Jombang – Muktamar Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia Nahdlatul Ulama (Lesbumi NU) tahun 2026 resmi dibuka di Universitas KH. Abdul Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang. Pembukaan kegiatan ditandai dengan pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, KH. Dr. Wafiyul Ahdi.
Kegiatan yang digelar di halaman Gedung Jokowi ini, dihadiri oleh berbagai unsur, mulai dari perwakilan pemerintah, jajaran pengurus badan otonom Nahdlatul Ulama, tokoh pesantren, akademisi, hingga peserta muktamar dari berbagai daerah di Indonesia. Kehadiran para peserta menjadi bagian penting dalam memperkuat ruang kebudayaan Islam Nusantara di lingkungan pesantren dan perguruan tinggi.
Dalam sambutan pembuka, Ketua Umum Yayasan Perguruan Tinggi Bahrul Ulum (YPTBU), Ibu Nyai Hj. Hizbiyah Rochim Wahab, M.A., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Muktamar Lesbumi NU di UNWAHA. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk merawat nilai keislaman, kebangsaan, dan kebudayaan yang telah lama tumbuh dalam tradisi pesantren.
“UNWAHA memiliki tanggung jawab moral untuk meneruskan perjuangan KH. Abdul Wahab Hasbullah sebagai salah satu tokoh besar Nahdlatul Ulama. Nilai perjuangan tersebut perlu terus diwariskan kepada generasi muda melalui pendidikan dan pelestarian budaya,” ungkap beliau.
UNWAHA Jadi Simbol Perjuangan KH. A. Wahab Hasbullah
Pemilihan UNWAHA sebagai lokasi Muktamar Lesbumi NU memiliki makna penting. Kampus yang berada di lingkungan Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang tersebut tidak dapat dilepaskan dari sejarah perjuangan KH. Abdul Wahab Hasbullah, ulama yang memiliki peran besar dalam perkembangan Nahdlatul Ulama dan kebudayaan Islam Nusantara.
Melalui penyelenggaraan muktamar ini, UNWAHA menjadi ruang perjumpaan antara pesantren, perguruan tinggi, seniman, budayawan, dan generasi muda. Forum tersebut diharapkan mampu memperkuat kesadaran bahwa kebudayaan merupakan bagian penting dalam membangun karakter bangsa.
Generasi Muda Diajak Lebih Mengenal Budaya
Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Akhmad Jazuli, menyampaikan bahwa Muktamar Lesbumi NU memiliki peran strategis dalam mengajak generasi muda untuk lebih mengenal, memahami, dan mencintai kebudayaan Indonesia.
“Harapan kami, Muktamar Lesbumi ini mampu membawa generasi muda untuk lebih melek terhadap pentingnya kebudayaan kita bagi perkembangan bangsa,” ujarnya.

Kembali ke Akar dan Kesadaran Manusia Berbudaya
Salah satu gagasan penting dalam pembukaan muktamar disampaikan oleh Ketua Lesbumi PBNU, KH. M. Jadul Maulana. Ia menguraikan makna tema besar Muktamar Lesbumi NU, yaitu “Kembali ke Akar”.
Menurutnya, akar dalam tema tersebut tidak semata-mata dipahami sebagai warisan masa lalu. Akar juga bermakna kesadaran manusia sebagai subjek kebudayaan.
“Manusialah yang menjadi penggerak kebudayaan, yang memutar siklus dari hati, pikiran, dan rasa, lalu bermuara pada ekspresi yang pada akhirnya membawa perubahan sosial di masyarakat,” katanya.
Dengan tema tersebut, Muktamar Lesbumi NU di UNWAHA Jombang diharapkan menjadi ruang penguatan kesadaran budaya umat. Kegiatan ini juga mempertegas peran pesantren dan perguruan tinggi Islam dalam menjaga, mengembangkan, serta mewariskan kebudayaan Nusantara kepada generasi berikutnya.
Red: Indi Ihda nuriyah & M. Haris Firdaus
Foto: Selvi dewi Nur rofiana
Editor: Ibrahim