Skip to main content

Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Category: Berita

EFORSOBI 2026, Mahasiswa Pendidikan Biologi UNWAHA Bangun Gaya Hidup Sehat dan Kepedulian Lingkungan

Jombang – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Pendidikan Biologi Ficus benjamina, Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) sukses menyelenggarakan Education for Sobat Biologi (EFORSOBI) 2026 pada 26-27 September dan 3 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi wadah pengembangan pengetahuan, karakter, gaya hidup sehat, dan kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan. Mengusung tema “Growing Knowledge, Building Character and Encouraging Healthy Lifestyle for a Sustainable Future”, EFORSOBI 2026 dirancang untuk mengintegrasikan edukasi kesehatan, pengembangan diri, penguatan organisasi, dan aksi pelestarian lingkungan dalam kegiatan kemahasiswaan. Ketua Program Studi Pendidikan Biologi UNWAHA, Ospa Pea Yuanita Meishanti, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi dedikasi dan kerja sama panitia dalam menyelenggarakan EFORSOBI 2026. Beliau berharap kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, terutama dalam meningkatkan pengetahuan, membangun karakter, dan menumbuhkan kesadaran terhadap pola hidup sehat serta berkelanjutan. “Kami berharap kegiatan ini dapat terus dikembangkan, termasuk melalui integrasi pembelajaran di Prodi dengan pelibatan praktisi, sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ungkap beliau. Ketua Pelaksana EFORSOBI 2026, Ajeng Shofah Dzunnuroini, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memperluas wawasan mahasiswa sekaligus mendorong penerapan pola hidup sehat dan berkelanjutan. “Melalui rangkaian kegiatan EFORSOBI 2026, kami berharap mahasiswa dapat memahami pentingnya pengelolaan diri dan pemenuhan gizi seimbang, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya. Melalui EFORSOBI 2026, HMP Pendidikan Biologi Ficus benjamina berupaya menghadirkan kegiatan yang memadukan pembelajaran, pengembangan karakter, dan kepedulian lingkungan. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memperkuat kolaborasi, mengembangkan potensi diri, dan membangun kebiasaan positif. Rangkaian EFORSOBI 2026 diawali pada Sabtu (26/9/2026) di Aula Gedung F UNWAHA melalui seminar gizi seimbang oleh Cindy Essica Aurel, A.Md.Gz., serta materi ke-IKAHIMBI-an oleh Aisyah Septia Nurhidayah, S.Pd. Kegiatan dilanjutkan pada Minggu (27/9/2026) dengan seminar Self Management oleh Kaprodi Pendidikan Biologi, Ospa Pea Yuanita Meishanti, S.Pd., M.Pd., pemaparan ide Healthy Cooking Session, serta kegiatan Biologi Mengabdi berupa resik kampus dan penanaman tanaman sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Rangkaian kegiatan ditutup pada Sabtu (3/10/2026) di Aula Gedung F UNWAHA melalui fun game, Healthy Cooking Session, presentasi hasil olahan makanan, dan sharing session. Melalui praktik pengolahan makanan sehat, peserta menerapkan pengetahuan tentang gizi seimbang, sedangkan kegiatan kebersamaan menjadi sarana memperkuat komunikasi dan kerja sama antar mahasiswa. Red: HMP Pendidikan BiologiEditor: Ibrahim

25 Anggota Paduan Suara Hasvara UNWAHA Berpartisipasi dalam Upacara HSN 2026 di Pondok Tremas

Pacitan – Sebanyak 25 anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Paduan Suara Hasvara Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) berpartisipasi dalam Upacara Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Pondok Tremas, Pacitan, Jawa Timur, Kamis (22/10/2026). Upacara peringatan HSN di Pondok Tremas dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, pengasuh Pondok Tremas KH. Luqman Haris Dimyati, serta sejumlah unsur pemerintah daerah, ulama, dan kalangan pesantren. Pembina UKM Paduan Suara Hasvara UNWAHA, Ulfa Wulan Agustina, M.Pd., menyampaikan bahwa partisipasi mahasiswa dalam kegiatan tersebut menjadi pengalaman yang sangat berharga. “Keikutsertaan anggota Hasvara dalam peringatan Hari Santri Nasional ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar, berkontribusi, serta membawa nama baik UNWAHA. Kami berharap pengalaman ini dapat memperkuat karakter, kedisiplinan, dan semangat kebersamaan mahasiswa,” ungkapnya. Melalui kegiatan ini, anggota Hasvara tidak hanya memperoleh pengalaman dalam bidang seni suara, tetapi juga kesempatan untuk terlibat dalam agenda keagamaan dan kebangsaan berskala regional. Partisipasi tersebut sejalan dengan upaya UNWAHA dalam mendorong pengembangan minat dan bakat mahasiswa melalui kegiatan kemahasiswaan yang mendukung pembentukan karakter, kreativitas, dan tanggung jawab sosial. Keikutsertaan 25 anggota Paduan Suara Hasvara dalam peringatan HSN 2026 di Pondok Tremas menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa UNWAHA dalam kegiatan masyarakat sekaligus memperkuat kiprah institusi dalam mendukung nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Red: Ibrahim

Khidmat dan Penuh Makna, UNWAHA Gelar Apel Peringatan Hari Santri Nasional 2026

Jombang – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) menyelenggarakan Apel Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2026 di Halaman Gedung Pascasarjana, Kamis (22/10/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat ini diikuti oleh segenap civitas akademika, mulai dari jajaran dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa yang hadir dengan mengenakan busana khas santri. Bertindak sebagai pembina apel, Dr. H. M. Fatkhulloh, M.Pd.I., menyampaikan amanat mendalam mengenai refleksi sejarah dan tantangan kontekstual santri di era kontemporer. “Lahirnya Peringatan Hari Santri Nasional tidak lepas dari spirit Resolusi Jihad hasil ijtihad politik dan kebangsaan Hadratussyekh KH. Hasyim Asy’ari dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” tutur beliau. Beliau menegaskan bahwa bentuk perjuangan santri hari ini telah mengalami pergeseran paradigma. Jika pada masa pergerakan kemerdekaan musuh yang dihadapi adalah penjajah secara fisik, maka tantangan terbesar bagi civitas akademika UNWAHA saat ini terletak pada benteng pertahanan moral dan spiritual dalam diri masing-masing. “Jika dahulu para santri dan ulama berjuang mengangkat senjata melawan penjajah melalui komando Resolusi Jihad, maka musuh terbesar dan tantangan terberat bagi kita di era modern ini adalah menundukkan hawa nafsu diri sendiri,” tegas Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan itu di hadapan peserta apel. Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa kemampuan mengendalikan nafsu, menjaga integritas, serta merawat konsistensi dalam menuntut dan mengamalkan ilmu merupakan wujud nyata dari pemaknaan nilai-nilai kesantrian di lingkungan perguruan tinggi. Melalui penyelenggaraan Apel HSN 2026 ini, beliau berharap seluruh civitas akademika dapat terus merawat spirit Resolusi Jihad dalam bentuk dedikasi akademis, penguatan karakter, serta kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa. Red: Ibrahim

Imbauan Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Lingkungan UNWAHA

Dalam rangka menyemarakkan Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2026, diimbau kepada Civitas Akademika Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) untuk turut serta memeriahkan momentum tersebut dengan mengenakan pakaian bernuansa santri pada: Hari / Tanggal: Kamis, 22 Oktober 2026 Adapun ketentuan Pakaian Bernuansa Santri yang disyaratkan adalah sebagai berikut: Demikian pengumuman ini disampaikan. Atas perhatian dan kerja sama segenap Civitas Akademika, kami ucapkan terima kasih. Surat Imbauan HSN 2026

Perkuat Reputasi Global, UNWAHA Jalin Kerja Sama Strategis dengan Isabela State University Filipina

Jombang – Langkah nyata menuju universitas berstandar internasional kembali ditorehkan oleh Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA). Melalui Fakultas Pertanian, UNWAHA resmi menjalin kerja sama akademik internasional dengan Isabela State University (ISU), Filipina, melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA), Minggu (18/10/2026). Kolaborasi lintas negara ini dirancang untuk memperkuat mutu pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, mencakup berbagai bidang krusial seperti pertukaran dosen dan mahasiswa (faculty and student exchange), pertukaran literatur dan informasi akademik, riset kolaboratif, program pascadoktoral (post-doctoral program), hingga penyelenggaraan konferensi ilmiah bersama. Rektor UNWAHA, Prof. Dr. Ir. Gatot Ciptadi, DESS., IPU. ASEAN Eng., menyambut baik dan mengapresiasi terwujudnya kesepakatan internasional ini. Menurutnya, kerja sama dengan institusi pendidikan tinggi luar negeri merupakan kunci strategis dalam meningkatkan daya saing global lulusan serta kualitas riset institusi. “Kerja sama ini bukan sekadar penandatanganan dokumen administratif, tetapi wujud komitmen nyata UNWAHA untuk membuka akses seluas-luasnya bagi civitas akademika di kancah internasional,” tutur Rektor. Melalui kolaborasi riset, pertukaran akademik, dan pengembangan program bersama dengan Isabela State University, beliau berharap dapat melahirkan inovasi di bidang pertanian yang solutif. “Sekaligus meningkatkan kompetensi global mahasiswa dan dosen,” imbuh Prof. Gatot. Dalam kunjungan kehormatan tersebut, kehadiran Rektor UNWAHA turut disambut hangat oleh jajaran pimpinan College of Agriculture Isabela State University (ISU-CA). Di antaranya hadir Dean of ISU-CA sekaligus Director of the Cagayan Valley Small Ruminants Research Center (ISU-CVSRRC), Dr. Jonathan N. Nayga, serta Assistant Director of ISU-CVSRRC, Dr. Aubrey Joy M. Balbin. Sebagai landasan operasional, perjanjian kerja sama ini disepakati berlaku untuk jangka waktu lima tahun sejak tanggal ditandatangani. Ke depan, kedua belah pihak akan menindaklanjuti kesepakatan payung ini melalui perumusan kontrak teknis dan program turunan (Implementation Arrangement) di tingkat fakultas dan program studi masing-masing. Red: Ibrahim

Mahasiswa Pendidikan Matematika UNWAHA Raih Juara Harapan 1 dalam Olimpiade Sains Pancasila Nasional Season 4

Jombang – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang kembali mencatatkan raihan prestasi di kancah nasional melalui capaian akademis mahasiswanya. M. Ulya Sodiqul Amin, mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika semester 7. Keberhasilan ini ditorehkan dalam ajang Olimpiade Sains Pancasila Nasional (OSPN) Season 4 Bidang Matematika Tingkat Perguruan Tinggi yang diselenggarakan oleh IYFEST bekerjasama dengan Universitas Sriwijaya dengan juara harapan 1. Kompetisi nasional tersebut dilaksanakan secara daring pada 10–11 Oktober 2026. Ajang ini diikuti oleh sekitar 3.000 peserta lintas jenjang pendidikan di seluruh Indonesia, di mana kategori Matematika Tingkat Mahasiswa diikuti oleh 510 peserta dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta. Pelaksanaan ujian diselenggarakan melalui sistem Computer-Based Test (CBT) berbasis pengawasan visual (on-cam) guna memastikan objektivitas, ketertiban, dan transparansi selama proses pengerjaan soal. Dalam keterangannya, M. Ulya Sodiqul Amin menyampaikan rasa syukur atas hasil yang diperoleh serta harapannya agar pencapaian ini dapat memberikan kontribusi positif bagi reputasi institusi dan Program Studi Pendidikan Matematika UNWAHA di tingkat nasional. “Capaian ini merupakan wujud komitmen akademis dan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas diri. Harapan kami, prestasi ini dapat memperkuat eksistensi UNWAHA sebagai perguruan tinggi yang berkualitas dan mampu melahirkan sumber daya manusia bersaing di tingkat nasional,” ungkap Ulya, Selasa (13/10/2026). Ia juga menyampaikan pesan motivasi bagi civitas akademika dan rekan-rekan mahasiswa untuk senantiasa mengoptimalkan potensi diri melalui partisipasi aktif dalam pelbagai kegiatan kompetitif. “Satu langkah kecil untuk keberanian, satu pengalaman besar untuk masa depan. Keberanian untuk mencoba dan berikhtiar merupakan kunci utama dalam meraih keberhasilan. Semoga prestasi ini menjadi pendorong semangat bersama untuk terus berkarya,” tambahnya. Raihan prestasi ini diharapkan semakin memperkuat komitmen Universitas KH. A. Wahab Hasbullah dalam mendorong pengembangan iklim akademis, riset, serta kompetisi berkesinambungan di lingkungan kampus. Red: Ibrahim

Pengumuman Pelaksanaan Survei Kepuasan Mahasiswa, Dosen, dan Tendik Tahun Akademik 2025/2026

Dalam rangka penjagaan dan peningkatan mutu layanan secara berkelanjutan di lingkungan Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang, Pusat Jaminan Mutu (PJM) menyelenggarakan Survei Kepuasan Sivitas Akademika Tahun Akademik 2025/2026. Partisipasi aktif serta penilaian objektif dari seluruh Sivitas Akademika sangat berharga sebagai bahan evaluasi dan perbaikan mutu pelayanan kampus ke depan. Survei ini ditujukan bagi Dosen, Mahasiswa, dan Tenaga Kependidikan, yang dapat diakses melalui tautan berikut: Periode Pengisian Angket: 06 Oktober – 31 Oktober 2026 Atas perhatian, dukungan, dan kerja sama Bapak/Ibu/Saudara/i, kami ucapkan terima kasih. Surat Pengumuman Surevei Kepuasan Mahasiswa, Dosen, dan Tenaga Kependidikan Tahun Akademik 2025/2026.

Wagub Emil di Wisuda UNWAHA: Karakter Menentukan Kesuksesan

Di hadapan 606 wisudawan, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menekankan pentingnya pengembangan pola pikir dan jiwa pejuang di tengah cepatnya perubahan era disrupsi dan kecerdasan buatan (AI). Jombang – Wakil Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc., menyampaikan pidato dan pesan sarat makna bagi 606 wisudawan dalam Upacara Wisuda Program Sarjana dan Pascasarjana Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang Tahun 2026 di Gedung Serba Guna KH. Hasbullah Said, Minggu (04/10/2026). Dalam pidatonya, Wagub Emil menegaskan bahwa kelulusan dan gelar akademik merupakan capaian yang patut disyukuri atas proses kerja keras selama menempuh studi. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa ijazah bukanlah alat otomatis yang serta-merta menjamin masa depan seseorang. Ijazah Sebagai Kunci Pembuka Peluang Wagub Emil mengibaratkan ijazah sebagai kunci pertama untuk melangkah ke arena pengabdian dan peluang yang lebih luas di tengah masyarakat. “Seberapa cepat dunia berubah, maka ijazah hari ini adalah ijazah yang harus disyukuri karena meraihnya perlu kerja keras. Tapi ini bukan alat otomatis yang kemudian dapat mengamankan masa depan panjenengan semua, melainkan kunci pintu pertama yang mengantarkan kepada peluang yang lebih besar,” ujar Wagub Emil. Ia menekankan bahwa proses belajar tidak pernah berakhir dengan digenggamnya ijazah. Nilai paling substansial yang didapat selama berproses di kampus adalah pembentukan karakter dan pola pikir (mindset). “Pembelajaran tidak akan berhenti dengan diraihnya ijazah. Jangan membatasi diri. Apa yang diraih dan apa yang berharga dari kampus ini adalah pengembangan karakter dan pola pikir. Inilah yang akan menentukan kesuksesan saudara-saudara sekalian,” cantumnya. Menghadapi Cepatnya Perubahan Era AI Menyoroti laju disrupsi teknologi, Wagub Emil menyinggung bagaimana kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) serta dinamika sosiopolitik global telah mengubah pandangan publik secara masif dalam waktu singkat. Menurutnya, respons terbaik terhadap situasi ini adalah terus mengasah keahlian dan kapasitas diri. “Kita hidup di era di mana apa yang hari ini berlaku, besok bisa berubah. Kita sering mendengar AI, pertengahan tahun menjadi pembicaraan yang luar biasa. Cepat sekali pandangan ilmiah, sosiopolitik, bahkan publik berubah terhadap satu peristiwa,” terangnya. Pemprov Jatim Apresiasi Karakter Tangguh Alumni UNWAHA Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Wagub Emil menyampaikan kebanggaannya atas konsistensi UNWAHA dalam mencetak lulusan berkarakter unggul. Ia menegaskan bahwa dalam menghadapi tantangan dunia yang bergejolak (turbulensi), bangsa Indonesia tidak sekadar membutuhkan lulusan yang hafal teori, melainkan sosok berjiwa pejuang. “Kami dari Pemprov Jawa Timur merasa berbahagia karena Universitas KH. A. Wahab Hasbullah betul-betul istiqomah. Kita tidak butuh lulusan yang hanya hafal textbooks, melainkan jiwa pejuang dan karakter yang tangguh dalam menghadapi turbulensi,” tegasnya. Red: Ibrahim.

Pesan Menko Zulhas di Wisuda UNWAHA: Kunci Sukses Adalah Berani dan Optimis

Di hadapan 606 wisudawan UNWAHA Jombang, Menko Pangan Zulkifli Hasan menekankan pentingnya keberanian, optimisme, dan rasa percaya diri sebagai modal utama meraih kesuksesan di masa depan. Jombang – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Republik Indonesia, Dr. (H.C.) H. Zulkifli Hasan, M.M., memberikan orasi ilmiah yang membakar semangat dalam Upacara Wisuda Program Sarjana dan Pascasarjana Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang Tahun 2026 di Gedung Serba Guna KH. Hasbullah Said, Minggu (04/10/2026). Dalam orasi ilmiahnya, Menko Zulhas mengajak seluruh wisudawan untuk menanamkan jiwa pemberani dan tidak ragu dalam mengambil peran strategis di tengah masyarakat. Momen unik terjadi saat mengawali sambutannya, di mana Menko Zulhas secara spontan mengajak beberapa wisudawan maju ke depan untuk menguji keberanian mereka. Wisudawan yang berani maju kemudian diberikan pertanyaan interaktif dan hadiah sebagai bentuk apresiasi. Keberanian Sebagai Kunci Penentu Masa Depan Aksi interaktif tersebut menjadi dasar pesan utama yang disampaikan oleh Menko Zulhas mengenai pentingnya sikap berani dalam meniti karier dan kehidupan setelah lulus dari perguruan tinggi. “Keberanian itulah yang akan menentukan saudara-saudara menjadi apa hari ini dan hari esok. Kunci sukses adalah berani, mudah-mudahan semangat ini tertanam,” tegas Menko Zulhas di hadapan ratusan wisudawan dan tamu undangan. Menurutnya, para lulusan UNWAHA memiliki keunggulan komparatif dan historis yang kuat karena lahir dari almamater yang menyandang nama besar Tokoh Pahlawan Nasional dan Pendiri Nahdlatul Ulama, KH. A. Wahab Hasbullah. “Saudara-saudara beruntung karena hari ini telah lulus dari kampus yang menyandang nama besar, Mbah Wahab. Salah satu kampus terbaik di Jawa Timur, sehingga Anda terbuka menjadi apa saja yang terbaik di Negeri ini,” tambahnya. Hilangkan Kekhawatiran dan Jaga Optimisme Menko Zulhas juga berpesan agar para lulusan tidak memiliki rasa takut maupun kekhawatiran berlebih dalam menghadapi tantangan zaman. Menurutnya, pegangan utama seorang intelektual muslim adalah ketakwaan dan prasangka baik kepada Allah SWT. “Pesan saya, tidak perlu ada yang ditakutkan kecuali kepada Allah. Tidak ada lagi kekhawatiran bagi kita, jika pesan ini kita pegang,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa lapangan pengabdian bagi para sarjana dan magister sangat luas di berbagai sektor kehidupan. Kunci utama untuk membukanya adalah dengan memelihara optimisme dan rasa percaya diri (PD). “Oleh karena itu, terbuka luas pengabdian terserah mau apa. Optimis, berprasangka baik kepada Allah SWT. Berprasangka baik itu adalah doa, sehingga saudara-saudara gantungkanlah cita-citamu setinggi-tingginya. Jangan tidak PD,” pesannya. Red: Ibrahim

UNWAHA Wisuda 606 Lulusan, Rektor Tekankan Lulusan Harus Solutif di Laboratorium Kehidupan

Sebanyak 606 wisudawan resmi dikukuhkan, menandai rekor wisuda perdana Program Pascasarjana (S2) serta dihadiri oleh Menko Pangan RI Zulkifli Hasan dan Wagub Jatim Emil Dardak. Jombang – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang menggelar Rapat Senat Terbuka dalam rangka Upacara Wisuda Program Sarjana dan Pascasarjana Tahun 2026 yang berlangsung khidmat di Gedung Serba Guna KH. Hasbullah Said, Minggu (04/10/2026). Sebanyak 606 wisudawan resmi dilantik pada periode ini. Rincian lulusan tersebut terdiri atas 288 wisudawan dari Fakultas Agama Islam (FAI), 99 wisudawan dari Fakultas Teknologi Informasi (FTI), 82 wisudawan dari Fakultas Ekonomi (FE), 62 wisudawan dari Fakultas Pertanian (FP), 55 wisudawan dari Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), serta 20 lulusan dari Program Pascasarjana (S2). Catatan Sejarah: Wisuda Perdana Program Pascasarjana Rektor UNWAHA, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan bangga atas capaian serta milestones bersejarah yang diraih kampus. Perhelatan wisuda kali ini menjadi momen istimewa karena untuk pertama kalinya UNWAHA meluluskan para magister dari Program Pascasarjana. “Untuk pertama kalinya, UNWAHA secara resmi meluluskan dan menyelenggarakan wisuda perdana bagi para magister dari Program Pascasarjana,” ujar Prof. Gatot di hadapan Senat dan seluruh tamu undangan. Dalam pidatonyo, Rektor menegaskan bahwa kelulusan bukanlah batas akhir dari pembelajaran, melainkan gerbang awal menuju pengabdian nyata. “Momentum wisuda bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal untuk memasuki laboratorium kehidupan yang sesungguhnya,” tegas Rektor. Menghadapi era disrupsi digital dan tantangan global yang makin kompleks, Prof. Gatot mengingatkan para wisudawan agar mampu menjadi pribadi yang responsif dan menjaga integritas moral. “Pesan kami, jadilah lulusan UNWAHA yang solutif, bukan peragu yang pasif. Pelihara dan jaga integritas; kejujuran dan keluhuran akhlak adalah mata uang yang berlaku di belahan dunia manapun. Lepaskanlah panah dedikasi kalian sejauh mungkin dan rengkuhlah masa depan dengan penuh optimisme,” pesannya. Sinergi Kebangsaan dan Dukungan Pembangunan Kampus 2 Prosesi wisuda tahun ini semakin megah dengan kehadiran tokoh-tokoh nasional dan pejabat pemerintah. Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Dr. (H.C.) H. Zulkifli Hasan, M.M., hadir memberikan orasi ilmiah di hadapan ratusan wisudawan. Selain itu, hadir pula Wakil Gubernur Jawa Timur Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc.; Staf Ahli Kemendikti Dr. Muhamad Hasan Chabibie, S.T., M.Si. Ketua Umum Yayasan Pendidikan Tinggi Bahrul Ulum (YPTBU), Ibu Hj. Hizbiyah Rochim Wahab, M.A., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kehadiran para pimpinan institusi negara tersebut. Secara khusus, beliau memberikan penghormatan atas dukungan nyata Menko Pangan Zulkifli Hasan terhadap pengembangan sarana dan prasarana kampus UNWAHA. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan nyata Bapak Zulkifli Hasan terhadap kemajuan UNWAHA, wabilkhusus atas kesediaan Bapak dalam mendukung pembangunan Kampus 2 UNWAHA,” ungkap Hj. Hizbiyah. Meneladani Spirit Mbah Wahab Di hadapan para lulusan, Hj. Hizbiyah Rochim Wahab berpesan agar alumni UNWAHA senantiasa menginternalisasi keteladanan Pahlawan Nasional sekaligus Pendiri Nahdlatul Ulama, Almaghfurlah KH. A. Wahab Hasbullah. “Beliau senantiasa mengajarkan spirit Syubbanul Yaum Rijalul Ghad—pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan. Beliau adalah sosok yang memiliki keberanian untuk bergerak berinovasi (Nahdlah) demi kemaslahatan umat,” tuturnya. Sebagai penutup, Ketua Umum YPTBU berpesan agar para lulusan terbang tinggi meraih cita-cita tanpa melupakan akar moral keislaman. “Kepakkan sayap kalian tinggi-tinggi, namun biarkan akar moral dan spiritualitas kalian tetap menancap kuat pada nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan,” pungkasnya. Red: Ibrahim