusi di bidang Komputer dan AI, yang saat ini menjadi bidang yang sangat strategis dan berkembang pesat. Red: Ibrahim
Halal Bihalal YPTBU dan Civitas Akademika Unwaha 2026: Menguatkan Spirit Perjuangan dan Kebersamaan
Jombang – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Aula Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang pada Senin (6/4/2026), dalam gelaran Halal Bihalal yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Tinggi Bahrul Ulum (YPTBU) bersama civitas akademika Unwaha. Momentum ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi pasca-Idulfitri, tetapi juga ruang refleksi kolektif untuk memperkuat komitmen dalam memajukan institusi. Acara dihadiri oleh jajaran pimpinan yayasan, rektorat, dosen, serta tenaga kependidikan. Dalam suasana khidmat namun cair, seluruh hadirin larut dalam nuansa saling memaafkan, sekaligus meneguhkan kembali nilai-nilai kebersamaan yang menjadi fondasi kehidupan akademik di lingkungan Unwaha. Ketua I YPTBU, Prof. Dr. KH. M. Asrori Alfa, M.Ag., dalam sambutannya mengajak seluruh elemen kampus untuk menjadikan momentum Halal Bihalal sebagai titik awal memperbarui niat dan semangat pengabdian. Beliau menekankan tiga nilai utama yang perlu terus dihidupkan dalam perjalanan institusi, yakni semangat berjuang, kesiapan berkorban, dan ketekunan dalam berdoa. “Ketiga hal ini bukan sekadar konsep, tetapi telah dicontohkan langsung oleh tokoh besar kita, Mbah Wahab. Beliau menunjukkan bagaimana perjuangan yang tulus mampu melahirkan dampak besar, khususnya dalam membesarkan Nahdlatul Ulama. Semangat itulah yang perlu kita teladani dalam membangun dan memajukan Unwaha Jombang,” tuturnya. Sementara itu, Rektor Unwaha Jombang, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS., IPU., ASEAN Eng., menyampaikan harapannya agar momen ini mampu menjadi energi baru bagi seluruh civitas akademika dalam menjalankan peran dan tanggung jawab masing-masing. “Semoga kebersamaan hari ini menjadi penguat langkah kita ke depan. Atas nama pribadi dan institusi, kami menyampaikan mohon maaf lahir dan batin. Minal aidin wal faizin,” ungkapnya. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan tradisi saling bersalaman antar civitas akademika, yang berlangsung penuh kehangatan dan keakraban. Momen ini menjadi simbol nyata dari nilai rekonsiliasi dan persaudaraan, sekaligus mempertegas identitas Unwaha sebagai kampus yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan intelektual, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan. Red: Ibrahim
Pengumuman Pelaksanaan UTS Genap Tahun Akademik 2025/2026
Diberitahukan kepada seluruh mahasiswa Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang bahwa pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS) Genap Tahun Akademik 2025/2026 dilaksanakan pada tanggal 18-23 April 2026 (sesuai jadwal perkuliahan). Adapun tata tertib UAS, dapat di lihat di surat pengumuman sebagai berikut: Surat Pengumuman UTS Genap 2025/2026.
Pengumuman Hasil Ujian Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Gelombang 1 Unwaha Jombang 2026/2027
Berikut pengumuman hasil uji seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Gelombang 1 Univesitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang Tahun Akademik 2026/2027. Pengumuman Gelombang 1 2026/2027.