Skip to main content

Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Tag: #unwahajombang

Yudisium FP UNWAHA 2026: Kukuhkan Lulusan Penggerak Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Jombang – Fakultas Pertanian (FP) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang resmi menggelar prosesi Yudisium Tahun 2026 pada Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Menumbuhkan Inovasi, Menguatkan Ketahanan Pangan, Membangun Masa Depan Bangsa”, perhelatan khidmat ini berlangsung di Auditorium UNWAHA Jombang. Prosesi pengukuhan kelulusan tersebut diikuti oleh 62 calon wisudawan yang berasal dari empat program studi (prodi) di lingkungan FP UNWAHA, yakni Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Rekayasa Pertanian dan Biosistem, Agribisnis, serta Agroekoteknologi. Dalam sambutannya, Dekan FP, Ambar Susanti, M.P., menyampaikan bahwa yudisium ini merupakan momentum lahirnya lulusan penggerak ketahanan pangan berkelanjutan. “Namun, yudisium ini bukan akhir dari perjalanan anda dalam belajar, melainkan awal dari pengabdian dan kontribusi nyata untuk menjawab berbagai tantangan sektor pertanian di masa depan,” ungkapnya. Jawab Tantangan Perubahan Iklim dengan Inovasi Berkelanjutan Lebih jauh, Dekan menyoroti kompleksitas tantangan global di sektor pertanian saat ini, seperti dinamika perubahan iklim hingga fenomena cuaca ekstrem yang berpotensi memicu kekeringan dan mengancam produktivitas pangan global. “Tantangan pertanian saat ini semakin kompleks. Hal ini menuntut kita untuk terus meningkatkan produksi sekaligus menerapkan ilmu pertanian yang adaptif dan berkelanjutan,” katanya. Beliau mengimbau para calon alumni agar mampu menghadirkan terobosan baru berupa teknologi dan solusi praktis untuk menjaga produktivitas di tengah terbatasnya sumber daya alam. “Anda semua diharapkan mampu menghadirkan solusi, inovasi, dan teknologi agar tetap produktif sekaligus mampu menjaga keberlanjutan sumber daya yang terbatas,” imbuh Dekan tersebut. Soft Skills dan Pengabdian Nyata di Dunia Kerja Pada kesempatan ini, Ambar juga memotivasi para lulusan agar tidak hanya berpatokan pada capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) semata. Menurutnya, tantangan di dunia kerja dan masyarakat membutuhkan perpaduan antara kompetensi keilmuan (hard skills) dan kecakapan interpersonal (soft skills). “Keberhasilan seorang sarjana tidak hanya diukur dari IPK saja. Dunia nyata membutuhkan kemampuan komunikasi, kolaborasi, serta keahlian dalam memecahkan masalah dan memberikan solusi,” tuturnya. Menutup sambutannya, Dekan FP menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta yudisium atas ketangguhan mereka merampungkan studi. Ia berharap para alumni FP UNWAHA dapat menjadi pilar penguat ketahanan pangan nasional di mana pun mereka berkarya. Turut memberikan amanat pada Yudisium FP UNWAHA 2026, Wakil Rektor Bidang Akademik, Ino Angga Putra, M.Pd., dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. M. Wafiyul Ahdi, S.H., M.Pd.I. Red: Ibrahim

Sambut Mahasiswa Baru 2026, Rektor UNWAHA Tekankan Pembentukan Karakter dan Daya Saing Global

Jombang – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang resmi menyambut kedatangan para mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027 melalui pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). Perhelatan tahunan dengan nama GARUDA ke-13 tersebut dibuka secara khidmat di Halaman Gedung Jokowi, pada Minggu (6/9/2026) dan berlangsung hingga Senin (7/9/2026). Dalam sambutannya, Rektor UNWAHA, Prof. Dr. Ir. Gatot Ciptadi, DESS., IPU., ASEAN Eng., menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus rasa bangga atas bergabungnya para mahasiswa baru sebagai bagian dari keluarga besar kampus. “Hari ini adalah langkah awal memasuki dunia yang menempa kalian untuk menjadi pribadi yang memiliki kapasitas dan daya saing di tingkat nasional maupun global. Yang tidak hanya cakap dalam pengetahuan, tetapi juga berkarakter, berkepribadian unggul, dan berakhlakul karimah,” tegas Prof. Gatot. Wadah Menumbuhkan Kesadaran dan Subjek Perubahan Rektor menjelaskan bahwa GARUDA ke-13 dirancang sebagai ruang orientasi untuk menumbuhkan kesadaran mahasiswa yang hanya bukan sekadar penerima ilmu, melainkan aktor kunci dalam pembangunan. “Adik-adik sekalian merupakan subjek perubahan yang berperan aktif dalam penerapan ilmu pengetahuan, pengalaman, nilai-nilai luhur, serta karya nyata berdampak untuk menjawab tantangan pembangunan masa depan,” ungkapnya. Prof. Gatot menambahkan bahwa hari pertama PKKMB menjadi tonggak sejarah penting bagi kehidupan akademis para mahasiswa. Momen ini menandai simbol komitmen awal untuk belajar dan memperjuangkan cita-cita di jenjang perguruan tinggi. Melatih Kedewasaan dan Mengembangkan Budaya Pembelajar Selain aspek akademis, Rektor juga mengingatkan pentingnya menjaga amanah dan harapan yang dititipkan oleh orang tua serta keluarga. Kehidupan kampus dipandang sebagai kawah candradimuka untuk melatih kedewasaan sikap dan mentalitas. “Jadilah pribadi yang bertanggung jawab, sebab di pundak adik-adik sekalian ada doa dan harapan orang tua serta keluarga tercinta. Belajar di kampus menjadi waktu bagi Anda semua untuk melatih kedewasaan maupun bersikap,” tutur Prof. Gatot. Di akhir amanatnya, Prof. Gatot mengajak seluruh mahasiswa baru untuk memanfaatkan waktu studi sebaik mungkin dengan mengasah berbagai kecakapan abad ke-21. “Pergunakan setiap waktu sebaik mungkin, teruslah berproses dan belajar, meningkatkan kapasitas kompetensi, dan memupuk semangat kolaborasi, kemampuan beradaptasi, berinovasi, serta mengembangkan budaya kaum pembelajar,” pungkasnya menutup sambutan. Red: Ibrahim

UNWAHA Turut Menjadi Bagian dari Kesuksesan Perhelatan Muktamar ke-35 NU di PP Bahrul ‘Ulum Tambakberas 

Jombang – Perhelatan akbar Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 resmi ditutup. Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang turut mengambil bagian secara aktif dalam menyukseskan musyawarah tertinggi organisasi tersebut, khususnya melalui penyediaan sarana persidangan serta fasilitas akomodasi bagi para muktamirin. Sebagai kampus yang menyandang nama Pahlawan Nasional sekaligus pendiri NU, UNWAHA dipercaya menjadi tempat penyelenggaraan Sidang Komisi Rekomendasi yang bertempat di Aula Kampus, sekaligus difungsikan sebagai penginapan (Tower 5) bagi para utusan dari berbagai penjuru tanah air. Sinergi Kebangsaan: Presiden Prabowo Subianto Resmi Tutup Muktamar ke-35 NU Rangkaian Muktamar ke-35 NU secara resmi ditutup oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Senin (31/8/2026) di Gedung Serbaguna (GSG) KH Hasbullah Said. Dalam amanatnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi tinggi atas penyelenggaraan muktamar yang berlangsung aman, damai, dan penuh kekeluargaan. “Saya kira, NU memberi contoh kepada seluruh bangsa bagaimana suatu organisasi yang anggotanya puluhan juta, pesantrennya ribuan, kiainya puluhan ribu, tetapi bisa melaksanakan Muktamar dengan sukses, dengan damai, dengan rukun,” puji Presiden Prabowo. Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menerima Kartu Tanda Anggota NU sebagai anggota seumur hidup, serta menegaskan komitmen pemerintah untuk terus bergotong royong bersama NU dalam memperkuat ekonomi kerakyatan, memajukan pendidikan, dan menjaga stabilitas nasional. Perumusan Rekomendasi Strategis dan Pelayanan Optimal Akomodasi di UNWAHA Sebagai lokasi penyelengaraan Sidang Komisi Rekomendasi, Aula UNWAHA Jombang menjadi saksi perumusan berbagai poin rekomendasi strategis Muktamar ke-35 NU. Poin-poin tersebut mencakup penguatan ekonomi kerakyatan, tata kelola sumber daya alam dan transisi energi, pengembangan kelembagaan pendidikan pesantren, serta penetapan arah kebijakan jam’iyyah menuju abad kedua. Di samping memfasilitasi forum persidangan, UNWAHA memfungsikan beberapa gedung perkuliahan beserta fasilitas kampus lainnya sebagai penginapan muktamirin. Kesiapan fasilitas dan kesiapsiagaan panitia kampus dalam melayani para delegasi mendapat apresiasi serta kesan positif langsung dari para peserta yang menginap. Sekretaris Tanfidziyah PCNU Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, H. Hasim Adam, S.Ag., menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas pelayanan dan kesiapan fasilitas penginapan yang disediakan panitia di lokasi. “Atas nama PCNU Halmahera Barat Prov. Maluku Utara kami sampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada panitia Muktamar, khususnya yang bertugas di Tower 5. Sekali lagi kami sampaikan terima kasih,” ungkap H. Hasim Adam. Apresiasi serupa disampaikan oleh utusan dari ujung barat Indonesia, Tgk Baharuddin Usman dari PCNU Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh. Beliau menilai keramahan dan kualitas pelayanan panitia penginapan Tower 5 sangat berkesan bagi para muktamirin. “Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada panitia Tower 5 atas pelayanan dan keramahannya yang sangat luar biasa sehingga kami tidak dapat membalasnya. Semoga Allah membalas kebaikan bapak/ibu semua. InsyaAllah di waktu yang lain kita bisa dipertemukan kembali dalam keadaan sehat walafiat,” tutur Tgk Baharuddin. Bukti Komitmen dan Dedikasi Kelembagaan UNWAHA Rektor UNWAHA, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng., menyampaikan bahwa keterlibatan aktif kampus dalam agenda nasional ini merupakan wujud dedikasi institusi dalam meneladani spirit perjuangan KH. A. Wahab Hasbullah. “Kepercayaan untuk menjadi bagian dari kesuksesan Muktamar ke-35 NU merupakan sebuah kehormatan besar bagi UNWAHA. Hal ini membuktikan bahwa sarana, prasarana, serta tata kelola di kampus kami siap mendukung agenda-agenda strategis kebangsaan, sejalan dengan komitmen UNWAHA untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan pengabdian masyarakat,” tegas Rektor. Red: IbrahimFoto: Media Muktamar/Tambakberas TV

Mahasiswa Pendidikan Fisika UNWAHA Dalami Sains Atmosfer dan Meteorologi Penerbangan di BMKG Juanda

Sidoarjo – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang mempelajari penerapan ilmu fisika dalam sistem pengamatan cuaca di Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda, Kamis (4/6/2026). Melalui kegiatan ini, mahasiswa memahami bahwa fisika tidak hanya dipelajari melalui persamaan di ruang kelas, tetapi juga diterapkan untuk mendukung keselamatan penerbangan dan pelayanan informasi bagi masyarakat. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Pendidikan Fisika UNWAHA yang menempuh Mata Kuliah Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa (IPBA). Beberapa dosen yang turut mendampingi di antaranya, Suci Prihatiningtyas, S.Si., M.Pd., Ino Angga Putra, M.Pd., dan Novia Ayu Sekar Pertiwi, S.Si., M.Pd. Ketua Program Studi Pendidikan Fisika, Suci Prihatiningtyas, S.Si., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dirancang sebagai bagian dari pembelajaran yang menghubungkan konsep ilmiah dengan praktik lapangan. “Melalui kunjungan ke BMKG Juanda, mahasiswa tidak hanya memahami konsep atmosfer, cuaca, dan iklim secara teoritis. Mereka juga melihat secara langsung bagaimana ilmu fisika diterapkan dalam sistem pengamatan dan prediksi cuaca yang sangat penting bagi keselamatan dan kehidupan masyarakat,” ungkapnya. Memahami Fisika melalui Fenomena Nyata Dalam sesi pemaparan materi, Shanas Septy Prayuda dari Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda memperkenalkan profil BMKG serta memberikan wawasan mengenai fenomena cuaca, iklim, dan gempa bumi. Sesi ini menjadi landasan bagi mahasiswa sebelum mengamati secara langsung instrumen meteorologi yang digunakan di lapangan. Diskusi berlangsung interaktif. Mahasiswa mengeksplorasi peran strategis BMKG dalam menyediakan data meteorologi yang akurat, termasuk keterkaitannya dengan kebutuhan masyarakat dan pengambilan keputusan di sektor penerbangan. Puncak kegiatan berlangsung di Taman Alat Meteorologi. Dengan panduan prakirawan Trya Chandra Meilusiani, mahasiswa mengamati berbagai instrumen yang digunakan untuk membaca kondisi atmosfer. Pengamatan langsung tersebut membantu mahasiswa memahami bahwa setiap informasi cuaca dihasilkan melalui proses ilmiah yang sistematis dan didukung oleh ketelitian pengukuran. Menguatkan Kompetensi Calon Pendidik Fisika Lebih lanjut, Kaprodi Pendidikan Fisika mengatakan, kuliah lapang ini merupakan implementasi pembelajaran berbasis Outcome-Based Education (OBE). Pembelajaran tidak hanya diarahkan pada penguasaan materi, tetapi juga pada kemampuan mahasiswa dalam melakukan observasi ilmiah, menganalisis data, dan menghubungkan teori dengan persoalan nyata. “Selain itu, pengalaman lapangan seperti ini penting untuk menumbuhkan sikap ilmiah, rasa ingin tahu, serta kepedulian terhadap isu-isu kebumian dan lingkungan,” imbuhnya. Pengalaman tersebut memiliki arti penting bagi mahasiswa sebagai calon pendidik fisika. Guru tidak cukup hanya menjelaskan rumus dan teori. Guru juga perlu menghadirkan pembelajaran yang kontekstual agar peserta didik memahami hubungan antara sains, teknologi, lingkungan, dan kehidupan sehari-hari. Melalui kuliah lapang ini, Program Studi Pendidikan Fisika UNWAHA memperkuat komitmennya dalam menyiapkan calon pendidik yang mampu mengajarkan fisika secara relevan, bermakna, dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran abad ke-21. Red: Ibrahim

Pengumuman Pelaksanaan dan Pembagian Kelompok KKN-PPM Tahun 2025

Berikut pengumuman teknis pelaksanaan, daftar pembagian kelompok, desa penempatan, dan jadwal pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Tahun 2025. Informasi selengkapnya dapat dilihat pada tautan berikut:Pengumuman Pelaksanaan KKN-PPM 2025 Mahasiswa yang terdaftar sebagai peserta diwajibkan untuk mencermati informasi pada dokumen terlampir.

Asesmen Lapangan Akreditasi Perguruan Tinggi oleh BAN-PT di UNWAHA Jombang

Jombang – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang menggelar pembukaan Asesmen Lapangan oleh tim asesor dari Badan Akreditasi Nasional perguruan Tinggi (BAN-PT) di Auditorium UNWAHA Jombang, Selasa (18/03/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk menilai dan mengonfirmasi data serta informasi yang telah disampaikan oleh universitas dalam rangka proses akreditasi. Rektor UNWAHA Jombang, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng., dalam sambutannya mengucapkan selamat datang dan terimakasih kepada tim asesor yang telah berkenan hadir pada kesempatan kali ini. Beliau menekankan bahwa asesmen lapangan ini merupakan suatu kegiatan penting dalam rangka meningkatka kualitas perguruan tinggi. “Asesmen lapangan di UNWAHA ini sangat penting dan tidak hanya untuk akreditasi saja. Sekaligus memberikan dorongan dan semangat bagi kita untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya, baik dosen maupun tenaga kependidikan. Dan yang utama yaitu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya mahasiswa,” kata beliau. Sementara itu, perwakilan asesor BAN-PT juga turut memberikan sambutan yang disampaikan oleh Dr. Muhammad Nasir, M.S.E., M.Si. Beliau menyampaikan bahwa proses asesmen ini dilakukan secara objektif, berdasarkan data yang telah diserahkan oleh pihak universitas. “Kami di sini hanya untuk mengonfirmasi apa yang telah diberikan bapak/ibu kepada BAN-PT. Tolong disampaikan apa adanya, dan jangan terlalu tegang dalam menghadapi kami,” tutur beliau. Adapun tim asesor BAN-PT pada asesmen lapangan kali ini, di antaranya: Prof. Dr. Muhammad Nasir, M.S.E., M.Si., Prof. Dr. Anna Permanasari, M.Si., Prof. Dr. H. Abdul Rohman, M.Ag., dan Bapak Azwardi selaku Staf BAN-PT. Dengan adanya asesmen lapangan ini, UNWAHA Jombang berharap dapat memperoleh hasil akreditasi yang terbaik dan semakin meningkatkan kualitas pendidikan serta pelayanan akademik bagi mahasiswa dan masyarakat luas. Red: IbrahimEditor: Septian Ragil

Tidurnya Orang Berpuasa Ibadah? Simak Penjelasannyan dan Jangan Sampai Merugi.

Jombang – Bulan suci Ramadan merupakan bulan yang selalu dinantikan oleh seluruh umat muslim. Bulan yang penuh berkah ini memberikan kesempatan istimewa bagi setiap kaum muslim dalam berlomba-lomba meningkatkan ketakwaan serta mendekatkan diri kepada Allah SWT. Namun siapa sangka, di bulan tersebut salah satu aktivitas yang lazim dilakukan adalah tidur. Bukan tanpa alasan, melainkan tidur dikenal sebagai bagian kegiatan ibadah bagi orang yang berpuasa. Dosen Fakultas Pertanian, Mochammad Syafiuddin Shobirin, M.Pd.I., memberikan penjelasan mengenai tidurnya orang berpuasa apakah termasuk ibadah atau bukan. Beliau menyampaikan, bulan puasa atau Ramadan merupakan momentum yang semestinya digunakan untuk menggapai rahmat dan ampunan dari Allah SWT. “Jangan malah jadikan Ramadan itu suatu beban yang akhirnya menurunkan produktivitas sehari-hari kita. Terutama bagi sebagian ‘Gen-Z‘ yang sering mengatakan ‘tidurnya orang puasa adalah ibadah’ sebagai dalih untuk bermalas-malasan,”. tutur beliau. Menurut beliau, kata-kata tersebut tidak lah salah. Hal ini sebagaimana hadist nabi berikut: نَوْمُ الصَّائِمِ عِبَادَةٌ وَصُمْتُهُ تَسْبِيْحٌ وَعَمَلُهُ مُضَاعَفٌ وَدُعَاؤُهُ مُسْتَجَابٌ وَذَنْبُهُ مَغْفُوْرٌ “Tidurnya orang puasa adalah ibadah, diamnya adalah tasbih, amal ibadahnya dilipatgandakan, doanya dikabulkan, dan dosanya diampuni” (HR Baihaqi). Gus Didin sapaan akrab beliau lantas mengatakan, dengan hadist di atas seringkali dipolitisasi sebagai pembenaran untuk bermalas-malasan dengan tidur. “Memang tidurnya orang yang puasa itu ibadah. Namun yang harus diingat, tidurnya itu bisa menjadi ibadah manakala diniatkan untuk menjauhi perbuatan maksiat dan tidak berproduktivitas,” lanjut beliau. Beliau kembali menegaskan, jangan sampai aktivitas tidur menjadi satu-satunya ibadah utama di bulan Ramadan. Sebagaimana pengertian dan esensi sebenarnya puasa itu sendiri. “Puasa itu tidak hanya sekedar menahan haus dan lapar saja, melainkan juga harus bisa menahan hawa nafsu,” ujar dosen yang sedang menyelesaikan studi doktornya tersebut. Selain itu, bulan puasa merupakan bulan di mana pintu ampunan dibuka selebar-lebarnya dan pahala dilipat gandakan. Dengan hal ini, beliau berharap agar semua umat muslim bisa memanfaatkan momentum tersebut. “Salah satunya berkumpul dengan orang soleh, karena di momen Ramadan ini banyak sekali tersedia perkumpulan (jamaah) orang soleh. Seperti tarawih dan pengajian, tinggal kita mau atau tidak mengambil kesempatan itu,” pesan beliau. Red: IbrahimEditor: Septian Ragil

Mekanisme Pelaksanaan Tugas Akhir dan Penentuan Dosen Pembimbing Tahun 2025

Diberitahukan kepada seluruh mahasiswa semester VI Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang mekanisme penyusunan Tugas Akhir (TA) dan pemilihan Dosen Pembimbing TA sebagaimana berikut:

Pengumuman Pelaksanaan Tugas Akhir UNWAHA 2025

Diberitahukan kepada mahasiswa semester enam Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang bahwa pelaksanaan Tugas Akhir (TA) Tahun Akademik 2024-2025 dilaksanakan pada tanggal 18 Februari 2025. Untuk persyaratan peserta TA, mahasiswa harus menyelesaikan herregistrasi dan KRS semester enam serta melengkapi Kartu Hasil Studi (KHS) dari semester 1 sd. 5. Mahasiswa diharap untuk melengkapi persyaratan tersebut. Demikian pengumuman ini disampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terimakasih. Akademik. File Pengumuman Pelaksanaan TA 2025

Kemuliaan Bulan Syakban dan Hikmahnya

Jombang – Bulan Syakban merupakan bulan ke-8 di tahun Hijriyah dan salah satu bulan mulia dengan segala keutamaannya seperti bulan Rajab dan Ramadan. Bahkan tidak jarang, bulan Syakban didefinisikan untuk masa persiapan menuju bulan puasa atau Ramadan. Hal ini disampaikan oleh Dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Muhammad Fodhil, S.Pd.I., M.Pd. Beliau menjelaskan, bahwa secara terminologi Syakban (Sya’ban) adalah Syi’ab (شعب) yang memiliki makna jalan di antara dua pegunungan. “Maksudnya apa? maksudnya adalah kita ini sedang menuju perjalanan untuk menggapai kebaikan, yang nanti puncaknya adalah bulan Ramadan,” kata beliau. Keistimewaan bulan Syakban sendiri sering kita dengar pada do’a menyambut bulan Rajab, Syakban dan Ramadan, yang berbunyi sebagai berikut: “Allahumma barik lana fi Rajab wa Sya’ban, wa Ballighna Ramadhan.” “Dan kita perlu mempersiapkan diri untuk menyambut bulan Ramadan. Untuk apa? supaya kita terbiasa dengan segala bentuk amal-amal kebaikan. Karena sesuatu yang telah dipersiapkan, hasilnya akan lebih matang dan bagus,” imbuh Bapak Fodhil. Adapun amalan yang dianjurkan di bulan Syakban ini yaitu seperti berpuasa. Namun berbeda dengan puasa-puasa sunnah yang lainnya, yang sudah ditentukan hari dan tanggal pelaksanaannya. “Karena di akhir Syakban itu ada istilah yaumus syaq (ragu), di mana hari keraguan itu jatuh pada akhir bulan. Sehingga saat hari itu, sebisa mungkin untuk tidak berpuasa sebagai antasipasi atas kemungkinan jatuhnya bulan Ramadan,” jelas beliau. Selain berpuasa, umat islam juga dianjurkan untuk bersedekah di bulan yang mulia ini. Hal ini dikarenakan, dengan bersedekah dapat mempercepat meningkatkan derajat hamba di hadapan Allah SWT. “Oleh karena itu, di Syakban ini kita semua mempersiapkan diri dengan ibadah-ibadah dan muamalah kita. Syukur-syukur di bulan Syakban ini kita bersedekah,” tutur beliau. Di bulan Syakban juga terdapat malam mulia atau yang dikenal malam nisyfu sya’ban. Malam nisyfu sya’ban termasuk malam mulia seperti malam Jumat, malam dua Ied (Idul Fitri dan Idul Adha), malam 1 Rajab, dan malam Lailatul Qadr. Bapak Fodhil juga menceritakan kemuliaan malam nisyfu sya’ban. Seperti yang dikisahkan ketika Nabi Isa AS yang menjumpai suatu peristiwa yang membuat beliau kagum. “Suatu ketika Nabi Isa berjalan-berjalan di tengah pegunungan, dan beliau melihat sesuatu seperti batu yang sangat berkeliau sekali. Kemudian beliau menghampiri sumber cahaya itu, dan ternyata di situ ada orang yang sedang beribadah yang lamanya 500 tahun,” cerita dosen PAI tersebut. Menjumpai peristiwa tersrbut, Nabi Isa kemudian terkagum-kagum dan sangat takjub sekali. Dalam kekagumannya tersebut, kemudian beliau ditanya oleh Allah SWT. “Wahai Isa, apakah kamu sudah merasa kagum dan kaget dengan apa yang dilakukan oleh orang itu, dan apakah kamu ingin mengetahui pahala ibadah yang melebihi umatmu tersebut?. Ada yang bisa melebihi pahala dari apa yang dilakukan oleh umatmu itu, yaitu ibadah yang dilakukan oleh umat Nabi Muhammad SAW di malam nisfu sya’ban,” lanjut beliau. Dengan keutamaan dan kemuliaan bulan Syakban tersebut, bapak Fodhil mengajak bagi semuanya untuk memanfaatkan momen yang penuh dengan keistimewaan ini. Red: IbrahimEditor: Septian Ragil