Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Ketua Lesbumi PBNU: “Kembali ke Akar” Berarti Kembali pada Kesadaran Manusia sebagai Subjek Kehidupan

Jombang – Dalam acara pembukaan Muktamar Kebudayaan Lesbumi NU 2026 yang berlangsung di halaman Gedung Jokowi, UNWAHA Jombang, Jumat (12/6/2026) malam, Ketua Umum Lesbumi PBNU KH. Jadul Maulana menyampaikan gagasan mendalam mengenai makna tema besar Mukhtamar tahun ini, yaitu “Kembali Ke Akar”.

Dalam sambutan yang beliau sampaikan setelah pembukaan resmi pukul 20.25 WIB, KH. Jadul mengawali dengan menyoroti berbagai problematika dalam negeri serta posisi PBNU yang menurutnya kini berada di “persimpangan jalan”. Menurut KH. Jadul, Muktamar Kebudayaan ini menjadi langkah awal untuk menghadapi tantangan zaman yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini.

Beliau menjelaskan bahwa berdasarkan Theory of Culture, kebudayaan memiliki sekitar 600 makna yang berbeda. Namun pada intinya, kebudayaan adalah jalan untuk menghadapi problematika bangsa yang menurutnya sedang mengalami penurunan. “Seni bukan hanya sebuah keindahan, tapi sebuah alat untuk menghadapi zaman melalui kebudayaan,” tegasnya.

Lebih jauh, KH. Jadul menjabarkan bahwa dimensi yang ideal harus memuat tiga unsur utama: rasionalitas dalam pilar ilmu pengetahuan, spiritualitas dalam pilar agama, dan rasa dalam seni yang ketiganya membutuhkan satu kesatuan tubuh untuk bergerak dan merepresentasikan ide-ide abstrak dalam realitas.

Dalam kesempatan itu, KH. Jadul juga menyoroti tantangan zaman modern berupa “penyakit jiwa” yang sedang menyebar luas di kehidupan kita seperti sifat korupsi serta rasa yang tidak tersalurkan ketika manusia dihadapkan dengan berbagai problematika kehidupan.

Menutup sambutannya, KH. Jadul mengulas makna tema “Kembali Ke Akar” dengan mengajukan pertanyaan reflektif tentang akar dari manusia. Beliau menegaskan bahwa akar dari manusia adalah kesadarannya sendiri. “Kembali ke akar adalah kembali kepada kesadaran kita bahwa manusia itu sebagai subjek dalam kehidupan,” mengutip perkataan beliau.

Beliau menegaskan kembali bahwa seni bukan hanya milik para budayawan, akademisi, dan kyai, melainkan milik seluruh umat manusia.

Red: Azzam Alaikassalam
Foto: Selvi Dewi Nur rofiana
Editor: Ibrahim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru
Artikel Terbaru
Pengumuman Terbaru
Agenda Terbaru